Life Is Love

Life Is Love
Kesedihan Helen


__ADS_3

********


di apartemen


" sudah sampai terimakasih sudah mengantar ku " Genta tersenyum.


" dan terimakasih sudah menjahit lukaku "


" tapi luka di hatimu aku tidak bisa menyembuhkan nya " Mila tanpa berkaca-kaca.


" ini pasti akan sembuh, dan..... " Mila menatap Genta menunggu apa yang akan Genta katakan selanjutnya.


" kau juga 2 hari lagi Alan akan bertunangan, kau juga harus kuat " Genta menguatkan hati Mila, kini mereka saling mendukung, Mila tersenyum disaat seperti ini Mila masih memiliki teman baik seperti Genta.


" aku pulang ya " pamit Genta Mila mengangguk.


" assalamualaikum " ucap salam Genta.


" wa'alaikumsalam " saat pintu tertutup Mila nenangis, Mila sudah tidak sanggup dan kini dia sudah memantapkan hatinya untuk pergi jauh.


keesokan harinya


kini Genta sudah berdiri di depan gedung yang menjulang tinggi yang bertuliskan Dinata Corp.


karena semua karyawan sudah tau siapa Genta mereka tetap memberi hormat salam pada Genta, Genta merindukan suasana kantor


" ah pak Genta semakin tampan saja "


" astagah sekarang pak Genta udah menjadi actor terkenal "


" bukan nya pak Genta udah tidak beketja lagi disini "


" kabar nya sih iya " mereka malah bergosip.


kani Genta sudah ada di depan ruangan secretaris bertuliskan Ulfa. saat Genta akan mengetuk tiba-tiba pintu terbuka Ulfa kaget ada actor idola nya, sampe dia bengong.


" hei Nona " Genta mengibas ngibaskan tangan nya di depan muka Ulfa.


" ah i-iya " Ulfa terlihat gugup sangking kaget nya.


" apa pak Alan ada " tanya Genta.


" i-itu.. i-tu... " Ulfa malah tergagap. akhirnya tanpa persetujuan Ulfa Genta langsung pergi keruangan Alan dan.


ceklek


Genta kaget saat melihat Alan dan seorang wanita begitu mesra di dalam.


" apa apaan ini " marah Genta, Alan kaget pas tau siapa yang datang Alan hanya tersenyum remeh.


" ck... apa anda tak punya tata kerama kenapa anda masuk tak mengetuk pintu dulu "


" saya tak perlu ketuk pintu, melihat kelakuan kalian sangat menjijikkan " kini terlihat formal saat mereka berbicara.


sedangkan wanita tersebut malah sengaja memeluk Alan begitu mesra di depan Genta, wanita tersebut adalah Reenata.

__ADS_1


" tunggu, anda bilang saya menjijikan lalu kelakuan anda dan pacar, upss lupa mantan pacar " ucap Alan mengejek.


" cih... jangan samakan saya dengan anda Tuan Alan " ucap Genta begitu marah.


" sayang aku keluar dulu ya " ucap Reenata manja, Alan mengangguk. sedangkan Genta melihat nya saja sudah muak.


saat Reenata sudah keluar Genta menatap nyalang kearah Alan.


" ada perlu apa anda kemari " ucap Alan sembari mengecek laptop nya. tiba-tiba


bug


satu pukulan mendarat di pipi Alan, Alan tersungkur.


" cih..." Alan menatap Genta dan menyeringai. Alan berdiri


" anda datang kemari hanya ingin buat keributan, anda tidak tau siapa saya " bentak Alan begitu marah samlai suaranya terdengar keluar.


" menghadapi orang seperti anda tak perlu dengan kesopanan "


" berengse* " maki Alan dengan marah. saat ini Alan berhasil memukul Genta dan setelah itu Genta juga berhasil kembali memukul Alan. saat ini keduanya kelelahan dan Genta berdiri.


" sebenarnya saya tak sudi datang kemari, tadi nya saya kesini ingin memberitahu anda satu hal, tapi setelah melihat hal yang menjijikan percuma saja " Alan mulai menyandarkan punggung nya di kaki meja.


" oya selamat atas pertunangan anda, hanya itu yang saya ucapkan " Genta menuju keluar dan saat di depan pintu sebelum Genta keluar.


" setelah anda mengetahui segalanya, saya harap penyesalan tidak datang terlambat " pintu tertutup, Alan madih diam melihat kepergian Genta.


" cih.. penyesalan " Alan menyepelekan kata kata Genta.


Di kediaman Dinata


" wa'alaikumsalam " jawab di dalam, saat pintu di buka Bi Aminah bengong melihat orang yang berdiri diluar sambil tersenyum.


" yaa Allah Neng Mila " Bi Aminah memeluk Mila sambil terisak.


" apa kabar Bi " ucap Mila lembut.


" alhamdulillah Bibi Baik Neng Mila tambah cantik aja " Mila tersenyum disaat begini masih saja Bi Aminah mengatakan hal itu.


" Bu siapa yang datang " ucap seseorang pria pas melihat siapa dia juga kaget.


" astagah Neng Mila " ucap nya senang.


" apa kabar mang Diki " tanya Mila, mang Diki tersenyum.


" alhamdulillah sehat Neng, ibu nukan nya di bawa masuk Neng Mila nya " ucap Mang Diki.


" eh iya ibu lupa pak, sangking senang nya lihat Neng Mila " bi Aminah malah cengengesan. sedangkan para maid ingin sekalu minta tanda tangan Mila, karena Mila actress idola mereka. Mila menyadari hal itu.


" apa kalian cuma mau menatap saja, bukan kah kalian ingin minta tangan " para maid tersenyum malu, ada rasa ragu ingin memintanya.


" kemarilah, kalian juga boleh boleh berphoto dengan ku " para maid tentu saja senang dan kini mereka berebut, anda yang minta tanda tangan ada yang minta photo.


seketika kediaman Dinata jadi rame.

__ADS_1


" ada apa ini " ucap wanita paruh baya yabg baru turun dan melihat ada kegaduhan. saat itu mereka menjadi diam mematung.


" mih " Mila langsung mencium tangan Helen dan memeluk nya.


" sayang kenapa baru datang "


" ma'af mih, banyak syuting drama dan film jadi Mila baru berkunjung kemari " ucap Mila kebetulan Mila juga membawakan cake kesukaan Helen. tentu saja Helen begitu senang.


" kalian sedang apa disitu " tegur Helen mereka ketakutan.


" ya udah lanjut lagi " mereka bengong dengan ucapan Helen dan akhirnya mereka kembali ribut, Helen cuma geleng geleng.


" huftt " Mila menghela nafas.


" kenapa lelah " tanya Helen sambil mengelus rambut Mila. Mila tersenyum selalu di perlakukan baik oleh Helen.


" ayo minum dulu Bi Aminah membuatkan minuman kesukaan Mila " Mila tersenyum dan meneguk jus nya.


" mih ada yang ingin Mila sampaikan pada mamih " kini terlihat wajah Mila terlihat serius.


" ada apa " tanya Helen khawatir.


" hmm... Mila akan pergi mih " ucap Mila pelan tapi masih di dengar oleh Helen.


" pergi syuting tidak apa-apa nak, itu pekerjaan yang luar biasa menurut mamih, pergilah mamih mengizinkan " Helen begitu bahagia Mila masih tetap menanggap nya mamih.


" bukan untuk syuting mih, oya Mila akan bekerja tapi mungkin Mila tidak akan kembali lagi kesini " ucap Mila lirih, Helen kaget.


" maksud Mila " tanya Helen sedikit bergetar terdengar dari suaranya.


" Mila mendapatkan tawaran pejerjasn di luat negri mih " Helen langsung menangis.


" mih ma'af, Mila kesini mau pamit ke mamih " kini Mila memeluk Helen.


" sayang apa Mila mau meninggalkan mamih " tanya Helen. Mila berat sebenarnya tapi ini yang harus dia lakukan.


" apa gara gara anak nakal itu " tanya Helen Mila hanya diam.


" anak itu keterlaluan, bahkan merencanakan pertunangan mamih sama papih tidak tau hal itu "


" mamih dan papih sempat bertengkar dengan nya, karena mamih sama papih yidak setuju rencana itu, mamih ingin Mila yang mendampingi Alan " terdengar setiap ucapan Helen sangat lirih Mila masih memeluk Helen.


" maafkan Mila mih, jika Mila berjodoh dengan Alan maka Mila akan di persatukan kembali, tapi jika bukanlah jodoh terbaik untuk Alan, Mila ikhlas mih " Helen kembali memeluk Mila, tidak rela jika Mila harus pergi, sedangkan Bi Aminah mang Diki ikut menangis dan beberapa maud juga ikut menangis saat menyaksikan adegan tersebut.


tangisan keduanya terdengar pilu dan menyayat hati, makanya mereka yang melihatnya akan ikut menangis.


" mamih gak rela, mamih ingin Mila twtap jadi anak mamih " Mila mengurai lelukannya dan menggenggam tangan Helen dengan lembut.


" sampai kapanlun Mila tetap anak mamih, Mila begitu bahagia saat mengenal keluarga Dinata, Mila merasakan kasih sayang seorang ayah dan ibu, selama ini Mila tidak pernah merasakan nya "


" tapi saat Mila mengenal keluarga ini dan menginjakan kaki di sini, Mila di sambut baik Mila memiliki keluarga yang lengkap, kadih sayang yang melimpah, Mila sangat beruntung " Helen mengusap pipi Mila.


" selamanya Mila anak mamih " Mila tersenyum.


" terimakasih untuk mamih, papih dan Resta, Mila tidak akan pernah melupakan kalian, kemana pun Mila pergi jika suayu sast Mila pulang, tempat inilah tujuan Mila kembali " Helen kembali memeluk Mila mereka menumpahkan tangisan nya.

__ADS_1


saat ini di luar ada pria paruh baya yang ikut menangis, dia mendengarkan semuanya, siapa lagi kalau bukan papih Rangga. Rangga sangat kecewa dengan Alan bahkan marah saat Alan memecat Mils dari RS RRD.


kadang Rangga tak lagi terlihat hangat pada Alan hanya dingin dan datar. jika Rangga datang ke kantor Alan hanya membicarakan masalah pekerjaan aelwbih nya tidak ada lagi candaan, tawa dan kebahagiaan.


__ADS_2