Life Is Love

Life Is Love
Marah nya Resta


__ADS_3

**********


tak terasa sudah 2 hari mereka jadi relawan besok adalah hari terakhir, mereka begitu bahagia ternyata Fian banyak sekali membantu, bantuan makanan dll bahkan anak buahnya di kerahkan semua.


" alhamdulillah besok hari terakhirnya kita semua di sini " di sampaikan ketua relawan.


" alhamdulillah " ucap mereka bersyukur.


" pak Fian berkat anda beban kami jadi berkurang jadi kami berterima kasih "


" terimakasih pak Fian " ucap mereka semua.


" sama sama bukan saya saja pak tapi kita semua di sini sudah berjuang dan berusaha " semua orang memberikan tepuk tangan, bahkan para korban juga ikut bertepuk tangan.


Resta tersenyum melihat Fian, Fian menatap Resta. Resta mengucapkan sesuatu tapi Fian juga tau apa yang Resta ucapkan meskipun hanya mulut Resta yang berucap tapi tak bersuara.


" I Love you " kode dari mulut Resta, Fian tersenyum bahagia sangat bahagia.


kini mereka kembali ketempat mereka masing-masing untuk istirahat. Fian menghampiri Resta, Resta mengambil sapu tangan dan mengelap keringat Fian.


" maaf bikin kakak repot " ucap Resta, Fian menggenggam tangan Resta dan mengajak nya pergi untuk istirahat. bahkan Fian menautkan jari tangan nya di tangan Resta. mereka berjalan beriringan.


" tadi kalau saja kakak tidak bisa mengendalikan diri, kakak udah lari bawa adek masuk kamar hm "


" aduh! aduk sakit dek " Fian mengaduh karena pinggang nya Resta cubit.


" abisnya kakak mesum mulu, libur dulu " Fian tergelak mendengar Resta.


" iya iya kakak tau, pokonya sampe rumah nanti kakak gak akan buat adek keluar, kakak hukum adek " Resta tersenyum dan lari setelah itu berbalik.


" siapa takut " tantang Resta sambil mengedipkan matanya, Fian merasa genes sendiri dan Fian juga lari mengejar Resta.


" kakak tadi belum sempat jawab adek " Resta mendongakan wajah nya menatap Fian. Fian betul betul di buat gemes.


" Love you too " bisik Fian di telinga Resta dan saat Resta masih bengong Fian mengigit pipi Resta dengan gemes.


" aw! " Resta mengusap pipi nya yang terlihat ada bekas gigi Fian di pipi nya.


" yaa Allah ka jail banget sih " Fian tertawa melihat Resta cemberut.


" abisnya kakak gemes sama pipi adek "


" emang pipi Resta bapao, main gigit gigit aja awas aja yak " kesal Resta yang ingin membalas.


" mau balas ini " Fian memberikan pipi nya biar Resta mengigitnya. tapi tujuan Resta bujan pipi melainkan dada nya. Resta menggigit dada Fian, tapi Fian hanya meringis dan saat Resta melepaskan gigitan nya tetlihat ada gigi Resta, Fian begitu bahagia karena di tandai Resta.


" kakak ko senyum senyum sendiri kenapa emang ini gak sakit " Resta memegang bekas gigitan nya Fian langsung memeluk erat Resta.


" kakak bahagia kalau adek mau lebih banyak gigitan di tubuh kakak juga kajak rela "


" ish nyebelin, udah ah Resta mau mandi gerah setelah itu kita sholat bareng ya kak " Fian mengangguk. kini mereka masuk ke kamar di sana ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka sambil tersenyum.


" semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian "


" aamiin " timpal seseorang yang tanpa dia sadari ikut menyaksikan ke uwuan Resta dan Fian.


" astagfirullah Sam bikin kaget saja " Fathan mengelus dadanya.


" abisnya dari tadi tuan memperhatikan mereka mulu, apa gak sakit lihat nya " Fathan menggeleng.


" aku sudah menganggap Resta adik Sam, jadi kebahagiaan Resta kebahagiaan ku juga " Fathan meninggalkan tempat itu dan masuk ke kamar nya.


" hatimu terbuat dari apa sih tuan Fathan, anda hebat ikhlas dan sabar " gumam San bangga pada Fathan.

__ADS_1


************


kini mereka sudah kumpul kembali untuk beraktivitas mereka begitu bersemangat.


" yuk semua ini hari terakhir kita di sini kita bantu mereka dengan tenaga kita "


" siap " ucap mereka semua kini mereka sangat bersemengat. para korban yang tak terluka ikut membantu mereka saling bahu membahu dan bekerjasama.


dan kini semua terlihat seperti semula mereka begitu bahagia puing puing sudah tak terlihat lagi, semua sudah bersih dan rapih. mereka bersorak-sorai karena pekerjaan mereka selesai sebelum itu mereka berphoto photo dengan para warga dan yang lain nya.


Resta melihay Fian dan Fathan sedang beephoto bersama ibu ibu dan anak nya.



Resta tersenyum melihat 2 lelaki hebat yang bahkan saling membantu.


" terimakasih ka Al, ka Fian kalian lelaki terhebat di dalam hidup Resta " Resta tersenyum.


" mereka terlihat akrab ya Nona " Resta kaget dan beralih menatap seseorang yang kini berdiri di samping nya.


" yaa Allah ka Sam bikin kaget aja " tanpa rasa bersalah Sam tersenyum pada Resta.


" Resta bahagia melihat mereka ka, semoga kebahagiaan selalu menyertai mereka "


" aamiin " ucap Sam.


" ka kita bantu yang lain " Sam mengikuti. Resta dan ikut membantu.


banyak anak anak yang ingin berphoto dengan Resta katanya buat kenang kenangan, ada juga para pemuda untung Sam juga ikut sambil menjaga nona nya takut terjadi sesuatu.


setelah selesai berphoto photo Resta kini mencari Fian dan Fathan. saat Resta menemukan mereka Sam kaget melihat tuan nya dan Fian sedang photo bersama seorang gadis.



" mampus deh kalian berdua, si ratu nya marah " Sam mengerutuki si tuan nya dan Fian.


" nona anda " belum sempat Sam melanjutkan ucapan nya Resta sudah pergi meninggalkan nya.


" nona Resta " panggil Sam sengaja berteriak agar si tuan dan Fian melihatnya, dan benar saja Fian dan Fathan melihatnya dan


deg


mereka terkejut melihat Resta yang pergi meninggalkan mereka, Fian dan Fathan saling tatap dan kini mereka menatap Sam, Sam hanya mengedikan bahunya.


" mampus " ucap mereka bersamaan.


" yaa Allah apa Resta melihat kita " tanya Fian was was.


" kurasa iya " kini mereka lari mengejar Resta, sedangkan Sam tertawa terbahak-bahak melihat mereka yang begitu ketakutan jika sang ratu marah.


Resta sengaja menyibukan dirinya bersama yang lain, terlihat dari tatapan Resta saat melihat Fian dan Fathan ada kemarahan di sana.


Fian dan Fathan merasa bersalah, kini mereka ingin meminta maaf tapi Resta selalu menghindar Fian dan Fathan mengekori Resta dari belakang. dan saat Resta berbalik Fian dan Fathan akan mendekat tapi Resta menghentikan nya dengan kode jarinya.



" jangan coba-coba maju " Fian dan Fathan hanya memelas menatap Resta sendu.


" dek kakak bisa jelasin " ucap Fian dan akan maju tapi Resta mengacungkan telunjuk nya kembali.


" Resta tadi kita tak sengaja melakukan nya sang gadis tersebut yang meminta kita berphoto " tapi Resta tak peduli bahkan tak ada kata dari mulut Resta, Resta hanya diam setelah itu meninggalkan mereka pergi.


Sam hanya senyum senyum " ini mengasikan melihat mereka kelabakan begitu sangat menyenangkan, aku mendikung mu nona Resta salah siapa narsis dan keganjenan " Sam malah mendukung Resta.

__ADS_1


kini mereka bersiap siap untuk segera pulang. semua sudah beres kini Fian dan Fathan sedari tadi ingin menjelaskan pada Resta tapi Resta tak peduli.


Resta duduk di kursi mobil menyandarkan kepalanya lelah, capek itu yang Resta rasakan, Fian duduk di samping Resta tapi Resta tak mempedulikan nya. Resta mendiamkan mereka.


" dek " panggil Fian Resta sengaja memejamkan matanya. Fian dan Fathan saling memandang Fian hanya menggelengkan kepalanya.


**********


kini mereka sudah sampai dan setelah mendengarkan ucapan demi ucaoan dari sang ketua mereka kembali ke tempat nya masing-masing.


Sam dengan Fathan " Resta begitu marah " ucap Fathan lirih.


" tuan dan Tuan Fian yang tidak melihat kondisi " San juga kesal melihat mereka.


" aku tidak tau kalau si gadis tersebut mencium kita haduh bagaimana ini " Fathan merasa frustasi.


kembali ke Fian dan Resta, Fian begitu sedih melihay Resta yang sedari tadi mendiamkan nya bahkan di dalam mobil pun saat mereka hanya berdua Resta tak berbicara sama sekali.


mereka sudah sampai di mansion Dinata.


" assalamualaikum " ucap mereka berdua.


" wa'alaikumsalam " jawab yang di dalam Resta melihat ada Mila dan Alan, Resta langsung meneluk sang kakak dan tak lupa mencium Mila sang kakak ipar.


" gimana sayang lancar " tanya Helen. Resta mengangguk.


" istirahat dulu gih kalian pasti capek " ucap Rangga, Resta dan Fian pamit saat mereka pergi.


" itu kenapa muka adek si tekuk gitu, dan Fian terlihat sedih " tanya Alan.


" apa ada masalah " timpal Mila.


" biarkan mereka menyelesaikan masalah nya kita jangan ikut campur " ucap Rangga.


" papih benar, mereka sudah dewasa kita di sini tidak boleh ikut campur dalam rumah tangga mereka " timpal Helen mereka mengangguk.


saat Resta sampe pintu kamar nya Resta membukanya dan menutup nya keras.


brak


Fian terjingkat sangat kaget saat pintu di tutup sangat keras Perlahan Fian membuka pintu nya untung tidak di kunci.


Fian mencari keberadaan Resta dan mendengar gemericik air di kamar mandi Fian menata baju baju yang kotor memasukan ke keranjang dan juga baju Resta.


saat Resta keluar dari kamar mandi Resta tetap bertahan dengan diam nya, Fian menatap Resta sendu kini Fian menuju kamar mandi dengan gontai nya.


sebenarnya Resta tak tega tapi Resta sangat kecewa, jadi Resta membiarkan nya Resta bahkan menjalankan sholat lebih dulu setelah itu baru Fian.


to. tok. tok


" dek " panggil Mila di luar.


" iya ka ada apa! " tanya Resta.


" adek dan Fian di tunggu di bawah kita makan malam bersama "


" iya ka duluan aja nanti Resta nyusul " jawab Resta Fian hanya diam kini Resta langsung menuju kekuar Fian ikut mengekori.


" malam mam, pih, ka Alan ka Mila "


" malam juga sayang " jawab mreka Fian juga sama, mereka melihat Fian dan Resta bergantian yang sedari tadi diam, Resta tetap mengambilkan makanan untuk Fian yapi setelah itu Resta fokus kembali.


mereka hanya saling pandang tanda tak mengerti, setelah mereka selesai Resta pamit lebih dulu dan Fian juga menyusul. mereka juga tak bisa bertanya-tanya apa yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2