
**********
1 bulan sudah, akhirnya Resta pulih kembali kini keluarga nya sangat bersyukur dan ingin mengadakan syukuran atas kesembuhan anak bungsunya Dinata.
" sayang pelan " ucap Helen pada Resta, Resta hanya tersenyum menanggapi nya.
" iya mam " jawab Resta. " mam apa ka Fian akan datang " tanya Resta iya semenjak Resta mulai pulih Fian sudah harus kembali ke kota S.
" kenapa dek kangen ya " bukan Helen yang menjawab tapi Alan.
" ih kakak adek kan nanya ke mamih " Resta memanyunkan bibir nya.
" ish pengen kakak tarik tuh bibir " goda Alan.
" Neng Resta ini di taro dimana " tanya Bi Aminah, Bi Aminah, mang Diki begitu sedih saat mendengar Resta sakit mereka ikut terpukul bahkan Bi Aminah selalu menangis para maid selalu berusaha menghibur Bi Aminah.
" mang Diki Resta kangen, Bi Aminah mana " tanya Resta.
" ada apa atuh Neng nyariin Bi Aminah " Bi Aminah baru muncul dari dapur karena membuat makanan kesukaan Resta dan jus strawberry.
" aaahh Bi " Resta langsung lari memeluk Bi Aminah.
" aduh Neng pelan pelan, ini Bibi udah buatin makanan ke sukaan Neng Resta yang imut dan cantik "
" ih makasih Bi " Resta mencium pipi Bi Aminah.
" masa Resta aja Neta gak di kadih nih " tiba-tiba Neta muncul.
" Ameneta Gasella. kebiasaan bukan nya ngucapin salam " teriak Resta kesal pada sahabat nya.
" hehehe maaf Neng lupa assalamualaikum "
" wa'alaikumsalam " jawab semuanya Helen hanya geleng geleng.
" tau nih anak main nyelonong aja " Alan menjewer kuping Neta.
" aduk ka, sakit ini kuping " ucap Neta Resta justru tergelak Helen menangis saat melihat semuanya kembali lagi seperti dulu.
" mam " panggil Resta saat melihat Helen menghapus air matanya.
" mamih kenapa? " tanya Alan.
" mamih bahagia " ucap Helen sambil tersenyum akhirnya mereka memeluk Helen.
malam telah datang kini kediaman Dinata sudah banyak yang hadir.
saat Resta sedang sedih menatap semuanya tiba-tiba ada yang menutup mata Resta.
" astagfirullah " kaget Resta, Resta meraba tangan yang menutup matanya tiba-tiba senyum terbit di bibir Resta.
" ka Fian " ucap Resta.
" hmm ketebak juga " kini Fian melingkarkan tangan nya di pinggang Rrsta dan menaruh dagunya di bahu Resta.
" kapan kakak datang " Resta mengusap lembut pipi Fian, tapi Resta tak menoleh jika menoleh pasti bibir Resta dan Fian akan bertemu.
" tadi! kakak kangen " bisik Fian lembut di telinga Resta, Resta merinding.
" kalian ini ya belum sah juga " tiba-tiba Alan menjewer telinga Fian.
" aduh ka sakit " Fian mengaduh Resta malah tertawa Fian dan Alan tersenyum melihat orang yang mereka cintai tertawa lepas.
kini kebahagiaan di kediaman Dinata telah kembali Resta begitu bahagia.
" dek " panggil Fian Resta menoleh.
" ada apa! kak " tanya Resta.
" hmm kakak mau ngajak adek keluar boleh " tanya Fian, Resta tersenyum.
__ADS_1
" insyaAllah boleh tapi izin dulu " Fian tersenyum " ok " ucap nya Resta tertawa kembali.
" hmm mih, pih, pah, mah Fian boleh ajak Resta keluar gak " izin Fian yang harap harap cemas.
" emang mau kemana sih makam gini " tanya Rasty.
" hmm Fian mau ajak Resta ke taman bermain mah "
" hmm tapi udah izin belum ke Fathan dan Mila " tanya Helen.
" kami mengizinkan ko mih " ucap Mila dan Fathan. Fian tersenyum.
" eits tunggu tapi jangan buat Resta lelah ya, Resta masih dalam masa pemulihan " jawan Fathan.
" siap pak dokter " ucap Fian semangat mereka tertawa kini Fian langsung menghampiri Resta dan membopong Resta agar Resta tak lelah.
" alhamdulillah janji kakak akhirnya sudah terpenuhi " batin Fathan bahagia melihat Resta dan Fian pergi bersama.
*********
kini Fian sudah sampai di tempat bermain tapi Resta hanya berkeliling saja sebenarnya Resta ingin naik banyak permainan tapi Resta tau dia tak boleh kelelahan.
" jangan sedih, nanti kalau udah sembuh kita kesini lagi dan main sepuasnya " Resta tersenyum.
" janji " Resta memberikan jempol nya seperti yang sering mereka lakukan.
" janji " Fian menyatukan jempol nya dengan Resta dan menyatukan kening nya juga. mereka tersenyum bahagia.
Resta melihat anak anak sedang bermain Resta tertawa dan saat Resta sedang fokus tiba-tiba Fian berlutut dan Resta menoleh, Resta kaget melihat apa yang di lakukan Fian.
" ka " panggil Resta Fian tersenyum kini banyak orang yang memandang kearah mereka, Resta tersipu malu, dan saat itu Fian merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kotak berbentuk hati.
" malam ini di sini dan di saksikan banyak orang kakak... " ucapan Fian terhenti Resta masih tampak kaget.
" maukah adek menikah dengan kakak " Resta meneteskan air matanya dan orang bersorak-sorai.
" terima, terima " Resta tersenyum dan berkata.
semua orang bertepuk tangan melihat keromatisan mereka. Fian langsung berdiri dan mengambil cincin itu.
Resta perlahan memberikan tangan nya dan Fian memegang tangan Resta terasa dingin dari tangan keduanya kini perlahan Fian memasukan cincinnya ke jari manis Resta.
sekali lagi mereka bertepuk tangan, wajah Resta merona Fian tersenyum Fian menarik Resta ke pelukan nya Resta kembali meneteskan air matanya.
" ma'af jika kakak telat mengucapkan nya " ucap Fian yang masih mendekap Resta yang menyaksikannya mereka tadi kini sudah bubar.
" tidak apa-apa kak, Resta justru sekarang bahagia " jawab Resta.
kini Fian dan Resta melepaskan pelukan mereka dan saling menatap tiba-tiba Resta mengalungkan tangan nya di leher Fian awalnya Fian kaget tapi setelah itu tersenyum.
tangan Fian melingkar memegang bahu Resta, Resta bergelayut manja bahkan senyuman nya tak pernah pudah dari bibir nya dan sama hal nya dengan Fian.
" terimakasih yaa Allah untuk semuanya kini Resta bahagia " batin Resta.
" terimakasih yaa Allah sudah mengembalikan Resta ku, cintaku padaku, kini aku janii tidak akan pernah melepaskan nya lagi " janji Fian dalam hatinya.
ternyata tanpa Resta dam Fian sadari Neta dan Akmal memvideokan moment tersebut dan di kediaman Dinata mereka begitu bahagia saat menyaksikan Fian melamar Resta.
Fathan tersenyum " tuan misi anda selesai " Sam ikut bahagia.
" iya kau benar Sam " ucap Fathan Helmi dan Mirna melihat Fathan.
" begitu mulia anak kita yah " ucap Mirna.
" iya kini anak kita sudah dewasa. " jawab Helmi bangga.
__ADS_1
" untuk pertama kalinya anak kita jatuh cinta pada gadis tapi sayang " lirih Mirna.
" tapi ada hikmah nya bund, anak kita terlihat dewasa bahkan demi Cinta nya dia rela melakukan apapun meskipun cinta tak harus di miliki " Mirna mengangguk kini anak nya lebih bijak bahkan banyak tersenyum.
" kita doakan semoga anak kita mendapatkan penggantinya yang lebih lagi " ucap Helmi.
" iya semoga yah, bunda juga ingin melihat anak kita kembali menemukan kebahagiaan nya "
" aamiin " ucap mereka bersamaan.
*********
kembali ke taman bermain.
" ka Fian so sweet banget sih ih bikin Neta iri "
" kenapa! Neta juga mau dilamar kaya Fian melamar Resta " ucap Akmal. Neta menatap Akmal.
" kakak juga bisa, gimana mau sekarang " ucap Akmal.
" ih kakak gak disini juga kali, Neta madih belum siap "
" ya udah nanti kakak fikirkan, kakak mau cati tempat yang lebih romantis buat lamar Neta " Akmal tersenyum sedangkan Neta malah kesal.
sedangkan di Kediaman Dinata tanpa Neta dan Akmal sadari pembicaraan mereka di dengar karena Neta belum mematikan sambungan Video tersebut.
" astagfirullah pah anak kita " ucap Laras.
" heh mau gimana lagi mah udaj di mabuk Cinta ya gitu " timpal Harun mereka tertawa mendengar Laras dan Harun.
" aku gak sabar bisa besanan sama kalian " ucap Rasty.
" eh " kaget Harun dan Laras.
" iya pak Harun gimana kalau kita percepat juga untuk pernikahan Neta dan Akmal " Hatun dan Laras di buat melongo tak percaya.
" begini saja kita langsung aja buat 2 pernikahan gimana " timpal Rasty yang lain setuju sedangkan Laras dan Harun masih menganga di buatnya.
kini pernikahan Resta dan Fian sudah di tetapkan 2 minggu lagi pesta pernikahan nya di gelar pasti sangat megah dan meriah karena 2 kekuarga ternama Dinata dan Kamal.
Resta dan Neta sedang berada di luar mereka pergi ke caffe milik Fian, disana Resta dan Neta di sambut oleh karyawan caffe. mereka juga sudah mendengar tentang pernikahan Resta dan Fian.
Reyhan dan Faiz juga muncul, Reyhan melihat Neta dan Resta.
" Resta " panggil Reyhan.
" eh Reyhan, Faiz " ucap Resta.
" ih kami kangen sama kalian di kampus sepi gak ada kalian " ucap Faiz.
" masa sih " timpal Neta Reyhan dan Faiz mengangguk saat mereka ngobrol Fian dan Akmal muncul kini caffe kembali heboh.
mereka semua mengucapkan selamat pada Resta dan Fian karena pernikahan mereka di tunggu tunggu banyak orang.
Faiz begitu sedih tapi Faiz sadar bahwa Resta begitu bahagia bersama Fian sama hal nya juga dengan Reyhan yang melihat ke bahagiaan Neta.
Reyhan dan Faiz menghela nafas bersamaan " terimakasih " ucap Fian dan Akmal Reyhan dan Faiz saling bertatapan.
" untuk " ucap mereka.
" untuk ke ikhlasan kalian " jawab Fian Resta dan Neta tersenyum.
" kalian sahabat terbaik kami maaf jika Resta tak bisa membalas cinta Faiz " ucap Resta.
" iya maafin Neta juga selama ini Neta selalu ketus sama Reyhan " Reyhan dan Faiz tersenyum.
" kalian mengaggap kita sahabat aja aku udah senang ko " jawab Faiz.
" itu udah cukup buat kami " timpal Reyhan. Resta dan Neta memeluk mereka Fian dan Akmal tersenyum.
__ADS_1
saat mereka sedang melow Yoga baru datang Resta, Neta dan yang lain menatap Yoga dan Resta Neta dan yang lain kaget melihat Yoga dengan seorang gadis bahkan mulut Resta di buat mau menganga. Yoga yang di tatap jadi salah tingkah karena ketahuan.