
********
" astagah Nyonya udah nelfon pake marah marah lagi " sam justru memancing kemarahan Mirna.
" astagah sam kamu ini lagi memanggil iblis, mati kamu sam " ucap Helmi dalsm hati sambil menatap ngeri Mirna, mungkin kalau orang nelihat tanduk Mirna sudah keluar.
" ngomong lagi kamu saya potong gajih nya ya, dan saya suruh kamu pulang kesini kamu dengar "
glek
sam menelan slivanya " astagah Nyonya ngamuk lagi " batin sam.
" tenang Nyonya tenang " ucap sam menenangkan nnyonya nya.
" kamu bilang tenang panggil anak nakal itu saya mau bicara " cericos Mirna.
" iya baik nyonya " samuel mendekati Fathan yang madih mengobrol dengan Resta.
" ehem,, " Fathan dan Resta menoleh menatap Sam, Sam tersebyum kaku saat dapat tatapan membunuh dari Fathan.
glek
Sam kembali menelan slivanya " astagah di telfon aku hampir di buat mati, disini aku di tatap malaikat maut, berfikir Sam berfikir aha dapat " Sam terus bermenolog dalam hatinya seketika mendapatkan ide.
" ada apa Sam, kamu tidak lihat aku sedang apa " tanya Fathan tak bersahabat Resta kaget dengan sikap Fathan yang berbeda tadi saat bersamanya dia vegitu hangat tapi saat bersama orang lain dia dingin dan datar.
" ah iya bisa kita bicara sebentar " ajak Samuel yang masih sedikit kaku.
" hai Nona Resta kita bertemu kembali, apa anda masih ingat " Fathan langsung menatap Samuel dengan tatapan mematikan.
" nah kan Sam cari mati lagi kan kamu " Sam bergumam dalam hati.
" ah iya Tuan Sam kan " Fathan langsung menatap Resta dan kembali menatap Samuel dengan tajam.
" astagah Resta kamu sama Sam langsung ingat tadi sama aku " miris emang.
" astagah Nona Resta membangkitkan srigala lagi yang siap memangsa buruan nya " hati Samuel terus bergejolak.
" ah iya ini Tuan Nyonya ingin berbicara " akhirnya Sameul berbicara dan mencari alasan.
" Nyonya " tanya Resta
" ah iya bunda nya Tuan Fathan Nona " Resta akhirnya mengerti.
" sini " tiba-tiba Fathan menjukurksn tangan nya meminta hp yang Sam pegang.
" ini " Sam langsung memberikan Hp tersebut pada Fathan.
" maaf Resta kk mau berbicara dulu dengan juragan " Resta kaget karena omongan Fathan.
" cie ada kemajuan udah panggil kk ini " batin Sam.
" kamu ngeledek aku kan " tanya Fathan menatap tajam Sam.
" astagah bagaimana dia tau coba " Sam hanya menggeleng sambil menunduk sementara Resta tersenyum menatap muka Sam. ibgin tertawa takut Sam tersinggung.
" jangan di tahan Nona saya tau anda ingin tertawa kan " Resta menatap Sam dan.
" hufft hahahaha " Sam hanya menoleh sedikit aneh tapi saat melihat Resta tertawa Sam terpaku " Cantik, astagah kalau Tuan tau mati di gantung kamu sam ih ini mulut ya " sam menampar mulut nya sendiri.
" anda kenapa Tuan Sam " tanya Resta aneh.
" eh tidak,, Nona jangan panggil aku Tuan ya panggil saja Sam " ucap Sam merasa aneh dipanggil Tuan.
__ADS_1
" ah ya udah saya panggil kk juga gpp kan " jawab Resta.
" ah itu lebih baik " Sam menggaruk jening nya yang tak gatal, saat Sam menoleh ke arah Fathan kembali Fathan menatap nya tajam dan memegang leher sambil menggesek gesekan tangan, yang artinya mati.
glek
" astagah mundur kena maju kena, nasib jadi asisten " Resta menatap Sam yang sedikit gusar.
" ka tidak apa-apa kan " tanya Resta.
" astagah Nona jangan tanya saya lagi " Sam semakin gusar, dan hanya mengangguk dari pada dia salah bicara lagi, nendingan pake bahasa isyarat.
********
beralih ke Fathan dan Mirna.
" assalamualaikum bund " salam Fathan.
" wa'alaikumsalam yaak kamu anak nakal " setelah menjawab salam dengan lembut kembali Mirna berteriak, bahkan Fathan menjauhkan Hp nya dari telinganya .
" astagah Bund sakit ini telinga Fathan, pantes aja tadi muka Sam gitu "
" kamu ya awas aja kalau bunda dekat udah bunda jewer tuh telinga kamu " sungut Mirna yang masih tetap emosi.
" bund tenang ya nanti bunda daeah tinggi lagi kalau marah marah " bujuk Helmi yang tedengar.
" aku itu gak punya penyakit darah tinggi " Mirna masih kesal bahkan Helmi juga kena semprot.
" astagah singa nya udah keluar " gumam Fathan.
" iya untuk saat ini gak siapa tau abis marah marah bunda ada penyakit datah tinggi nya " Helmi masih berusaha membujuk.
" bagus yah, terus bujuk bunda ya meskipun ayah yang kena imbas nya " Fathan cekikan mendengarkan bujukan Helmi.
" ya anak nakal jangsn tertawa kamu ya, bunda tau kamu lagi menertawakan bunda, dan ayah juga nyumpahin mamah punya penyakit "
" bukan gitu bund, yah bunda juga tau kan karena bunda juga dokter jadi emosi harus ditahan ok " ucap Helmi pelan dan lembut, Mirna dan Helmi juga seorang dokter dan Helmi juga sekaligus mempunyai perusahaan sendiri.
" hufft " mirna membuang nafas " iya baiklah maafin bunda yah " akhirnya Mirna mulai melunak kembali.
" alhamdulillah aman " Helmi mulai merasa lega, sudah mengendalikan sang iblis dan singa nya.
" sekarang kembali ke topik " ucap tegas Mirna.
" iya bunda mau bicara apa dari tadi ini Al nungguin " iya nama Al nama khusus dari kekuarga sebutan untuk Fathan, makanya tadi saat Resta menyebut ka Al Fathan begitu bahagia.
" tadi Sam mengirim video Al sama bunda "
" video, video apa bund " tanya Fathan tak mengerti apa yang Mirna maksud.
" *diam diam bunda meminta pantau Al melalui Sam dan tadi ,dan apa yang Sam perlihatkan membuat bunda khawatir "
" bunda tau Al belum pernah dekat dengan gaidis, tapi bunda lihat Al dekat dengan gadis jangan bilang gadis itu masih di bawah umur ya* " crocos Mirna.
" Yaa Allah bund, jadi karena ini bunda ngamuk ngamuk ga jelas " akhirnya Fathan faham.
" hmm Al fikir Bunda marah itu gak ada alasan nya " tanya Mirna lagi..
" terus kenapa? " tanya Fathan balik.
"Al mau jelasin kesalah fahaman ini "
" ya bund Al jelaskan, Al juga baru dekat dengan nya, sebenarnya Al udah 2x bertemu dengan nya tanpa sengaja "
__ADS_1
" kesimpulan bunda Al suka kan ma tuh gadis, pantes aja Al betah disana, alhamdulillah bunda senang " Mirna begitu bahagia.
" bunda salah faham " belum selesai Fahan bicara tapi do potong sama Mirna.
" *ah Al gak usah malu, katakan siapa gadis itu, ah bunda jadi penasaran "
" Al ingat jangan permainkan anak orang loh* "
" astagah gak bunda gak ayah pemikiran nya aneh " seloroh Fathan udah mulai jengah.
" ayah sama bunda itu salah faham "
" gak usah bertele-tele jelaskan siapa gadis itu " skak matt Fathan langsung diam.
" iya Al jelasin, gadis itu namanya Resta, Resta Risella Dinata " jelas Fathan.
" wait wait Dinata, jagan bilang dia " Mirna masih mencerna.
" iya bund anak bungsu dari paman Rangga dan Helen dari Dinata " Mirna semakin kaget dan menutup mulutnya bahkan Helmi juga kaget.
" jadi gadis itu anak dari Rangga dan Helen ayah, kita akan bertemu lagi dengan mereka " Mirna mulai terisak dan itu terdengar oleh Fathan.
" *hiks.... hiks ayah bunda kangen sama mereka "
" hmm ayah juga bund, kapan kapan kita kesana ya* " bujuk Helmi.
" apa Al dekat dengan anak mereka, bunda sangat senang, nanti bunda akan kesana dan membicarakan masalah ini denga. Rangga dan Helen "
" tunggu bund, bunda sama ayah salah faham Al sama Resta itu... " omongan Fathan terhenti karena Miran Buru buru memotong nya.
" bunda tau Al pasti malu kan mau mengakui nya, astagah ga disangka banget tau Al, makasih Al udah menemukan sahabat lama bunda "
" tapi bund... " lagi lagi perkataan Fathan terhenti.
" *biar bunda sama ayah yang urus ok, ya udah bunda ada urusan dulu sama ayah sukses sayang "
" tapi bunda Al... "
" assalamualaikum* " Mirna langsung menutup telfon nya.
" astagah bunda ada apa lagi ini, aaahhh lama lama aku telan juga si Sam " Fathan benar benar di buat frustasi dan Fathan mengusap wajah ya dengan kasar.
Fathan berjalan debgan gontai terlihat lesu.
" ka itu kenapa dengan ka Al " Sam langsung menoleh pada Resta.
" astagah ini bocah manggil Fathan dengan sebutan Al, memang sedekat apa mereka " Sam masih menatap curiga.
" ka ih ko diam " Sam tersadar.
" ah iya kk juga gak tau " Sam kembali menatap Fathan.
" astagah tatapan si Tuan boss serem banget alamat ini " gumam Sam sedikit ciut.. " pasrah pasrah dah "
Fathan mulai mendekati Resta dan Sam.
" maaf tadi kk lama ya " tanya Fathan gak enak.
" hehe santai aja ka " ucap Resta. Resta menatap lekat Fathan sehingga yang di tatap salah tingkah.
Fathan melihat kearah leher Resta ada cincin dan ada intial huruf R dan F, Fathan tersenyum kecut. jika intial F itu adalah namanya pasti sangat bahagia.
awalnya Fathan pas bertemu Resta sedikit salah faham tapi setelah dia tau huruf F tu di tunjukan untuk orang lain Fathan pun mengerti.
__ADS_1
pertemuan Fathan dan Resta begitu berkesan buat Fathan dengan begini Fathan bisa lebih memantau keadaan Resta bahkan Fathan akan melakukan pemeriksaan ulang kembali. Fathan berharap semua itu salah, tapi karena yang memeriksa paman Dirga yang tak di ragukan lagi jadi Fathan akan berusaha sebisa mungkin.
" Resta Risella Dinata nama mu aka aku simpan di sini " Fathan menyentuh dadanya...