Life Is Love

Life Is Love
Pertengkaran antara Rangga dan Alan


__ADS_3

*********


Resta akhirnya di perbolehkan pulang oleh Fathan, dan Fathan lagi dan lagi memberi petuah untuk Resta agar lebih hati hati lagi.


" terimakasih ka Al " Fathan senyum dan mengelus rambut Resta denhan sayang nya.


Neta begitu prihatin melihat begitu sayang nya dan cintanya Fathan terhadap Resta, jika saja Resta belum bertunangan sudah pasti Neta akan mendukung Fathan dan Resta untuk bersama.


" ingat hati hati " petingatan Fathan untuk kesekian kali.


" iya pak Dokter " ucap Resta dan Neta tersenyum.


akhirnya mereka pulang saat berada di depan pintu, Resta mendengar Alan dan papih nya sedang betengkar.


" papih tidak mau tau, kamu harus konsisten " ucap Rangga dengan lantang nya.


" pih Alan tau apa yang harus Alan lakukan " balas Alan tak kalah sengit nya.


" kamu harus masukan kembali Genta, agar bisa menghandle pekerjaan kamu yang lain "


" Alan tetap tidak setuju, jika papih ingin Genta masuk kembali maka Alan akan mengundurkan diri " tegas Alan.


" Alan " bentak Rangga, Helen yang sedang menangis langsung memghentikan aksi antara anak dan papihnya.


" berhenti mamih mohon, mamih tidak mau adek tau jika kalian bertengkar " ucap Hene sesegukan.


sedangkan di luar Resta menangis di dekapan Neta.


" kenapa hiks,, hiks rumah ini sekarang menjadi banyak berubah "


" sabar Neng, kita gak tau apa permasalahan nya, ingat kamu harus jaga kesehatan jangan memikirkan apapun, ingat kata ka Al hmm " ucap Neta yang penuh dengan perhatian.


Resta menangguk " insyaAllah Neng aku akan selalu ingat, terima Kasih selalu ada di samping ku menjaga dan mendampingiku " keluh Resta.


" hai,, kita sahabat jadi jangan ucapkan terima kasih aku akan selalu ada untuk mu jadi ayo semangat senyum ok " Neta memyemangati Resta, Resta tersenyum meskipun wajah nya pucat.


" ayo masuk " Resta dan Neta menghela nafas sebelum mereka mengucapkan salam.


" assalamualaikum " ucap mereka berdua.Rangga, Helen dan Alan kini menengok kearah pintu mereka kaget dan bertanya-tanya apakah Resta mendengar pertengkaran mereka


sedangkan Bi Aminah, Mang Diki dan maid yang lain sedih melihat kekacauan yang terjadi di keluarga ini.


" wa- wa'alaikumsalam " jawab Helen dan Rangga yang terbata saat menjawab salam.


sesangkan Alan hanya diam menunduk.


Neta dan Resta mencium tangan mereka.


" adek baru lulang " Helen membelai rambut Resta.


" iya mam, ma'af adek jarang ada di rumah " Rangga mengangguk.


" eh Neta ayo sayang duduk " ucap Helen Neta kini duduk di sofa.

__ADS_1


Resta memperhatikan Alan sang kk tercinta.


" ka " panggil Resta Alan mendongak menatap Resta. Resta tersenyum Alan membalasnya dan setelah itu Resta memnghamburkan ke dalam pelukan Alan, Alan memeluk Resta erat menyalurkan kesedihan nya.


" jangan lakukan ini lagi adek mohon " Rangga,Helen hanya diam mematung.


" maafkan kk, apa adek mendengar semuanya " Resta mengangguk dalam dekapan Alan.


" jika adek ada salah adek minta maaf " permintaan maaf Resta terdengar lirih.


" husst ...adek gak salah kk disini yang salah " Alan memegang pipi Resta dan mencium nya dengan lembut, Neta ikut menangis Helen dan Rangga juga menangis.


********


kini semakin hari Resta dan Fathan semakin terlihat begitu dekat saat mereka tertawa di taman Fian melihat nya.


" bukan kah itu Resta " tanya Fian pada Akmal, seketika Akmal menoleh kearah dimana Fian sedang memandang nya.


" eh bukankah itu pak Fathan CEO dari Alharris Group " Fian memicingkan matanya dan menajam kan penglihatan nya.


" loe benar, kenapa Resta begitu terlihat akrab" Fian mulai cemburu bahkan hatinya sakit saat Resta begitu bahagia bersama dengan lelaki lain.


" jangan bilang loe... " belum Akmal selesai berbicara Fian sudah memotong nya lebih dulu.


" jalan " ucap Fian begitu dingin dan datar akhirnya mobil yang Akmal kendarai jalan kembali tak sengaja Resta melihat nya.


" maafkan Resta ka " batin Resta sebenarnya Resta sudah melihat mobil Fian sedari tadi makanya Resta sengaja terlihat bahagia.


" Resta maaf " ucap Fathan merasa menyesal ikut membantu ide Resta.


" kenapa Resta melakukan ini! " tanya Fathan.


" Resta gak mau melihat ka Fian sedih apa, lagi jika Resta harus menibggalkan dunia ini "


deg


Fathan menatap sendu kearah Resta " kk mohon jangan katakan itu jangan menyerah, kk akan berusaha membuat Resta sembuh "


" kita gak tau umur kita ka, dan Resta juga tidak terlalu berharap, tolong kk jangan buat Resta berharap, Resta takut jika harapan itu patah maka akan merasakan sakit " Fathan langsung memeluk Resta, sedangkan Neta sedang bersembunyi di sebuah pohon dan mendengar ucapan mereka, Neta menangis.


Neta menangis diam diam dia tidak ingin Resta melihat dirinya rapuh, Neta berusaha kuat selalu tampil ceria dihadapan Resta, tapi jika penyakit Resta kambuh tanpa sepengetahuan Resta Neta tau semuanya. sebagai sahabat Neta akan melakukan aapun untuk sahabat tercinta nya.


" kamu harus kuat Neng, gak boleh nyerah aku gak mau kamu tinggalin aku " gumam Neta sambil menutup mulut nya agar isakan nya tak terdengar Resta.


*********


di perusahaan Kamal Corp


Fian banyak termenung bahkan saat ada meeting, Fian masuh belum rela jika Resta berdekatan dengan pria lain, Fisn sebagai lelaki tau tatapsn Fathan pada Resta.


" gan " panggil Akmal, Fian terjingkat kaget.


" eh ****** loe ngagetin gue aja " kesal Fian pada Akmal.

__ADS_1


" loe tuh yang sedari tadi gue panggil panggil kagak dengar " timpal Akmal.


" masa iya " tanya Fian.


" au ah, loe kenapa lagi masalah Resta, udah sih loe percaya aja sama Resta, Resta gak bakalan berpaling " ucap Akmal penuh dengan keyakinan dan percaya dirinya.


" pede sekali anda " celetuk Fian. Akmal tergelak.


" tapi berat sih gan saingan loe itu banyak kelebihan nya, selain CEO dia juga Dokter yang menangani penyakit kanker hebat kan " Akmal makah menyulut api dalam diri Fian.


pletak


" aw sakit ogeb " Akmal mengelus kening nya.


" loe tu sahabat gue apa musuh gue, bukan nya dukung gue malahan banggain tuh orang "


" hehehe sorry gan, tapi menurut gue tuh orang lebih segala nya dari loe wajar sih jika banyak cewek kecantol, mungkin kalai gue sebagai cewek gue gebet tuh orang " Akmal langsung lari terbirit-birit setelah hampir kena lemparan kotak tissue.


" eh monyeeeet " teriak Fian sedangkan Akmal tertawa bahagia.


" gak Resta milik Fian, aku gak akan membiarkan Resta lepas dari genggaman aku " Fian terus bermenolog dalam hati menyemangati dirinya.


" hais menyebalkan kenapa sesakit ini sih saat melihat orang yang kita cintai tapi begitu bahagia dengan orang lain " Fian terus saja menggerutu.


" aku mau ajak Resta ke apartemen aja, semoga dia tidak sibuk " Fian kini bersemangat kembali dan keberuntungan ada dipihak nya saat Fian menghubungi Resta, Resta akhirnya setuju bertemu Fian di apartemen nya.


Fian sangat bersemangat beda saay lagi tadi yang banyak melamun bahkan tak semangat " mood booster nya udah kembali lagi tuh anak " ucap Akmal memperhatikan Fian.


" oya gue mau jemput Resta dulu " ucap Fian semangat.


" eh loe mau ajak Resta kemana " tanya Akmal.


" ke apartemen " jawab enteng Fian.


" eh loe jangan macam macam ya awas loe gue pites " kesal Akmal saat mendengar ide Fian.


" tenang gue gak macam macam paling cuma ngelakuin satu macam saja " kini giliran Fian yang tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal Akmal.


Fian meninggalkan Akmal begitu saja Foan melihat kearah kaca spion. Akmal tetus ngoceh ngoceh tanpa jelas karena ditinggal sumpah serapah Akmal ucapkan sdangkan Fian cuma senyum senyum.


kini Fian dan Resta sudah sampai ke apartemen Fian.


" astagah disini kk tinggal " ucap Resta takjub dan menganga saat melihat apatemen elit.


" huum kk dan Akmal tinggal disini, oya itu bibir do tutup nanti kk sosor nih " Resta menatap tajam Fian sedangkan Fian tergelak melihat wajah Resta yang begitu imut.


" ayo " ajak Fian dan Fian menggandeng tangan Resta saat masuk lift Fian menekan angka 20 jadi apartemen Fian berada di lantai 20.saat mereka sampai Fian langsung menekan pasword nya itu adalah ultah Resta, Resta di buat kaget.


" ayo masuk jangan bengong aja " Resta ikut masuk saat lampu menyala secara otomatis sekali lagi Resta di buat menganga dengan isi apartemen dan keindahan nya, Fian tersenyum.


" gimana suka " tanya Fian berbisik tepat berada di telinga Resta, telinga dan wajah Resta kembali memerah dan Fian tersenyum penuh kemenangan.


" udah jangan malu malu gitu, nanti kk terkam, gimana menurut adek bagus " sekali lagi Fian bertanya Resta mengangguk.

__ADS_1


" jika adek suka adek bisa tinggal disini " Resta langsung menatap Fian tajam Fian tertawa " maksud kk nanti kalau udah nikah " Fian menaim turunkan alis nya wajah Resta kembali memerah.


__ADS_2