
********
sedangkan di kota J Alan dan Genta baru saja kembali dari luar kota, mereka begitu tersenyum bahagia karena berhasil dalam mengelola perusahaan.
sesampainya mereka di rumah semua orang sudah menyambutnya, ada maid, mamih Helen, papih Rangga, mang Diki Bi Aminah, termasuk orang yang paling Alan dan Genta cintai yaitu Mila dan Apni, senyum sumringah terlihat saat Alan dan Genta turun dari mobil.
" assalamualaikum mah, pah " Alan dan Genta mencium tangan ke dua orang tuanya.
" wa'alaikumsalam " ucap mereka semua, Rangga tersenyum sangat puas karena kerja mereka yang sangat sangat membuat nya puas.
" selamat kalian sudah membuat semua orang puas dengan kinerja kalian " ucap Rangga sambil memeluk keduanya.
" ih papih ko jadi mellow mamih juga mau peluk mereka ih " Helen pura pura ngambek.
" uh cup cup mamih yang cantik gak usah ngambek lagi sini, sini papih peluk " Rangga mau memeluk Helen tapi Helen malahan memeluk Alan dan Genta.
semua orang tertawa melihat Rangga yang manyun.
" kasiAlan eh papih di cuekin " ledek Alan
" bodo ah " kesal Rangga.
" udah ih malu tuh ada calon mantu, masa papih ngambek nya kaya anak ABG aja " Helen mengelus tangan Rangga.
" eh iya papih lupa " Rangga menepuk jidat nya, sontak saja semua tertawa.
Alan memeluk Mila sama hal nya dengan Genta yang memeluk Apni, 2 minggu sudah mereka meninggal kan orang yang mereka cintai.
" miss u " ucap Alan tersenyum,
blush
muka Mila memerah karena malu, tak kalah dengan Genta yang gombalin Apni.
" ck semakin ditinggalin semakin cantik aja, udah gak sabar pengen halalin " goda Genta dan rona merah terlihat juga dari wajah nya Apni.
" baru datang udah gombal, udah ah yuk masuk mamih Bi Aminah dan yang lain nya udah masak banyak buat nyambut kalian.
" uh jadi laper " Alan sudah tak sabar dan mereka pun masuk, mereka langsung menuju meja makan, hidangan tersedia ternyata mamih Helen mengadakan penyambutan kecil kecilan, tapi semua hidangan tersedia.
dan para maid juga merayakan nya mereka di sediakan tempat makan mereka juga.
" wow inimah bukan kecil kecilan mih " Alan begitu takjub.
" yah mamih sengaja masak banyak karena mamih tau anak-anak mamih pasti belum makan " Helen tau kalau Alan dan Genta memang belum makan, naluri seorang ibu itu memang tak di ragukan lagi.
" papig juga ngundang Mila dan Apni agar membuat kalian lebih semangat " timpal. Rangga.
" terimakasih mih pih " ucap Alan dan Genta.
mereka pun duduk di kursi masing-masing dan Apni menhambilkan makanan buat Genta, sama hal nya dengan Mila, Helen dan Rangga tersenyum.
setelah mereka berdo'a bersama sebelum makan memang sering mereka lakukan, saat Alan akan memasukan makanan nya pada mulut nya, tiba-tiba terhenti seketika yang berada di sana menoleh pada Alan.
" kenapa? apa makanan mamih gak enak " tanya Helen khawatir.
" tunggu mih, adek kemana ko gak kelihatan " Alan melirik kesana kemari mencari sang adik tercinta.
__ADS_1
" eh astagfirullah mamih sama papih lupa ngasih tau kalau adek sama Neta itupergi ke kota S " ucap Helen.
" apa? " Alan sedikit panik
" ko mamih sama papih izinin sih, kenapa gak nunggu Alan " Alan memang sedikit posesif jika menyangkut sang adik.
" Alan sabar " ucap Mila menyentuh tangan Alan.
" iya mih apa mereka gpp, gimana kalau terjadi sesuatu pada Resta dan Neta " tanya Genta kembali.
" astagah sayang, mereka itu udah dewasa bukan anak kecil lagi " Helen membenarkan nya.
" lagian adek sama Neta juga ada yang jagain pan, mamah Rasty sama papah Erwin, apa lagi ada Fian juga Akmal, kalian gak percaya sama mereka " ucap Rangga menjelaskan.
" tapi pih adek kan " omongan Alan di potong oleh Mila.
" Alan mereka juga di suruh mamah Rasty berkunjung kesana " timpal Mila.
" dan pake pesawat pribadi pula " Apni juga ikut nimbrung.
" hah " Alan dan Genta menganga saat mendengar Resta dan Neta di jemput pesawat pribadi.
" astagah calon mantu sultan emang " Alan duduk kembali.
" wah keren juga " timpal Genta, mereka semua hanya geleng geleng saja melihat kelakuan Alan dan Genta, tadi khawatir nya bikin orang hampir jantungan eh sekarang malahan kagum.
" gimana udah percaya sama mamah Rasty dan papah Erwin. " tanya Rangga, Alan dan Genta mengangguk.
" adek sama Neta juga kalau pergi selalu ada yang mengawal apa lagi asisten Jo kepercayaan keluarga Kamal " Helen tersenyum kearah Alan dan Genta saat menjelaskan, Helen tau terkadang Alan dan Genta membuat jengkel sang adik tapi mereka begitu menyayangi nya.
" dih kaya apa aja lambai lambai " timpal Alan.
" kaya lekong bo " Genta pun tak kalah bahkan sambil memperagakan, sontak saja mereka tertawa kembali.
terdengar tawa tergelak dari dalam rumah, para maid dan penjaga ikut tersenyum, kehangatan di keluarga Dinata memang selalu ada, maka dari itu para maid dan penjaga begitu senang bisa ikut daru bagian keluarga Dinata.
*******
sementara di Kota S Resta sedang duduk santai di kamar nya sedangkan Neta dan Akmal sedang di halaman mengobrol.
Fian tersenyum dan menghampiri Resta.
" Resta tidak keluar " tanya Fian.
" eh ka, gak ah ka Resta di sini aja, kaka gak kerja " tanya Resta kembali.
" hari ini kan hari weekend "
" eh iya Resta lupa " Resta menggaruk garuk kening nya, bahkan di mata Fian itu terlihat imut.
" Resta mau pergi keluar jalan jalan sekalian keliling kota S " tanya Fian.
" hmm nanti Resta bilang dulu ke mamah sama papah, takut nya nanti gak diizinin gimana? " tanya Resta pada Fian.
" ok baiklah, nanti kk juga akan bilang pada mamah sama papah deh " Fian tersenyum manis pada Resta.
deg
__ADS_1
deg
deg
" Yaa Allah ini jantung senam mulu, itu juga kenapa ka Fian senyum nya manis banget " batin Resta berucap.
" yaa kenapa melamun " Fian sudah berdiri di depan Resta, Resta terkesiap kaget.
" astagah kakak ih ngagetin " Resta mengelus ngelus dadanya.
" makanya fokus jangan melamun " Fian memegang tangan Resta sambil tersenyum dan Resta pun tersenyum.
Fian dan Resta begitu bahagia, bahkan senyuman selalu mengembang di wajah mereka.
ternyata malam nanti adalah ultah nya Fian Resta dan yang lain sudah menyiapkan nya dengan baik, siang ini Resta ingin mengajak Fian pergi keluar sekalian jalan jalan.
*******
sedangkan di halaman Neta dan Akmal sedang merencanakan kejutan untuk Fian, bahkan papah Erwin dan mamah Rasty ikut juga dalam hal ini.
" gimana semuanya udah di persiapkan " tanya mamah Rasty.
" alhamdulillah sudah hampir 100% mah " jawab Akmal.
" bagus, nanti malam kita langsung aja ke lokasi " timpal papah Erwin.
" hari ini Resta mau ajak ka Fian pergi keluar, jadi kita bisa lebih leluasa mengatur nya " Neta juga ikut memberikan kejutan.
" baiklah misi di laksanakan " ucap Akmal mereka pun tersenyum dan mengangguk.
" oya sayang, kenapa gak ajak Neta pergi juga sekalian ajak jalan jalan gih keliling kota S " ide Rasty pada Akmal.
" gimana apa Neta mau jalan jalan " tanya Akmal pada Neta. Neta tersenyum bahagia.
" benarkah, apa boleh " tanya Neta memastikan.
" iya sayang, kan baru kali ini datang ke sini masa gak jalan jalan " timpal Rasty.
" ya udah selama Neta dan Akmal jalan jalan serahkan aja semuanya pada papah dan mamah ok " ucap Erwin.
" ah Neta jadi ngerepotin papah juga mamah ini " Neta jadi merasa tak enak hati.
" sayang gak ngerepotin ko, jadi bersenang senang lah ok " timpal Rasty sambil mengelua rambut Neta, Neta mengangguk.
" ya udah deh mah, pah Akmal pamit ngajak Neta jalan " Akmal menyalami tangan mereka, sama hal nya dengan Neta juga.
Neta dan Akmal pun sudah terlihat cantik dan tampan, mereka mulai pergi. Neta sengaja tak pamit pada Resta.
*******
udah lama gak up 😔😔
__ADS_1