Life Is Love

Life Is Love
Kebahagiaan Telah Kembali


__ADS_3

**********


pagi menjelang Resta mulai terusik dari tidur nya karena tanhan nya terasa keram saat Resta membuka matanya, Fian tertidur di samping Resta sambil terduduk dan menggenggam tangan Resta, Resta tersenyum.


" ka! ka Fian " seketika Fian kaget saat Resta menarik tangan nya.


" astagfirullah! ada apa dek, apa ada yang sakit! " tanya Fian panik, Resta tersenyum dan menggeleng.


" tidak! tidak ada yang sakit, Resta membangunkan kk untuk menjalankan kewajiban kk sholat! " ucap Resta pelan karena di sana ada Mila, Alan juga masih tidur.


" ah iya hehe " Fian menggaruk tengkuk nya sambil senyum " kalau gitu kk wudhu dulu ya " ucap Fathan saat akan berlalu menuju kamar mandi.


" km gak sholat di mesjid " Fathan menggeleng.


" kk mau sholat disini aja " Fian langsung mengelus rambut Resta dan langsung ke kamar mandi, Resta tersenyum kini Resta lebih semangat untuk lebih sehat lagi dan ingin melakukan operasi awalnya Resta takut, tapi mereka semua meyakinkan Resta.


" ka Alan, ka Mila " panggil Resta lembut, Alan mulai terusik karena Alan meskipun tidur nyenyak tapi kepekaannya luar biasa.


" eh ada apa dek! apa ada sesuatu yang adek mau! " tanya Alan menghampiri Resta dan memegang dahi Resta.


" gak ka! maaf Adek gangguin kk ya " ucap Resta sedikit menyesal Resta tau Alan tidurnya malam banget.


" eh iya, Fian mana " tanya Alan celingukan. tak berapa uncul Fian dengan rambut basah nya kemeja warna cream yang Fian gulung same siku, celana dasar dan tak lupa mukanya yang begitu tampan apa lagi setelah berwudhu terlihat bercahaya.


Resta menatap Fian kagu srek, Resta kaget saat Fian mengusap wajahnya.


" gak usah di pandangin gitu, kalau mau lebih lama resmiin dulu deh ijab kobul " Alan mengedip ngedipkan matanya.


" ih kk apaan sih " Resta menunduk menyembunyikan mukanya yang memerah karena malu ketahuan memandangi Fian.


" kk mau sholat disini apa di mesjid " tanya Fian.


" kk di masjid aja sekalian ngajak Mila juga " Fian mengangguk.


" nanti jika operasinya lancar dan berhasil kalian secepatnya menikah ya " usul Alan Fian dan Resta kaget. Resta menunduk sedih.


" adek kenapa! " Alan mengusap rambut Resta lembut.


" seharusnya minggu ini kk sama ka Mila yang menikah tapi gara gara Adek kk....! "


" Resta gak usah sedih, emang ini juga bukan kehendak dari kami semua sudah di tentukan oleh Allah " ucap Mila tiba-tiba, mereka yang belum sadar jika Mila sudah bangun sedari tadi karena fokus ngobrol.


" kk sendiri gpp jika Resta dan Fian lebih dulu iya kan yang " Alan tersenyum dan mengangguk.


" tuh dengar jangan nyalahin diri sendiri lagi, ya kk sih santai aja " ucap Alan Resta kini tersenyum.


" maafin Resta udah ngerepotin kk, apa saat udah operasi kk akan sakit " tanya Resta sedih, Resta takut kk nya terjadi sesuatu.


Alan melihat Mila lekat dan Mila tersenyum.


" gak akan terhadi apa-apa sama ka Alan, semuanya baik-baik saja, dan Resta jangan terlalu setres rilex aja ya hmm " Resta memeluk Mila, Mila tersenyum.


" kk justru bahagia itu artinya sebagian tubuh kk ada pada diri adek " Alan memeluk mereka berdua, Fian meneteskan air matanya, jika Fian cocok maka Fian juga akan mekakukan yang sama dengan Alan.

__ADS_1


" udah ih mellow, mellow nya nanti kita ketinggalin subuhan yuk yang " ajak Mila.


" hehe kk jadi lupa kan, ya udah kk ke masjid dulu, adek mau nitip apa " tanya Alan Resta menggeleng.


" Fian ada yang mau nitip, mumpung sekalian kk keluar " tanya Alan.


" Fian nitip nasi uduk aja ka, sama teh tapi jangan dikasih gula " Alan dan Mila akhirnya pamit.


" dek kk sholat dulu ya " Resta ngangguk dan kini Fian sudah memakai kopiah nya terlihat lebih tampan dari sebumnya Resta tersenyum.


**********


saat ini mereka mengobrol di ruangan Resta dan tak lama ada yang mengucapkan salam.


" assalamualaikum " ucap yang diluar.


" wa'alaikumsalam " jawab yang di dalam, terbukalah pintu munculah, Rasty, Helen, Rangga dan Erwin.


" mam, pih, mamah, papah " Resta menyambutnya dengan bahagia. Helen langsung menciumi wajah Resta.


" mam " panggil Resta, Helen cuma cengengesan.


" ih Helen gak ngabagiin aku juga mau " kini giliran Rasty yang tak mau kalah, Resta cuma menggehela nafasnya.


" apa kabar sayang " tanya Rangga sambil memeluk dan mencium ubun ubun Resta.


" alhamdulillah adek baik pih " Rangga begitu bahagia saat kondisi Resta membaik.


" hehehe salah ya maksudku calon mantu " kini giliran Ewin yang memeluk Resta, Resta begitu sangat bahagia kini kembali seperti dulu lagi, kasih sayang, Cinta, perhatian dan kehangatan.


" ka Genta dan ka Apni dimana! " tanya Resta.


" tadi sih mereka lagi sarapan di kantin " ucap Rangga. tak berapa terdengarlah ucapan salam dari orang yang di bicarakan.


" assalamualaikum " ucap Apni dan Genta.


" wa'alaikumsalam " jawab semuanya. Genta dan Apni menyalami mereka semua, kini Genta dan Apni menuju tempat dimaba Resta duduk sambil bersandar.


" dek apa ada yang sakit! " tanya Genta perhatian, Resta tersenyum.


" gak ada ka, alhamdulillah Resta baik baik aja ko " ucap Resta lembut.


" bentar kk periksa dulu " tawar Apni, kini Apni memeriksa semuanya dan alhamdulillah semuanya normal.


" makasih ka Apni, oya di dalam sini udah ada keponakan Resta belum " Resta mengusap lembut perut Apni, Apni tersenyum dan mengangguk.


" aaah beneran " Resta begitu bahagia, saat mereka tau mereka juga bahagia.


" alhamdulillah " ucap mereka bersamaan, kini Apni dapat pelukan dari mereka.


" gak sabar pengen lihat debay nya Apni dan Genta " ucap Mila mereka tersenyum.


tak berapa lama terdengar suara orang mengucapkan salam.

__ADS_1


" assalamualaikum " dan mereka semua menjawab nya " walaikumssalam " munculah Helmi, Mirna dan Fathan.


" hei udah datang " sambut Helen dan Rasty kini mereka berpelukan.


" maaf ya telat ini " ucap Mirna mereka malah bahagia Mirna ikut bergabung.


" gimana udah lebih baik " Fathan bertanya pada Resta karena sedari tadi Fathan memperhatikan Resta yang sesekali mengusap matanya karena terharu dan bahagia.


" alhamdulillah ka " ucap Resta, Fathan tersenyum " ka Al! " panggil Resta.


" iya " jawab Fathan " kk lihat Neta gak ko dari tadi Resta gak lihat Neta " tanya Rrsta sedih karena sedari tadi Neta belum terlihat.


" Neta sedikit demam " Resta merasa sedih.


" hry jangan sedih, Neta udah baikan ko tadi ka Akmal yang memnantu kk merawat Neta juga " mereka semua menatap Resta dan Fathan saat Fathan berkata jangan sedih.


" dek Neta cuma kurang istirahat, tadi mamih sama yang ain udah kesana ko jadi adek jangan sedih ya " Resta memeluk Helen.


" assalamualaikum " ucap dari luar mereka juga menjawabnya. muncula Neta dan Akmal.


" Neng " panggil Resta sambil merentangkan kedua tangan nya menyambut sang sahabat yang selalu menjaganya dan menemaninya.


" Neng cantik " Neta langsung memeluk Resta " sudah aku bilang, aku gak akan ngebiarin kamu pergi " mereka terharu saat melihat keduanya.


" makasih udah jagain aku, maaf kamu jadi sakit juga gara gara aku " sesal Resta yang begitu sedih.


" ssstt! bukan salah kamu Neng, aku nya aja yang bandel hehehe " ucap Neta santai.


" iya bandel banget kalau disuruh makan " ucap Laras yang datang juga.


" ih mamah bukannya ngucapin salam " tegur Neta mereka juga ngucapin salam sebagian ada yang udah keluar dan ada yang di dalam.


" sayang nanti kita pulang ya, operasinya di kota J aja karena disana juga fasilitas nya udah lengkap " ucap Rangga. Resta mengangguk.


" kenapa gak disini aja sih Rangga " protes Erwin.


" bukan nya gitu, perusahaan udah terbengkalai noh kalau kita kelamaan disini " Erwin lupa akan hal itu.


akhinya mereka semua setuju jika Resta di pindahkan ke Rumah Sakit RRD milik keluarga Dinata. disana juga Dirga, Fathan Mila yang akan meakukan operasi, Apni tidak memungkinkan karena kondisi sedang hamil apa lagi tidak boleh lelah dan capek.


" iya Alan juga terlalu lama disini sedangkan Genta juga disini " timpal Alan.


" gak baik juga jika terlalu lama meninggalkan perusahaan " Rangga membenarkan mereka memang sudah seminggu di kota S.


" maafin adek pih, ka " ucap Resta sedih.


" sayang bukan salah adek ko, seharusnya papih yang minta maaf tidak memperhatikan adek sampe adek ke gini " mereka yang tak tahu menahu merasa sedih karena kecolongan.


apa lagi saat mendengar cerita Neta jika selama 2 hari Resta tak sadarkan diri, saat sadar Resta memaksa ingin pergi ke kota S karena ingin menghadiri acara pertunangan Fian.


mereka amat merasa bersalah, bahkan tak peduli saat Resta tak pulang karena ke egoisan mereka, kini mereka ingin menebus kesalahan mereka dengan menjaga Resta 24 jam. mereka tidak ingin kecolongan lagi.


kini mereka bersiap untuk membawa Resta menggunakan jet pribadi dan semua peralatan yang masih menempel di tubuh Resta masih melekat. Fian selalu mendampingi Resta sedari ambulan menuju bandara, dan saat di jet pribadi pun Fian tak melepaskan genggaman nya.

__ADS_1


__ADS_2