
********
Alan datang ke RS saat ada yang akan mengabari bahwa Mila telah membereskan barang Barang nya, dengan tergesa gesa Alan menuju ruangan Mila.
beak
suara pintu di banting keras Jovita dan Asri begitu terkejut saat ada bantingan pintu.
" pak, pak Alan " ucap mereka bersamaan.
" katakan dimana Mila " tanya Alan.
" do-dokter Mila sudah pergi " Alan menatap sekeliling benar sudah kosong Mila sudah membawa semua barang nya. Alan langsung lari kembali menuju keluar semua orang bingung melihat CEO nya berlarian.
kini Alan mencari Mila bahkan sambil berlari Alan melihat kesana kemari.
Alan terus berlari mencari Mila. " Mila dimana kamu " ucap Alan terus bergumam.
kini Mila duduk sendirian di hate bus, Mila terus menangis semuanya sudah berakhir dan tidak ada lagi yang tersisa.
" hiks... hiks Alan apakah sebegitu bencinya kamu padaku, sehingga tidak ada kesempatan lagi, bahkan kamu memecat ku dari RS karena tidak mau melihatku " Mila menatap ke layar Hp nya ada walpaper photonya saat mereka masih SMA dulu.
seketika Mila tersenyum ingat kisah nya dulu saat pertama pacaran dengan Alan.
Flasback on ****
saat itu Mila duduk sendirian Alan yng anak baru selalu memperhatikan Mila dan untuk pertama kalinya Alan jatuh Cinta pada pandangan pertama pada Mila.
Alan selalu memperhatikan Mila, karena Mila anak yang pendiam kadang kadang Alan selalu menjahilinya agar Mila mau berbicara dengan nya, bahkan saat di kelas pun Alan selalu saja bikin Mila kesal.
ada saja alasan Alan agar Mila mau berbicara dengan nya. " hai hmm namamu Mila kan boleh aku pinjam pensil nya, aku lupa bawa pensil " itu alasan Alan saja padahal dia membawa pancil nya, sedangkan Mila tak peduli dia tetap fokus dengan gambaran nya.
" Mila apa kau mendengarku " sekali lagi Alan berbicara.
" ck pelit sekali, padahal aku cuma pinjam " karens Mila kesal dengan Alan yang tak mau diam bahkan selalu menggerutu Mila akhirnya memberikan pencil nya tanpa bicara.
__ADS_1
" makasih cantik " goda Alan Mila tak peduli akan hal itu, kini Mila fokus kembali pada karya nya.
" apa dia tidak bisa bicara, tapi ini menyenangkan tantangan buat ku, selain cantik dia imut, tapi sayang dingin kaya es " Alan terus saja bergumam.
sedangkam Genta yang melihat melakukan Alan yang absurd hanya geleng geleng kepala. seketika Alan melempar pencil nya kearah Genta.
" apaan sih loe gan sakit tau " ketus Genta.
" loe tuh ngetawain gue mulu " kesal Alan.
" lagian loe tuh gak mau diem banget deh, udah tau orang gak minat masih ja loe gangguin "
" terus masalah buat loe, ini tuh tantangan buat gue cewek mana sih yang gak bertekuk lutut pada pesona ketampanan gue " ucap Alan bangga.
" dih pede amat loe so narsis, wait.. wait ada satu cewek yang gak tertarik sama loe cewek yang duduk di depan loe itu " tunjuk Genta pada Mila, mereka ngomong berbisik-bisik padahal Mila sendiri dengan Mila hanya geleng-geleng saja.
" ish dodol loe bikin gue jadi gak semangat seharusnya loe dukung gue, bukan nya sahabat nya didukung malah di jatuhin gini, sebenarnya loe sahabat apa musuh sih " Alan sangat kesal dengan Genta.
" kita lihat aja, cewek tuh apa doyan ma cowok narsis " tantang Genta.
plak
" ish sakit apaan sih loe nabok tangan gue " Genta semakin kesal sama sahabat nya yang ini sedari dulu emang gak berubah.
setelah beberapa minggu Alan tetap saja tak berhasil mengajak Mila lebih dekat, bahkan Alan tak pernah nyerah, kadang Mila di buat jengah dengan kelakuan Alan.
Alan pernah terang terangan nembak Mila tapi Mila sama sekali tidak peduli. bahkan Mila sangking diam nya Alan tak pernah mendengar Mila berbicara.
kini mereka sedang belajar guru bertanya pada Mila dan memanggil nama Mila.
" Mila Muspida " panggil sang guru, Mila seketika langsung mendingakan wajah nya menatap sang guru, Alan tersenyum.
" iya buk " ucap Mila lembut Alan sampai terpesona saat mendengar suara Mila.
" suaranya manis banget imut lagi " Alan senyum senyum sendiri. Mila mulai menjelaskan nya satu persatu dan guru sangat puas dengan penjelasan Mila.
Mila anak yang pintar bahkan jadi idola para siswa, kadang siswi ada yang suka dan ada yang tidak. banyak yang iri pada Mila sekain pintar pastinya cantik. makanya kenapa Mila lebih suka menyendiri, bahkan tak memiliki teman akrab Mila sama sekali tak peduli akan hal itu.
kebanyakan orang orang disini berteman itu tak dari hati kadang ada yang hanya memanfaatkan nya saja, makanya Mila menutup dirinya dari orang-orang. tapi Alan justru malah tertarik ingin mengenal Mila lebih jauh.
Alan berhasil mendapatkan nomer Hp Mila saat ini Mila sedang di luar akan pulang tiba-tiba suara bunyi Hp nya berdering nomer tak dikenal awalnya Mila mengabaikan nya tapi karena jengah Mila mengangkatnya.
" Hallo " ucap Mila terdengar lembut sedangkan yang di sebrang sana dag dig dug bahkan hanya mendengar susranya saja Alan sudah sangat jatuh Cinta.
__ADS_1
" apa ada orang disana kalau tidak ada maaf aku matikan saja " ucap Mila meski terdengar marah tetap imut.
" tunggu " ucap Alan dan Mila kembali menempelkan Hp nya pada telinga nya " ini aku Alan " Mila jengah saat tau siapa itu dan tau sendiri Alan terus saha nyerocos. Mila mematikan Hp nya dan langsung pergi dari sana.
hari demi hari, minggu demi minggu telah di lewati bahkan sudah beberapa bulan tapi Alan tetap tidak menyerah mendejati Mila saat ini Alan berada di atap sekolah duduk sendirian saat ada seseorang yang menyodorkan minuman nya Alan kaget dan saat menoleh senyuman Alan merekah.
" ini " ucap Mila, Alan tersenyum daan mengambil air minum nya dan Alaan langsung meminumnya.
mereka ngobrol sebentar Alan begitu bahagia saat bisa berduaan dengan Mila, saat ini Mila akan pergi dan Alan menghentikan nya.
" terimakasih minuman nya " Mila hanya mengangguk " apakah mau menjadi pacarku " Mila berhenti kembali dari langkah nya dan menatap tajam kearah Alan, Alan tersenyum manis dan tiba-tiba Mila pergi begitu saja tanpa berucap.
Alan merasa aneh dengan sikap Mila yang begitu datar, dingin bahkan cuek, setelah kejadian itu Mila terus menghindar dari Alan bahkan Alan di buat frustasi saat ini Mila sedang di dalam kelas Alan menghampirinya.
Alan menatap Mila lekat sedangkan yang di tatap cuek saja.
Alan menatap sendu kearah Mila " kenapa kau selalu menghindariku Mila " tanya Alan.
" apa karena kejadian di atap kemarin " tanya Alan lagi.
" maaf anda jangan salah faham terhadap saya, saya melakukan itu tidak ada maksud apapun " ucap Mila, Alan tersenyum sinis.
" apa kamu begitu membenciku, sehingga tidak ada kesempatan untuk ku mengenalmu lebih dekat, atau secara tidak langsung berteman "
" tapi saya tidak mengharapkan itu "
" bisakah kau berbicara padaku tak seformal itu Nona Mila Muspida " pinta Alan pada Mila.
" tolong bisa kah anda menyingkir dari hadapan saya " ucapan Mila kini tak bersahabat. Alan tau hal itu tapi Alan tak ibgin menyerah dia ingin mengetahui apa yang Mila sembunyikan darinya.
kenapa Mila begitu dingin terhadap laki laki, dan kenapa Mila lebih suka menyendiri bahkan selalu memghindari dari orang-orang.
saat Mila pulang Alan mengikuti Mila sampai kerumah nya, sampai disana Alan melihat Mila di siram air oleh seorang wanita paruh baya bahkan Mila di tampar, dirumah Mila tak diizinkan keluar khusus hanya sekolah saja selebih nya tidak.
Alan mengepalkan tangan nya saat melihat kejadian itu, bahkan ada seseorang laki laki berdiri di dekat Mila yang menatap Mila penuh nafsu laki laki tersebut seumuran dengan Mila.
Alan tau tatapan melecehkan tersebut bahkan Alan sangat geram terhadap lelaki tersebut " apa karena ini kenapa sikap mu terhadap laki laki begitu dingin bahkan kamu menghindari nya " gumam Alan
" padahal banyak sekali siswa laki laki begktu mengagumi mu bahkan banyak yang terang terangan menyatakan cintanya tapi kamu selalu menghindari nya " Alan menatap sedih karena melihat kondisi Mila.
__ADS_1
Alan meminta Genta menyelidiki Mila dan orang-orang di sekitarnya, Genta dengan senang hati akan membantunya karena sejak Alan mengenal Mila banyak hal positif yang terlihat, Alan yang suka keluyuran kini banyak menghabiskan waktu dirumah, bahkan Alan juga banyak berubah mau belajar dan lebih hangat.