
*****
Di kediaman Kamal
" haachiiih " tiba-tiba Fian bersin, Fian menggosok hudung nya " siapa ini yang ngomongin aku " gumam Fian
" kenapa kamu Flu " ucap Rasty
" gak mam, ini cuma lewat aja ko " ucap Fian lemah
" pokonya, keoutysan mamah udah bulat gak bisa di ganggu gugat, setuju tidak setuju harus " ucap Rasty tegas
" haih, masih di bahas lagi, Fian terserah mamah deh, pian pasrah aja " ucap Fian yang udah benar-benar pasrah
" bagus dalam waktu dekat kita akan ke kota J, sekalian ngurusin perusahaan yang ada di kota J, kalau bisa kamu jangan pulang ke kota S " tunjuk mamah Rasty ke Fian
" iya, iya serah mamah udah malam Fian mau istirahat, malam mam, pah " ucap Fian pamit ke Rasty dan Erwin, mereka hanya mengangguk
" yok mah kita juga istirahat " ajak Erwin ke Rasty, sambil Erwin mengedipkan metanya
" udah mamah tau maksud papah, hari ini gak ada jatah, mamah lagi badmood " kesal Rasty yang langsung pergi menuju kamar
" ck.. gegara anak tengil itu aku yang kena getah nya, alamat libur ini " Erwin pun pergi dengan keadaan lesu
*****
Di kediaman Dinata
" ya udah ini udah malam, kita bahas lagi besok, sekalian kita juga akan bekerjasama dengan perusahaan Kamal Group " ucap Rangga
" apa mereka akan berkunjung kesini pih " Alan yang bertanya
" iya dalam waktu dekat, sekalian mereka ingun menjodohkan Fian dengan Resta " ucap Rangga yabg berbisik pada Alan
Resta memicingkan matanya menatap curiga " kenapa sih harus pake bisik bisik segala " ucap Resta
" cie yabg ngambek, syukurin gak diajak " kompor Genta pada Resta
" apaan sih nyaut aja, kabel nya udah Resta potong " kesal Resta mereka semua tertawa mendengar celotehan Resta
" oh iya sayang, dalam waktu dekat keluarga Kemal akan berkunjung kerumah kita, Resta sayang harus mempersiapkan diri sebaik mungkin dan secantik mungkin " ucap Helen pada Resta
" tunggu, tunggu.. maksud mamih apa itu pasti ada udang di balik ba'wan " Resta yang mulai curiga
" bukan ba'wan Resta Batuuuu " ucap semuanya
" hehehehe, salah ya " Resta nyengir sambil garuk kepalanya yang tidak gatal
__ADS_1
" nanti mamih jelasin besok, udah ustirahat gih mamih juga capek ini badan pegal " ucap Helen yang menyuruh anak anak nya istirahat
" ok mih Alan dan Genta kekamar dulu " Alan yang mencium kedua pipi mamih nya dan pamit ke Rangga " bye mih " ucap Alan
" hmm selamat malam sayang " timpal Helen Rangga tersenyum
" ya udah Resta juga mau ke kamar ini, malam mih, pih " Resta mencium Helen dan juga Rangga
" ish anak ini manja nya " ucap Rangga
" hehehe manja juga ke papih sama mamih kan " jawab Resta
" awas aja nanti kalau udah nikah masih manja manja gini " ucap Rangga
" nanti manjanya kesuaminya lah pih " timpal Helen
" ish apaan coba, suami suami Resta masih kecil mih, pih. belum mau menikah " ucap Resta yang mulai beranjak pergi menuju anak tangga
" malambi Aminah, mang Diki " ucap Resta yang melihat kearah dapur, kebetulan bi Aminah dan mang Diki lagi ngopi di dapur
" iya malam juga Neng " ucap mang Diki dan bi Aminah
*****
dikamar Fian masih memikirkan perjodohan nya dengan gadis yang velum dia kenal apa lagi umurnya juga masih ABG,,
" ck mamah sama papah ada ada aja deh, mau ngejodohin sama anak bau kencur, lagian aku juga masih umur 19 tahun apa salah nya sih nunggu " gumam Fian kesal
sedangkan di kamar Resta " hachiih " Resta bersin " ck.. ada yang rindu aku mungkin, kenapa aku ngerasa ada yang menyebut namaku ya " gumam Resta
Resta menuju kamar mandi tak lupa mencuci muka gosok gigi, setelah selesai membersihkan diri Resta menuju kamar tidur king size nya, dia merebahkan diri
" Fian, kenapa nama itu gak asing " gumam Resta sebelum akhirnya tertidur dengan tersenyum
*****
alarm berbunyi pkl 05:30 Resta terbangun dan tak lupa menjalankan jewajiban nya menghadap sang pencipta, Resta selalu tak lupa me jalankan kewajiban 5 waktunya, dan tak lupa Fian juga sama srlalu menjalankan kewajibanya tak melupakan 5 waktunya
Resta sudah rapih dengan seragam sekolah nya, sedangkan di kediaman Kamal juga sudah rapih dengan baju kantor nya
Resta menuruni anak tangga, di meja makan Rangga, Helen, Alan dan Genta sudah menunggu
" pagi, mih, pih ka Alan dan ka Genta " ucap Resta yang mencium pipi Helen dan Rangga dan duduk dikursinya
" ck.. cuma papih mamih aja yang dapat kaka gak ini " tunjuk Alan pada pipi nya
" ish kaka, ya udah sini " ucap Resta pada Alan
__ADS_1
Cup
" nah udah kan " Resta yang mencium pipi Alan
" udah dunk adik kaka yang cantik, eh ka Genta gak dapat tuh " tunjuk Alan ke Genta
uhuk,uhuk Genta kaget dan tersedak makanan nya " nih munum nya " tawar Alan sambil memberikan minuman
" ogah ah,ka Genta nanti dapat nya dari pacarnya,ka Dokter cantik " ucap Resta yang tersenyum
" ck... apaan sih loe Alan " kesal Genta pada Alan, sedangkan Rangga dan Helen hanya tersenyum melihat mereka
sebelum mereka makan mereka berdoa dulu, setelah do'a selesai mereka mulai makan sarapan nya, hanya keheningan yang terdengar hanya sendok dan garpu saling berdentingan dengan piring
dan setelah selesai makan, Rangga, Alan, Genta dan Resta pamit untuk berangkat ke altivitas nya masing-masing,
Rangga naik mobil sendiri sedangkan Alan dan Genta naik mobil bersama, dan anak bungsu nya naik sepedah. sebenarnya Resta memiliki mobil hadiah ultah nya yang ke 17 tahun, cuma Resta lebih nyaman naik sepedah karena menuju tempat sekolah nya hanya butuh 30 menit dengan sepedah nya..
mungkin kalau naik mobil butuh 15 menit atau kurang, hanya saja Resta suka naik sepedah selain mrnghindari macet sekalian olah raga, saat di jalan kebetulan Resta bertemu dengan sahabat nya Ameneta Gasella sahabat terbaik Resta meskipun mereka berbeda sekolah nya
tapi tiap peegi sekolah mereka selalu sama sama, kebetulan Rumah Ameneta dekat dengan sekolahan Resta dan sekolahan Ameneta dari sekolahan Resta hanya butuh waktu 10 menit, saat Resta sampai di sekolahanya nya Ameneta pamit pergi kesekokahan nya kebetulan melewati sekolahan Resta dulu
" dah Resta, aku pamit dulu takut telat ini " ucap Ameneta ke Resta
" dadah Neta.. hati hati jangan ngebut " ucap Resta, Resta memanggil Ameneta dengan sebutan Neta
Neta memangguk sambil pergi menjauh yang mulai mengayuh sepedanya nya,
" coba kalau Neta sekolah nya disini " gumam Resta
Resta sekolah di sekokahan milik ayah nya yang di beri nama Dinata School sedangkan Ameneta di sekolahan nya milik keluarga Kamal School, Resta meminta pada gurunya agar saat memanggil namanya jangan menyematkan nama Dinata, karena Resta tidak ingin orang disekolahan tau kalau dia anak pemilik dari sekolahan tersebut...
orang-orang mengganggap Resta hanya anak sederhana, tapi memang kemapuan Resta dalam pelajaran selalu dapat nilai terbaik karena kepintaran nya, dan orang-orang menyangka Resta masuk kesekolahan elit itu karena beasiswa, tapi ya yang namanya Resta dia cuek saja
Resta tidak ingin mencari ribut atau musuh, karena Resta orang yang cuek jadi gak peduli orang mau ngomong apa, banyak para siswa laki-laki yang suka pada Resta karean Resta baik, ramah juga cantik, memiliki kulit mulus putih, hidung mancung, bibir mungil mata indah bahkan terbilang Resta sangat imut..
makanya banyak siswa wanita yang iri akan kecatikan Resta, apa lagi saat Resta lewat ke depan siswa Cowo banyak yang gagal fokus..
*****
othor : ck Resta bisa gak kita tuker muka yuk
Resta : enak aja nih othor ngomong sembarangan tuh tuker nya sama ember sana
othor: ish ish pelitnya Resta, ya udah kita tenenan aja ya siapa tau othor kebagian cantik nya
Resta : gak ah othor mah prngen manfaatin aku ini
__ADS_1
author : .......??? skak mat nah loh thor
author jarang up ini, sibuk banget mohon maaf buat teman teman semua 😊😊🙏🙏