Life Is Love

Life Is Love
Operasi


__ADS_3

**********


kini mereka tekah sampai di kota J setibanya di rumah sakit RRD mereka sudah disambut oleh para dokter dan perawat.


" apa semua sudah siap " tanya Mila.


" insyaAllah semua siap dokter Mila " jawab dokter.


" baiklah sekarang kita lakukan operasi " ucap Dirga, kini brankar Resta langsung di dorong menuju ruang operasi.


" mam, pih " Resta terlihat ketakutan bahkan tangan nya menggenggam erat tangan Helen dan Rangga.


" insyaAllah semuanya baik-baik saja sayang, jangan khawatir, mamih papih dan mereka semua mendoakan adek " Resta tersenyum sekarang Resta merasa tenang.


" dek berdo'a ya! " ucap Rangga Resta mengangguk, kini Resta langsung dimasukan ke ruang operasi semua alat sudah tersedia para Dokter terbaik sudah bersiap.


" paman Dirga tunggu " cegah Fian, yang lain menatap Fian, Fian menghampiri Resta.


" dek harus kuat, demi kk demi semua orang, kk akan selalu disini " ucap Fian lirih Fian meneteskan air mata nya. saay air matanya akan menetes Resta mengadahkan tangan nya di bawah dagu Fian, dan air mata Fian berada di telapak tangan Resta.


semua menatap mereka haru bahkan dokter dan perawat juga, apa lagi Jovita dan Asri, mereka justru udah nangis nangis.


" insyaAllah Resta akan kuat " Resta tersenyum perlahan pegangan tangan Resta dan Fian terlepas pintu ruangan di tutup.


" ka! " Helen memeluk Alan.


" kk sudah siap " ucap Alan pasti semua memeluk Alan dan kini Alan juga sudah berganti pakaian pasien, kini Alan juga masuk Mila selalu mendampinginya.


" rilex insyaAllah semua baik-baik saja " ucap Mila, Alan tersenyum kini menatap kearah Resta.


" dek berdoa ya! " titah Alan Resta menangguk saat mereka akan di bius mereka berdoa dan kini Alan dan Resta sudah terlelap.


lampu operasi dinyalakan mereka sudah deg degan di luar, apa lagi Helen dan Rasty sedari tadi tak bisa tenang.


" mih " Rangga memeluk Helen, Helen menatap sendu Rangga.


" insyaAllah semuanya berjalan lancar kita berdoa ya " ucap Erwin menyemangati Rasty.


" pah! mamah, mau sholat duha dulu " Erwin tersenyum, Helen juga izin pada Rangga, saat mereka akan jalan tiba-tiba anak-anak panti ifan, Radit dan Fira lari memeluk Rasty dan Helen.


" hey anak-anak " kaget Rasty dan Helen.


" assalamualaikum nyonya Helen Nyonya Rasty, maafkan anak anak " munculah Sari pemilik panti dengan sang suami Andre.


" wa'alaikumsalam " ucap Rasty dan Helen yang masih memeluk mereka " tidak apa-apa buk Sari, justru kami senang mereka ada disini membantu doa " ucap Helen lirih.

__ADS_1


" nyonya apa ka Resta akan baik-baik saja hiks.. hiks " tanya Fira yang kini menangis dipelukan Helen, Helen berjongkok dan menenangkan Fira.


" sayang ka Resta baik baik saja, doakan ka Resta ya, udah jangan nangis lagi nanti cantiknya ilang " ujar Helen Fira masih sesegukan, karena saat mendengar kabar Resta sakit Fira dan tang lain terus menangis.


Helen mengusap air mata Fira " lihatlah sayang, mereka begitu mencintai dan menyayangimu, mamah harap bertahanlah dan harus kuat " batin Helen begitu terharu.


" Nyonya bolehkan Ifan dan Radit disini " tanya Ifan polos. Rasty tersenyum " boleh ko sayang, siapa yang mau ngelarang kalian, kalau ada maka laporkan pada mamah ya, biar mamah marahi mereka " ucap Rasty semangat mereka tergelak pada akhirnya.


" sekarang jangan panggil nyonya lagi panggil mamah Rasty dan ini mamih Helen ok " titah Rasty pada anak-anak mereka mengangguk patuh dan imut, Helen menciumi Fira dan Rasty juga menciumi Radit dan Ifan. Asri dan Andre begitu terharu saat melihat Rasty dan Helen memperlakukan anak-anak begitu sayang dan lembut.


" Nyonya anda mau kemana " tanya Sari.


" oya bu Sari jangan panggil kita Nyonya ya panggil saja nama " perintah Helen karena merasa canggung.


" hmm kalau bagitu saya panggil ibu saja " Helen dan Rasty akhirnya setuju. " oya ibu akan kemana " tanya Sari.


" kami ingin sholat duha di masjid " ucap Rasty " oh kalau begitu saya ikut kebetulan saya juga belum sholat " akhirnya mereka bertiga pergi ke masjid.


" assalamualaikum tuan Erwin tuan Rangga " ucap Andre.


" wa'alaikumsalam " jawab Rangga dan Erwin " oya pak Andre jangan panggil kita tuan panggil saja nama atau yang lain nya tapi jangan tuan " ucap Rangga yang merasa tak nyaman.


" maaf kalau begitu pak Erwin, pak Rangga " Erwin dan Rangga tersenyum " terimakasih sudah datang " Andre tersenyum.


" sayang ko kesini " tanya Fian lembut.


" Fira maksa ibu Sari dan ayah Andre buat ngajak kita, Fira ingin melihat ka Resta ka " ucap Fira, Fian tersenyum.


" doakan ka Resta ya sayang " ucap Fian Fira, Ifan dan Radit mengangguk, kini Fira di gendong Fian dan duduk di pangkuan Fian.


**********


Rasty, Helen dan Sari sudah selesai dan kini mereka telah berkumpul operasi cukup lama mereka pergantian jaga untuk makan siang, sedangkan Fian sams sekali tak beranjak tetap menatap ruangan operasi.


" assalamualaikum " salam terdengar kini mereka melihat siapa ternyata itu Yudishtira Family.


" wa'alaikumsalam " jawab mereka Erwin tak percaya keluarga Yudishtira datang ke kota J, Erwin merasa mereka akan menuntut penjelasan.


" pak Yusuf buk Farah " kaget Erwin, Erwin merasa bersalah pada mereka, Rasty juga sama hal nya.


" pak Erwin jangan merasa bersalah, justru kami hadir disini kami ingin meminta maaf " ucap Yusuf mereka begitu kaget seharusnya mereka lah yang meminta ma'af.


" maafkan anak saya buk Rasty " ucap Farah, " seharusnya saya yang minta maaf buk Farah " kini Rasty yang kembali meminta maaf.


" Fian! " panggil Ega Fian menatap Ega ada rasa bersalah dalam diri Fian karena telah meninggal kan Ega sendirian. disana ada Akmal, Neta, Riska juga Rama.

__ADS_1


" maafkan aku Ega " ucap Fian, Ega tersenyum " seharusnya aku yang meminta maaf Fian, tidak seharusnya aku memanfaatkan kondisi, aku begitu terobsesi dan egois " Fian dan yang lain kaget mendengar pengakuan Ega, sedangkan Riska dan Rama tersenyum.


" aku sadar, setiap apa yang aku lakukan dan apa yang aku perjuangkan tidak akan bisa aku dapatkan karena hatimu bukanlah tertuju untuk ku tapi untuk Resta " Fian kini. mulai tersenyum tadinya Fian sudah pasrah jika Ega menuntut nya.


" jadi aku disini ingin meminta maaf pada kalian, aku... aku begitu bodoh bahkan begitu bahagia saat melihat kehancuran hati orang lain " kini Ega mulai terisak.


" aku adalah orang yang begitu jahat bahkan hadir untuk merebut Fian dari Resta karena obsesi dan Ego ku yang tinggi yang tak menerima kekalahan " Fian kini memeluk Ega, Ega menangis di pelukan Fian.


" maafkan aku Fian maaf " ucap Ega menyesal " terimakasih Ega, aku percaya kamu memanglah gadis yang baik, maaf aku meninggalkan mu begitu saja di hari pertunangan kita " ucap Fian penuh sesal.


" kamu berhurang padaku " Ega melerai pelukan nya Fian menautkan alisnya.


" hutang " beo Fian Ega mengangguk " baiklah apapun yang kamu minta aku terima " ucap Fian lirih.


" apa kau yakin " tanya Ega Fian mengangguk meskipun ragu " kalau begitu kembalikan hatimu dan cintamu " deg mereka tersentak kaget saat mendengan penuturan Ega.


Fian menatap Ega sendu dan sedih tiba-tiba Ega malah tertawa menetawakan raut wajah mereka, sedangkan mereka begitu kaget.


" hahaha lihat mukamu haduh " Ega sudah tak kuat sampe meneteskan air matanya, sedangkan Yusuf, Farah, Riska dan Rama hanya tersenyum.


" maksudku itu kembalikan Cinta dan hatimu pada Resta " mereka semua menghela nafas lega " maaf aku membuat kalian was was " ucap Ega merasa bersalah.


" dasar anak nakal " kini Rasty yang memeluk Ega " maafkan mamah nak Ega " Ega tersenyum Ega merasa lega, ternyata jadi orang baik itu menyenangkan selama ini Ega merasa dirinya yang terlalu arogan dan tak peduli.


mereka kini mengobrol sambil menunggu ruangan operasi terbuka bahkan mereka bergantian untuk makan siang dan sholat sedangkan Fian pergi hanya untuk sholat kekuarha Yudishtira sudah pergi, Farah dan Yusuf ke apartemen Ega sdangkan Riska dan Ega kini sedang jalan jalan, Ega kini ada di Caffe milik Fian.


wajah Ega masih menampakan senyuman dan kebahagiaan setelah melepaskan beban nya selama ini, kini Ega sudah kembali menjadi dirinya sendiri. Ega menatap ke depan banyak orang berlalu lalang dan kendaraan.


tiba-tiba brug tanpa sengaja seorang waitress menumpahkan air ke baju Ega, Ega kaget dan tersentak, mungkin kalau Ega yang dulu dia akan marah dan membentak bentak orang yang melakukan kesalahan kini Ega yang sekarang hanya tersenyum, si waitres sudah ketakutan dan berkali kali meminta maaf.


" sudah tidak apa-apa " ucap Ega lembut mereka yang melihat nya justru kagum pada Ega mungkin kalau orang lain akan sangat murka.


" kamu pergilah biar aku tangani " ucap seorang pria. si waiters pergi meninggalkan Ega dan si pria tersebut.


" Nona maafkan atas kelalaian pegawai saya " Ega yang madih Fokus pada baju dan rok nya mendongakan wajah nya si pria kaget.


" astagah Nona Ega, saya minta maaf " kini di pria tersebut tang takut karena siapa yang tidak tau dengan Ega Mawarni Yudishtira. Ega malah menanggapinya dengan senyuman.


" eh anda mengenal saya tuan " tanya Ega merasa aneh " apa anda lupa sama saya Nona Ega " Ega menautkan alisnya dan mengingat ngingat. setelah itu menggeleng si pria menghela nafasnya.


" boleh saya duduk disini " tanya si pria meminta persetujuan " Ega memlersilahkan, kini si pria tersebut menatap Ega dengan intens, karena penampilan Ega berbeda saat mereka pertama kali bertemu di caffe ini juga.


dulu Ega begitu glamour apa yang dia kenakan serba barang branded dan kini Ega terlihat sederhana dan biasa saja mungkin jika sekilas orang tidak akan mengenali Ega. Ega merasa jengah karena di tetap seperti itu dan risih.


pletak....

__ADS_1


__ADS_2