
*****
" sudah Fian bilang, Fian tidak.... " tenggerokan Fian tercekat saat dapat tatapan sang mamah
glek
Fian menelan saliva nya, bahkan Ewrin menahan tawa saat melihat Fian takut melihat tatepan Rasty sang mamah
" rasakan.. kamu bocah, emang enak dapat tatapan mematikan dari mamah mu, papah saja kalau udah tatapan seperti itu jangan harap papah lepas " batin Ewrin saat melihat Rasty, Erwin mengulum senyum nya,
Akmal hanya bergidik ngeri saat tatapan mematikan dari mamah Rasty,,
" mati kamu Fian... " batin Akmal
" apa, masih mau nolak " ucap Rasty yang menunjukan muka datar
" bu-bukan begitu mam, Fian.. " ucap Fian lemah " kalau mamah udah mode on, alamat hilang ini kepala " batin Fian yang ngedumel
" udah jangan mengumpat mamah, mamah udah tau tatapan kamu " kesal Rasty
" ish mamah ke cenayang aja " Fian yang sedikit gugup
" pokonya kamu harus setuju dengan perjodohan ini, mamah gak peduli, impian mamah punya mantu dari sahabat mamah " sambung Rasty mempertegas keputusan nya
" tapi Fian belum siap mah " pertegas Fian
" siap gak siap itu bukan urusan mamah, ini keputusan mamah mutlak gak di ganggu gugat " kekeh Rasty dengan keputusan nya
sedangkan Erwin tersenyum manis pada Fian,, " gak usah senyum senyum " kesal Fian melihat Erwin
" memang kenapa, secara papah ganteng gini,,gak senyum aja papah banyak yang nempel, apa lagi kalau tersenyum huh pasti banyak.... " belum sempat Erwun berbicara tiba-tiba
kreeeek
Rasty meremas botol minuman dari plastik
glek Erwin menelan ludahnya..
" papah mau ngomong apa " pelotot Rasty ke Erwin
" hihihi papah bercanda mah " ucap Erwin yang merasa bersalah
" rasakan, udah tau singa lagi marah malahan di pancing pancing " gumam Fian
" mamah dengar anak nakal " ucap Rasty yang sambil ngejewer kuping Fian
" aduh, aduh mah sakit, putus ini kuping " ucap Fian yang menahan sakut karena di jewer Rasty
" hahahahaha " Erwin tertawa puas, dan akhirnya Erwin terdiam karena dapat pelototan dari Rasty,
" apa? papah juga mau, tau begini aja nanti malam tidur diluar " marah Rasty ke Erwin
__ADS_1
" ih mah jangan, masa papah tidur sama nyamuk, jangan ya mah jangan " melas Erwin pada Rasty
" kalau gitu, bantuin mamah ngoming ke anak nakal ini " tunjuk Rasty ke arah Fian
" Akmal, bantuin kenapa " kesal Fian pada Akmal
" ck,,,sorry gan gak ada urusan " lanjut Akmal maun game online
" dasar sahabat La***t loe ya " kesal Fian
" hahahahaha " Akmal yang tertawa terbahak bahak, " ana pamit gan bye " Akmal yang pamit ke Rasty dan Erwin menuju kamar nya, " selamat malam mah " ucap Akmal
" yaaak.. benar-benar loe ya " kesal Fian
" duduk " tegas Rasty pada Fian, dan Fian duduk kembali
*****
di kediaman keluarga Dinata
Resta, Alan dan Genta sedang makan malam sesekali terdengar canda tawa mereka, apa lagi kalau mang Diki udah ngomong dengan celotehan nya pasti bakalan dibuat tertawa..
saat mereka sedang ngobrol ngobrol masih di meja maksn terdengar dari pintu masuk
" assalamualaikum " ucap Helen dan Rangga
tiba-tiba Resta lari dan grep,,
" ck... bukan nya di jawab dulu salam papih sama mamih " ucap lembut Helen saat masih memeluk anak nya
" hihihi Resta lupa mih, wa'alaikumsalam " ucap Resta yang masih sedikit terisaj dan tak lupa mencium tangan ke dua orang tuanya
" anak papih kenapa nangis " tanya Rangga sambil mencolek hidung Resta yang memerah
" Resta kangen sama mamih juga papih " Resta yang masih memeluk Rangga
" ck ini bocah " ucap Alan yang mendekat kearah mereka
" apaan sih ka, orang kangen " Resta memanyunkan bibirnya
" dih kaka tarik tuh bibir " ucap Alan menggoda Resta, sedangkan yang digoda malahan tambah cemberut
" assalamualaikum, mih pih " ucap Alan yang mencium tangan orang tuanya, dan tak lupa juga Genta mengikuti Alan,
" wa'alaikumsalam anak-anak mamih " ucap Helen yang memeluk keduanya, dan beralih ke papih Rangga juga yang memeluk mereka
" udah jangan cemberut, tuh muka jelek " ucap Genta
" bodo " cuek Resta, dan tak lama Resta menatap tajam ke arah Genta, sedangkan yang ditatap cuek bebek..
" papih sama mamih, lama banget sih dari London " kesal Resta
__ADS_1
" sebenarnya papih sama mamih udah pulang dari London 1 minggu yang lalu... " Helen yang menjelaskan pada Resta, belum sempat berbicara lagi Resta mulai kesal
" tuh kan, kenapa papih sama mamih gak langsung pulang ke rumah " kesal Resta sambil menatap sang papih
" duh, anak papih kalau lagi kesal tambah unyu " Rangga yang gemas pada Resta dan Rangga mulai mencubit pipi Resta yang terlihat begitu imut
" ih papih sakit tau " Resta yang semakin kesal
" udah, udah kesal nya, dengerin dulu mamih ngomong " kesal Genta pada Resta
" tau nih anak kebiasaan main potong potongan omongan, untung tuh bibir gak kaka potong " goda Alan kembali pada adik tercinta nya
" ih ka Alan sama Ka Genta, ngeselin uweek " ejek Resta yang mnjulurkan lidah nya kearah Alan dan Genta, mereka hanya tertawa
" nyonya, Tuan sudah pulang " tanya mang Diki sama Bi Aminah
" alhamdulillah udah bi, mang " ucap Helen
" Tuan dan Nyonya udah makan " tanya bi Aminah memastikan
" udah bi dijalan " balas Rangga
" kalau begitu bi Minah buat kan minuman ya " bi Aminah yang menawarkan minuman
" tidak usah bi masih kembung ini tadi dijalan juga udah minum, makadih ya bi " ucap Helen tersenyum ramah ke bi Aminah dan mang Diki
" kalau begitu kamu permisi dulu nya, tuan " ucap mang Diki dan bi Aminah yang pamit, dan dapat anggukan dari Rangga dan Helen.. bi Aminah menuju dapur dan mang Diki ke luar
" kalau mamih dan papih udah pulang, terus kemana " tanya Resta yang penasaran
" mamih dan papih ke kota S, ada proyek yang belum sekesai disana, jadi sebelum. papih sama mamih pulang ke kota J, papih ingin menyelesaikan dulu proyek yang tertunda di kota S " jelas Rangga pada anak-anak nya
" dan Alan mamih juga ketemu dengan sahabat mamih, kamu ingat dengan bibi Rasty dan paman Erwin " tanya Helen pada Alan, Alan mulai berfikir mengingat ngingat tentang mereka dan akhirnya Alan ingat
" ah iya mereka, itu sama anak nya yang bernama Fian, dulu Alan selalu rebutan Resta dulu, Fian yang masih umur 2 tahun gak rela kalau begitu Alan gendong Resta, dia nangis nyuruh Alan gak pegang pegang Resta " Alan yang ingat kembali pada masalalunya
sedangkan Resta yang diomongin menyimak tidak mengerti, " Fian siapa Fian " batin Resta yang bertanya tanya tentang Fian
" Resta pasti masih bingung siapa Fian " tanya Helen, Resta menggelengkan kepalanya tanda tidak mengerti
" Resta gak bakalan tau lah mih, saat dia lahir dia madih umur 1 bulan, saat itu kita juga harus meninggalkan Indonesia karena ada masalah dengan perusahaan papih yang di London " Alan yang menjelaskan pada Resta dan Genta
sedangkan mereka sama sekali tidak tahu akan hal itu, apa lagi Genta yang bertemu mereka di London
" pasti Resta penasaran ya sama yang bernama Fian, nanti juga bakalan ketemu ko " ucap Helen yang tersenyum ke arah Rangga dan Rangga membalas senyuman Helen
Rangga yang terlihat tegas tapi sayang keluarga nya, tampan berwibawa sedangkan Helen selalu lembut dengan perkataan nya, baik dan juga cantik..
*****
maaf othor baru updates lagi nih, akhir akhir ini othor sibuk 😊😊
__ADS_1