Life Is Love

Life Is Love
Kedatangan Resta di Acara Pertunangan


__ADS_3

**********


" begini siapa tau dengan kedatangan Resta kesana Fian bisa menghentikan pertunangan nya " ucap Apni Genta dan Fathan tersenyum.


" baiklah kita bantu Resta " semangat Genta.


" tapi jangan biarkan Resta terlalu lama di sana, karena bisa membahayakan kondisi nya " ucap Fathan. kini mereka masuk kembali ke ruangan Resta.


" bagaimana ka " tanya Resta Genta, Apni dan Fathan mengangguk terdapat senyuman kebahagiaan di wajah Resta meskipun ada tatapan kesedihan.


" Resta ingin mengucapkan selamat pada ka Fian, Resta takut jika Resta tak datang Resta tak akan pernah bertemu ka Fian lagi " tes tes air mata Resta kembali jatuh.


Neta langsung memeluk Resta " tidak Neng, kamu pasti sembuh kita huga akan berusaha " Neta ikut menangis.


" kamu mau kesana kan kalau begitu aku juga ikut, karena aku juga merindukan ka Akmal " Resta menatap sedih Neta.


" maafkan aku Neng, karena aku kamu terpisah dari ka Akmal " ucap Resta sedih.


" apaan sih Neng, aku rela meninggalkan segalanya demi untuk sahabatku " Resta kembali memeluk Neta.


" ka Genta kapan kita pergi " tanya Resta pada Genta.


" kita pastikan dulu kondisi Resta, jika Resta sudah membaik maka kita akan pergi " Resta tersenyum.


" Resta sanggup ka, Resta siap terimakasih semuanya " mereka menatap Resta sedih, mereka tau Resta tersenyum hanya untuk memutupi luka dankesedihan nya.


" Neng aku akan tetap disisimu, kamu harus kuat apapun kenyataan yang ada didepan mata kamu harus menghadapinya " semangat Neta.


" kamu tau Neng, inilah yang membuat aku ingin bertahan lebih lama, karena aku beruntung miliki sahabat seperti mu, terimakasih " ucap Resta Neta tersenyum, Neta tidak ingin lemah di depan Resta itu semua untuk Resta sahabat nya.


" nah itu memang benar " ucap Neta bangga semua tertawa.


" ayah apa kita juga akan pergi " tanya Mirna.


" kita harus pergi ini undangan dari sahabat kita, apapun yang terjadi disana kita harus kuat " ucap Helmi.


" bunda memikirkan nak Resta, bagaimana jika dia tau kenyataan ini "


" maka dari itu kita harus mendukung nya dan menyemangatinya " Mirna memeluk Helmi, kini mereka juga sudah bersiap untuk pergi ke kota S.


**********


Di kediaman Kamal


kini mereka sudah besiap siap untuk pergi, Fian sedang dikamar nya dia tampak terlihat sedih.



" Resta apa kamu bahagia, jika kamu bahagia dengan pilihan mu, maka aku juga bahagia dengan pilihanku " gumam Fian yang kini mulai meneteskan air matanya.


" apakah aku sanggup menjalani semua ini, kenapa jadi seperti ini "


" gan " panggil Akmal dengan cepat Fian menghapus air matanya. Akmal terlihat sedih.


" bukan kah ini sudah menjadi pilihanmu " tanya Akmal, Fian hanya diam.


" loe tau gegara masalah ini Neta marah sama gue bahkan sampai saat ini Neta menghilang tak ada kabar " Fian menatap Akmal.


" maafin gue " hanya itu ucapan Fian.


" mungkin aku dan Neta bukan jodoh " Fian menatap Akmal.


" jangan menyerah, kenapa kamu menyerah " ucap Fian pada Akmal, Akmal tersenyum.

__ADS_1


" lalu loe, kenapa loe juga menyerah secepat ini " tanya Akmal kini Fian terdiam dia juga bingung, benar apa yang Akmal katakan dia sendiripun menyerah dengan begitu saja tanpa ada perjuangan.


" seharus loe cari tau, apakah yang Resta katakan itu benar, tapi loe malah memutuskan segalanya begitu saja, bahkan loe terang terangan menghina Resta dan mencampakan nya dan meninggalkan nya begitu saja "


" gue menyayangkan keputusan Loe, bahkan sekarang secepat itu loe juga akan bertunangan, loe gak memikir kan perasaan Resta " Akmal terus saja mengoceh.


" gue juga gak mau terus terusan terpuruk, loe gak tau apa apa tentang apa yang gue rasakan " ucap Fian Akmal kembali tersenyum.


" gue memahami perasaan loe, tapi apakah loe bisa memahami perasaan gue " Akmal kini berniat meninggalkan Fian saat melangkah Akmal terhenti.


" jangan lupa sebentar lagi acara loe akan di mulai kita harus bersiap siap, dan jangan sampai apa yang loe ambil ini membuat loe menyesalinya " Akmal pergi dari kamar Fian, Fian hanya diam mematung mencerna setiap apa yang Akmal sampaikan.


" loe bebar gue pengecut, gue bodoh apa yang gue lakukan " ucap Fian kini mulai menyesal.


Akmal turun sendirian di bawah Rasty, Helen, Rangga, Erwin, Alan dan Mila sudah bersiap.


" loh Akmal Fian mana " tanya Rasty.


" sedang siap siap mah " ucap Akmal malas.


" apa ada masalah! " tanya Erwin.


" tidak ada pah, semuanya lancar " ucap Akmal tak menungu waktu lama kini Fian turun dengan gagah nya dan terlihat tampan.


Rasty tersenyum sedangkan Helen terlihat sedih " sudah siap sayang yuk kita pergi " ajak Rasty kini mereka semua pergi menuju kediaman Yudishtira.


sesampainya disana begitu ramai bahkan mewah banyak wartawan yang sudah hadir untuk meliput acara tersebut. karena penyatuan 2 keluarga ternama yaitu Yudishtira dan Kamal.


keluarga dari Kamal di sambut langsung oleh keluarga Yudishtira kini mereka kulai memasuki ruangan tersebut.


Riska menatap sedih Fian " kenap jadi begini, nona Resta dimana kenapa dia tak hadir " batin Riska saat itu ada yang menyentuh bahunya Riska kaget saat menoleh lelaku tampan tersenyum manis padanya.


" jangan melamun gak baik " ucap Rama Riska tersenyum.


" jadi selama ini aku gak tampan, berarti aku tampan nya cuma malam ini saja, ih honey kamu ko jahat " Rama pura pura ngambek.


" aduh aduh, ko kamu imut banget sih " Riska mencubit pipi Rama, Yusuf melihat mereka kini tersenyum bahagia " Rama terimakasih, tolong jaga Riska " batin Yusuf Rama melihat kearah Yusuf dan mengerti arti tatapan Yusuf dan Rama tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


kini yang di tunggu telah hadir Ega baru turun dari tangga dan semua mata tertuju padanya banyak yang kagum dengan kecantikan Ega tapi tidak untuk Fian.


kini Ega berdiri di hadapan Fian, semua kagum melihat pasangan tersebut. kamera mengarah pada mereka.


acara demi acara kini sudah dimulai dan kini acara puncak yaitu memakaikan cincin ke pasangan masing masing. cincin di bawa kini sudah sampai di hadapan Fian dan Ega. Ega memasangkan cincin untuk Fian semua bertepuk tangan.


kini giliran Fian, saat Fian mengambil cincin nya tangan Fian bergetar dan kini Fian mulai bersiap untuk memakaikancincin tersebut ke jari manis Ega, Fian teringat saat dulu pertunangan nya dengan Resta, Fian begitu bahagia terlintas wajah Resta di fikiran Fian.


Akmal menepuk bahu Fian " sampai kapan kamu loe mau nunggu dia gak akan datang " bisik Akmal. Fian tersenyum kecut dan akhirnya cincin terpasang sempurna di jari manis Ega teouk tangan meriah memggema di ruangan itu.


ada hati yang tersakiti saat acara selsai dua orang gadis yang sedari tadi telah hadir dan melihat semuanya hanya saja dia bersembunyi dari para tamu.


Genta, Apni dan Fathan menatap sedih Resta Neta ikut menangis dan menguatkan Resta.


kini lampu tiba-tiba mati dan saat menyala Resta hilang. " astagfirullah ka Al, ka Apni ka Genta dimana Resta " mereka panik mencari Resta.


" kita harus segera membawa Resta ke rumah sakit obat yang aku berikan akan segera habis, tubuh Resta akan lemah bahkan mungkin kondisinya tudak baik " ucap Fathan pada mereka.


" kita berpencar untuk mencarinya " ucap Genta mereka setuju dan kini mulai mencari Resta, khawatir dan kepanikan terlihat dari wajah mereka.


tiba-tiba lampu diatas para penyanyi mati dan setelah itu hidup kembali.


" assalamualaikum semuanya selamat malam " deg jantung Fian berdetak dengan cepat saat mendengar suara ini, suara yang dia kenal suara yang dia rindukan.


kini Neta, Apni, Fathan dan Genta yang tadi panik kaget melihat Resta duduk manis di panggung sambil memegang gitar nya, bukan mereka saja yang kaget bahkan Helen, Rangga, Alan, Mila Rasty dan Erwin juga kaget sejak kapan Resta disini.

__ADS_1


malam ini Resta terlihat canti dwnhan penampilan nya.



dan Akmal menycari Neta dan menemukan nya, Akmal tersenyum melihat penampilan Neta.



Neta menatap Akmal dan kini Akmal memeluk rindu Neta, Resta melihatnya dan tersenyum.


" malam ini aku akan menyanyikan lagu untuk kedua pasangan yang berbahagia " semua hening kini mulai Resta memainkan gitarnya dia nyanyi lagu " Sonia " judul " Kurelakan "


*haruskah aju yang mengalah


demi untuk kebahagiaan nya


aku rela walau penuh kedukaan


menyiksa dalam batinku


goresan luka di hatiku


kurasakan semakin mendalam


coba bertahan tegar kan hati ini


walaupun sakit terasa*....


harapanku sirna tinggal bayang semu


yang melanda hati kian hampa


kerana terpaksa harus ku terima


kepahitan cinta kita


biar ku sendiri tanpa cintamu


mungkin sudah suratan nasib


kemanakah harus ku melangkah


membawa luka hati ini


walau berat susah melupakan


kenangan kisah cinta kita


namun apakah dikata


kurelakan kau memutus cinta..


semua tamu terlihat sedih saat bait demi bait Resta nyanyikan Fathan, Genta dan Apni kini menangis, Neta juga menangis Fian mereskan air matanya.


kini Resta turun menghampiri Fian dan Ega mata Resta terus tertuju pada Fian ada senyuman tapi senyuman penuh luka. Mirna dan Helmi menangis melihat Resta.


Genta akan menghampiri Resta Fathan dan Apni menghentikan nya, Genta menatap mereka sendu.


" berikan kesempatan untuk Resta " ucap Fathan.


" tapi tubuh Resta mulai lemah, muka Resta terlihat pucat aku tidak bisa membiarkan semua ini " ucap Genta khawatir.


" Sayang tenang lah, kita juga tau setelah ini kita akan bawa Resta pergi tanpa sepengetahuan siapapun " Genta akhirnya mulai tenang kini mata mereka menatap Resta, perlahan Resta melangkah kembali kearah Fian dan Ega.

__ADS_1


" bertahnlah sedikit lagi " batin Resta " aku harus kuat, tolong jangan biarkan semua orang melihat keadaan ku lemah, kuatkan aku yaa Allah " Neta terus menangis melihat Resta Neta tau tubuh Resta sudah melemah, karena obat yang Fathan berikan sudah habis dosis nya.


__ADS_2