Life Is Love

Life Is Love
Melihat lebih Dekat


__ADS_3

*****


Resta disambut oleh bik Aminah dan mang Diki


" assalamualaikum bik Aminah mang Diki " ucap ramah Resta yang lembut


" wa'alaikumsalam Non Resta " ucap bik Aminah


" wa'alaikumsalam Neng Resta " ucap mang Diki


Restapun masuk dan terlihat sepi " semua udah pada makan ko sepi " tanya Resta


" udah Non mereka udah masuk " ucap Bik Aminah


" sahabat mamih masih ada kan bi " tanya Resta memastikan


" masih Non " jawab Bik Aminah " eh Non anak nya sahabat nyonya dan Tuan ganteng banget " ucap bik Aminah


Resta masih menyimak dan mendengarkan apa yang bik Aminah ucap kan " selain ganteng, baik lagi, sopan juga " lanjut bik Aminah


Resta menautkan alisnya saat mendengar ucapan bik Aminah Resta meminum air putih nya tiba-tiba bik Aminah berbicara kembali " sepertinya Tuan muda daei keluarga Kamal Cocok dengan Non Resta sama sama Cantik dan Ganteng "


tiba-tiba air di mulut Resta menyembur


uhuk, uhuk,, Resta tersedak karena ucapan bik Aminah


" aduh Non ma'af maafin bibik, ish ini mulut asal jeplak aja " ucap bi Aminah yang khawatir


" kamu sih buk kalau ngomong gak difilter tuh mulut " kesal mang Diki pada istrinya bik Aminah


" ma'af, ma'af pak " bim Aminah merasa bersalah ,Resta tertawa melihat mereka yang khawatir


" Resta gak papa ko bik Aminah mang Diki, tuh muka biasa aja kali " ucap Resta yang masih tertawa akhirnya Resta pergi ke lantai 2 dirumah nya


" hadeh selamet " ucap bik Aminah mengelus dada nya


" ibu sih bapak juga jadi deg degan takut Neng Resta marah " ucap mang Diki


sedangkan Resta masih tertawa melihat kelakuan absurd pasangan suami istri ,tawa Resta terdengar oleh Fian dan Akmal


" eh siapa yang tertawa " tanya Akmal


" ntah " Fian hanya mengedikan bahu nya


" apa anak gadis om Rangga ya, semenjak kita tinggal disini kita belum pernah melihat anak gadis nya, aku jadi penasaran " ucap Akmal


" udah lah, gak usah difikirkan kita tidur aja besok ada meeting lagi " Fian yang mulai memejamkan mata, Akmal pun sama


keesokan harinya mereka sudah sibuk dengan aktivitas nya, hanya Resta yang baru turun dan memakan Roti seperti biasa setiap pkl 06:30 Resta udah bersiap berangkat sedangkan yang lain belum turun, tapi Resta selalu tak lupa pamit dengan ortu dan kakanya


Resta hari ini berangkat lebih awal karena jarak dari sekolah nya cukup jauh 30 menit perjalanan karena Resta selalu menaiki sepedah kesayangan nya, Restspun berangkat sedangkan yang lain baru turun


" bik Aminah Resta udah berangkat ya" tanya Helen


" udah sekitar 10 menit yang lalu nya, katanya ada tugas yang belum diselesaikan jadi lebih awal berangkat nya " jawab bik Aminah


" tapi dia udah sarapan kan bik " tanya Rangga yang khawatir


" udah Tuan, tadi makan Roti " jawab Bik Aminah


" apa Resta tiap pagi selalu berangkat lebih awal " tanya Rasty

__ADS_1


" sebenarnya gak sih, mungkin karena ada urusan jadi lebih awal " ucap Helen


" dia menggunakan sepeda ke sekolah, padahal kami udah membelikan dia mobil, katanya lebih nyaman menaiki sepeda sekaluan olah raga " timpal Rangga, padahal mereka gak tau kalau Resta melakukan hal itu karena tidak ingin mengakui status nya pada teman teman nya


" ah semakin sayang sama calon mantu ku " ucap Rasty


" jarang anak muda yang seperti itu, dikadih fasilitas yang luar biasa tapi gak digunakan, salut papah jadi penasaran sama calon mantu " ucap Erwin


" mamah udah ketemu, orang nya Cantik, baik, sopan juga ramah " Rasty yang bangga pada calon mantunya


" ish mamah curang " Erwin cemberut karena belum betemu denga calon mantu


sedang kan yang lain hanya geleng geleng, Fian malahan cuek gak peduli saat mereka membahas tentang calon mantu, Fian dan Akmal pamit lebih dulu disusul oleh Alan dan Genta, setelah itu barulah sang papah dan papih yang tak tau umur seperti anak ABG lagi pacaran.


saat di perjalan Fian menyenderkan kepalanya di pintu mobil



dia memperhatikan kendaraan berlalu lalang tiba-tiba matanya menangkap sosok gadis yang duduk sendirian seperti sedang menunggu sahabat nya memakai seragam sekolah, tanpa sadar Fian menarik ujung bibir nya tersenyum, siapa lagi kalau bukan gadis yang ketemu dia di sekolshan di restaurant



Resta sedang memanyunkan bibir nya karena kesal menunggu sahabat nya yang belum tiba, sedangkan dia tidak sadar kalau ada seseorang yang memperhatikan nya, Fian tersenyum melihat tingkah sigadis tersebut saat memanyunkan bibirnya, ingin rasanya Fian menarik tuh bibir nya


" ck dia imut sekali, kalau seperti itu terlihat


cantik dan imut, aish kalau ingat kemaren madih kesal, tapi saat melihat nya hari ini " gumam Fian


dan Akmal memperhatikan Fian dia melihat arah mata Fian dan Akmal tersenyum sambil geleng geleng


" katanya menyebalkan, giliran ketemu pagi ini senyum senyum " gumam Akmal dan terdengar oleh Fian,



deg


Fian malahan di buat semakin tak karuan karena di tatap Resta yang menurut nya imut, Akmal hanya tersenyum sang supur pun tersenyum melihat kelakuan boss nya


" udah gak usah di pandangin, sana turun ajak kenalan, bis itu loe karungin bawa pulang " ucap Akmal sambil tertawa


" gila loe emang tuh anak kucing main karungin segala " ketus Fian, Akmak dan sang supir tertawa, karena hari ini hati Fian sedang senang jadi dia tidak marah


sesampainya di kantor Gian yerus tersenyum para security dan karyawan di buat bengong oleh CEO nya yang begitu sumringah,,


mereka pun berbondong-bondong menyapa sang CEO " pagi pak " ucap para karyawan


" pagi juga " ucap Fian sambil tersenyum Akmal pun ikut tersenyum


" aaahh Tuan Fian kalau lagi senyum manis banget " ucap karyawan cewe


" hooh semanis madu " ucap yang lain nya


" bikin diabetes aja senyuman nya " timpal yang lain


" aku meleleh tolong pegangin " ucap yang lain, karyawan cowo hanya geleng-geleng saja melihat rekan kerjanya, padahal para cowo juga senang melihat senyuman sang CEO


" pagi pak " ucap sang sekretaris Eka


" pagi juga Eka " balas Fian, Eka malahan bengong saat sapaan nya di balas


" tutup mulut tuh iler netes " ucap Akmal, tiba-tiba Eka gelagapan karena malu padahal dia gak ngiler

__ADS_1


" Eka jadwal hari ini apa aja " tanya Fian


" ada klien yang dari luar negri pak untuk membahas kerja sama perusahaan " jawab Eka


" oh baik bawa berkas nya " perintah Fian, Fian menelfon seseorang


" Ririn gimana keadaan perusahan disana aman " tanya Fian kepada sekretaris nya Ririn yang ada di perusahaan kota S


" semua aman terkendali pak " ucap Ririn


" bagus aku serahkan semuanya padamu, kamu tangani dengan galih " perintah Fian


" baik pak saya dan pak Galih menjalankan tugas yang bapak berikan dengan baik " ucap Ririn, Ririn sekretaris kepercayaan Fian dan keluarga Kamal dan juga Galih tunangan Ririn mereka memiliki kemampuan di bidang nya, selama Fian petgi mereka lah yang menghendel nya,


" bagus terimakadih " ucap Fian dengan tersenyum akhirnya telfon diakhiri


******


sore hari langit mendung semua sudah pulang hanya Resta yang belum terdengar pintu gerbang dibuka karena langut mendung gelap dan hujan deras Fian melihat kearah luar melalui jendela dan melihat Resta yang basah kuyup, Resta masuk ke halaman memasukan seoedah ke garasi terus lari ke dalam


" astagah sayang kamu basah kuyup " ucap Rasty yang khawatir


" assalamualaikum tante " ucap Resta menyalami Rasty


" astagah nak kamu kedinginan " ucap Erwin yang baru pertama kali ketemu Resta, Resta mencium tangan Erwin, Erwin tersenyum


" sayang astagah " Helen yang kaget melihat Resta


" ada apa " tanya Rangga yang baru muncul dan terkejut melihat Resta basah kuyup


" astagah dek " khawatir Rangga melihat keadaan Resta


" bik Aminah tolong ambilkan handuk " ucap Rangga


" iya tuan " jawab Bik Aminah yangblati kocar kacir mengambil handuk


" duduk dulu sayang " Rasty yang masuh khawatir


" ini tuan,nyonya handuk nya " bik Aminah menyerahkan handuk ke Rangga Bik Aminah pun terlihat khawatir dengan kondisi Resta


datang mang Diki memberikan teh hangat


" ini tuan teh hangan buat Neng Resta " mang dikipun khawatir


" ayo sayang minum " tawar Rasty memberikan teh hangat


" makasih tan " Resta mulai meminum teh nya, Tangan Rasty madih menggenggam tangan Resta yang dingin terilhat Rasty sangat khawatir sedangkan Helen meneteskan air mata nya karena bahagia melihat Rasty yang begitu menyayangi anak gadis nya


" mamih tak salah pilih nak, untuk kebahagiaan mu, mereka sangat menyayangi mu " batin Helen


" gimana udah baikan " tanya Rasy memastikan


" alhamdulillah udah tan " ucap Resta yabg menatap Rasty dengan haru karena Rasty begitu perhatian pada Resta


" kenapa ngeliatin tante gitu " tanya Rasty sambil mengelus kepala Resta denhan sayang


" terimakasih tante, udah sangat khawatir pada Resta dan begitu sayang pada Resta " lirih Resta yang mulai meneteskan aie matanya, Rasty pun memeluk Resta dengan penuh sayang..


****


cukup sampe sini dulu ya, alhamdulillah bisa up 2 episode 😊😊❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2