
******
Dinata School
akhirnya saat jam istirahat Resta akan pergi keruangan Fian, Resta begitu gugup akan bertemu lagi dengan Fian,
tok
tok
tok
" assalamualaikum " ucap Resta
" wa'alaikumsalam " jawab yang didalam " silahkan masuk "
ceklek
pintu dibuka dari luar, Fian duduk di kursinya melihat kearah Resta
" apa kau mau berdiri saja di sana "
" ah ma'af " Resta masuk perlahan
" ayo duduklah, lihat wahahmu pucat " Fian masuh melihat kearah Resta sedangkan yang do lihat sudah merasakan gugup nya
" apa kau sudah makan " suara Fian sedikit ditekankan, Resta hanya menggeleng kan kepalanya
Fianpun membuka makanan nya untuk Resta makan
" makanlah, aku sudah memesankanmu makanan " ucap Fian yang dingin dan datar
" hah " kaget Resta
" bisakah kalau kita bicara kau jangan menunduk, memang ada apa dilantai sana " Fian semakin mengintimidasi
" ti-tidak ada " jawab Resta yang gugup, saat Fian menyodorkan sendok kemulut Resta agar Resta memakan makanan nya tapi Resta langsung menutup hidung nya
" ma'af pak aku mual " ucap Resta lirih
" paksakan, kau belum minum obat " jawab Fian semakin dingin, akhirnya karena Resta takut dia pun membuka mulutnya dan memakannya, mengunyah dengan pelan
" anak pintar " ucap Fian dan tersenyum sayang Resta tak melihat senyuman Fian
hanya 3 suapan yang masuk kemulut Resta setelah Resta udah gak sanggup lagi, mungkin karena mulut Resta pahit karena sehabis sakit
" sudah " ucap Resta pelan, Fian mengambil obat dari baju jazz yang dia pakai, Resta kaget itu semua obat nya Resta
" kenapa " tanya Fian
" i-itu obatnya Resta " jawab Resta gugup
" hmm, kau meninggal kan obat mu, tadi saat pagi aku mau turun untuk sarapan tidak sengaja pintu kamar mu terbuka karena bi Aminah mau membereskan kamarmu " ucap Fian yang lanjang lebar
" lalu " tanya Resta
" lalu aku melihat obat mu di nakas, aku sudah menduganya, pasti kau belum meminum obat mu, akhirnya aku membawakan mu obat, tapi aku lupa memberikan nya saat di bawah " Fian menyodorkan minuman dan obat
" minumlah mukamu sudah pucat " Resta mengambil obat nya
" terimakasih " Resta tersenyum dan meminum obat nya
" dia imut ingin rasanya aku mencium bibirnya saat air nya menetes di bibirnya " Fian membatin
" pak, pak " ucap Resta " eh iya ada apa " Fian mulai gugup
" Resta akan kembali ke kelas " jawab Resta
" hmm baiklah " ucap Fian, saat Resta sudah didepan pintu saat memegang handel pintu Fian bertanya
" ehem " Fian berdehem. Resta berbalik dan menyerengitkan dahi nya
" apa ada lagi " tanya Resta yang menatap Fian dengan intens
deg
jantung Fian kembali berpacu karena dapat tatapan intens dari Resta
" hmm begini, kamu... " ucap Fian terhenti saat Resta memotong nya
" Resta, panggil saja Resta " jawab Resta
" oh iya, hmm Resta hari ini pulang nya bersamaku, jangan naik sepeda karena Resta masih sakit kan "
Resta berdiam sejenak dan tersenyum
__ADS_1
" iya ka, assalamualaikum ka Fian " ucap Resta dan berlalu keluar
" wa-wa'alaikumssalam " jawab Fian gugup
" tunggu dia panggil aku kaka, astagah baru memanggil nya kaka apa lagu dengan sebutan yang lain " Fian senang kegirangan karena Resta memanggil nya tidak formal
triiiiiiinngg, triiiinnggg
bel berbunyi dengan nyaring menandakan bahwa sekolah waktunya pulang, saat Resta keluar Resta ingat bahwa dia pulang tidak menggunakan sepeda, Resta jalan cepat keparkiran, Fian memperhatikan Resta
" ck dia masih juga keras kepala " gumam Fian, ternyata Fian mengikuti Resta dari belakang
saat Neta dan Akmal datang menjemput Resta dan Fian saat itulah Resta berbicara pada Neta
" Resta " panggil Neta
" eh " Resta menoleh dan dia melihat Neta dengan Akmal, Resta masih kaget " ka Akmal " gumam Resta
" hai nona " sapa Akmal
" eh " Resta kaget sapaan Amal pada nya
" biasakan dirimu dipanggil seperti itu " ucap Fian yang langsung menghampiri mereka dengan wajah dingin dan datar, sedangkan Neta kaget kalau Fian juga ada di sekolahan
Akmal menyadari gelagat Neta yang masih melihat kearah Resta dan Fian secara bergantian
" gak usah bingung, dia juga sama seperti aku, menyamar " ucap Akmal
" hah " kaget Neta " astagah posesif nya udah kelihatan " batin Neta
saat Resta mengambil sepeda nya Fian menghentikan nya
" sudah aku bilang pulang bareng aku " ucap Fian yang menghentikan Resta
" tapi ka Resta sama Neta udah janjian hari ini " lirih Resta
Fian memicingkan matanya menatap Resta dan Neta sedangkan yang ditatsp tajam menundukan kepalanya karena takut
" ck gan jangan ditatap gitu, jadi takutkan " kesal Akmal pada Fian
" dianya keras kepala, udah tau masih sakit " ketus Fian
" memang kalian janjian mau kemana " tanya Akmal
" oh begitu " Akmal menganggukan kepalanya
" gak bisa, Resta harus istirahat " kekeh Fian
" ish posesif nya kambuh, tanda bucin udah keliatan " batin Akmal
" ka hari ini aja ya, ya " bujuk Resta dengan senyum manis nya
saat Resta tersenyum manis sambil memohon hati Fian benar-benar meleleh di buatnya
" ehem " deheman Akmal menyadarkan Fian
" gimana setuju " tanya Akmal
" ayolah ka, anak-anak pasti udah menunggu " ucap Neta yang memohon
" ka " Resta memanggil Fian " boleh ya, Resta juga udah izin sama papih mamih " ucap Resta
" ya udah, tapi kk antar, sepeda nya nanti ada yang mengambil " akhirnya Fian setuju
" yey " ucap Resta dan Neta girang
Resta tersenyum dan menunjuk Fian dengan gaya seperti menodongkan senjata, Fian, Neta dan Akmal tersenyum
" astagah imut nya calon istriku " batin Fian
" Gimana gak bucin tuh si boss lihat calon istrinya seimut dan secantik itu " Batin Akmal juga
merekapun akhirnya memasuki mobil bersama kebetukan sekolahan sudah sepi jadi mereka bisa bersama,, Resta takut jika ada yang melihat jadi dia juga takut penyamaran nya diketahui yang lain
******
saat diperjalanan mereka ngobrol-ngobrol
" nona, kenapa nona selalu membawa sepeda jika kesekolahan, bukan kah kata om dan tante nona memiliki mobil sendiri " tanya Akmal, Resta merasa risih karena sebutan Akmal pada Resta
" ka bisakah kaka, panggil aja Resta tampa embel-embel " ucap Resta " Resta risih kalau kk manggil Resta formal gitu "
__ADS_1
Akmal dan Fian tersenyum " loe gak salah pilih gan " batin Akmal
" selain cantik, ramah, baik sopan dan aaah banyak " Fian yang berbicara dalam. batin nya
kebetulan yang menyetir Akmal dan Neta di depan sedatkan Resta dan Fian duduk di belakang, karena duduk mereka agak berjauhan akhir nya Akmal punya ide mengerjai mereka, saat tikungan Akmal mulai menginjak gas lebih dalam
sreeett cekit, Akmal meniking sedikit tajam dan
" aaahhh " teriak Neta dan Resta
bruk
Fian tak sengaja memeluk Resta, Resta membalakan matanya kaget
" ma-maaf " gugup Fian, Fian menatap tajam Akmal yang cengengesan
" i-iya gpp ka, maaf juga " Resta juga gugup
" ih kk nyebelin, udah tau tikungan " kesal Neta
" hehehe ma'af ma'af " ucap Akmal yang pura pura merasa bersalah
akhirnya mereka sampai di panti, panti terlihat sepi
" eh ko sepi pada kemana " tanya Resta yang mulai aneh
" eh bi sari sama paman andre dan anak-anak ko gak ada " Neta juga khawatir
" ya udah Coba kita ketuk dulu pintunya ayo " tawar Akmal pada mereka
Resta dan Neta sudah mulai khawatir, terlihat dari wajah Resta Fian pastinya memperhatikan hal itu
" tenang tidak akan terjadi apa-apa " Fian menenangkan Resta, mereka mulau mengetik pintunya
tok
tok
tok
" assalamualaikum " ucap Resta dan Neta
" bi Aminah, paman Andre anak-anak, kalian di mana " Resta yang mulai khawatir karena tak ada jawaban
Akmal memberanikan diri untuk membuka handel pintu nya
ceklek
" eh tidak di kunci " jawab Akmal
" apa " ucap Neta dan Resta yang kaget
Resta bergegas masuk dan tiba-tiba dooorrr, dooor
" aaaaaah " Resta teriak
" selamat ulang tahun kaka" ucap anak-anak
Resta karena masih kaget hanya diam mematung, semua anak-anak memeluk Resta dan menyadarkan Resta yang masih kaget
Resta menangis sesegukan
" kaka, kaka kenapa nangis " ucap Fira
" apa kaka sakit " tanya Radit yang khawatir
" kaka " panggil Ifan
" hmm kk bahagia, terimakasih " jawab Resta lembut sambil mengusap air matanya dan mereka berpelukan
" kalian ini membuat kami khawatir, kami fikir kaluan menghilang " kesal Neta dan Neta pun ikut memeluk mereka
Akmal dan Fian begitu kagum pada ke dua gadis tersebut, mungkin kalau yang lain ultah akan merayakan di mall, club dll sedangkan Resta dan Neta mereka berbagi kebahagiaan
Fian keluar menghubungi seseorang ntah siapa yang Fian hubungi
" telfon siapa gan " tanya Akmal
" nanti juga tau " ucap Fian, Fian benar-benar kagum pada calon istrinya meskipun umur nya yang asih ABG tapi pemikiran nya yang melebihi orang dewasa
*****-
baru bisa up lagi
jangan bosen selalu ikutin kisah nya ya 😊😊
__ADS_1