
********
Fian dan Akmal tidur di kamar Resta dan Neta, mereka masih khawatir terhadap Resta.
matahari mulai menampakan sinarnya perlahan tapi pasti, sangkin kelelahan nya Neta, Akmal dan juga Fian masih terlelap bahkan mereka tidak terganggu sama sekali dengan sinar yang sudah nampak melalu gorden dan jendela.
" eungh " lenguhan terdengar di salah satu dari mereka dan itu adalah Resta.
Resta mengerjapkan matanya perlahan dan bersandar di ranjang saat itu Resta kaget melihat Akmal dan Fian tidur di sofa yang ada dikamar nya.
seulas senyum mengembang di bibir Resta saat menatap Fian " imut " hanya kata itu yang Resta ucapkan, sebenarnya Resta masih lemas untuk berjalan tapi Resta memaksakan diri saat Resta turun dari ranjang.
gubrak
" aw " ringis Resta yang terjatuh dari atas ranjang seketika Neta kaget karena mendengar rintihan.
" astagfirullah Neng " Neta langsung lompat dari atas ranjang.
" yaa Allah Neng Neta pelan pelan napa, kamu main loncat gitu aja " kaget Resta.
" ih bawel aku tuh kaget lihat kamu dudik di lantai astagah ayo " Neta membantu Resta berdiri.
Fian dan Akmal terbangun karena mendengar kegaduhan saat Fian tersadar dari tidur nya Fian kaget dia juga langsung lari kearah Resta dan Neta.
" yaa Allah Resta gpp kan, apa ada yang sakit " Fian menggendong Resta kembali keranjang .
" Reata gpp ka, cuma lemas aja tadi niat Resta mau ke kamar mandi eh malah jatuh hehehe, maaf udah bikin kalian khawatir " ucap Resta menyesal.
" dih telat, dari semalam kita khawatir nya tau " Akmal memelototi Neta.
" upss maaf ini mulut gak bisa ke rem " Neta cengengesan. Resta menatap mereka bertiga bergantian.
" apa terjadi sesuatu " tanya Resta curiga.
" Resta gak ingat semalam " tanya Fian lembut, Resta menggeleng sambil sedikit memanyunkan bibir nya.
deg deg
" yaa Allah imut banget udah gak tahan pengen tuh cium bibir nya, astagfirullah sadar Fian sadar " Fian bermenolog dalam. batin nya.
" ekhem " Fian berdehem menetralkan jantung nya. " coba Resta ingat ingat semalam Resta kenapa? " tanya Fian kembali memastikan.
Resta sedikit brrfikir dan mengingat dan saat itu Resta kaget dan menutup mulut nya.
" astagah " ucap Resta kaget dan menatap mereka kembali.
" gimana udah ingat " tanya Neta dan Resta mengangguk.
" maaf ya bikin kalian khawatir " Resta menundukan wajahnya sambil meremas seprei.
" semalam kita semua khawatir apa lagi papah sama mamah " jawab Neta.
saat Neta akan menjawab lagi ada ketoksn pintu terdengarl.
tok
tok
tok
kebetulan Akmal dekat dengan pintu Akmal membuka pintu nya munculah orang di balik pintu yaitu Rasty dan Erwin.
" pagi " ucap Erwin dan Rasty.
" pagi mah, pah " ucap mereka berempat, Rasty langsung berlari kearah Resta dan memeluk nya.
" hiks.. hiks sayang kamu gpp kan, mamah khawatir banget tau "
" mah Resta gpp ko, makasih mamah udah mengkhawatirkan Resta dan maaf Resta udah bikin mamah nangis " lirih Resta.
Rasty langsung menangkup pipi Resta dan tersenyum kearah Resta.
" sayang wajar bagi seorang mamah khawatir pada anak nya, jadi jangan merasa sedih ya "
__ADS_1
Resta menangguk dan Rasty kembali memeluk Resta dengan sayang nya
" Neta gak kebagian pelukan nya ini " celetuk Neta.
" uh mantu mamah yang lain iri, cini cini mamah peluk " jadilah mereka berpelukan.
" hadeh pagi pagi udah melihat drama " ceketuk Erwin, seketika Rasty menatap Erwin tajam.
" awas aja papah ya gak dapat jatah " kesal Rasty.
" eh mah, papah kan becanda jangan diambil hati ya, ya " bujuk Erwin.
" gak mamah ambil hati tapi jantung " ketus Rasty.
" ih mah maafin deh ya " bujuk Erwin kembali.
" udah ah mamah mau kebawah mau siapin sarapan, sayang mamah ke bawah dulu nanti kalian kebawah juga sarapan "
mereka mengangguk bersamaan, mereka masih bengong melihat kelakuan Erwin dan Rasty. Rasty meninggalkan Erwin sudah pasti Erwin kalang kabut di buatnya.
" gegara ini mulut ngomong asal " Erwin memukul mulut nya sendiri.
" dih yang bucin " kesal Fian melihat kelakuan papah nya.
" udah hih tuh susul ratu nya lagi marah " timpal Fian.
" aish kalian gak tau aja, nanti juga kalian baklan tau kalau udah nikah " Erwin langsung nyusul Rasty.
sedangkan mereka berempat masih dibuat menganga dengan ke absurd an ya paruh baya tersebut.
" masa iya ke gitu " tanya Fian.
" hmm mungkin " Akmal memgedikan bahunya.
" hmm ka Resta mau mandi dulu mau siap siap " Resta sedikit malu.
" eh iya Neta juga kita kan mau pulang jadi harus siap siap dulu ini " seketika tatapan Fian dan Akmal sendu saat mendengar kata pulang dari mulut Neta.
" eh, eh kenapa? " tanya Neta panik.
" kk juga mau siap siap kk pamit " Akmal pun menghilang dari balik pintu .
" ih emang aku salah ngomong ya Neng " tanya Neta yang masih menatap pintu.
" mana aku tau, tapi ke nya mereka sensi banget deh dengar kata pulang " jawab Resta.
" nah loh kan, masa iya kita gak di bolehin pulang "
" au ah gelap, mau kamu dulu atau aku dulu nih yang mandi " tanya Resta pada Neta, seketika Neta menatap lekat kearah Resta dan tersenyum jahil.
" gimana kalau berdua biar lrbih seru " tawar Neta.
" ogah iiihh.. masa jeruk sama jeruk merinding tau nih aku, kamu ngomong gitu " Resta di buat bergidik saat tawaran Neta, Neta tertawa terbahak-bahak dan langsung masuk kamar mandi.
" ada ada aja tuh anak " gumam Resta, Resta masih sedikit khawatir pada keadaan nya " semoga gak ada apa-apa " Resta terus bermenolog sendiri.
*********
dibandara mereka sudah siap siap ya biasalah mereka masih santai pake pesawat pribadi ini.
" sayang ingat jaga kesehatan ya, janhan sakit lagi, tadi obat nya udah diminum belum " Rasty sedari tadi terus saja memperingatkan Resta ini lah itulah.
" iya mah Resta akan selalu ingat nasehat mamah ok "
" hmm pasti sayang makasih ya " Resta tersenyum.
" aish senyumnya bikin aku diabetes ini " batin Fian saat melihat Resta tersenyum manis.
" sampaikan salam papah sama Rangga dan Helen, maaf papah belum bisa menjaga Resta dengan baik sampai sampai Resta jatuh pinsan " Erwin madih menyalahkan dirinya tentang kejadian semalam.
Resta langsung berhambur memeluk Erwin, begitu bahagia nya Resta dicintai banyak orang.
" Resta sayang papah " ucap Resta.
__ADS_1
" Neta juga mau dipeluk boleh " tanya Neta, dan Erwin Rasty mereka memeluk Neta dan Resta.
Fian sebenarnya sudah tak tahan ingin menangis sedangkan paman Jo dan Bibi Mei sudah menangis dari tadi.
Fian dan Akmal kaget melihat paman Jo menangis biasanya selalu berwibawa tetapi kali ini Fian dan Akmal di buat kaget.
" lihat Resta paman Jo juga di buat nangis sama kamu " batin Fian.
" kalian memang luar biasa, seorang paman Jo menangis " Akmal pun sama selalu bermenolog dalam hati bangga akan Resta dan Neta yang mengubah segalanya.
akhirnya Resta dan Neta menuju pesawat mereka melambaikan tangan nya dan tersenyum padahal masih ada raut kesedihan di mata mereka. Neta dan Resta sudah tak terlihat akhirnya pesawat terbang.
Fian dan Akmal langsung ke kantor, Erwin juga sama sedangkan Bibi Mei, paman Jo dan Rasty kembali ke rumah.
*******
di Rumah sakit Dirga terus menatap secarik kertas ada rasa sedih dalam raut wajahnya.
" apa yang harus aku katakan pada Erwin dan Rasty " ada rasa khawatir.
tok
tok
tok
terdengar ketukan pintu yang membuyarkan lamunan Dokter Dirga.
" masuk " ucap Dirga.
ceklek
masuklah seseorang sambil tersenyum dan membawa bingkisan, seketika Dokter Dirga tersenyum bahagia.
" dasar anak nakal kenapa baru datang jenguk paman mu ini "
" aw aw sakit paman " Dirga menjewer telinga si pemuda tersebut.
" tumben keponakan paman kesini ada apa hmm" tanya Dirga.
" hehehe kebetulan aku lagi ada urusan di kota ini paman " ucap nya.
" jadi kalau gak ada urusan kamu gak bajalan jenguk paman, keponakan durhaka ya kamu ini " kesal Dirga.
" hehehe maaf paman, oya apa paman sibuk " tanya nya.
" tidak paman tidak sibuk " jawab Dirga.
" tapi kenapa paman begitu khawatir " tanya nya lagi.
" ck.. paman emang gak bisa bohong sama kamu, kamu selalu tau paman "
" paman boleh cerita biar paman sedikit menghilangkan beban paman "
" hmm begini paman punya sahabat dia memiliki calon menantu yang sangat cantik dan imut " seketika si pemuda tersebut memicingkan matanya menatap Dirga.
" tunggu kamu jangan natap paman gitu, maksud paman semalam calon menantu sahabat paman sakit dan saat paman memeriksa nya paman mulai khawatir, paman mengambil sempel darah nya dan kamu tau gadis tersebut memiliki penyakit " lirih Dirga.
si pemuda tersebut mengambil secarik kertas dia kaget saat membaca nama tersebut.
" Resta Risella Dinata ini " sipemuda tersebut kaget. Dirga menoleh pada si pemuda tersebut.
" apa kamu mengenalnya " tanya Dirga, si pemuda menangguk.
" tidak sengaja beberapa kali bertemu " ucap nya, Dirga merasa curiga saat si pemuda menatap lekat kertas tersebut
" tidak tidak mungkin, dia menyukai orang yang salah " Dirga menatap nya sendu.
" oya bagaimana kabar ayahmu Helmi Harris dan mamah mu Mirna Harris " Dirga mengalihkan ke hal lain.
" alhamdulillah mereka baik paman " ya orang tersebut adalah Alfathan Harris.
Fathan masih menatap sendu secarik kertas tersebut " ini tidak mungkin dia kan " hatinya sakit saat tau orang yang dia sukai ternyata sudah memiliki calon dan penyakit juga.
__ADS_1
******
alhamdulillah ada waktu luang bisa up 2 episode langsung 👏👏😊😊