Life Is Love

Life Is Love
Resta Merasa Cemburu


__ADS_3

*********


Ega semakin gencar untuk mendekati Fian, kali ini dia ingin mengajak Fian berbuka puasa bersama di sebuah cafe.


" yang nama nya usaha gak pantang menyerah semoga kali ini aku berhasil, Fian Mustafa Kamal kau pasti akan jadi milik ku " seringai Ega, yang merencanakan sesuatu.


kini Ega sudah memasuki lobi receptionist yang tau siapa Ega hanya memberi hormat tanda kesopanan.


kini Ega sudah sampai di lantai yang dituju disana sudah ada sekretaris Fian, Desi sedang fokus mengerjakan sesuatu.


tak, tak, tak


terdengar bunyi high heels sedang melangkah, Eka yang Fokus langsung menyadari dan terkejut ada Ega Mawarni menuju mejanya.


" permisi, apakah Tuan Fian ada " tanya Ega.


" Tuan Fian ada silahkan anda masuk " karena Fian pernah mengataksn jika ada klien yang dari perusahaan Yudishtira Group di persilahkan masuk.


" baiklah terimakasih " kini Ega dengan percaya diri berdiri di pintu ruangan Fian " tinggal selangkah lagi " bati Ega.


tok


tok


tok


" ya masuk " cklek Fian menatap kearah pintu munculah Ega dengan senyuman nya yang terus mengembang.


" selamat sore Tuan Fian " ucap Ega.


" oh! iya selamat sore silahkan Nona Ega duduk " Ega mendudukan dirinya di kursi sofa, bahkan selalu menatap Fian dengan penuh ke kaguman.


" ada yang akan ada sampaikan Nona Ega " suara Fian menyadarkan Ega yang sedari tadi menatap Fian, sedangkan Fian merasa risih.


" hmm iya Tuan Fian, tapi bisakah kita berbicara diluar sekalian berbuka puasa karena tidak lama lagi kita buka puasa, bagaimana menurut anda! " Fian menautkan alis nya, akhirnya Fian menyetujui nya, Fian mengajak bertemu di cafe milik Fian.


kini mereka sudah sampai di Cafe.


" eh! eh bukan nya itu Tuan Fian " tanya para waitres di Cafe.


" eh iya itu Tuan Fian, tunggu siapa wanita itu ko bukan Nona Resta "


" huum, cantik sih tapi lebih cantikan Nona Resta kemana mana "


" apa jangan - jangan Tuan Fian selingkuh "


" hust! gak mungkin itu, mungkin klien nya " banyak sekali yang membicarakan Fian.


" husst bulan puasa jangan gosip " ucap seseorang yang mengagetkan mereka.


" eh pak Yoga maaf pak " akhirnya mereka bubar kembali dan sibuk dengan pekerjaan nya. Yoga mendatangi meja Fian.


" Fian apa kabar! " tanya Yoga basa basi.


" hai Yoga kabar baik " ucap Fian sambil menyalami tangan Yoga.


" lama tidak kesini bro, eh Resta mana " tanya Yoga, Fian hanya tersenyum.


" Resta sedang sibuk dengan kuliah nya " sedangkan Ega tak suka saat ada yang membicarakan wanita lain di hadapan nya, dia sangat cemburu.


" siapa wanita ini " tanya Yoga, Fian baru sadar ada Ega.

__ADS_1


" astagfirullah aku lupa, dia klien ku kenalin " Fian akhirnya mengenal kan Yoga dengan Ega.


" Yoga " perkenalan Yoga.


" Ega! Ega Mawarni Yudishtira " Yoga kaget, siapa yang tak tahu dengan perusahaan Yudishtira, bahkan banyak yang bilang CEO nya cantik dan kini benar dia berdiri di depan Yoga.


" ah senang bisa kenal dengan anda Nona Ega "


" terimakasih " ucap Ega.


" silahkan mau pesan apa Nona Ega " tanya Yoga, Ega langsung melihat menu dan trlihat makanan nya yang begitu bikin perut Ega meronta ronta. akhinya Ega memesan yang sesuai selera Ega sama hal nys dengan Fian.


" hmm ko Yoga bisa kenal dengan anda Tuan Fian " tanya Ega yang menghilangkan kecanggungan.


" oh ini Cafe milik saya, dan Yoga lah yang mengelola Cafe " Ega takjub lagi dan lagi Ega di buat kagum oleh seorang Fian.


" wow anda luar biasa Tuan Fian, masih muda anda sudah begitu sukses, selain jadi CEO ternyata banyak juga kesibukan anda " Fian hanya tersenyum menanggapi nya.


saat di luar Resta, Neta, Faiz dan Reyhan rencana nya mereka akan berbuka puasa di Cafe tersebut, tapi saat Resta membuka pintu Resta melihat Fian dan Ega duduk di Cafe tersebut, bahkan Resta melihat Fian lebih santai ngobrol bersama Ega.


ada rasa cemburu tapi Resta tidak ingin egois, rencana nya harus berhasil untuk menjauhi Fian.


" Neng ko bengong sih, kenapa gak jadi masuk " tanya Neta bingung.


" hmm Neng kita cari cafe lain ya, atau begini saja gimana kalau kita buka puasa di panti " tiba-tiba Resta menyarankan ide, dan akhirnya mereka setuju, sebelum itu Neta, Reyhan dan Faiz menatap kedalam dan melihat Fian, mereka mengerti dan mengikuti Resta.


merekapun akhirnya buka puasa di panti, Reyhan dan Faiz merasa bahagia jika mereka berada di panti.


" mereka sangat bahagia " tanya Neta yang sedang menatap Reyhan dan Faiz sedang bermain bersama anak-anak panti.


" iya! " ucap Resta.


" apa sakit disini " tanya Neta yang menunjuk ke dada Resta.


" hmm Bagus lah, kita lanjutkan rencana kita " Resta mengangguk.


" oyah, Reyhan seperti nya masih berharap padamu " tanya Resta menggoda Neta.


" eleh! kamu juga tuh Faiz " mereka tertawa.


" sebenarnya mereka baik, tampan juga sih tapi aku lebih nyaman seperti ini " ucap Neta.


" iya kamu benar Neng, berteman itu udah cukup, kalau jadi teman insyaAllah selamanya " Resta membenarkan ucapan Neta.


********


Di perusahaan Dinata sedang meeting setelah mereka berbuka puasa kini meeting di lanjutkan. mereka masih berdebat siapa yang akan menjadi model yang akan mempromosikan hotel mereka atau produk mereka.


" astagah kenapa gue lupa sih " ucap Genta yang kini punya ide.


" eh loe kenapa! " tanya Alan melihat Genta.


" kenapa kita gak gunain Mila aja jadi model nya " Alan langsung melotor kearah Genta.


" gue gak setuju, gue gak mau yah Mila jadi model lagi " Alan tak menyetujui nya.


" heh boss, Mila itu model buat promosiin hotel dan produk kita aja, selebihnya yah jangan lah gimana " Alan memikirkan idenya Genta, dan akhinya Alan setuju.


" oya kalian berhenti berdebat " mereka seketika diam saat Genta menyuruh berhenti berdebat.


" kenapa pak Genta apa anda memeliki ide! " tanya seseorang.

__ADS_1


" iya saya dan pak Alan sudah mendapatkan siapa model nya, dan pak Alan menyetujui nya " mereka saling berbisik.


" siapa menurut anda, model yang cocok "


" iya di luaran sana juga banyak model yang begitu tekenal "


" saya dan pak Alan sudah mendapatkan nya " hening yang ada disana.


" bisa anda katakan siapa model tersebut pak Genta "


" hmm model nya tunangan pak Alan sendiri " seketika hening karena mereka masih kaget dan setelah nya.


" benarkah Nona Mila, Mila Muspida " tanya mereka antusias. Alan dan Genta mengangguk.


" wah dengan senang hati kami setuju "


" siapa yang tak kenal dengan Nona Mila, cantik, elegant pintar dan.... " glek orang tersebut menelan slivanya karena mendapat tatapan mematikan dari Alan.


" ogeb loh, muji calon istri pak Alan "


" abis lo kali ini "


" hohoho syukurin " ucap Mereka.


" yaa Allah kalian tega bukan nya bantuin malahan ngomporin " yang lain tertawa dan seketika Alan dan Genta tergelak, mereka bengong melihat 2 orang yang begitu disegsni, dingin datar tergelak.


" yaa Allah gue lihat Dewa yunani lagi tertawa "


" hooh jarang jarang loh lihat 2 orang yang di segani di takuti tertawa "


" Hp mana Hp "


" mau ngapain loe "


" ya mau mengabadikannya mereka lah " kini yang ada mereka membicarakan Alan dan Genta.


" ehem " Alan berdehem dan kini semua kembali tenang.


" maaf saya lupa, kalau kita sedang meeting " ucap Genta semua saling tatap dan akhirnya mengganguk.


" bagaimana apa kalian setuju dengan ide saya dan pak Alan " tanya Genta memastikan, karena Alan dan Genta tidak ingin egois mereka harus membuat para pekerja juga setuju yang ikut andil memajukan perusahaan.


Ulfa sebagai sekretaris begitu kagum dengan 2 orang boss nya itu, kadang mereka serius kadang mereka membuat yang lain ikut tertawa juga dengan tingkah konyol Genta yang kadang suka nyeletuk kalau bicara.


" sudah di putuskan, model untuk perusahaan kita Nona Mila Muspida " mereka tepuk tangan, apa lagi mereka semua diam diam fans nya Mila dan Genta saat mereka jadi model.


" baiklah, sampai disini meeting kita terimakasih " Alan mengakhiri meeting nya dan segera keluar.


kini mereka akhirnya lega karena sudah menemukan model yang dipilih, sedari lahi mereka masih mencari cari.


di luar Genta dan Alan.


" loe mau langsung pulang apa ikut gue ke rumah " tanya Alan.


" ups! sori bro gue gak bisa kali ini, dirumah sudah ada yang menunggu " seringai ejekan Genta.


" cih! siala* loe, awas loe " Genta tertawa sangat puas sudah berhasil membuat Alan kesal.


" makanya boss loe tuh kudu gercep "


" iya gue tau, sana loe pulang "

__ADS_1


" hehehe si boss ngambekan, ya udah gue pulang Assalamualaikum " Alan cuma geleng geleng.


" wa'alaikumsalam " akhirnya mereka pulang stelah lelah 1 hari full kerja, Alan tersenyum karena Mila akan selalu dekat dengan nya.


__ADS_2