
*********
hari berganti hari dimana orang-orang sibuk dengan segala urusan nya masing-masing Alan sedang bergelut dengan kertas kertas nya, kadang kadang Genta membantu saat dirinya tak sibuk.
" gila kapan selesai ini kerjaan " Alan mengeluh danbegitu pusing dia menyenderkan kepalanya di kursi kebesaran nya.
" Mila aku Rindu " lirih Alan kini mereka jarang menghanisksn waktu, waktu Alan habus denhan tumpukan kertas, Genta semakin terkenal saja, Mila kadang ada waktu luang dia mengunjungi RS RRD.
bahkan kini Mila banyak fans nya di RS tiap Mila berkunjung atau keadaan darurat dokter suster dan yang lain nya pasti menunggu Mila sampe rela berjam jam bahkan ada juga pasien yang sering modus.
" huffft lelah nya " keluh Mila.
" cie yang udah jadi artis, semakin kinclong aja " ledek Apni.
" dih nih anak bukan nya bantuin malahan ngeledek lagi " kesal Mila sambil melempar kertas yang udah Mila remas jadi bola bola.
" bantu? bantuin apa? " tanya Apni polos.
" bantuin mijit mau " ucap Mila, Apni cuma cengengesan.
" oya maaf ya aku kadang pinjem pacar mu " ucap Mila pada Apni, kini Apni menatap intens Mila.
" dih gak gitu juga kali natap nya horor tau " Mila merinding di tatap Apni.
" haah " Apni menghela nafas nya " kadang aku cemburu lihat kalian begitu serasi, bahkan kalian digadang gadang kan pasangan goal " keluh Apni.
" tapi kenyataan nya gak kan, gak usah dengerin netizen lah " jawab Mila.
" hmm itu dia bahkan mereka berharap kalian pacaran sampai nikah, dedek tau ini dongkol " Apni kini pura pura merajuk.
" intinya yakin dan percaya " semangat Mila.
" iye itu pasti atuh, eh gimana ma Alan dia marah gak lihat kamu sama Genta ya gitulah " tanya Apni.
" alhamdulillah dia ngerti ko, ya meskipun akhir akhir ini kita udah jarang ketemu tapi VC masih dunk " Mila menoel dagu Apni.
saat mereka mengobrol tiba-tiba asisten somplak muncul Jovita dan Asri.
" dok kebetulan ada disini dari tadi kami cariin " Jovita ngos ngosan.
" hooh ih gak tau nyempil disini " Asri juga sama kini keringat membanjiri dahi mereka.
" eh kalian kira kita upil pake nyempil " Apni kesal dang asisten somplak nya yang kadang kalau ngomong gak ada saringan nya, tapi justru mereka membuat Mila dan Apni tertawa kalau mereka sedang jenuh.
" itu kenapa keringetan di kejar maling ya " ledek Mila.
" dih si Dokter masa kita di kejar maling kebalik kali buk, yang ada kita yang ngejar maling " celetuk Jovita Mila dan Apni tertawa.
" hadeh lagi genting gini si ibu ibu dokter malahan ketawa " timpal Asri.
" eh ko bisa " ucap Apni dan Mila.
" noh di luar banyak fans dokter Mila mereka pengen ketemu dokter tuh " ucap Jovita pura pura ngambek.
" iya gini nih kalau jado asisten dokter cantik sekaligus artis yang lagi viral jadi nya kita juga kerepotan " Asri bicara lagi tanpa di saring.
" iya yang viral siapa yanh dikejar siapa " timpal Jovita.
__ADS_1
" maksudnya kalian ini apaan sih ngomong kaya uler aja berbelit belit " ucap Mila kesal karena Jovita dan Asri ngomong gak jelas.
" astagah ampun siti " Jovita menepuk jidat nya.
" tu diluar fans nya dokter kesini, mereka tau kalau dokter disini jadi sekarang security, para dokter dan suster lagi bantuin jagain mereka niar gak masuk " jelas Jovita kembali.
Apni dan Mila bertatapan dan bengong " kamu serius Jovita Asri " tanya Mila memastikan.
" ya udah Dokter lihat aja ke bawah kalau gak percaya " ucap Asri, Mila dan Apni begitu penasaran dan mereka berdua langsung lari keluar dan benar saja para security, dokter, suster bahkan ada pengunjung juga membantu mereka mencegah orang yang gak berkepentingan masuk RS.
" Astagah " ucap Apni tidak percaya.
" Allahuakbar " Mila juga kaget.
" ini ko bisa " tanya Apni yang masih belum percaya. " buru gih telfon Alan atau siapa gitu buat selanetin kamu dari sini " Apni memberikan solusi sedangkan Mila masih terpaku kaget.
" Milaaaa " Mila tersentak karena Apni sedikit teriak, Apni kesal kenapa Mila tak peka apa yang dia omongkan.
" apaan sih kamu, bikin kaget aja " kesal Mila.
" yaa Allah ini anak dari tadi di bantuin mikir nyari solusi eh bisa bisa nya otak gak jalan " Apni hanya geleng geleng sedangkan Mila nyengir.
" gak usah nyengir, sekarang telfon Alan suruh jemput atau siapa lah gitu " ucap Apni.
" buat apa " tanya Mila polos.
pletak
" aduh sakit Apni dasar sahabat gak ada ahlak " kesal Mila pada Apni karena Apni menyentil dahi Mila.
" Allahuakbar dari tadi ini anak otak nya kemana ya, canti iya doket juga iya giliran kaya gini yaa Allah loading mikir nya " Apni di buat geram dengan Mila disaat genting gini masih saja polos nya kambuh.
" astagah lupa " ucap Mila " alhamdulillah sahabatku sudah konek " timpal Apni.
buk
" aw sakit anak curut, main pukul pukul aja bukan nya ngucapin terimakasih " Apni srmakin di buat kesal sama Mila. Mila memukul bahu Apni.
" abis nya ngeselin emang aku hp atau laptop itu bibir kalau udah nyablak " ketus Mila sambil menjawil bibir Apni, mereka tertawa bahkan Jovita dan Asri juga ikut tertawa selain mereka yang somplak ternyata atasan mereka juga sama hal nya.
*********
seseorang turun dari jet pribadinya dia sudah memginjakan kakinya, bahkan menghirup udara segar saat sampai di bandara.
" hah alhamdulillah akhirnya " ucap nya.
" eh anak kadal loe gak mau turun "
" enak aja loe so kate kate, dasar anak landak " kini mereka berbalas saling ledek.
akhirnya mereka sampai di mansion yang terlihat mewah kini mereka memasuki gerbang para security dan lenghuni di sans kaget saat tau siapa yang datang mereka tersenyum sambil menundukan kepalanya tanda penghormatan.
mereka bedua tersenyum.
" kelinci kecil kita bertemu kembali " ucap nya sambil tersenyum sumeringah.
" hmm gue juga gak sabar ingin ketemu si hamster " laki laki itu menengok kearah si pembicara.
__ADS_1
" hamster " tanya nya.
" hmm loe gak usah pilon diem aja napa " ucap nya tanpa dosa udah buat orang ling lung dengan perkataan nya.
pas mereka sampai di depan pintu saat akan mengetuk pintu tiba-tiba pintu terbuka seorang gadis muncul dan si pria tersebut tersenyum.
" assalamualaikum mam " ucap si gadis yang tak menyadari ada yang betdiri di luar sambil menatap nya penuh kerinduan.
si gadis masih nunduk karena mencari sesuatu di ransel nya, karena si gadis tersebut akan ke kampus nya.
brukk
" aw " rintih nya karena terjatuh tak sengaja menabrak sesuatu. sedangkan yang di tabrak cuma senyum dan mengulurkan tangan nya.
" bisa aku bantu Nona kelinci kecil " ucap nya.
" ah iya makas..... ih " saat si gadis memegang tangan si pria tersebut dan saat itu dia mendingakan kepala nya ibgin tau siapa pemilik tangan tersebut, seketika dia kaget dan matanya terbelalak, mulut nya menganga.
" mau tetap duduk atau mau bediri, oh iya ngeliatnya gak usah gitu juga dan itu tolong mulut nya di tutup " ledek nya saat melihat kelincinya terlihat imut dan gemes.
" ih nyebelin tau gak " kini si gadis tersebut mencubit lengan nya.
" aw, aw sakit sayang bukan nya di sambut ini malahan di KDRT " keluh nya pura pura kesakitan.
" abis nya kk ngeselin ih " dia menyilangkan tangan nya di dada dan pura pura ngambek sedangkan si pria di sebelah tertawa.
buk
kini giliran dia yang kena timpuk buku oleh si gadis.
" aw sakit main timpuk aja ini kepala " ucap nya sambil mengelus kepalanya
" ih ngeselin malahan di ketawain " dia semaki kesal saja.
" gak rindu sama kk gak mau nyambut kk atau pel.... " belum kelar pria itu berbicara tiba-tiba
Brukk
si gadis tersebut memeluk erat dan menangis sambil menybunyikan wajah nya di dada si pria tersebut.
" kk jahat gak nhasih kabar kalau mau kesini " ucap nya lirih yang masih menangis.
" kita sama juga kan, kemaren adek juga gak ngasih kabar kk " ucap nya.
deg
deg
deg
jantung si gadis tersebut semakin berdetak kencang saat si pria tersebut memanggil nya adek. lalu si gadis tersebut berhenti menangis dan mendongak pas si cowo tersebut menunduk. mereka saling menatap intens.
cup
si gadis tersebut menjadi memerah mukanya dan bahkan sampai di telinganya saat si pria tersebut mengecup ujung hidung nya.
" kk ih malu " dia menyembunyikan wajah nya kembali.
__ADS_1
" adek kenapa nangis ko masih bel.... um " muncul seseorang paruh baya dari dalam. karena terdengar ada keributa di luar. dia pun kaget bahkan ucapan nya juga terpotong.