
*****
" sekarang istirahat dulu ayo sayang " ajak mamah Rasty pada Resta, Mamih Helen mengikuti dari belakang, Resta di papah oleh mamah Rasty, ada kenyamanan saat Resta di dekap mamah Rasty,,
mereka masuk ke kamar mamih Helen menyiapkan air hangat untuk Resta mandi dan berendam,,mamih Helen keluar dari kamar mandi
ceklek
pintu lamar mandi terbuka " sayang ayo mandi dulu mamih udah nyiapin air hangat " ajak Helen pada Resta
" tan Resta mandi dulu " ucap Resta sambil menuju kamar mandi, saat di kamar mandi Resta bersin bersin " haciiih, haacciihh "
" dek, adek gak kenapa napa lan " Helen yang khawatir
" Resta gpp mih, cuma Flu aja, mungkin karema ke hujanan " ucap Resta di kamar mandi
" anak itu gak bisa kena air hujan bisa bisa sakit dia " ucap Helen yang tau keadaan Resta
" yaa Allah, jangan sampe calon mantu ku sakit " Rasty yang begitu khawatir
ceklek
pintu kamar mandi terbuka munculah Resta ,dilihat nya muka Resta dan hidung nya memerah.
" astagah sayang kamu sakit " Rasty langsung mHelen
h Resta untuk istirahat
" Helen panggil dokter " ucap Rasty yang masih khawatir
" tan, Resta gpp ini udah biasa, Resta kalau kehujanan emang ke gini " Resta yang terharu karena sahabat mamih nya begitu khawatir, peduli dan sayang
" iya sayang, tante tau tapi tante tetap khawatir " lirih Rasty yang melihat keadaan Resta
haaaciihh, haacciihh kembali Resta bersin bersin,,
" dek, mamih udah siapkan obat, kalau panas nya belum turun terpaksa mamih panggil dokter " ucap Helen, karena Helen tau Resta sangat pobia yang namanya jarum.
" iya, iya mam, Resta pasrah " lirih Resta
" emang Resta kenapa gak mau dipanggil kan Dokter " tanya Rasty penasaran
" dia itu pobia dengan jarum, apa lagi jarum suntik " Helen yang menjelaskan dengan berbisik, Rasty cuma manggut manggut kini dia sedikit tau tentang calon mantunya
" sayang, mamih sama tante keluar dulu ya " ucap Helrn yang pamit pada Resta
" hmm " gumam Resta dan mengangguk, Rasty dan Helen keluar dan menuju ruang tamu, Rangga dan Erwin terlihat cemas
" mih gimana keadaan adek " tanya Rangga yang khawatir
" dia kena Flu, tadi udah mulai terlihat mungkin akan demam " lirih Rasty
" tapi mamih udah kasih obat, semoga demam nya reda " Helen sangat Khawatir
" kenapa gak panggil Dokter aja " usul Erwin pada mereka
" haaaah " Rangga menghela nafas " kalau mau udah dari tadi aku telfon dokter " Rangga mulai duduk
" loh emang kenapa " Erwin yang penasaran
" tuh anak pobia jarum, apa lagi jarum suntik " keluh Rangga
" dulu saat aku lagi jahit kancing baju papih nya Resta, Resta muncul saat itu umur nya 5 tahun " jelas Resta ingat dengan masa lalu
__ADS_1
Flashback on
" mam, lagi apa " Resta muncul dari pintu kamar Helen
" oh ini mamih lagi jajit kancing bajuh papih " jelas Rasty yang masih menjahit, Helen tidak tau kalau Resta juga mengambil jarum dari tempat nya, tiba-tiba Resta teriak " aaaaaaahhh "
Helen yang sedang fokus jahit langsung menoleh " astagah sayang tangan adek berdarah " Helen sangat khawatir
tiba-tiba Rangga masuk dengan Alan,
" mih ada apa " tanya Rangga khaeatir karena tadi sempat mendengar teriakan Resta, Resta memangis histeris karena takut melihat darah
" astagah mih kenapa dengan adek " Akan mulai nangis juga
" tadi adek ngambil jarum, adek gak sengaja jarum nya ketusuk jari adek, kaka papih sakit " keluh Resta yang menahan sakit
" jarum nya jahat, adek gak mau " Resta yang masih nangis, Rangga langsung menggendong Resta
" cup, cup, cup, anak papih jangan nangis, anak papih hebat " Rangga yang menenangkan Resta, Resta berhenti menangis hanya terdengar sesegukan nya saja
" pih, adek bobo " ucap Alan yang ikut reda dari tangisan nya juga
Flashback off
" oh jadi begitu, kasihan calon mantuku " ucap Rasty yang sedih karena mendengar cerita Helen
" bukan disitu saja, dulu kami mengajak Resta ke RS karena dia demam saat itu dokter menuntik nya, tiba-tiba Resta kembali histeris, kami begitu takut bukan nya demam nya reda tapi malahan parah, saat kami melihat bekas suntik nya terlihat membiru keunguan " Helen menceritakan bagaimana takut nya Resta pada jarum suntik
" aku langsung membawa kembali Resta ke rumah sakit " ucap Rangga
" dan kata dokter Resta tegang dan takut itu kenapa timbul biru keunguan "
tanpa mereka sadari Alan, Genta, Fian dan Akmal sudah mendengar kan mereka sedari tadi
" iya, gue juga khawatir pada tuh anak " ucap Helen
sedangkan Fian hanya tersenyum, sedikit tau tentang calon istrinya
" eh kalian belum tidur " tanya Rasty
" belum " ucap Fian
" tadi Alan dengar ada sedikit gaduh jadi Alan keluar " ucap Alan karena sedikit mendengar kegaduhan
kebetulan kamar Alan di lantai 2 dekat kamar Resta, kamar Helen juga di lantai 2 sedangkan kamar Genta di lantai bawah, dia ingin tinggal di lantai bawah,, dan tamu akan tinggal di lantai 3 , dilantai 3 terdiri 2 kamar jadi lumayan luas,,
" iya tadi adek kehujanan dan sekarang sedang istirahat " ucap Helen
" astagah mih, adek kan gak bisa krna air hujan, terus keadaan nya gimana " Alan yang terlihat khawatir
" tadi flu dan sedikit demam, mamih udah kasih dia obat semoga demam nya reda " lirih Helen, Rasty memeluk Helen
" semoga gk kenapa napa dengan calon mantu ku " ucap Rasty
" aamiin " ucap mereka
" terus gimana dengan acara besok " tanya Helen
" tetap jalan kita beri kejutan Resta " ucap Rangga
" terus acara pertunangan nya " tanya Erwin memastikan
" tetap lanjut, bagaimana Fian kamu udah siap " tanya Rangga
__ADS_1
" insyaAllah om siap " tegas Fian
" ya udah besok kita persiapkan semuanya " semangat Rasty
" baiklah untuk hari ini kita istirahat " ucap Helen " aku mau melihat keadaan Resta " Helen mulai menuju kamar Resta di lantai 2 dan Rasty mengekor dari belakang karean ingin melihat Resta
ternyata Fian juga mengekor dari belakang, saat Fian lewat kaki nya terhenti dia melihat ke dalam karean kebetulan pintu sedikit kebuka, dia melihat seorang gadis sedang tertidur karena terhakang oleh Rasty jadi dia hanya melihat sedikit, sebenarnya ada rasa penasaran Fiab terhadap calon istrinya, karena udah hampir 3 hari tinggal di rumah Dinata, sama sekali belum tau calon istrinya
tiba-tiba ada senyuman di bibir Fian saat Rasty mengecup kening sang gadis tersebut " mamah sangat menyayangi gadis itu "
" gan lagi apa " tanya Akmal saat Akmal mau melihat ke dalam kamar, Fian langsung narik tangan nya karena gak rela untuk melihat kedalam, Fian juga tidak tau kenapa dia seperti itu
" ck belum apa-apa udah posesif " keluh Akmal
" udah gak usah kepoo mulai deh kambuh rasa ingin tau nya " ketus Fian pada Akmal dan mekirik Akmal dengan dingin nya
" hehehehe ma'af gan, udah jangan lihatin gue gitu juga kale " Akmal mulai sedikit menciut
" ck es nya mulai kambuh, dasar beruang kut... ub " Akmal tercekat saat bergumam karena melihat Fian yang nampak menyeramkan dengan tatapan nya
glek Akmal sedikit menelan sliva nya,, sambil menggaruk tengkuk karena merasa terintimidasi ,,
" udah mau tidur gak loe " kesal Fian mulai tertidur..
malampun tiba saat itu Resta terbangun dari tidur nyakarena merasa haus jadi dia niat mau ngambil air minum,, dia mulai menuruni anak tangga menuju nakas dan mengambil air hangat setelah itu Resta meminum nya
saat Resta berjalan kembali di anak tangga tiba-tiba Resta terhuyung dan
grep
ada yang menahan nya dan mereka terjatuh brukk
kebetulan Saat akan jatuh tak sengaja tangan Fian menwkan saklar lampu pun menyala Fian tak melihat wajah Resta kebetulan wajah Resta tertutup selimut, Resta mulai muncul dari dalam selimut nya
dan
deg, deg, deg
mereka bertatapan sedangkan jantung Fian berdebar begitu kuat bahkan terdengar oleh Resta
mereka masih saling bertatapan dengan keadaan Resta di atas tubuh Fian, saat itu penglihatan Resta kabur jadi tak begitu jelas melihat wajah Fian, Fian masih betah menatap wajah Resta tapi ada yang aneh karena muka Resta memerah bukan karena malu tapi karena Resta demam
saat Fian merasa ada yang salah Fian menyentuh dahi Resta terasa panas dan tiba-tiba Resta kehilangan kesadaran Resta pun pinsan di atas tubuh Fian,,,
tiba-tiba terdengar suara " Yaa Alla sayang kenapa dengan kalian " Rasty sedikit berteriak sehingga yang lain bangun
" mah bantu Fian, dia pinsan " ucap Fian yang panik dan Rasty membantu Fian dan Resta bangun
" ada apa ini " ucap Rangga dan Helen
saat mereka sadar mereka langsung lari melihat keadaan Fian dan Resta
" ayo bawa Resta ke kamar Fian om minta tolong kamu gendong Resta bawa ke kamar nya " Rangga mulai panik
Fian menggendong Resta ala bride style,dan menuju kamar Resta, Fian menidurkan Resta secara perlahan di kasur nya, sesaat Fian menatap wajah Resta dan tersenyum, dan tak luput dari penglihatan Akmal saat Fian tersenyum
mereka begitu cemas dan khawatir karena Resta demam nya masih belum reda bahkan panas nya sangat tinggi...
*****
akhirnya Fian tau calon istri nya,, dan gak penasaran lagi kan Fian ❤️❤️❤️
__ADS_1