Life Is Love

Life Is Love
Kecemasan Fian


__ADS_3

******


Resta sudah jengah dengan kelakuan karyawan yang bernama Anita, kenapa dia begitu sinis terhadap Resta, sedangkan yang lain hanya memperhatikan perdebatan mereka.


" ma'af nona anda salah menilai saya " ucap Resta kesal.


" cih... " Anita hanya berdecak saja memperhatikan Resta dari atas sampai bawah.


" seharusnya kamu itu masih sekolah dan belajar yang benar bukan keluyuran mencari mangsa "


" ck anda ini lebih tua dari saya, dan seharusnya anda malu menggunakan seragam tapi gak punya etika "


plakk


suara tamparan menggema di lobi, orang-orang tercengang apa yang Anita lakukan teehadap Resta, ingin sekali Resta membalas perbuatan Anita tapi Resta selalu ingat apa yang di ajarkan orang tuanya. sopan, ramah dan hargai yang lebih tua dari kita.


Resta tersenyum sinis pada Anita " apa anda sudah puas Nona " Resta menekan kata puas, lalu Resta pergi meninggalkan Anita yang masih marah, saat Resta berjalan Neta baru muncul dari toilet karena tadi Neta memang merasakan tak enak pada perutnya.


saat itu Neta kaget melihat Resta berlalu pergi dengan terlihat wajah yang menahan amarah, pandangan Neta berhenti pada orang-orang yang masih berkerumun.


" ada apa ini " tanya Neta, sang Receptionist pun menjelaskan kronologinya, Neta sangat marah " apa yang anda lakukan terhadap sahabat saya "ucap Nreta yang menatap Anita dengan kemarahan.


" cih ternyata masih ada sugar baby yang lain " ejek Anita pada Neta.


" ternyata orang yang berpendidikan tinggi itu belum tentu memiliki etika yang baik, bahkan yang memiliki seragam sekalipun menjudge orang tanpa tahu apa-apa " semua orang hanya terdiam saat Neta mengatakan hal itu.


saat Anita akan kembali menampar Neta tiba-tiba Fian, Akmal, Ririn dan Galih muncul memasuki lobi.


saat itu Fian dan Akmal merasa aneh kenapa lobi jadi seramai ini. Akmal fokus dengan 2 wanita yang sedang bertengkar, Akmal tersenyum dia begitu bahagia orang yang selalu dia rindukan ada disini " benarkah dia " batin Akmal masih belum percaya


Fian juga kaget kenapa Neta ada disini, apakah dia juga salah lihat jika Neta ada disini Resta juga pasti ada disini, seketika Fian mengarahkan pandangan ke berbagai arah mencari seseorang yang dia rindukan tapi nihil Fian tak menemukan nya.


saat Fian dan Akmal masih sibuk dengan fikiran nya,Akmal kaget saat Akmal melihat tangan Anita hampir menampar pipi Neta.


" berhenti " teriak Akmal menggema, seketika semua orang terjingkat kaget mereka tidak menyadari kehadiran sang Ceo dan yang lain nya.


saat itu Neta tersenyum pada Akmal dan berlari menuju Akmal dan memeluk Akmal sambil menangis " ka Akmal " Akmal langsung memeluk Neta dengan satang nya.


seketika orang-orang yang berada diditu kaget apa lagi Anita, dia sudah mulai gemetaran " tidak tidak mungkin dia itu sispa nya pak Akmal " batin Anita twrus berkecamuk.


" Neta ada apa, apa yang terjadi " ucap Akmal sambil melerai pelukan Neta.


" ka Akmal ka Fian tadi Neta kesini sama Resta, disuruh mamah untuk membawakan kalian makan siang, saat itu Neta pergi ke toilet dan saat kembali Neta melihat Resta keluar buru buru dengan wahah yang menahan amarah "

__ADS_1


seketika Fian kaget saat mendengar penjelasan Resta " sekarang dimana Resta " Fian mulai khawatir karena Resta baru pertama kali menginjakan kaki di kota S.


" Neta juga gak tau ka, saat Neta mendengar mereka penjelasan dari mereka Neta sangat marah, dan Neta ingin memberikan pelajaran pada orang yang telah menampar Resta " sontak Fian, Akmal, Ririn dan Galih kaget mereka menatsp tajam kearah Anita.


Anita yang masih tak bergeming dia mulai ketakutan terlihat dari tubuh nya yang bergetar, semua orang sudah menerka nerka setelah ini tamat sudah karir Anita.


Fian mendekati Anita " berani sekali kamu melakukan itu awas saja kamu " dengan kemarahan Fian langsung lari keluar.


" apa yang kamu lakukan Anita " ucap Akmal yang penuh penekanan.


" ka kita cari Resta " cegah Neta, Neta takut Akmal bisa tak terkendali dengan kemarahan nya.


" baiklah " ucap Akmal " dan kalian apa tang kalian lihat dan lakukan dimana etika kalian saat ada orang di permalukan kalian hanya menonton saja " Akmal begitu marah pada mereka.


" dan kamu Ririn Galih tahan mereka disini " perintah Akmal tegas.


" baik pak " ucap Ririn dan Galih Akmal dan Neta juga pergi. sedangkan Ririn menatap Anita begitu tajam dan sinis, Ririn tau Anita selalu mencari muka dan masalah. sedangkan Anita masih menunduk diamadih ketakutan.


" berpendidikan tinggi tapi masih saja merendahkan orang lain " sindir Ririn, " dan apa kalian tau siapa orang yang kalian lihat saat dia di caci, kalian tunggu saja apa yang akan pak Fian lakukan " ucap Ririn yang juga kesal.


" seharus nya kalian itu tak menilai orang dari penampilan nya saja, jangan menjudge orang sebelum kalian mengetahui orang tersebut " Galih pun ikut menyindir mereka, dan mereka hanya terdiam pasrah.


*******


" aaaaakkhhh " teriak Fian Frustasi. " Resta sayang kamu dimana " Fian masih mencari. Fian menghubungi Akmal.


tuuuttt... tuutttt


" hallo assalamualaikum " ucap Akmal saat mengkat telfon nya.


" iya Wa'alaikumsalam, Akmal kamu suruh para IT cari keberadaan Resta, gue udah pasang GPS pada cincin Resta "


" hmm baiklah gan tunggu kabar dari gue Loe tetap cari Resta "


" hmm gue tunggu " Fian mengakhiri obrolan nya dan memasukan Hp nya kembali ke daku jas nya.


saat Fian masih Fokus saat tu Hp nya berbunyi


drttttt... drtttt


" hallo " ucap Fian.


" gan posisi Resta sudah ketemu dia ada di dekat taman sekarang posisi loe lagi ada dimana? "

__ADS_1


" benarakah bagus, gue lagi ada didekat taman, baiklah makasih bro udah menemukan nya "


" hmm iya sama sama semoga sukses " ucap Akmal menyemangati Fian.


kembali ke Akmal dan Neta, Neta masih menangis mencari sahabat nya, Neta takut terjadi apa-apa pada Resta sahabatnya.


" yang udah dong jangan nangis terus, kita balik aja ke kantor " Akmal mencoba menenangkan Neta.


Neta langsung menatap Akmal dengan tajam dia masih khawatir seenak nya saja Akmal mengajak nya pulang ke perusahaan, Neta tidak akan pergi sebelum Resta di temukan.


Akmal merinding saat dapat tatapan tajam dari Neta " yang ko natap nya gitu "


" kakak ini ya, Neta gak bakalan pergi sebelum Resta di ketemukan " ucap Neta kesal.


" Resta udah ketemu ko " ucap Akmal santai, seketika tangis Neta berhenti dan menatap Akmal.


" benarkah ka Sekarang dimana Resta " Neta mulai tersenyum saat mendengar Resta di temukan.


" ka Fian sedang menuju kesana jadi biarkan ka Fian yang menenangkan nya, sekarang yuk kita balik ke perusahaan " ajak Akmal, Neta mengangguk kini Neta sudah mulai tenang. Akmal tersenyum melihat Neta yang begitu imut nya Akmal merasa gemas.


" Neta ingin memberikan pelajaran pada orang itu " kesal Neta.


" hmm kk juga sama, tapi nanti saja itu urusan Fian dan Resta " saat itu mereka masih berjalan beriringan. seketika langkah Akmal terhenti dan Neta tak menyadari nya, Neta terus berjalan saat Neta menyadari bahwa Akmal tak berada di samping nya Neta menoleh kebelakang



Akmal hanya tersenyum saat melihat penampilan Neta yang semakin hari semakin cantik.



Neta masih merasa aneh saat Akmal masih menatap nya sambil tersenyum.


" ka kenapa menatap Neta begitu iiihh Neta jadi takut " ucap Neta merinding.


Akmal berjalan mendekati Neta dan menyondongkan badan nya Akmal berbisik " yang kamu tuh semakin cantik, kakak udah gak sabar pengen cepat menghalalkan nya " seketika Neta muka Neta menjadi merona merah karena ucapan Akmal bahkan Neta juga merinding karena saat Akmal berbisik nafas Akmal mengenai kuping Neta.


senyuman selalu mengembang pada bibir Akmal, saat Akmal berhasil menggoda pujaan hatinya yang selama ini dia rindukan, Akmal bahkan masih tidak percaya bahwa gadis nya ada di hadapan nya. Akmal ingin sekali bertanya kapan mereka datang ke kota S.


kenapa Fian dan dirinya tidak mengetahui hal tersebut apa ini kejutan dari pujaan hatinya dan juga papah,mamah nya. Akmal ingin menghabiskan waktu bersama dengan Neta calon istrinya.


saat Neta masih menunduk menahan malu, Akmal berjalan dan mengulurkan tangan nya pada Neta. Neta mendongakan wajah nya, dan menatap Akmal yang sedang menyodorkan tangan nya untuk Neta genggam.


Neta akhirnya menggengam tangan Akmal dan tersenyum, senyum merekah masih tampak di wajah mereka yang sudah lama mereka tak bertemu.

__ADS_1


__ADS_2