
*******
Di kediaman Dinata
semua para maid sudah sibuk membantu sang nyonya bahkan terdengar suara Helen yang mengagur segalanga.
" oya Bi Aminah tolong ambilkan yang itu " ucap Helen Bi Minah dengan sigap membantu.
di depan pintu Resta dan Neta sudah mendengar kegaduhan di sana sini bahkan para maid juga di buat sibuk.
" assalamualaikum yuhu mih anak cantik dan imut sudah datang nih " ucap Neta dengan lantang nya.
" eh iya wa'alaikumsalam, eh sayangbudah pada datang " Helen yang masuh sibuk akhirnya Resta dan Neta menghampiri Helen Neta mencium tangan Helen dan memeluk nya, sedangkan Resta memeluk Helen dari belakang.
" uh anak mamih manjanya, capek " tanya Helen Resta menggeleng.
" mih apa nih yang Neta bantu " tanya Neta yang ikut antusias.
" gak usah Neta mendingan istirahat aja dulu gih, oh iya udah pada dholay ashar belim hayoh "
" eh hihihi kita lupa mam, yuk Neta kita sholat dulu " ajak Resta.
" hmm buanya harum gak tahan ini, ya udah mih Neta pamit dulu mau numpang mandi sekalian sholat "
" ya udah kalau mau tidur, tidur aja dulu masih lama ini, ini biar mamih dan para aid yang handle " ucap Helen siap.
" siap " ucap Resta dan Neta dan Resta mencuri ciuman di pipi Helen,
" hih anak itu udah mau punya suami juga masih manja " para maid tersenyum.
" Neng Resta dan Neng Neta emang manja ya nya " ucap Bi Aminah sedangkan Helen mengangguk, kini mereka fokus dengan tujuan mereka. memasak dan mempersiapkan segalanya.
tak terasa matahrai sudah hilang di gantikan dengan warna orange gelap, semua datang tepat waktu. bahkan bersamaan seperti sudah janjian ,makanan sudah siap.
" assalamualaikum " ucap mereka semua.
" wa'alaikumsalam " jawab di dalam.
" wah udah dateng semua, ko bisa barengan kaya janjian gitu " tanya Helen.
" iya mih tdi tuh papih baru dateng eh gak lama mereka juga dateng " ucap Rangga.
" assalamualaikum mih " Fian dan Akmal. mencium tangan Helen.
" uh calon mantu tambah ganteng aja " Helen menggoda Fian bahkan menoel hidung Fian. sedangkan Fian bibirnya mengerucut semua tertawa.
" eh adek mana mih " tanya Alan. sedangkan Akmal masih gelisah menunggu sang pujaan hati.
" di kamar pih sama Neta juga " ucap Helen, Akmal yang tadinya cemberut jadi senyum senyum.
" ehem ke nya ada udah kesem sem nih, dari tadi muka ditekuk pas dengar sang pujaan hati ada langsung mesem " goda Rangga.
turunlah 2 gadis yang di tunggu dari lantai atas.
__ADS_1
" eh udah datang semua " tanya Neta.
" pih " Resta langsung meluk Rangga dan mencium pipi Rangga.
" ih gak malu sama calon nya, udah gede juga masih manja " ledek Genta.
" sirik bilang kang, wleek " ucap Resta.
" eh siapa yang sirik kk udah punya kali " semua tertawa. pas mereka lagi bercanda ada yang datang mengucapkan salam.
" assalamualaikum " semua menatap kearah 2 orang itu, yang di tatap jadi gagap pastinya. Resta tersenyum dan mengedipkan mata kearah Neta. sedangksn Neta hanya menatap sendu.
" wa'alaikumsalam " jaeab semua orang yang tadinya bengong kini mereka tersenyum.
" eh ka Al udah dateng " tiba-tiba Resta langsung mendatangi Fathan semua orang kaget karena Resta begitu akrab, mereka masih bertanya siapa, sedangkan Fian dan Akmal sudah tau.
" oh iya ayo ka,Resta kenalin sama yang lain " Resta menggandeng tangan Fathan, Helen menatap Resta lekat.
" oh iya mam, pih kenalin ka Al " Fathan langsung mencium tangan Rangga dan Helen, dan menyalami Alan, Mila, Genta dan juga Apni.
" hai tuan Fian kita bertemu lagi " sapa Fathan, sedangkan Fian menatap tajam kearah Resta.
" ya " hanya itu jawaban Fian.
" mam, pih pasti belum tau kan, ini ka Al eh msksud adek Alfathan Harris, pemilik Rimah sakit dan perusahaan " Resta mengenalkan nya dengan kebanggaan. sedangkan yang lain masih bingung.
" wah apa nak... " Rangga berhenti berucap bingung manggil apa.
" oyah nak Fathan anak dari Helmi Harris dan Mirna Harris " tanya Rangga.
" eh iya om, ko kenal " jawab Fathan kaget.
" astagah Mirna sama Helmi sahabatnya tante dan om, gimana kabar mereka sekarang " tanya Helen antusias.
" alhamdulillah kabar mereka baik tan, mereka sedang berada diluar negri " jelas Fathan.
" yaa Allah pih, gak nyangka ternyata dunia begitu kecil ya, abak sahabat kita malagan ada di antara kita "
" oya kapan mereka mau kunjung kesini, om tunggu kedatangan mereka, dan salam dari om dan tante " ucap Rangga.
" iya om nanti Fathan salamin "
" oya pih, mam ka Al juga kerja di Rumah sakit kita juga loh " Helen dan Rangga kaget lagi, tidak mungkin padahal kan dia punya Rumah sakit sendiri, kenapa kerja di Rumah sakit keluarga Dinata.
" pasti om, tantw dan yang lain bingung kenapa Fathan kerja di Rumah sakit lain, Fathan ingin mengembangkan bakat Fathan om, tan, kalau Fathan di Rumah sakit sendiri, pastinya Fathan gak berkembang dong " ucap Fathan panjang lebar.
" yups betul om setuju sama pendapat nak Fathan " saat mereka ngobrol tak lama terdengar suara adzan.
" alhamdulillah " ucap syukur mereka.
" yuk kita kemeja makan disana udah siap " ajak Helen. semua ikut Helen menuju meja makan, kini mereka duduk di tempat masing-masing, sedangkan Rasta tiba-tiba duduk di samping Fathan.
Rangga, Helen dan yang terkejut, kenapa Resta malah memilih duduk dengan Fathan.
__ADS_1
" dek ko duduk di situ " tegur Alan.
" gpp ka, emang kenapa! " tanya Resta tanpa dosa, sedangkan Fian sedari tadi hanya diam.
Neta cuma gigit bibir, bingung harus ikut ide Resta, jadi Neta kebanyakan diam bahkan Neta kadang menunduk.
" ka Al mau minum dulu atau makan kurma dulu " tanya Resta terlihat lembut dan perhatian, sedangkan Fathan dan Sam masih bingung, seharus nya Resta duduk dekat dengan Fian meskipun sebenarnya Fathan ingin sekali egois.
" eh kk minum dulu deh " ucap Fathan gugup.
" kita baca do'a buka puasa dulu " ucap Rangga yang mengalihkan nya. akhirnya Rangga yang memimpin do'a, bi Aminah, mang Diki dan para maid mereka di halaman menyantap buka puasa bersama, yang sudah di sediakan.
bahkan makanan mereka sama dengan yang di dalam, karena keluarga Dinata memang tak membeda bedakan, apa yang mereka makan para maid dan penjaga juga memakan nya.
Resta begitu antusiasnya mengambilkan ini itu untuk Fathan, yang lain hanya memandangi saja.
" Fian " panggil Akmal, Fian menatap Akmal, Akmal mengangguk, Akmal tau pasti hati Fian sedang tidak baik-baik saja, Neta merasa bersalah saat melihat kesedihan di mata Fian.
" dek gak tanya nak Fian mau makan apa, ditawari atau apa gitu " ucap Helen. Resta menatap Fian sedangkan Fian menatap Resta dengan sendu.
" bukankah ka Fian juga punya tangan mam " semua kaget dengan jawaban Resta.
" tidak apa-apa mih, Fian juga bisa ko " jawab Fian dengan sedikit tekanan, sedangkan Resta tetap fokus berbicara dengan Fathan. sebenarnya Fathan tidak hati pada mereka.
" oya kita sholat berjamaah di mushola " kebetulan di samping ada mushola khusus untuk keluarga Dinata, tapi para maid dan penjaga juga ikut sholat bersama.
sedangkan Resta sedari tadi terus menatap Fathan, Fian menyadari hal itu kini mereka menunaikan sholat maghrib bersama. dan nanti akan taraweh bersama juga.
setelah sholat kini mereka mengobrol ngobrol bercanda ada yang masih main catur game dan lain sedangkan para wanita membantu para maid di dapur.
Resta mengobrol dengan Fathan sesekali terlihat tawa diantara mereka, disana juga ada Neta.
" mih itu adek kenapa " tanya Mila.
" iya ko dari tadi Resta terlihat cuek bahkan dingin gitu pada Fian, biasanya Resta jika ada Fian begitu antusias dan senang " ucao Apni.
" mungkin adek hanya tak enak saja pada nak Fathan, dia juga kan yang mengundangnya " alih alih Helen berbicara seperti itu padahal hatinya juga cemas.
sedangkan Resta, Fathan, Neta dan Sam mengobrol serius.
" kenapa ngelakuin ini " tanya Fathan, Resta menatep Fathan.
" tidak ada apa-apa " ucap Resta santai.
" Resta tau sebenarnya kk suka saat Resta perhatian pada kk, tapi ada yang tersakiti akan sikap Resta "
" ma'af ka, Resta melibatkan kk, tapi ka Al mau bantu Restakan " tanya Resta, Fathan hanya diam.
" tolong bantu Resta, agar ka Fian memilih wanita yang sehat, normal dan lebih dari segalanya, Resta tau Resta menyakiti ka Fian, semua Resta lakukan agar ka Fian meninggalkan Resta " ucap Resta begitu terdengar sedih.
" ada gadis yang menyukai ka Fian, dia cantik, elegant bahkan sudah memimpin perusahaan sendiri, Resta ingin ka Fian memilih wanita tersebut, meskipun Resta harus tersakiti juga " Resta sebenarnya sudah menyelidiki Ega siapa dan bagaimana semua Resta tau.
Resta pernah melihat Fian dan Ega bertemu di Cafe sebelum Resta betemu dengan Ega dulu di Cafe. tapi Resta sudah tau tentang Ega, dia pernah bertanya pada Akmal dan Akmal memberitahu kan semuanya, setelah itu Resta mencari tau sendiri.
__ADS_1