
*********
maaf untuk semua othor baru bisa up,, kondisi othor down banget 🙏🙏🙏
*********
di Rumah sakit semua orang masih cemas dan menangis, karena belum mengetahui kondisi Resta. bahkan mereka tidak ada yang tidur meski malam sudah larut.
ceklek
munculah Fathan dan Dirga, Fathan begitu lunglai Dokter Dirga selalu menenangkan Fathan saat di dalam karena Dokter Dirga sang paman tau seperti apa perasaan Fathan terhadap Resta anak dari Dinata.
saat Dokter Dirga dan Fathan muncul mereka langsung sigap dan berdiri karena ingin mengetahui kondisi Resta, sedangkan Fathan tatapan nya kosong, akhirnya Dokter Dirga lah yang menjelaskan kondisi Resta.
" Dirga " panggil Erwin, karena Dirga sahabat dari Erwin dan Dokter khusus keluarga Kamal.
" katakan bagaimana kondisi anak ku " tanya Helen tak sabaran, Dirga menatap sendu pada mereka.
" Al kenapa kamu diam saja nak, katakan pada ayah dan bunda " desak Mirna pada sang anak, sedangkan Fathan akhirnya terduduk lesu.
" begini kondisi Resta kritis dan....." Dirga terhenti sejenak " untuk saat ini belum bisa di lakukan operasi " Helen dan Rasty menangis histeris Rangga lunglai untung ada Alan yang sigap memefangi tubuh Rangga.
" pih " ucap Alan menyadarkan sang papih.
" ka adek ka " Rangga akhirnya menangis tak tahan apa lagi mendengar kondisi abak tercinta.
" pih, mih kalian harus kuat jangan seperti ini, adek pasti sedih " Alan membujuk mereka agar tak bersedih. Neta menangis dipelukan Akmal.
Mila juga menangis, sedangkan Apni dipeluk Genta, Genta meneteskan air matanya " ini gak benar kan Resta baik baik saja kan hiks.. hiks " ucap Apni di pelukan Genta.
" tolong periksa saya Dokter saya ingin mendonorkan tulang sum sum saya pada adik saya " mohon Alan.
" saya juga dok " ucap Rangga akhirnya mereka setuju siapa tau diantara mereka ada yang cocok.
" Dokter Dirga bolehkah saya ikut membantu " Mila ingin ikut memeriksa juga, Dokter Dirga terdiam.
" oh iya Dokter Dirga ini Dokter Mila, Dia Dokter yang hampir semua profesi dia bisa, dan saya mohon izinkan dia ikut membantu " jelas Alan Dirga tersenyum.
" baiklah mari Nona..... " Dirga bingung memanggil apa.
" Panggil saja saya Mila Dok " ucap Mila.
" hmm kalau begitu saya panggil anda Dokter Mila saja " Mila mengangguk tanda setuju.
" ayo ikuti saya " akhirnya yang lain mengikuti Dokter Dirga yang lain menunggu di depan ruangan Resta.
kini satu persatu mulai di periksa dan kini Mila meneriksa Alan " apakah aku cocok dengan Resta " tanya Alan sedih.
" insyaAllah, karena biasanya yang paling akurat cocok adalah saudara kandung dari pasien yang mengidap Leukimia, untuk orang tua nya kemungkinan kecil " jelas Mila Alan tersenyum.
Mila memang bisa melakukan banyak profesi makanya dia begitu penting di RS RRD.
__ADS_1
" aku bangga padamu sayang, oya maaf ya kita membatalkan pernikahan kita " Alan terlihat sedih.
" hai aku ngerti ko, lagian aku juga masih pengen ngelajang " ucap Mila Alan menatap Mila tajam.
" hehehe aku becanda yang " Alan tersenyum, akhirnya pemeriksaan keluarga Dinata selesai kini Dokter Dirga dan Mila menuju Lab untuk memeriksa hasil nya.
Mila begitu Fokus saat menguji di Lab, tanpa Mila sadari Alan mengambil gambar Mila yang sedang serius.
cekrek
" cantik sekali calon istriku, apa lagi jika sedang serius gini " Mila tak menyadari hal tersebut karena sangking Fokus nya, Alan memandangi photo Mila yang tadi dia ambil.
" udah gak sabar ingin memiliki mu seutuh nya " Alan senyum senyum sendiri tanpa Alan sadari Mila sudah berdiri di depan nya.
" yang " panggil Mila, Alan terkesiap dan terkejut sangking kaget nya karena tiba-tiba Mila di depan nya.
" astagfirullah, kamu ini ngagetin aja " ucap Alan sambil mengelus dadanya.
" eh maaf, abis nya dari tadi aku panggil kamu diam aja, serius banget lagi ngapain sih " tanya Mila curiga karena Alan begitu Fokus pada layar Hp nya, padahal Mila dari tadi memanggil nya.
" eh! bukan, bukan apa-apa ko " ucap Alan sambil tersenyum kaku karena ketahuan. Mila menatap Alan tajam.
" ih jangan natap aku gitu dong, tatapan kamu itu tajam banget bikin orang merinding " ucap Alan, Mila tersenyum.
" oya gimana hasil nya " tanya Alan kini Helen, Rangga Dokter Dirga sudah bergabung.
" pih harapan kita sudah hilang pih hiks.. hiks " Helen kembali menangis.
" ada kemungkinan ke cocokan lebih akurat dari Tuan muda Alan Pria Dinata " ucap Dokter Dirga, kini harapan Helen dan Rangga ada pada hasil Lab dari Alan.
Mila menyerahkan hasil Lab nya pada Alan, Alan menerimanya dengan gemetar, perlahan Alan mulai membuka amplop dan kertas hasil Lab nya.
seketika Alan menangis saat mengetahui hasil Lab tersebut. Helen panik melihat Alan menangis, Rangga hanya berdiam takut jika Alan juga tak cocok.
" ka gimana hasil nya " tanya Helen.
" mih, pih hasilnya alhamdulillah cocok " Alan tersenyum, Rangga lega dan Helen kini memeluk Rangga.
" alhamdulillah mih Alan cocok " ucap Rangga yang kini memeluk Helen.
Alan memeluk Mila karena senang nya " oya yang apa bisa secepatnya aku melajukan operasinya " Mila terdiam, kini Dokter Dirga yang kembali menjelaskan.
" hmm begini kondisi Nona Resta saat ini masih kritis, karena kondisi nya yang sangat lemah, kita tunggu kabar kondisinya lagi, tapi..." Dirga terdiam saat ingin menjelaskan.
" jelaskan semua nya Dokter Dirga insyaAllah kami siap " ucap Rangga.
" hmm baiklah tapi jika Nona Resta berhasil melalui masa kritis nya kita akan lakuksn operasi secepatnya tapi... jika kondisiya Down atau koma, hanya keajaiban dari Allah "
deg
__ADS_1
mereka terpaku akan penjelasan Dokter Dirga Helen kembali histeris " gak, gak. mungkin adek pasti selamat " kini Helen lari menuju ruangan Resta.
" mih " panggil Alan dan Rangga mengejar Helen, saat Helen sampai di sana semua orang kaget melihat Helen berderai air mata.
" He-Helen ada apa! " tanya Rasty " semua baik baik saja kan " tanya Mirna.
" Resta " Helen tak sanggup dan akhirnya Helen pinsan kembali untunh saja Mirna dan Rasty sigap langsung memeluk tubuh Helen.
" Helen hiks.. hiks " panggil Mirna dan Rasty yang berusaha menyadarkan Helen.
" mih " panggi Rangga dan langsung membopong tubuh Helen untuk di bawa ke ruangan VVIP.
kini Alan dan Mila yang tetsisa, Alan menunduk sedih Mila menggenggam tangan Alan untuk menenangkan Alan.
" ka Alan apa hasil nya cocok " tanya Neta yang tak sabaran Alan mengangguk mereka lega dan mengucapkan syukur nya.
" sayang lalu kenapa Helen tiba-tiba histeris " tanya Rasty pada Alan, Alan. masih diam.
" ka Alan, Fian mohon katakan apa yang terjadi " kini Fian lah yang bertanya sedari tadi Fian terdiam tanpa suara.
" kondisi Resta masih belum memungkinkan untuk menjalankan operasi, jika keadaan nya masih kritis, dan... " bukan Alan yang menjelaskan tapi Mila.
" dan apa! Mila " tanya Apni.
" dan jika Resta tak bisa melalui masa kritisnya Resta di nyatakan koma, dan hal itu bisa membahayakan kondisi Resta dan kemungkinan tak bisa di lakukan operasi "
Brug
Fian menjatuhkan tubuh nya di lantai dis tak percaya kondisi Resta separah ini, kini Fian marah pada Fathan dan menghampiri Fathan yang sedari tadi duduk diam.
" brengse* " bugh Fian meninju wajah Fathan, Fathan hanya diam sama sekali tak ingin membalas.
" sayang hentikan " Rasty memeluk Fian " hiks.. hiks lepasin mah Fian akan menghabisi dia " tunjuk Fian pada Fathan, Fathan di peluk Mirna.
" hentikan nak jangan lakukan itu, apa kamu fikir Dokter Fathan tak berusaha, jangan menyalahkan dokter Fathan, karena yang salah disini adalah kita yang tak mengetahui konsisi nak Resta " ucap Rasty panjang lebar, Fian akhirnya mulai tenang.
" kitalah yang patut disalahkan disini, bahkan kita melakukan kesalahan yang fatal, disaat Resta membutuhkan kita, dimana kita justru kita yang membuat kondisi Resta seperti ini, kita bahkan membenci dan marah pada Resta " Rasty kini menangis menyesal Erwin memeluk Rasty.
" seharus nya kita sebagai orang terdekat lebih peka, tapi lihat lah Dokter Fathan yang batru mengenal Resta tapi dia yang selalu merawat dan menjaga Resta, karena kedekatan mereka Fian menuduh mereka yang tidak tidak tanpa kita menyelidiki nya lebih dulu " kini Fian menangis saat mendengar penjelasan Rasty, bukan Fian saja Alan dan yang lain nya juga menangis.
" kalian tau Resta begitu menderita, dan Neta harus menutupi semua kebohongan nya demi janji Neta pada Resta " timpal Neta kini mereka menatap Neta.
" Resta tidak ingin kalian mengetahui keadaan Resta, apa kalian ingat saat ka Fian memutuskan hubungan nya dengan Resta, saat itu Resta mencari cincin yang ka Fian lemparkan "
" dan kami berhasil menemukan nya setelah cukup lama mencari, Resta begitu bahagia saat cincin nya di temukan dan saat itulah kondisi Resta Down, Resta tak sadarkan diri selama 2 hari. dan ka Al yang selalu berada di samping Neta dan Resta " kini hanya penyesalan dalam diri mereka saat Neta menjelaskan semuanya Helen juga mendengar semuanya dan kembali menangis.
Neta memberikan cincin Resta dan Fian ketangan Fian, Fian menangis dan menggenggam cincin nya dan cincin Resta yang pernah dia buang dulu.
ternyata Resta mencarinya dan kini cincin itu dalam 1 kalung yang selalu Resta kenakan.
" maafkan kk Resta " tangis pilu Fian.
__ADS_1
" sayang maafkan mamah dan papah, yang selama ini berprasangka buruk, bahkan mamah menyuruhmu untuk tak berteman dengan nak Resta " Laras memeluk putri satu satunya dan Harun juga memeluk mereka berdua.