
******
Fian tersenyum pada Resta sedangkan Resta masuh sangat terkejut karena Fian tunangan nya ada di hadapan nya
" hai kita bertemu lagi " bisik Fian pada telinga Resta, Resta berkidik karena bisikan itu
" kenapa melamun, apa yang kau lihat sayang " Fian menekan kan kata sayang
blush wajah Resta memerah karena malu, karena baru kali ada seseorang yang memanggilnya sayang dengan lembut dan membuat jantung Resta berdebar
" ck imut sekali calon istriku, ingin rasanya aku bawa dia pulang sekarang " batin Fian
" eh anda " ucap Resta karena aneh melihat Fian ada disini di hadapan nya
" makanya jangan melamun, perhatikan kedepan " jawab Fian
" sekarang aku disini gurumu mengerti "
Resta bengong " guru, maksudnya " gumam Resta, semua orang masih memperhatikan mereka, Resta menengok dan syok karena semua mata tertuju padanya
" ehem baiklah, pak bisa agak jauhan dikit " ucap Resta pelan
" Kenapa? " tanya Fian
" semua orang sedang memperhatikan kita jadi jangan seperti ini " Resta berbicara pelan dan lembut
" suaranya sangat lembut, tapi beda jika dia sedang marah dan kesal " batin Fian
Fian mulai sedikit menjauh " apa kau menyukai burung burung " tanya Fian
" iya, saya suka karena burung memiliki sayap yang bisa terbang dengan bebas " ucap Resta kembali
" hmm begitu ya " Fian menopang dagunya sambil berfikir " tapi nyawa nya dalam bahaya, karena burung itu bisa saja di buru oleh manusia ,tidak semua kebebasan itu indah, apa kalian mengerti " tanya Fian pada murid nya
" hmm iya pak kami paham " ucap semua murid
Resta mengangguk " benar apa yang dikatakan nya, tidak semua bebas itu indah " gumam Resta
Fian tersenyum melihat tingkah Resta yang terlihat imut itu.
" baiklah sekarang ulangan nya kira mulai bapak akan merhatikan kalian jangan ada yang nyontek mengerti "
" iya mengerti pak " ucap semua murid
" pak jika bapak memperhatikan saya juga tidak apa-apa " tanya murid lain
" iya pak, perhatian bapak khusus buat saya saja " murid yang lain menimpali
sedangkan Resta di buat jengah, ada rasa tak rela saat mereka berbicara seperti itu pada Fian " ish kenapa hatiku merasa tak rela, ada apa ini" batin Resta
" kenapa saat papih menjodohkan aku dengan nya aku tidak menolak, aku seperti udah dekat dengan nya, aku merasa nyaman " Batin Resta terus berkata sampe Resta tak menyadari kalau Fian ada di belakang nya
" apa yang sedang kau fikirkan " bisik Fian di telinga Resta
__ADS_1
" astagfirullah " kaget Resta saat menyadari Fian dekat dengan mukanya
" astagah calon istriku imut sekali, aku sudah tidak sabar ingin mengajak mu ke KUA " goda Fian
Blushh muka Resta merah seperti tomat, Fian tersenyum karena dia suka sekali menggoda Resta, apa lagi jika Resta malu seperti ini, Fian suka melihat muka Resta yang memerah karena malu
" apa kau sakit " Fian menempelkan tangan nya di kening Resta, tentu saja Resta semakin malu
" ti-tidak pak " jawab Resta tergagap karena malu
" apa kau sudah minum obat " tanya Fian
" belum tadi Resta lupa " jawab Resta yang menundukan wajah nya
" ck ternyata calon istriku ceroboh "
" ma'af " lirih Resta
" baiklah kerjakan ulangannya dulu nanti temui aku di ruangan ku " ucap Fian
" hmm " Resta mengangguk
" jangan lupa semangat, harus dapat nilai bagus "
" pak Resta jangan diragukan lagi dia selalu mendapat kan nilai terbaik dari kelas 10 sampe sekarang " ucap salah 1 siswa
" wah benarkah " jawab Fian " ternyata calon istriku pintar, cantik mamah dan papah tidak salah pilih, terimakasih pah mah " batin Fian, Fian memperhatikan Resta yang begitu fokus dengan ulangan nya.
******
Akmal sekesai dengan ulangan nya dia melewati Neta karena Akmal duduk dibelakang Neta, semua orang bengong karens Akmal sudah selesai teemasuk Neta, Neta sama hal nya dengan Resta selalu mendapatkan nilai terbaik ,tapi tenty saja masih ada kesulitan setiap menghadapi ulangan.
" astagah itu orang atau apa, kenapa cepat sekali mengerjakan nya, masih ada 10 menit lagi dia sudah sekesai " gumam Neta yang masih tidak percaya
Akmal mulai melangkah keluar sebelum itu dia melihat kearah Neta dan tersenyum
blush wajah Neta memerah karena dapat senyuman manis dari Akmal
" ck ish apaan sih, kenapa aku jadi salting, padahal ka Akmal senyum bukan buat aku " Neta membatin sendiri
setelah semua selesai karena jam istirahan 1 persatu mereka keluar Neta pun keluar dia ingin mencari ketenangan setelah otak nya diputar dengan keras karena ulangan
saat itu Akmal sedang berjalan mencari tempat yang bisa menenabgkan diri tanpa sengaja dia melihat Neta
Fian tersenyum karena menemukan tempat yang indah bahkan hal yang lebih indah lagi,, Neta merasa ada yang sedang memperhatikan nya saat dia menoleh Resta tersenyum kearah Akmal
deg
jantung Akmal berdetak lebih kencang kembali karena melihat sang pujaan hati tersenyum manis padanya
__ADS_1
" astagah mulai lagi ini jantung " gumam Akmal pelan
" ka ayo kesini " ajak Neta Akmal menhangguk dan berjalan kearah Neta
" sedang apa disini " tanya Akmal
" mencari tempat yang tenang untuk belajar " ucap Neta
" hmm begitu ya " jawab Akmal
" ayo ka duduk disana " ajak Neta pada Akmal mencari tempat duduk, mereka pun duduk bersama dan Neta mulai membuka buku pelajaran nya
Akmal pun sama dia juga sekalian ingin mempelajari nya kembali, karena Akmal juga rindu dengan sekolah ya karena Akmal dan Fian spesial jadi mereka merasajan bangku sekolah SMA hanya 1 tahun, bahkan Akmal dan Fian tak pernah bisa menghabisksn waktu dengan temsn teman nya
dan inilah Akmal yang begitu antusiasnya saat dia menyamar jadi siswa dia bisa merasakan hal yang berbeda, memiliki banyak teman
kini Neta dan Akmal sedang belajar untuk ulangan selanjutnya
Neta sesekali sering bertanya pada Akmal jika dia tidak mengerti jadi Akmal dan Neta mulai dekat, karena inilah rencana Akmal saat mereka fokus tiba-tiba ada seseorang memanggil Neta
" Neta kamu disini " ucap seorang lelaki
Neta dan Akmal langsung menoleh dan tersenyum kepada sang pria tersebut
ada sedikit tidak suka saat Akmal melihat pria tersebut karena Akmal pernah melihat pria itu juga saat di Restaurant iya pria tersebut adalah Reyhan teman nya Faiz yang dulu pernah bertemu di restaurant
" boleh aku duduk " ucap Reyhan
" oh iya silahkan " Neta mempersilakan Reyhan duduk, dan Reyhan duduk didekat Neta
itu membuat Akmal tidak nyaman, dia cemburu melihat kedekatan Neta dan Reyhan, karena Akmal melihat kalau Reyhan memiliki rasa yang sama dengan nya.
" oya Reyhan kenalkan ini ka Akmal " ucap Neta yang mengenalkan mereka, saat Akmal dan Reyhan betatapan ada kilatan disana, Neta merasakan hawa yang berbeda diantara mereka
" eh ada apa " tanya Neta yang mencairkan suasananya
" oh tidak tidak apa-apa " jawab Akmal dan Reyhan
" astagah kenapa tatapan ka Akmal begitu horor " batin Neta bergidik ngeri
" ayo kita lanjut lagi belajar nya " ajak Neta akhirnya mereka mulai kembali membaxa dengan Fokus meskipun dalam hati mereka ada rasa tidak nyaman
" ck mengganggu saja itu bocah " Batin Akmal yang mulai kesal
" kenapa Neta begutu dekat dengan murid baru, aku tidak boleh membiarkan nya " batin Reyhan
*****
jejak nya jangan lupa ✌️✌️🙏🙏😊😊
__ADS_1