
********
keesokan harinya Resta tak masuk kampus Neta khawatir pada Resta karena Resta juga tau berita itu bahkan di kampus lagi hangat hangat nya.
" Neng semoga kamu baik-baik aja " gumam Neta madih khawatir setelah pulang ngampus Neta ingin menemui Resta.
ternyata jadwal kampus hari ini begitu padat Neta yang tidak fokus dalam hal pelajaran apapun, fikiran nya masih tentang Resta.
" alhamdulillah akhirnya kelar juga " Neta mulai bergegas keluar dia sangat terburu-buru Reyhan dan Faiz memerhatikan Neta yang sangat buru buru.
drrttt.. drttt
hp Neta berbunyi dan Neta langsung mengechek nya nama Ka Al di hp Neta muncul.
" assalamualaikum ka Al "
" wa'alaikumsalam, Neta udah lihat berita Fian dan Ega " tanya Fathan panik.
" iya ka ini juga Neta mau menemui Resta, Neta khawatir sama Resta ka " ucap Neta yang kini sudah masuk taxi.
" kalau sudah ketemu Resta Kabari kk ok "
" iya ka Neta kabari kk nanti, ok ka Neta lagi menuju rumah Resta nih "
" hmm baiklah, hati hati assalamualaikum "
" wa'alaikumsalam " Nera masih gusar dan saat sudah sampai mansion Dinata Neta langsung lari dan tidak lupa mengucapkan salam saat akan masuk hari sudah mulai menjelang maghrib.
" assalamualaikum " ucap salam Neta.
" wa'alaikumsalam " ucap Bi Aminah dan para maid.
" eh Neng Neta ada apa! ko ngos ngosan gitu " tanya Bi Aminah heran melihat Neta berkeringat.
" bi Neta gak ada waktu buat ngejawab pertanyaan bibi, Resta dimana ya bi " tanya Neta.
" oh Neng Resta belum pulang Neng Neta, tadi pamit nya mau mencari udara segar " ucap Bi Aminah.
" Resta gak ngomong mau kemana gitu bi " tanya Neta sedikt cemas.
" gak tuh, emang kenapa Neng Neta terlihat khawatir gitu " tanya Bi Aminah yang melihat Neta.
" oya papih sama mamih pada kemana ko sepi " tanya Neta.
" Nyonya sama tuan lagi ada pertemuan penting katanya " saat itu terdengar suara adzan maghrib.
" bi Neta numpang sholat ya boleh " tanya Neta.
" astagah Neng Neta ini kaya sama siapa aja ya boleh atuh, udah gih masuk aja ke kamar Neng Resta gak di kunci ko " akhirnya Neta menjalankan sholat maghrib setelah selesai sholat Neta langsung biru buru dan pamit lagi ke Bi Aminah.
" assalamualaikum ka Al "
" iya wa'alaikumsalam gimana dengan Resta " tanya Fathan.
" ka Al Resta gak ada dirumah, ini Neta lagi nyari Resta kata bi Aminah Resta lagi keluar, tapi gak bilang kemana tujuan nya " Neta masih panik.
__ADS_1
" ok kk akan nantu dimana keberadaan Resta, Sam toling lacak GPS Resta " Fathan memerintah Sam, dan Sam langsung bergerak cepat dan akhirnya ketemu tanpa menunggu waktu lama.
" ketemu " ucap Sam yang terdengar di sambungan telepon.
" gimana ka " tanya Neta.
" ok kk juga akan kesana, Neta susul aja nanti kk share lock lokasinya "
" ok ka, ka Al makasih "
" iya sama sama assalamualaikum "
" wa'alaikumsalam " akhirnya Neta menemukan keberadaan Resta.
" Neng tetap disana jangan kemana mana " Neta yang masih khawatir.
tak menunggu waktu lama Fathan dan Neta samai di tujuan yaitu di danau buatan yang terlihat Indah.
" ka Al " panggil Neta saat melihat Fathan.
" eh Neta sudah sampai, sekarang kita berpencar mencari Resta " Neta pun setuju kini mereka mencari Resta. dan saat Neta mencari kesana kemari Neta melihat kearah seseorang yang sedang berdiri.
Neta langsung lari menuju orang tersebut dan grep Neta memeluk orang tersebut dari belakang, orang tersebut kaget saat ada yang memeluknya tapi dia tau siapa itu.
" hiks.. hiks.. aku menemukan mu Neng " ucap Neta sambil menangis.
" terima Kasih sudah menamukan ku " ucap nya yaitu Resta.
" kamu tidak akan pernah jauh dariku, di saat sendiri ku mohon selalu libatkan aku " Neta terus menangis.
" kamu tau Neng, aku panik banget nyariin kamu dan untung aku minta bantuan ka Al " Resta tetap tak bergeming.
" alhamdulillah akhirnya ketemu " gumam Fathan bersyukur. Fathan membiarkan mereka untuk melupakan rasa sedih nya.
" jangan menghilang lagi Neng aku takut, aku sangat takut kamu tinggalkan " Resta tersenyum.
" aku tidak akan hilang, kecuali... " Meta langsung membekap mulut Resta.
" gak akan, aku dan ka Al akan berusaha membuatmu sembuh " ucap Neta, Fathan yang mendengar nya ikut sedih.
" dasar Resta keras kepala, tapi di saat kamu menyerah aku tak akan membiarkan nya " ucap Fathan saat kini menatap Resta dan Neta.
" terimakasih atas usaha kalian, tapi kita juga tidak boleh menyalahkan kehendak Allah, seberapa kuat kalian membuat aku bertahan jika Allah tidak mmengiizinkan nya, maka detik itu juga Allah akan mengambil nya " Neta terus menggeleng.
" apa kamu menyerah karena ka Fian dan Ega.... " Neta tidak melanjutkan peekataan nya karena Resta keburu menggelengkan kepala nya.
" bukan, bukan karena itu tapi karena memang aku sudah mulai lemah dan lelah, aku sekarat Neta " Resta menangis dan memejam kan matanya.
" gak hiks.. gak Neng " Neta tetap kekeh.
" maafin aku Neng hiks.. hiks maaf " Neta kembali memeluk Resta dan kini Fathan sudah tak sanggup lagi Fathan juga ikut menangis.
" maaf Resta jika suatu saat ada harapan untuk mu aku berjanji akan berjuang untuk membuatmu sembuh, aku mohon tetap lah bertahan hiks.. hiks.. " dada Fathan begitu sesak saat mendengar Resta sekarat.
__ADS_1
memang keadaan Resta akhir akhir ini menunjukan keadaan yang mulai lemah bahkan sudah sedikit parah, mungkin jika Resta tidak mengikuti perawatan Resta sudah tidak sanggup.
" apa kamu akan datang ke acara nya ka Fian " Resta tersenyum.
" harus Neng, karena aku ingin tunjukan ke Fian aku bisa, dan aku bahagia jika ka Fian bahagia saat itulah aku tenang meninggalkan dunia ini, aku pasrah Neng apa yang Allah sudah tentukan "
" tetap bertahan aku mohon Neng, aku akan selalu menemani mu hmm " ucap Neta, Resta begitu bahagia Neta tetap selalu bersamanya.
kini hubungan Neta juga lagi renggng dengan Akmal, Resta marah pada Akmal karena tidak bisa menghentikan rencana Fian yang akan bertunangan.
" aku yakin Neng saat mereka tau keadaan mu, mereka akan menyesal " ucap Neta menggeram kesal dan marah.
" saat mereka tau maka aku saat itu sudah pergi, berjanjilah jangan katakan apapun pada mereka " ucap Resta mulai lemah. Neta terus menggeleng dia tidak bisa berjanji.
" Neta " panggil Resta menyadarkan Neta dari lamunan nya.
" Neng " Neta kaget saat melihat Resta pucat dan saat itu Resta langsung ambruk Neta memeluk Resta.
" ka Al tolong Resta ka, Neng bertahan lah hiks.. hiks jangan tinggalkan aku hiks.. hiks " Neta menangis histeris.
Fathan yang tadi begitu terpuruk langsung lari saat mendengar teriakan Neta " apa yang terjadi " ucap Fathan panik.
" Resta pingsan ka, tolong Resta ka hiks.. hiks " Neta tetus menangis sambil memelu Resta.
" Sam bawa mobil kemari Resta pingsan " Fathan langsung menelfon Sam tak berapa Sam muncul ,Sam juga ikut panik Fathan langsung membopong tubuh Resta dan memasukan nya ke mobil, Neta memanggu kepala Resta yang masih menangis.
tak berapa lama karena Sam menhendari mobil nya dengan kecepatan penuh, disana para perawat dan dokter sudah menunggu karwba tadi Sam menelfon rumah sakit untuk menyiapkan berankar.
kini Resta langsung diangkat Fathan dan di batingkan di brankar, " bertahanlah " batin Fathan khawatir.
terlihat jelas wajah Fathan yang begitu khawatir dan panik, meskipun dia menyembunyikan nya Neta tau itu, bahkan Neta cemas, kini Resta di bawa keruangan IGD dan segera di leriksa.
Neta dan Sam menunggu dengan begitu khawatir tak lama datanglah Mirna dan Helmi.
" Sam, Neta " ucap Mirna, Neta langsung memeluk Mirna.
" bund Resta bund, Neta gak ingin Resta pergi meninggaklan Neta bund hiks.. hiks " Neta menangis di pelukan Mirna. Mirna mengusap ngusap lembut punggung Neta agar lebih tenang.
dan tak berapa lama munculah Fathan dengan muka lesu dan lemah.
" ka Al " panggil Neta, tapi Fathan tetap tak bergeming sedikitpun.
" Al " panggil Mirna Fathan tetap diam dan.
plak
Mirna menampar Fathan untuk menyadarkan Fathan saat itu Fathan langsung terduduk dilantai Helmi Sam sudah menangis.
" katakan pada bunda nak Resta baik baik saja kan " tanya Mirna, Fathan menutupi wajahnya dengan tangan nya dan terlihat tubuh Fathan bergetar karena menangis.
Helmi baru kali ini melihat anak nya menangis hebat seperti ini " sebegitu besarnya kamu mencintai nak Resta Al, ayah harap kamu bisa menyelamatkan Resta " batin Helmi yang terenyuh melihat Fathan.
" Resta sekarat bund " semua kaget " kemungkinan Resta untuk sembuh tipis, jika kita tidak segera melakukan operasi pencakokan tulang sum sum " Neta masih syok bahkan tanpa sadar Neta berjalan menuju ruangan Resta.
kini Neta bediri di sisi ranjang dan menatap Resta sedih " ini bohong kan Neng, kamu pasti kuat, bangun Neng bangun " semua kaget saat Neta berteriak dan mereka langsung masuk dilihat Neta menangis sambil memeluk Resta.
__ADS_1
" hiks... hiks aku udah gak kuat Neng kalau kaya gini, kalau kamu tidak bangun aku akan katakan pada semua orang bangunlah Neng " Neta terus mengguncang guncangkan tubuh Resta yang kini di penuhi alat alat medis.
Neta merasa sakit saat melihat tubuh lemah Resta yang di penuhi alat alat medis, bahkan Neta masih menangis histeris semua yang berada disana ikut meniktikan air mata.