
********
di kediaman Dinata
saat mereka masih khawatir pada Alan karena tak ada kabar setelah mengetahui kebenaran nya. mereka khawatir Alan melakukan tindakan yang aneh aneh.
" assalamualaikum mih, pih, adek kk pulang " ucap nya begitu santai.
" wa'alaikumsalam " jawab yang di dalam.
" ka Alan " Resta langsung memeluk kk nya. sedangkan Helen menatap tajam Alan. Rangga juga sama Alan sampai bergidik saat melihat nya.
" mih " Alan memeluk Helen sedangkan Helen tak bergeming sedikit pun, Alan mencium tangan Helen dan beralih ke Rangga.
tiba-tiba bug, bug, bug " aw mih sakit ampun mih " Alan dapat pukulan bantal dari Helen dan setelah puas Alan kembali mendapatkan jeweran dari Helen.
" mih,mih aduh kuping Alan sakit ini mih, pih bantuin Alan " Alan meminta bantuan Rangga tapi Rangga acuh tak peduli.
" mam udah tuh kuping kk nanti copot " Resta berusaha menghentikan Helen, tapi karena Helen kesal dia tak mengindahkan nya.
" anak ini, harus mamih kasih pelajaran seenak nya aja bikin ulah, mamih gak mau tau kamu harus bawa calon menantu mamih Mila " kini Helen sangat murka dengan ulah Alan.
" iya iya mih tapi lepasin dulu tangan mamih dari kuping Alan " akhirnya Helen melepaskan tangan nya dari kuping Alan.
terlihat kuping Alan memerah Alan terus menggosok gosok kuping nya yang terasa kebas.
" ih sang ratu kalau marah nyeremin gini " gerutu Alan dan di dengar Resta.
" rasain abisnya kk itu bikin kesel mamih sama papih sih "
" ih adek bukan nya bantuin kk malah nyukurin kk gitu gak baik "
" bodo adek kesal sama kk, gara gara kk ka Genta dan ka Mila pergi " kini terlihat wajah Resta sedih, Alan tau hal itu.
" mih, pih maafin kk, kk emang salah kk juga udah membiarkan Genta sama Mila pergi " Alan menundukkan wajah nya.
Helen memeluk Alan " maafkan mamih juga yang tidak bisa menghentikan kepergian mereka " Alan menautkan alisnya.
" jadi mamih udah tau " Alan beralih menatap Rangga, eh yang ditatap duduk santai kaya di pantai.
" Mila dan Genta datang mereka pamitan pada mamih, mamih gagal sebagai orang tua " Helen menangis.
" bukan mamih yang gagal tapi kk yang gagal " kini Alan memeluk Helen.
" kk janji akan memperbaiki semuanya " kini Helen mengurai pelukan nya dan menatap Alan.
" mamih senyum dong kk punya kejutan buat mamih " sedangkan Helen masih diam sama sekali tak suka ini bukan waktunya untuk bercanda.
" masuklah " ucap Alan kini masuklah seseorang tak, tak terdengar langkah kaki nya.
" assalamualaikum " yang mengucapkan salam, sedangkan yang di sana malah bengong, Rangga, Helen dan Resta terkejut bahkan Mang Diki dan Bi Aminah juga sama terkejut nya.
Helen menatap nya sedih dan Mila langsung menghampiri Helen dan memeluk Helen, mereka menangis Resta juga ikut memeluk mereka.
" ka Mila, ini benarkan ka Mila " tanya Resta masih tak percaya.
" iya adek kk yang imut yang manis ini kk " ucap Mila. "mih maafkan Mila udah bikin mamih sedih " Helen menggeleng dan tersenyum.
" tidak bukan Mila yang buat mamih kecewa dan sedih tapi kelakuan anak curut itu " seketika mereka tertawa mendengar Helen mengatai Alan curut.
__ADS_1
" kalau kk anek curut berarti mamih, mamih nya curut dong " akhinya rumah itu kembali menjadi seperti dulu, saat mereka tertawa.
" assalamualaikum " ada yang mengucap salam. seketika mereka berhenti tertawa dan beralih menatap kearah suara.
" wa'alaikumsalam " ucap mereka.
" nak Apni " kini Helen memeluk Apni dan Apni menangis.
" maafkan Apni mih " ucap Apni.
" Apni tidak salah, ini sudah takdir Allah " ucap Helen menenangkan Apni. kini Apni menatap Mila.
" Mila " Mila menghampiri Apni dan mereka berpelukan. " maafkan aku Mila, karena sesalahan ku aku hampir kehilangan mu "
" tidak Apni bukan salah kamu, ini juga salah ku maaf "
" Apni maaf aku tidak bisa menghentikan kepergian Genta " sesal Alan yang kini terlihat penyesalan.
" kata siapa " ucap Apni mereka bingung dengan ucapan Apni, Apni hanya mengedip ngedipkan matanya.
" Apni punya kejutan buat kalian " munculah orang tersebut.
" assalamualaikum " kini mereka kaget.
" Genta " ucap mereka brrsamaan.
" ko gak di jawab salam nya " Genta yang kini melangkah kearah mereka.
" wa'alaikumsalam " ucap mereka, kini Genta memeluk Helen, tumpah lagi air Mata Helen.
" ini Genta kan anak mamih, apa mamih hanya mimpi " Genta mengurai pelukan nya dan mencium tangan Helen " mamih tidak mimpi " ucap Genta.
" selamat datang nak " ucap Rangga. Genta langsung memeluk Rangga dan Rangga memeluk Genta erat.
" bukan semua ini bukan salah Genta jadi Genta jangan meminta maaf lagi " kesedihan dan kebahagiaan hadir disana.
kini Genta menatap Alan dan Alan juga menatap Genta " maafkan gue " ucap Alan. Genta memeluk Alan " maagin gue juga boss " mereka tertawa.
" akhirnya pih keluarga kita kembali seperti dulu " Rangga memeluk Helen.
" terimakasih yaa Allah engkau telah mengembalikan keluarga ini sepeti dulu, kebahagiaan dan kegangatan " Resta mengusap matanya.
akhirnya mereka kumpul di ruang tengah dan Mila menceritakan kenapa dirinya tak jadi pergi.
flashback on ****
saat itu Mila sedang ada di bandara, dan saat ada sebuah pengumuman bahwa pesawat tujuan jerman ada kendala pesawat mendelay penerbangan karena ada cuaca buruk.
jadi akan di delay jam penerbangan 2 jam, Mila memutuskan untuk pergi ke makam orang tuanya dengan menggunakan kereta api. tapi saat di sana dia bertemu Alan.
Flashback off ****
" untjng saja delay, kalau tidak aku udah kehilangan Mila " ucap Alan akhinya mereka tenang. dan kini mereka menatap Genta minta penjelasan.
kenapa Genta juga tak jadi pergi bukankah pesawat menuju New Zealand sudah mengudara.
" kalian pasti bertanys tanya baiklah Genta juga akan bercerita "
Flashback on *****
__ADS_1
saat ini Genta sudah berada di dalam pesawat karena beberapa menit lagi pesawat akan terbang.
saat Genta menyadarkan kepalanya untuk merilekskan tubuh nya terdengar rintihan yang ada di samping Genta rintihan wanita paruh baya.
" astagfirullah buk! ibu kenapa? " Genta panik melihat wajah ibu tersebut sudah pucat, dan Genta melihat ibu tersebut menekan dadanya.
" tolong, tolong " semua memandang kearah Genta.
" mbak tolong ibu ini sepertinya dia terkena serangan jantung " sang pramugari sama panik nya.
" ibu apakah ibu ada saudara di pesawat ini " tanya pramugari si ibu menggeleng.
" astagah bagaimana ini Tuan, ibu ini tak memiliki siapapun di sini " Genta jufa bingung akhirnya Genta memutuskan dialah yang akan pergi membawa ibu ini ke Rumah sakit.
" mbak saya akan membawa nya ke Rumah sakit " ucap Genta pada pramugari.
" tapi Tuan anda akan ketinggalan pesawat " ucap pramugari.
" lebih baik saya ketinggalan pesawat dari pada saya harus kehilangan nyawa seseorang " tanpa fikir panjang Genta langsung membopong ibu tersebut di bawah ambulan sudah menunggu, Genta tetap mendampingi si ibu tersebut yang masih merintih.
" nak nanti kamu ketinggalan pesawat " lirih sang ibu.
" tidak buk, biarkan Genta menjaga dan memastikan kondisi ibu " akhir nya mereka sampai ke rumah sakit penanganan medis langsung di lakukan.
Flashback off ***
mereka akhirnya lega " ibu itu mungkin sudah Allah kirim kan untuk menghentikan kepergian Genta " ucap Helen.
" iya mih, kalau Genta tidak turun membawa ibu tersebut ke rumah sakit mungkin Genta tidak berada diantara kalian " mereka terharu bahkan Genta lebih mementingkan orang lain dari pada dirinya sendiri.
diantara banyak orang hanya Genta yang ikhlas membantu ibu tersebut, Helen dan Rangga bangga terutama Apni.
" yaa Allah aku akan benar benar menyesal jika aku kehilangan orang sebaik nya " batin Apni.
" Apni kau kenapa " Mila bertanya karena melihat Apni kembali menangis.
" aku akan menyesal kalau seandainya Genta pergi, rasa bersalahku tidak akan pernah termaafkan " Mila langsung memeluk Apni.
" ini semua sudah kehendak dari Allah, karena kejadian ini, kita tau sepeti apa rasanya perpisahan tapi penuh dengan penyesalan " mereka pun mengangguk.
" maafin gue bro udah mukul loe, benar yang loe bilang gue akan menyesal " ucap Alan.
" hmm maafin gue juga udah mukul loe "
" kalau loe gak mukul gue, loe gak akan menyadarkan kebodohan gue, gue gak sangguo jika harus kehilangan Mila lagi "
" sama hal nya gue juga, gue sakit pas melihat orang yang kita cintai bertunangan dengan orang lain " Alan dan Genta bertatapan. " astagah Raditya " ucap mereka bersama.
kini Apni, Mila, Resta, Helen dan Rangga menatap kearah Alan dan Genta.
" ada apa? " tanya mereka bersamaan.
" tunggu Apni bukankah kau dengan Raditya " Apni tersenyum.
" aku bukan ditakdirkan untuknya ada orang laun yang di takdirkan untuk dokter Raditya yang memiliki hati dengan begitu tulusnya, merelakan orang yang dia cintai untuk mengejar kebahagiaan nya " mereka begitu kaget saat Apni menjelaskan semuanya.
pengorbanan Raditya begitu besar, mereka berharap kebahagiaan dokter Raditya akan selalu melimpah dan menyertainya, karena kebaikan nya dan ketulusan hatinya yang merelakan orang yang di cintai pergi untuk mengejar kebahagiaan nya.
sedangka Apni bertekad akan mendekatkan dokter Syifa dan Dokter Raditya, tentu saja dengan batuan teman teman nya.
__ADS_1
*******
akhirnya mereka kembali bersama tinggal tunggu kelanjutan Resta.