
*********
sudah hampir 3 hari Resta masih belum sadar, Neta dan Fathan selalu setia menunggu Resta, kadang kadang Helmi dan Mirna menjenguk Resta Mirna selalu menangis jika melihat Resta.
Apni datang ke Rumah Sakit Harris karena dia diutus untuk melakukan kerjasama dengan Rumah sakit (RRD)! dan kebetulan yang menemani Genta.
" yang aku meeting dulu ya, kebetulan pemilik RS nya juga ada! " ucap Apni
" hmm baiklah aku akan menunggumu " ucap Genta sambil merapihkan rambut Apni, Apni tersenyum banyak yang iri akan keromantisan mereka.
" kalau mau pulang gpp ko yang, takutnya kamu bete "
" ish gpp, nanti kalau aku bete aku bisa kelilingi RS ini " Apni tertawa saat mendengar ucapan Genta.
" ya udah aku pergi dulu assalamualaikum " Apni mencium tangan Genta.
" wa'alaikumsalam " lalu Genta mencium kening Apni begitu lembut dan sayang nya.
sudah 30 menit berlalu Genta mulai bete, dan akhirnya Genta memutuskan untuk berkeliling Rumah sakit, saat Genta melihat lihat tanpa sengaja Genta melihat Neta keluar dari ruangan VVIP.
" loh bukan nya itu Neta, kenapa ada disini bukankah Neta dan Resta sedang liburan, lalu! " Genta mulai bertanya-tanya siapa yang Neta jenguk.
Genta sembunyi saat Neta melewati nya, Kini Genta semakin penasaran, Genta mulai mendekati ruangan tersebut dan berdiri disana saat Genta mencoba untuk mengintip disana ada 2 perawat yang menghalangi.
saat perawat menyingkir dan Genta begitu penasaran saat hampir terlihat wajah nya Genta terus menatap nya.
**********
Di kota S
kini sebuah gedung sedang di hias untuk acara pertunangan Fian dan Ega, terlihat begitu mewah bahkan tiap hari selalu ada tayangan pertunangan Fian dan Ega di tv, Neta sengaja tak menyalakan tv di ruangan Resta.
Di kediaman Kamal.
" gimana sayang udah selesai " tanya Rasty pada Akmal karena Akmal menangani nya. Akmal masih melamun.
" Akmal " panggil Erwin, Akmal terkesiap karena di panggil Erwin.
" astagfirullah eh ada apa pah! " ucap Akmal.
" dari tadi mamah ngomong kamu gak dengerin " tanya Rasty memperhatikan Akmal, terlihat Akmal murung dan terlihat tak bersemangat.
" maaf mah, Akmal sedang banyak kerjaan jadi Akmal gak fokus, oya mamah tanya apa? "
" tadi mamah tanya persiapan buat acara nanti malam udah selesai belum " tanya Rasty lagi.
" oh itu hampir 100% mah " jawab Akmal.
" hmm baguslah kalau begitu jangan ada kesalahan ok " Akmal mengangguk, Akmal kembali menatap hp nya.
" Akmal kenapa! " tanya Erwin penasran, karena sedari tadi Akmal terus memperhatikan hp nya, Akmal menggeleng.
" gak apa-apa ko pah! " ucap Akmal padahal Akmal begitu khawatir sudah 2 hari tidak ada kabar dari Neta, karena Neta marah saat mendengar kabar Fian dan Ega akan bertunangan. Akmal begitu sedih karena kini nasibnya akan sama dengan Fian yang di tinggalkan.
" Neta! apakah kamu tak merindukan kk disini " batin Akmal
Di kediaman Dinata
" udah siap pih buat hari ini " tanya Helen Rangga hanya melamun. karena hari ini mereka akan pergi menuju kota J
__ADS_1
" pih " tegur Helen, Rangga terlihat sedih " ada apa pih! " tanya Helen.
" papih sedih, gimana keadaan Resta sudah 2 hari Resta atau Neta tidak memberikan kabar " ucap Rangga khawatir.
" saat terakhir Neta nelpon mamih, Neta bilang disana memang sangat sulit sinyal jadi mungkin dalam beberapa hari mereka tak mengabari kita " padahal Helen juga khawatir meskipun masih kecewa pada Resta.
" kenapa perasaan papih tidak tenang gini ya mih, ntah kenapa dada papih sesak terus tiba-tiba papih kadang netesin air mata tanpa papih sadari " ucap Rangga ikatan batin Rangga dan Resta sangat kuat, karena memang Resta lebih dekat dengan sang papih, sedangkan Alan dengan Helen.
bahkan wajah Resta hampir keseluruhan mirip Rangga, mungkin photocopy Rangga waktu muda. karena semenjak banyak yang tau Resta anak dari keluarga Dinata banyak yang bilang mirip sekali dengan Rangga.
" apa papih sakit, kita periksa dulu yuk ke RS takut nya papih kenapa napa lagi " ucap Helen khawatir.
" papih udah periksain mih, tapi kata dokter papih gak memiliki riwayat penyakit apapun, hanya karena mungkin papih kelelahan "
" ya udah kalau gitu papih istirahat aja dulu, biar nanti kantor kita serahkan pada Genta " Rangga akhirnya setuju dengan saran Helen.
***********
kembali ke Rumah sakit Harris.
saat ini Genta sedang membantu anak kecil itu berdiri " hai anak manis, tidak apa-apa kan! apa ada yang sakit? " tanya Genta, anak kecil itu menggeleng tak berapa lama datang seorang wanita paruh baya menghampiri mereka.
" maafkan anak saya tuan " ucap nya takut.
" tidak apa-apa buk, oya jangan biarkan anak kecil pergi sendirian buk takutnya kenapa napa! " ucap Genta orang tua sianak tersebut menganguk.
" terimakasih tuan saran nya, maaf sekali lagi saya permisi " Genta mengangguk dan tersenyum.
" ayo nak ayah lagi nunggu kita sayang " ucap sang ibu pada anaknya sambil menggendong anaknya, Genta tersenyum sianak melambaikan tangan nya pada Genta, Genta membalasnya.
saat Genta akan melihat kembali keruangan tiba-tiba hp nya berbunyi.
" hallo sayang " ucap Genta
" yang kamu lagi dimana! aku udah selesai nih,aku nyariin kamu loh " ucap Apni.
" ma'af yang tadi aku itu keliling keliling melihat lihat Rs dan..... " suara Genta terputus tapi tetap menyambung.
" hallo yang, yang kamu masih disitu kan " panggil Apni sedangkan telfon masih tersambung terdengar suara Genta menangis. " hiks.. hiks ini gak mungkin,ini bohong " ucap Genta " yang kamu kenapa! " tanya Apni panik.
Flasback on *****
" *hallo yang " jawab Genta.
" yang kamu lagi dimana! aku udah selesai nih, aku nyariin kamu loh "
"maaf yang tadi aku itu kelilingi keliling melihat lihat RS dan*... " *Genta ternyata saat itu melihat keruangan tersebut dan begitu kaget saat melihat Resta berbaring disana penuh dengan alat alat, Genta langsung masuk dan bertanya pada 2 perawat tersebut dan mendengar penjelasan Genta langsung ambruk dan menangis.
" ini gak mungkin, ini bohong hiks.. hiks* "
flashback off *****
telfon masih tersambung Apnu masih panik bahkan lari kesana kemari. Apni me dengar suara seorang wanita kaget.
" ka.. ka Genta " Genta menatap Apni dan berdiri.
" kenapa kalian menyembunyikan ini semua dari kami sejak kapan " terdengar bentaksn dari Genta, Neta hanya menunduk dan Fathan juga ada disana, Genta menatap tajam Fathan.
" yang posisi mu di mana aku mau kesana, katakan ada apa sebenarnya nya " tanya Apni Genta langsung tersadar.
__ADS_1
" astagfirullah yang ma'af aku lupa "
" iya gpp, sekarang kamu ada dimana " tanya Apni lagi.
" aku dilantai 2 ruangan VVIP " jawab Genta Apni langsung bertanya-tanya dan Apni sampai diruangan yang Genta maksud.
Apni melihat Genta sedang menangis menatap kearah si pasien Apni sudah begitu dag dig takut, saat pintu di buka Apnu kaget ada dokter Fathan dan Neta, lalu jika mereka ada siapa yang sedang sakit itu pertanyaan yang ada di benak Apni.
" a-assalamu'alaikum " ucap Apni saat masuk.
" wa'alaikumsalam " ucap Fathan dan Neta.
" kalian ada disini " tanya Apni, Neta hanya menunduk sambil terisak Genta tetap tak bergeming dari tempat nya, Apni menatao punggung Genta yang bergetar karena menangis saat Apni menghampiri Genta mata Apni terbelalak kaget melihat siapa yang berbaring.
" yaa Allah Resta! sayang kamu " Apni menutup mulut nya dan ikut menangis.
" yang " Apni memegang bahu Genta, Genta langsung memeluk Apni dan menangis.
" hiks.. hiks katakan kalau ini bohong kan yang ini cuma mimpi hiks.. hiks " Genta berharap ini hanya mimpi, karena Genta sangat menyayangi Resta meskipun terkadang Genta jahil pada Resta.
" yang apa yang terjadi, ada apa! " tanya Apni sedangkan Genta tak bisa menjelaskan Apni melerai pelukan nya dan kini menatap Neta dan Fathan bergantian meminta penjelasan.
" katakan ada apa sebenarnya dokter Fathan " tanya Apni, Fathan menghela nafasnya dan akhirnya menceritakan semuanya seperti apa dan bagaimana daru semenjak Resta pinsan dan di periksa oleh dokter khusus keluarga Kamal karena saat itu paman Dirga yang menangani Resta dan memberitahu kan segalanya pada Fathan.
Apni menutup mulutnya lagi dan lagi Apni menangis Genta juga masih menangis dia begitu bodoh tak memperhatikan keadaan Resta, dia sibuk dengan masalahnya sendiri. tambah mendengar Resta koma dan sudah 2 hari tak sadar.
Genta begitu marah dan menghampiri Fathan dia memegang kerah baju Fathan.
" kenapa kamu tak mrmberitahu kami apa maksud mu " tanya Genta begitu murka.
" karena Resta yang melarang kami ka, Resta mengancam jika kamu memberitahu keluarganya maka dia akan pergi dan tidak akan melanjutkan pengobatan " bukan Fathan yang menjawab tapi Neta yang sambil menangis.
perlahan Genta melepaskan genggaman tanhan nya dari kerah baju Resta Genta luruh kelantai dan menangis lagi Apni langsung memeluk Genta.
" apa yang hatus kita lakukan hiks.. hiks " tanya Genta Frustasi.
" hanya ada satu cara untuk menyelamatkan Resta " ucap Fathan Genta langsung berdiri dan menatap Fathan.
" katakan apa! " teriak Genta pada Fathan.
" kita harus melakukan operasi lencangkokan tulang sum sum " jelas Fathan.
" kalau begitu kenapa tidak anda lakukan " tanya Genta.
" kita harus mencari pendonor yang cocok dengan Resta " ucap Fathan
" kalau begitu lakukan sekarang check sekarang punyaku apakah cocok " Fathan terlihat sendu menatap Genta dan menggeleng.
" yang lebih cocok itu adalah yang ada hubungan nya dengan Resta yang sedarah dengan Resta, ke dua orang tuanya atau saudara sedarah Resta " Genta terus berfikir dia akhirnya ingat pada Alan
saat Genta akan menelfon Alan ada yang menghentikan nya mereka semua kaget..
" jangan ka " cegah nya mereka menatap orang tersebut..
lagi syuka banget sama nih couple lagi viral drama barunya,,,
Yang Yang dan Zhao Lusi...
__ADS_1