
*****
" hai kalian sedang apa " tanya si pria tersebut, sedangkan Neta dan Resta masih kaget dengan kehadiran 2 pria, pia tersebut teman sekolah mereka faiz dan Reyhan,,
seketika Fian dan Akmal jadi cemberut karena melihat 2 pria itu menghampiri Resta dan Neta bahkan duduk bersama, bahkan Resta dan Neta tertawa bersama ada kecemburuan di hati Fian dan Akmal,,
Fian beranjak pergi dari tempat duduk nya karena dia tak tahan melihat kedekatan Resta dengan lelaki lain,
" Akmal gue pergi dulu, loe bayar " ucap Fian terlihat kesal dan beranjak pergi
" ck Gan tunggu " Akmal yang ingin engehar Fian " ish lupa kan kalau belum bayar " Akmal pun kembali ke kasir
sat Fian terburu-buru akan menuju pintu keluar Resta bangun dari tempat duduk nya seketika Resta me. balikan tubuh nya, Rests tidak tau kalau Fian ada di belakangnya tiba-tiba Resta menabrak Fian dan saat Resta terhuyung akan jatuh Fian segera menangkap pinggang Resta, sesaat mereka saling berpandangan
deg, deg, deg
jantung Fian semakin cepat berpacu, dan jantung Restapun sama karena terkejut,
" tuan bisa tolong lepaskan " ucap Resta yang membuyarkan lamunan Fian, karena Goan kaget jadinya Resta di lrpas begitu saja dan jatuh kelantai
brukk
" aww " ringis Resta, Resta memicingkan matanya kearah Fian sedangkan Akmal bengong melihat kejadisn yang tak terduga, Neta, Faiz dan Reyhan menahsn tawa karena Resta jatuh
" apa? kalian mau tertawa bukan nya nolongin " amarah Resta pada mereka bertiga
" ma'af Resta " ucap mereka bertiga, Resta kembali menatap Fian dengan sinis
" dan kau Tuan seharusnya jangan melepasku begitu saja " marah Resta ke Fian
" tadi nona bilang di lepas kan " polos Fian
" ck tapi gak di banting juga kali " ketus Resta, Resta madih kesal dengan Fian ingin rasanya Resta melempar Fian sampe luar angkasa
Fian hanya menggaruk kepalanya, " kalau begitu aku minta ma'af " ucap Fian kembali
" ck menyebalkan sial sekali aku bertemu dengan anda tuan " Resta yang masih kesal
" apa anda bilang nona " bentak Fian karena sedikit emosi dibilang sial
" anda mau pergi kan udah sana pergi, minggir " sentak Resta menyingkirkannya Fisn dari hadapan nya, Resta akhirnya pergi ke toilet sedangkan Fian menahan amarah dan akhirnya pergi menuju parkiran
" gan tunggu " Akmal mengejar Gian sejenak Akmal bethenti di depan Neta
" maaf atas kejadian tadi " ucap Akmal membungkukan badan meminta maaf
" ah dia sopan sekali, meminta ma'af padahal dia tidak salah, manis sekali " ucap Neta yang terhopnotis dengan Akmal
" ck gak pernah lihat cowo cakepan dikit " kesal Reyhan, sedang kan Faiz tertawa
di parkiran Fian masih kesal " menyebalkan, menyebalkan " kesel Fian yang menendang nendsng ban mobil nya
" sabar gan, jangan kesal gitu " ucap Akmal
" aku fikir dia gak menyebalksn ternyata gue salah, dia bilang dia siap ketemu gue " Fian masih terlihat sewot
" ck pertemuan pertama, bukan nya kesan bagus malahan merepotkan " guman Akmal, dan Fian mendengar hal itu fia semakin marah
" mau gue pecat kamu " kesal Fian, " udah ayo pergi " akhirnya Fian dan Akmal pergi dengan kekesalan Fian
Di Restaurant Neta masih santai ngobrol dengan ysng lsin dan anak-anak, dan tibalah Resta dari toilet
__ADS_1
" ck menyebalkan, pinggangku sakit gegara pria tadi arrogant banget " rutuk Resta
" sabar Neng jangan ngambek, lagan kamu juga malahsn marah2 " Neta yang membenarkan
" tadi asisten nya atau teman nya udah minta ma'af atas kejadian tadi " ucap Neta
" iya tapi tuh lelaki arrogant bikin kesel aja " Resta yang masih kesal
" eh udah sore ayo pulang kasihan anak-anak, nanti bibi sari dan paman Andre nyariin lagi " ucap Resta saat sadar
" kalian mau balik lagi ke panti " tanya faiz
" hmm kita harus anterin anak-anak kembali " ucap Neta
" ya udah kalian hati-hati " jawab Reyhan
" iya siap boss " ucap Resta
" Radit, ifan Fira, ayo pulang " Resta memanggil anak-anak panti
" iya udah sore nanti bibi sari sama paman andre nyariin lagi " ucap Neta
akhirnya mereka pulang ke panti, sesampainya di panti bibi sari dan psman andre sudah menunggu mereka bersama anak-anak yang lain, Resta dan Neta tersenyum
" assalamualaikum paman, bibi maaf Resta baru pulang " ucap Resta dan mencium tangan mereka
" tidak apa-apa Neng Resta " ucap bibi Sari
" paman khawatir takut kenapa napa " khawatir paman andre
" hehehe maaf paman tadi ada teman kami jadi kami ngobrol, eh sampai lupa waktu kalau kita bawa Radit, Ifan dan Fira " ucap Neta yang merasa bersalah
" ya sudah ayo masuk dulu " ajak bibi sari pemilik panti
" jadi gak mampir dulu ini " ucap paman Andre
" iya langsung aja ini, lain kali kita mampir " ucap Neta yang tak enak hati
" oya paman, bibi Resta dan Neta udah beliin makanan dan keperluan anak-anak " ucap Resta
" aduh kenapa harus repot repot Neng Resta dan Neng Neta " ucap bibi Sari
" gpp bi, ini gak seberapa ko " ucap Resta
" ya udah kami pamit ya bibi, paman " Resta dan Neta mencium tsngan mereka sebelum pergi
" assalamualaikum " ucap Resta dan Neta
" wa'alaikumsalam " ucap bibi Sari dan paman Andre, mereka tersenyum karena Resta dan Neta selalu menyempatkan diri menengok mereka
" anak-anak muda yang begitu baik, mereka selalu memikirkan orang lain terlebih dulu di bandingkan dengan diri mereka sendiri " ucap bik Sari yak masih memperhatikan kepergian Resta dan Neta
" aku juga bangga buk pada mereka, masih muda jiwa sosial nya sangat membanggakan, keluarga Dinata dan keluarga Harun memang memiliki jiwa sosial yang sangat baik " paman Andre yang membanggakan keluarga tersebut
*****
sesampai Rumah Dinata yang bak istana Fian mukanya masih di tekuk karena masih kesal pertemuan nya dengan gadis yang membuatnya berdebar, tapi karena kejadian tadi Fian jadi kesal, Akmal hanya geleng geleng saja
" assalamualaikum " ucap Fiandan Akmal
" wa'alaikumsalam " ucap Rangga, Helen Rasty dan Erwin
__ADS_1
" mah, pah, om tante " tanya Fian sambil mencium tangan mereka
" Fian masuk dulu " ucap Fian berlalu gitu aja, mereka yang melihat tingkah Fian jadi terasa aneh
" kenapa dengan Fian Akmal " tanya Rasty pada Akmal
" biasa mah tadi ada sedikit masalah di kantor " ucap Akmal
" tapi masalah nya udah kelar kan " tanya Erwin memastikan karena khawatir
" udah pah alhamdulillah " ucap Akmal " Akmal keatas dulu pah, mari om tante "
" iya, istirahat dulu gih jangan lupa shalat " ucap Rasty mengingat kan
" iya mah " Akmal mulai menaiki tangga
" ck ada ada aja anak muda zanan sekarang " ucap Rasty
" yah biasa lah namanya juga anak muda " ucap Helen dan gelaj tawa teredengar di ruang tamu
" kita juga pernah muda " ucap Rangga
" yups betul itu " timpal Erwin
tak lama Alan juga Genta pulang sedangkan Resta masih belum pulang dia masih ada urusan dengan Neta,,
saat makan malam di ruang makan
" adek belum pulang mah " tanya Alan
" belum tadi pagi sih katanya mau berkunjung ke panti bareng Neta " ucap Helen
" hmm anak itu kalau libur keluyuran mulu " kesal Alan
" biarin Alan, diakan keluyuran nya berfaedah " ucap Rasty
sedangkan Fian dan yang lain hanya menyimak, akhirnya mereka makan dalam keheningan dan setelah itu Fian pamit lebih dulu di susul Akmal
" kenapa dengan tuh Anak " tanya Alan yang penasaran dengan Fian yang sedari tadi diam
" hmm ntah " ucap Rangga yang mengedikan bahu nya
" mungkin masalah anak muda " ucap Erwin
mereka melanjutkan makan kembali, semua yang di rumah sudah selesai dengan urusan mereka, Fian di atas balkon tiba terdengar bunyi klakson mobil
tin, tin
taxi berhenti turunlah sang gadis tersebut " pak udin pak ujang " Resta memanggil security ,datang lang pak udin
" eh Non Resta baru pulang " tanya pak udin
" iya pak tadi ada urusan, mamih dan. papuh udah pulang " tanya Resta kembali sambil masuk
" udah Non semua udah pulang " ucap pak udin
" oh ya udah Resta masuk dulu pak, malam pak ujang pak udin " ucap Rests
" malam juga Non " ucap pak udin dan pak ujang mereka tersenyum
Fian memperhatikan Resta yang begitu ramah pada siapapun, Resta masih menggunakan topi nya jadi Fian tidak begitu jelas melihat wajah Resta..
__ADS_1
******
masih belum saling bertemu antara Resta dan Fian