
********
Resta mulai merasa tak nyaman, Helen dan Rangga tau itu.
" ah maaf ya ibu ibu dan bapak bapak saya ajan jawab satu satu pertanyaan nya " ucao Helen.
" anak saya udah gak sekolah tapi baru jadi mahasiswi "
" wah selamat jeng saya kira madih sekolah soal nya imut banget sih " cletuk ibu ibu yang juga tamu.
" ah iya dia udah punya calon suami jeng jadi maaf ya " timpal Helen.
" yaah " ucap mereka kecewa.
Rangga tersenyum saat melihat istri istri para rekan bisnis nya.
" ah maaf kan atas kelancangan istri saya buk pak " ucap salah satu rekan kerjanya.
" iya pak maaf ya " ucap yang lain nya merasa tak enak.
" ya santai aja pak " ucap Rangga rilex mereka pun lega mendengar ucapan Rangga.
" anak nakal bukan nya bareng msin pergi aja " Laras di buat kesal oleh anak nya Neta.
" tuh kan jadi tatapan orang-orang, eits tapi papah bangga tau " Harun senyum senyum.
" dih papah matanya kenapa kelilipan " Neta malah mngerjai papah nya.
seketika Helen Rangga dan yang lain tertawa.
Neta menatap Resta dan mengajak Resta menjauh dari semuanya.
" Neng kenapa pusing lagi " tanya Neta, Resta menyeringatkan alis nya.
" udah kamu tuh gak bisa nyembunyiin nya dari aku, kamu mimisan lagi kan " tanya Neta kembali.
Resta mengangguk Neta menatap sendu
" kita periksa ke dokter ya kalau gitu, aku khawatir Neng " Neta mulai lirih dan sedih.
grep
tiba-tiba Resta memeluk Neta sambil menangis.
" gak Neng aku takut " ucap Resta.
" aku khawatir berapa kali jamu tuh mimisan "
" iya aku juga merasa gitu, tapi makadih yah udah khawatirin aku, kamu tuh emang my besti banget " Neta memeluk Resta denhan erat.
" Neng tapi mau kan " Neta tau pasti itu hal yang sulit. Resta menggelengksn kepalanya.
" haah sudah kuduga " Neta menghembuskan nafas nya, sulit membujuk Resta untuk ke rumah sakit.
" ya udah ih kita ngapain disini, ingat Neng imut jangan bilangin hal ini ke yang lain ya " ucap Resta lirih.
" gak janji tapi kalau ada apa-apa lagi sana kamu, aku gak akan toleransi lagi " Resta mengangguk dan mereka akhirnya masuk lagi kedalam.
saat mereka masuk suasana srmakin riuh ada yang terdengar tepuk tangan dan ternyata Rangga sedang berbicara mengenai kesuksesan anak anak nya Alan dan Genta.
Rangga dan Helen memperkenalkan calon menantu mereka juga Mila dan Apni, sementara gadis gadis yang hadir di sana seketika patah hati banyak orang tua disana juga patah hati awalnya mereka ingin mengenalkan Putri Putri mereka tapi belum maju sudah mundur duluan.
jangan di tanya lagi Mila dan Apni sudah merona merah itu mukanya.
__ADS_1
" cie muka kk kaya kepiting rebus tuh " goda seseorang.
" iya itu pasti salting kan " timpal seseorang lagi.
Mila dan Apni kaget saat mereka menoleh
" astagah, Allahu " ucap Apni dan Mila bersamaan mereka kaget, sidah tau mereks lagi salting madih bisa bisa nya di goda.
" dasar adik adik gak ada akhlak ya " ketus Apni.
" hihi pease ka jangan marah " timpal Rrsta memeluk Mila dan Neta memeluk Apni.
" sayang kamu gpp kan, badan kamu sedikit panas ini, kamu sakit " tanya Mila.
" muka kamu juga sedikit pucat " timpal Apni.
Resta dan Neta saling tatap " ah mungkin karena sedikit lelah aja ka, tau sendiri pan kita baru di ospek " Neta yang menjelaskan.
" eh iya kk lupa, cie udah jadi mahasiswi nih " Apni kembali menggoda Neta dan Resta.
" gak nyangka perasaan baru kemaren kalian masih pake seragam kini udah jadi mahasiswi " Mila ikut menimpali.
" hehe sekarang kita bukan anak kecil lagi ka udah gede ini " Resta mrmbanggakan diri.
" iya udah gak pake seragam lagi " Neta ikut nimbrung lagi.
" iya iya kan bentar lagi mau nikah berarti udah gak bocah " Apni cekikikan berhasil menggoda mereka sedangkan Mila hanya tersenyum.
" ih kk " Resta dan Neta jadi ngambek bahkan mereka merajuk.
" iya iya maaf udah ih sana tuh di panggil papih " tunjuk Apni.
" ya udah Resta kesana dulu awas ya kk ngerjain Resta, Resta aduin sama ka Genta "
" dih bocah ambekan " Apni masih menggoda nya.
" oya saya akan perkenalkan kembali putriku yang mungkin orang-orang masih belum mengetahui nya, sini sayang " Resta menghampiri Rangga dan memeluk Rangga.
" dia anak bungsuku Resta Risella Dinata " seketika riuh kembali terdengar dan tepukan tangan, banyak yang kagum pada keluarga Dinata selain sukses mereka juga memiliki anak yang tak kalah tampan dan cantik.
banyak para lelaki anak dari rekan bisnis Rangga terpesona akan kecantikan Resta, bahkan mereka ingin ayah nya mengenalkan nya.
" oya mohon maaf buat para tamu disini, anak saya ini juga sudah bertunangan dan memilki calon nya sendiri, insyaAllah kalau waktunya tiba kami akan mengundang kalian kembali di pesta pernikahan putriku ini " ucap Rangga bahagia dan bangga.
banyak yang pada lesu saat mendengar bahwa ternyata anak bungsu dari Dinata juga sidah mempunya calon nya juga.
apa lagi para lelaki yang single sebekum. perang udah nyerah duluan. Helen semakin bangga pada Rangga yang akhirnya berterus terang tentang status Resta.
karena Helen juga banyak melihat ketertarikan dari rekan bisnis suami nya untuk mengenalkan putra dan putrinya pada mereka.
" terimakasih pih " ucap Resta sambil memeluk Rangga.
" ih ko jadi mellow gini ya " goda Alan yang pura pura menghapus air matanya.
" iya dari tadu tuh kk juga mau nangis tapi malu ah " goda Genta.
" ih gak ka Alan gak ka Genta sama aja ngeselin sama juga tuh ka Apnu juga bikin kesal " Resta merajuk.
" uluh uluh anak papih " goda Alan, Resta semakin merajuk bahkan memonyongkan bibirnya.
" dih pengen kk tarik tuh bibir nya " timpal Genta.
" udah udah ih jangan gangguin adek nya " ucap Rangga yang masih memeluk Resta.
__ADS_1
" wlee anak mamih " Resta meledek Alan dan Genta sambil menjulurkan lidah nya.
" mih adek jahat tuh " Alan ngikutin ucapan Resta.
" kk ih jangan gangguin adek terus " Helen juga sudah pusing dengan mereka yang suka sekali menjahili Resta, tapi Helen juga tau kalau Alan dan Genta begitu menyayangi Resta, terkadang mereka berubah menjadi kk posesif juga.
********
pesta masih berlangsung meriah Apni dan Genta sudah pamit lebih dulu kini tinggal Mila dan Alan mereka juga pamit pada Rangga, Helen dan Resta tentu saja masih ada kejahilan Alan pada Resta.
ternyata Alan masih mengajak Mila jalan jalan mereka berjalan kaki gerimis sudah nampak mereka juga membawa payung, saat jalan kaki Mila mulai trasa pegal dan sakit karena memakai high heels nya.
tiba-tiba Alan berjongkok di depan Mila, Mila menyerengitkan alisnya menatap Alan aneh.
" ayo " ajak Alan Mils masih diam mematung.
" Mila " Alan menoleh tapi Mila masih duduk sambil menatap Alan.
" katanya tadi kaki kamu sakit ayo aku gendong naik lah "
Mila masih berdiam diri dan seketika mulai berdiri dan mendekati punggung Alan dan.
grep
Mila mulai memeluk lehar Alan perlahan tapi pasti Alan bediri dan menggendong Mila. Alan mulai jalan dan Mila memayungi mereka berdua.
" tunggu apa aku berat " ucap Mila yang kini berada di belakang punggung Alan. Alan menoleh dan tersenyum.
" mana ada berat kamu kurus gini bahkan enteng lagi " jawab Alan enteng nya. Mila memukul bahu Alan.
" aw aw sakit sayang " Alan mengaduh pura pura sakit.
" upss maaf apa aku terlalu kuat memukul nya " tanya Mila khawatir Akan tersenyum sambil menggeleng dan mereka tertawa bersama.
malam ini mereka begitu bahagia, bahkan mereka menghabiskan waktu bersama canda tawa terdengar dari mereka berdua, banyak yang iri melihat ke uwuwan mereka.
" aduh so sweet banget sih " ucap para gadis.
" udah serasa dunia milik mereka berdua "
" pacar mana pacar " masih banyak celetukan mereka yang Alan dan Mila dengar, Alan begitu bahagia.
seketika hening saat sebentar lagi mereka sampai di tempat tujuan yaitu apartemen Mila, sebenarnya Alan dan Mila naik mobil bareng Genta dan Apni, di tenhah jalan mereja turun karena ingin jalsn jalan dan menghabiskan waktu bersama.
karena mereka jarang menghabiskan waktu sepeti ini karena kesibukan mereka yang satunya CEO dan satunya lagi Dokter.
saat di perjalanan tak ada lagi yang berbicara dan saat itu Mila membisikan sesuatu pada telinga Alan dan membuat kaki Alan lemas dan juga bahagia.
" will you merry me " kata itu mampu membuat Alan mematung dan berdegup kencang.
Alan tersenyum dan mengangguk, Mila memcium pipi Alan karena refleks dan akhirnya mereka jadi sedikit canggung.
mereka sampai di apartemen Genta sudah menunggu Alan sama hal nya dengan Apni, mereka menggoda Alan dan Genta cabda tawa terdengar dari apartemen mereka.
******
__ADS_1
akhirnya bisa up 2 episode lagi...
banyak lw banyak typo yang bertebaran.. 🙏✍️😊😊