
********
Di kota S seseorang menatap gedung yang menjulang tinggi yang bertiliskan Yudishtira Group. seketika senyum nya merekah kini dia memasuki lobi dan langsung menuju lift ruangan utama CEO
para karyawan sudah mengetahuinya jadi mereka membiarkan nya masuk.
tok
tok
tok
" yah masuk " ucap seorang pria paruh baya yang kini fokus pada laptopnya.
tidak terdengar sepatah katapun saat ada yang masuk, pria paruh baya tersebut menyerengitkan dahinya saat dia mendongakkan wajahnya dia terkejut.
" assalamualaikum pah " ucap nya langsung menyalami tangan nya.
" astagah Rama kapan pulang " tanya nya.
" hmm kemaren pah, papah seharusnya udah pensiun, dan tiduran dirumah dengan mamah Mirna "
" haish papah gak bisa santai santai di saat anak papah sedang dalam mode egois " Rama tersenyum.
" papah Yusuf tidak mendukung nya " tanya nya. Yusuf menggeleng Rama tau kalau Yusuf dan Ega selalu berbeda pendapat.
sebenarnya Rama Romara Syahputra sangat mencintai Ega dari perusahaan Romara yang sangat sukses, sayang Ega tak pernah melihat atau memandang Rama.
tapi Rama tak pernah menyerah dia selalu saja meluangkan waktunya untuk bertemu Ega sang pujaan hati ,ya meskioun selalu di tolak.
Rama sudah tau sifat Ega bahksn dia juga tau kalau Ega sedang mendekati Fian CEO Kamal Corp, Riska yang memberitahu kan semuanya, bahkan Yusuf sebenarnya sudah berniat untuk menjodohkan Ega dengan Rama.
kini Yusuf meminta bantuan pada Rama agar bisa mengendalikan Ega dan mencegah keinginan Ega, Rama juga tau bahwa Fian sudah bertunangan.
" papah tenang saja Rama akan berusaha menghentikan keinginan nya Ega " ucap Rama yang kini sedang ada di perusahaan Yudishtira Group.
" sekarang apa yang Ega rencanakan " tanya Rama.
" dia sudah berada di kota J " Rama kaget dan setelah itu tersenyum.
" Rama akan kesana pah " ucap Rama meyakinkan, Yusuf tersenyum kini Yusuf merasa lega setelah Rama pulang. mereka akhirnya berbincang-bincang.
*********
di kota J Genta kacau kini Apni selalu mengindari nya. kini Genta ingin bertemu Apni dan berbicara saat ini Genta sedang berjalan menuju Rumah sakit untuk menemui Apni.
banyak mata terpaku saat Genta melintasi mereka bahkan ada yang teriak teriak. saat Genta memasuki lobi Rumah Sakit para sustet dokter baik cewe atau cowok terpaku melihat ketampanan Genta apa lagi yang menunggu Receptionist nya malahan bengong.
" ehem " Genta berdehem menyadarkan 2 orang yang menunggu receptionist nya.
" eh i-iya " mereka gugup.
" saya mau bertanya apakah Dokter Apni ada " tanya Genta.
__ADS_1
" eh iya Dokter Apni sedang di dalam ruangan operasi hari ini ada yang di operasi " jelas nya Genta tersenyum dibuat deh tuh klepek klepek.
saat Genta akan pergi menuju lantai 2 2 orang receptionist mengentikan langkah Genta.
" hmm tunggu Tuan Genta " Genta menautkan alisnya.
" hmm begini boleh kami minta photo nya dan tanda tangan nya " ucap nya Genta akhirnya mengerti dan setuju .
eh ternyata banyak yang minta photo dan tanda tangan nya juga bukan hanya dari kalangan Dokter dan suster tapi para penunggu pasien pun tak kalah antusias.
saat Apni selesai Apni mendengar ada keriuhan di lantai bawah.
" eh ada apa " tanya Apni penasaran Apni juga melihat ke bawah.
" eh Dokter Apni " kaget Asri dan Jovita.
" i-itu ada artis di bawah " Apni menyerengitkan alisnya " artis " gumam Apni.
" iya Dokter " ucap Jovita yang masih memandang ke bawah, saat Apni madih fokus dan saat itu Genta melihat keatas dan tatapan nya jatuh ke Apni, tatapan Apni dan Genta bertemu Genta tersenyum pada Apni.
" ah itu yuan Genta kan yang lagi Viral " ucap Asri yang kini tau itu siapa .
" iya astagah ketampanan nya tak berkurang " Jovita jingkrak-jingkrak. sedangkan Apni hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan mereka.
Apni menatap kebawah kembali saat itu Genta masih menatap nya, Apni memutuskan beranjak dari sana.
" Dokter Apni mau kemana " tanya Asri, Apni hanya diam.
" kita cuci mata dulu Dokter ada yang bening bening " ucap Jovita.
" buat kalian aja aku mah ogah, oya katakan padanya kalau aku sedang tidak ingin di ganggu " ucao Apni yang langsung meninggalkan Asri dan Jovita yang madih bengong dengan ucapan Apni.
" bahkan terlihat cuek tadi lihatkan muka doktet Apni datar " Asri mengangguk tabda setuju apa yang di katakan Jovita,
" ya sudahlah, kita nurut saja " ucap Asri saat ini Genta sedang menaiki lantai 2 dia bertemu Asri dan Jovita, dan mereka menyampaikan apa yang Apni perintahkan.
Genta menatap ruangan Apni dengan sendu, gagal lagi dia bertemu dengan Apni taoi Genta tak akan menyerah. suatu saat dia akan kembali. Genta pun pergi dari Rumah Sakit dan Apni melihat kepergian Genta kini Apni ada di lantai atas di rooftop.
Genta mrnyadari Apni sedang memandangi nya, saat Genta melihat keatas tatapan mereka bertemu kembali, lalu Apni membuang mukanya kesamping.
Genta tau ini bukanlah waktu yang tepat jadi dia memutuskan untuk pergi, sast Genta sudah tak terlihat Apni luruh ke lantai dan menangis.
" aku belum siap bertemu dengan mu Genta, aku masih kecewa hiks.. hiks " Apni memukul dadanya sendiri yang kian sesak.
tidak berbeda dengan Alan yang kini sibuk dengan pekerjaan nya bahkan Alan sering keluar kota untuk menghilang beban fikirannya.
Rangga tau hal itu jadi dia membiarkan saja selama Alan masih di jalan yang benar.
**********
keesokan harinya Genta ingin menemui Apni lagi dan kini waktu berpihak padanya Apni sedang duduk di taman Rumah Sakit .
" Apni " panggil seseorang yang Apni kenal suaranya. saat Apni akan beranjak pergi Genta langsung memegang tangan nya.
" tolong beri aku kesempatan " ucap nya lirih, Genta tak bisa menatap mata Apni dia menundukan pandangan nya.
__ADS_1
" kesempatan " tanya Apni. Genta mengangguk.
" baiklah katakan " ucap Apni yang siap mendengarkan.
" percayalah padaku ini hanyalah sebuah settingan, aku dan Mila tak memiliki hubungan apapun aku tetaplah berteman dengan nya " jelas Genta panjang lebar.
" kau tau Genta saat kalian pergi tanpa kabar aku memakluminya mungkin karena kalian sibuk " ucap Apni yang kini mulai menangis.
" aku berharap kamu mengabari ku, bahkan selama disana hanya 2 atau 3x kamu memberikan kabar padaku "
" aku tau aku salah aku minta maaf, tolong kali ini percayalah " mohon Genta Apni mengusap air matanya.
" baiklah buktikan " ucap Apni Genta langsung memeluk Apni dengan erat.
" terimakasih " ucap Genta yang sambil menangis meneluk Rindu pada Apni.
setelah bertemu Genta senyum senyum sendiri.
" ada apa " tanya Mila sambil duduk di samping Genta.
" Apni memaafkan aku " ucap Genta dan Mila hanya mengucapkan O saja, terlihat Mila menyembunyikan kesedihan nya juga.
" Alan pasti percaya pada mu " ucap Genta sambil mengusap punggung Mila. dan tanpa mereka ketahui ada yang memotret kebersamaan mereka, saat ini Alan mendapatkan photo tersebut.
" berengse* " Alan melemprkan Hp nya sampai hancur. Alan begitu pusing debgan pekerjaan nya bahkan dengan masalah nya.
Alan pergi keluar dengan tergesa-gesa " Tuan Alan anda mau kemana " tegur Ulfa yang aneh dengan kondisi Alan, Alan tak menjawab nya.
Alan kini berada di jalan bahkan dia membawa mobilnya dengan kecepatan penuh saat ini Alan tiba di sebuah tempat. Alan turun dan menatap kosong kedepan.
Alan berada di sebuah bukit yang Indah yang dimana Alan selalu menghabiskan waktunya di sana jika keadaan nya sedang kacau.
" Milaaaaaaaa.... " teriak Alan memanggil nama Mila.
deg
Mila merasakan sesuatu seperti ada yang memanggil nya " ada apa "tanya Genta .
" aku seperti mendengar seseorang memanggil namaku " ucap Mila sedangkan Genta menengok kesana kemari.
" tidak ada apa-apa mungkin hanya perasaan mu saja " ucap Genta mereka kini sedang ada di lokasi syuting drama.
" hmm mungkin " ucap Mila masih tak yakin.
" yuk kita sudah di tunggu waktunya kerja " semangat Genta Mila tersenyum saat mereka pergi Mila melihat ke belakang.
" hanya perasaanku saja " batin Mila dan Mila menggeleng.
Alan masih menangis di bukit itu sambil memegang dadanya yang terasa sesak.
" hiks,, hiks kenapa? kenapa kalian menghianati ku " teriak Alan sambil menangis.
" aku mencintaimu Mila, bahkan kamu adalah Cinta pertamaku, saat aku bertemu kembali dengan mu aku yakin bahwa kamu adalah jodoh terbaik ku " ucap Alan lirih yang masih terdengar isakan.
__ADS_1
" aku benci kalian " teriak nya lagi. Alan menghabiskan waktunya di bukit itu bahkan mentari kini sudah menghilang berganti dengan bulan dan Bintang.
Alan sudah merasa tenang setelah mengatakan unek unek nya " aku harus kuat jangan cengeng Alan " menolog nya menyemangati dirinya. Alan bangkit dan mulai meninggalkan tempat itu kini Alan mulai rilex sekali kali Alan bernyanyi di dalam mobil.