
*******
malam hari setelah mereka melakukan shalat berjama'ah, waktunya makan malam kebetulan Alan dan Genta tak hadir karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
" sayang Fian mana " saat Resta akan duduk Helen bertanya
" eh yaa Allah adek lupa mam " Resta langsung lari menuju kamar Fian.
" haish tuh anak ya " decak Rangga.
" Akmal gimana hubungan mu dengan Neta" tanya Helen saat menyendok nasi untuk Rangga.
" insyaAllah lancar mih do'ain aja " ucap Akmal.
" baguslah, jadi kita bkln punya banyak mantu ini " goda Rangga.
tok
tok
tok
" assalamualaikum ka Fian " ucap Resta.
" hmm wa'alaikumsalam iya masuk aja " jawab Fian.
ceklek
Resta ngintip dari celah pintu yang dia buka, Fian tersenyum karena Tingkah Resta yang membuatnya gemas.
" ka disuruh mamih sama papih makan "
" eh iya, hmm bisa bantu kk "
" iya " Resta menuju kursi roda Fian dan mendorong nya.
sesampainya di meja makan Resta duduk di sebelah Fian, dengan cekatan Resta mengambilkan makanan buat Fian, Rangga dan Helen tersenyum.
" kk mau makan apa? " tanya Resta.
" sayuran sama chicken aja" jawab Fian. dengan cekatan Resta mengambilnya dan menaruh nya di depan Fian.
" terimakasih " ucap Fian.
" hmm sama-sama " Resta tersenyum manis pada Fian
" Fian gimana kaki mu masih terasa sakit " tanya Rangga memastikan.
" udah gak pih, mungkin besok Fian udah bisa menggunakan tongkat jalan " ucap Fian.
saat Resta sedang mengambil sayuran, Helen melihat ke jari Resta.
" loh sayang cincin nya mana " tanya Helen, yang lain memperhatikan Resta termasuk Fian, sebenarnya Fian sedari dulu ingin bertanya tapi dia takut Resta marah.
" oh cincin " jawab Resta santai.
" janhan bilang cincin nya ilang " ucap Rangga serius.
" ih ko adek jadi kaya tersangka gitu di introgasi " ucap Resta masih dengan santainya.
" gimana mamih gak introgasi, cincin tunangan adek gak di pake " ucap Helen
Resta melihat kearah Fian ,Resta melihat ada raut wajah kecewa dari Fian.
" haish " Resta menarik sebuah kalung dari leher nya.
" cincin nya Resta taro di sini mam " ucap Resta.
" haaah " mereka menarik nafas bersamaan karena lega.
" ka Fian ngeliatin Resta gitu, tenang ka cincin nya Resta jaga dengan baik " ucap Resta, ada rasa penyesalan pada diri Fian yang tak mempercayai Resta.
__ADS_1
" Resta sengaja gak pake, karena Resta gak mau teman teman disekolahan Resta curiga, atau bertanya-tanya " jawab Resta yang menjelaskan.
" ya udah kita makan dulu, ngobrol nya nanti, yuk kita berdo'a dulu sebelum makan" ucap Helen, mereka pun berdo'a.
*******
Fian mulai belajar menggunakan tongkat jalan, sedikit demi sedikit saat Fian keluar kamar dia melihat Resta sedang diruang tamu nonton tv.
Fian menuju kulkas dan mengambil air minum, Resta menyadari ada orang di dapur saat Resta melihat Fian sedang minum.
saat Fian menuntup kulkas Resta berada di samping Fian, saat Fian berbalik.
" astagfirullah " kaget Fian. Resta tersenyum pada Fian
" Allahuakbar " Fian mengusap dadanya.
" ma'af " ucap Resta pelan, Fian tersenyum
" kenapa belum tidur " tanya Fian.
" tadi abis belajar jenuh jadi Resta turun kebawah sekalian nonton TV " ucap Resta.
" kaka udah bisa menggunakan itu " tunjuk Resta pada tongkat yang di gunakan Fian.
" kaka udah capek duduk terus jadi kaka belajar jalan, meskipun sedikit sedikit " ucap Fian. saat itu Fian berjalan kembali
" kaka mau kemana " tanya Resta.
" kaka mau kekamar " ucap Fian sambil jalan, Resta bingung mau membantu tapi dia malu, saat Fian hampir jatuh dengan sigap Resta memegang Fian.
" kaka gpp kan " tanya Resta khawatir
" hmm " Fian hanya berdehem.
" ya udah Resta bantu kaka ke kamar boleh " tawar Resta
" iya boleh " Fian mengalungkan tangannya di leher Resta, ada rasa gugup yang Fian dan Resta alami bahkan jantung mereka berdebar tidak karuan, saat Resta akan membantu Fian merebahkan di kasur Resta terjerembab.
Fian menatap Resta begitu intens dan Resta juga menatap Fian kembali.
Resta sedikit syok dan kaget karena jatuh diatas tubuh Fian, Resta segera terbangun.
" maaf ka Resta tidak sengaja " ucap Resta, dan Resta langsung lari keluar karena menetralkan jantung nya.
Fian masih bengong tiba-tiba Fian juga memegang dada nya dan sedetik kemudian tersenyum, Resta malu karena dalam keadaan sadar bisa se in*tim itu dengan Fian.
*****
keesokan harinya Resta bersiap dengan seragam sekolah nya, Resta duduk di meja makan. saat Resta mengolesi selai ke roti nya Fian duduk di samping Resta, Resta melihat kearah Fian.
deg
muka Resta sedikit bersemu merah, karena mengingat kejadian semalam, Resta sedikit menundukan wajah nya, Alan melihat mereka yang salting berniat menjahili nya.
" sepertinya semalam ada insuden menguntungkan ini " Alan berbicara.
yang lain menatap Alan, sedangkan Resta dan Fian kaget Resta langsung menatap Alan lekat.
" apa yang kamu maksud Alan " tanya Helen
" hehehe semalam lihat drama ada insiden romantis gitu mih " ucap Alan yang sambil melihat kearah Resta dan menaik turunkan alis nya.
" Genta juga lihat iya kan Genta " tanya Alan pada Genta.
" uhuk, uhuk " Genta tersedak saat meminum jus
" eh nak Genta pelan pelan " ucap Rangga, Genta hanya menggaruk tengkuk nya sambik senyum senyum.
__ADS_1
sebenarnya semalam itu saat Resta dan Fian memasuki kamar Alan dan Genta udah masuk ke rumah, dan saat Alan dan Genta akan menaiki tangga dia melewati kamar Fian karena kebetulan pintu kamar kebuka. saat itulah Alan dan Genta melihat Resta dan Fian terjerembab bersama.
Resta menatap Alan dang Genta, lalu memicingkan matanya dengan tajam, Alan santai saja menanggapi nya sedangkan Genta udah uring uringan dapat tatapan mengintimidasi dari Resta.
Akmal tau maksud Alan jadi Akmal santai saja.
" drama apa emang ko mamih gak tau " Helen masih penasaran .
" romantis banget mih, mereka tu pas di kamar jatuh bersama terus gak sengaja si cewenya jatuh nya diatas tuh cowok nya " ucap Alan yang sedikit mendramai.
" uhuk, uhuk " Fian batuk karena tersedak saat minum jus juga, sedangkan Resta jangan ditanya mukanya sudah memerah,malu dan sedikit marah juga kesal pada Alan.
" Fian gak papa " tanya Rangga
" ng... gak pih " jawab Fian terbata.
" udah ih yuk kita makan " akhirnya mereka makan dengan menikamati sarapan nya.
" mam, pih Adek berangkat dulu " ucap Resta sambil menyalami Rangga dan Helen, saat Resta menuju Alan Resta menekan tangan nya kuat kuat sangking kesal nya, Alan malahan cengengesan.
Resta menatap Genta, dan Genta jadi bingung akhirnya Resta menyalami tangan Genta dan sedikit menggenggam erat ada permusuhan antara Resta dan Genta, Fian memperhatikan Resta menurut Fian Resta imut saat kesal.
saat Resta akan pamit pada Fian Resta gugup.
" hmm ka Resta pamit " Resta langsung pergi Fian hanya bengong.
" assalamualaikum " ucap Resta.
" eh mih, pih Akmal juga ikutan pamit ada kerjaan yang belum selesai " Akmal terburu-buru saat setelah pamit.
" Resta tunggu " Akmal meneriaki Resta. Resta berbalik saat sudah mau menaiki sepeda nya.
" ada apa ka " tanya Resta heran. sedangkan Akmal tersengal sengal karena berlari mengejar Resta.
" hari ini kk antar ya " tanya Akmal
" tapi Neta gimana " jawab Resta.
" maksud kk antar nya pake mobil, kk juga udah janjian sama Neta " ucap Akmal
" hah " Resta bengong.
" udah ayo, sepeda nya taro aja disitu " ucap Akmal saat udah memasuki mobil, Resta menunggu saat mobil di depan Resta dengan terpaksa Resta masuk, saat sampai didepan Rumah Neta, terlihat Neta mondar mandir karena menunggu Resta dan Akmal
saat klakson bunyi tiiinn.. tiin Neta melihat kearah mobil dilihat nya Akmal dan Resta.
Neta langsung lari kearah Resta dan Akmal, penampilan Resta kali ini berbeda kembali.
" udah lama nunggu Neng " tanya Resta
" lumayan, kirain gak jadi naik mobil nya " ucap Resta.
" tumben loh Neng telat lagi " tanya Neta
" lah biasa ka Alan nyebelin " ucap Resta
" yuk masuk nanti telat " ucap Akmal
" eh iya lupa ka Akmal Neta cuekin " ucap Neta sedikit merasa bersalah lupa menyapa Akmal.
saat Neta akan masuk ke mobil Resta menghentikan Neta.
" tunggu Neng Neta " Neta mengerutkan alis nya karena bingung.
" eh kenapa " tanya Neta
" kamu tuh duduk nya didepan aku pundah kebelakang " ucap Resta dengan jelas.
" loh ko gitu " Neta yang masih bingung
__ADS_1
" udah gak usah banyak nanya, buryan masuk " Resta berpindah ke belakang, dan akhirnya Neta duduk di samping Akmal, Akmal tersenyum dan Neta membalasnya.