Life Is Love

Life Is Love
Rencana Resta dan Neta


__ADS_3

*********


kini Resta telah diantar pulang oleh Fathan, kebetulan waktu berbuka puasa sebentar lagi, jadi Helen menyuruh Fathan untuk berbuka bersama.


" kenapa adek bisa bareng dengan nak Fathan " tanya Helen.


" hmm itu... itu.. " Helen menatap curiga pada Resta, Resta semakin gugup.


" begini tante, tadi itu Resta sedang mencari buku jadi tidak sengaja kami bertemu disana " jelas Fathan.


" oh, terus dapat buku nya " tanya Helen.


" mih jangan di introgasi gitu, gak enak sama nak Fathan " ucap Rangga menghentikan introgasi nya Helen.


" oya nak Fathan kerja di rumah sakit RRD juga ya, ko om baru tau ya, hmm mungkin karena om sibuk urusan perusahaan jadinya gak fokus " tanya Rangga.


" iya om, Fathan baru 1 bulan juga di sana " ucap Fathan.


" sebagai dokter apa! " tanya Helen.


" kanker tan " jawab Fathan.


" wah! keren ya nak Fathan " Fathan hanya senyum.


" assalamualaikum " ucap Alan yang baru datang.


" wa'alaikumsalam " jawab mereka bersamaan.


" loh ka baru dateng ka! " tanya Helen.


" iya mih! tadi tuh banyak klien yang ikut gabung ke perusahaan kita jadi nya kk yang harus menghandle "


" wow! keren itu ka, tak di ragukan lagi papih tak salah mempercayakan perusahaan berada ditangan dingin kk " ucap Rangga bangga.


" eh ada tamu, hai dokter Alfathan " Alan baru ngeh kalau ada Fathan.


" dih kk orang segede gaban gitu gak kelihatan " Alan garuk garuk telinga.


" hehehe maaf atuh dek, kk gak lihat "


" kk lihat nya cuma ka Mila aja sih, jadinya yang lain gak kelihatan " Fathan tersenyum melihat manja nya Resta, biasanya Resta terlihat dewasa dan tangguh.


Alan langsung menghampiri sang adik, dan mengacak rambut Resta, sedangkan Resta menggembung kan pipinya karena kesal.


" udah! udah, ka duduk ini bentar agi bedug loh " Helen menghentikan mereka.


tak berapa akhirnya bedug pun tiba " alhamdulillah " ucap Syukur mereka bersama.


" nak Fathan kapan orang tua nak Fathan berkunjung ke Indonesia " tanya Rangga.


glek!


Resta menelan ludah nya " aduh bisa gawat kalau papih tau mereka udah disini " batin Resta khawatir. Fathan cuma tersenyum melihat Resta yang salah tingkah.


" mereka sudah berada disini sih om " Rangga dan Helen kaget.


" benarkah " ucap Rangga dan Helen berbarengan. Fathan mengangguk.


" nanti nak Fathan suruh mereka mampir kesini ya kami juga ingin bertemu, sudah lama kami tidak bertemu, aah mamih gak sabar ingin ketemu Mirna " ucap Helen senang.


" iya tan nanti Fathan bilangin deh " Rangga Tersenyum. dan sampailah mereka sholat bersama.

__ADS_1


*******


Di kota J, Di Kediaman Kamal.


" pah ko Fian gak pulang sih mamah kangen ini, katanya disana sebentar, tahun ini anak itu gak puasa bareng kita " Rasty merajuk.


" ya kan disana itu juga harus di pantau mah, sedangkan disini kan papah uang selalu memantau nya " jelas Erwin saat Rasty mulai merajuk.


" tapi pah, mamah itu gak biasa kalau puasa gak ada Fian "


" iya nanti kita telfon aja gimana " Rasty tersenyum.


" ok pah, setuju! ko mamah ngerasa ada yang gak beres ya pah, kayanya Fian ada masalah deh " Erwin kaget, sebenarnya Erwin tau masalah Fian dan Resta dari Akmal.


tapi Erwin tak ingin membuat Rasty sedih, nanti tuh Rasty bisa keluar lagi ke absurd an nya. " emang gak salah ikatan batin anak dan ibu " ucap Erwin dalam batin nya.


" Helen juga jarang ngasih kabar ke mamah, tuh anak ngilang gitu aja " ucap Rasty, Bibi Mei dan Asisten Jo hanya senyum senyum saja kalau sang Nyonya sudah merajuk manja.


" yaa Allah apa lagi ini " rasanya ingin sekali Erwin mencium bibir Rasty di depan Mei dan Jo, bahkan para maid juga.


********


Di kota S di apartemen


" gan loe kenapa lagi " tanya Akmal. Akmal belum tau kalau Fian betemu Fathan dan Resta.


" gak kenapa napa, emang kenapa! " tanya balik Fian.


" eleh ditanya malah balik nanya " kesal Akmal. " oh iya renacana loe gimana lebaran nanti, jadi ngelamar Resta dan kasih kejutan itu " Fian hanya diam.


" woy ditanya meneng bae " Akmal semakin geram.


" ntah lah gue juga ragu " jawan Fian begitu sedih.


" iya gue tau, ntahlah sekarang sikap nya Resta benar-benar berubah " Akmal juga mersakan hal yang sama, bahkan saat Fathan ada Resta lebih banyak menghabiskan waktu dengan Fathan.


" gue cuma saranin aja, percaya pada Resta, gue tau tuh anak Cinta banget sama loe, jadi jangan ragukan lagi " Akmal menepuk bahu Fian, Fian tetap diam.


" gan taraweh yuk " ajak Akmal, Fian akhirnya setuju ikut Akmal taraweh, kebetulan apartemen mereka dekat mesjid.


Di kediaman Dinata.


seorang gadis duduk termenung sesekali menatap ke layar Hp nya.


" apa ka Fian beneran marah soal kejadian tadi siang " gumam nya sedih.


drrrt.. drttt hp nya berbunyi.


" assalamualaikum Neng Cantik " ucap seorang gadis di sebrang sana.


" wa'alaikumsalam Neng imoet " jawab Resta, si gadis yang tak lsin dan tak bukan Neta malah tertawa.


" aku tau nih kalau kaya gini roman roman nya lagi galon " goda Neta.


" yey kamu punya Indra keenam, ko bisa tau kaya cenayang aja nih anak "


" hehehehe Neta gitu taulah, oya kenapa lagi "


" hmm aku mulai dari mana ya mau ceritanya "


" astagfirullah Neng, kamu tuh cerita ya tinggal cerita aja " ucap Neta istighfar.

__ADS_1


" iya iya, bawel gini tadi siang aku ketemu sama ka Fathan dan kita ngobrol, tapi aku gak tau tiba-tiba ka Fian muncul dan terlihat begitu marah, saat di mobil kami hanya berdiam diri "


" kamu udah minta maaf sama ka Fian, soal kejadian itu " tanya Neta.


" tadinya aku mau minta maaf, sampe sana ya gitu ketemu ka Fian lagi pelukan sama tuh cewek "


" aduh semakin Ribet ini mah urusan nya "


" dan yang lebih parah lagi orang tuanya ka Al salah faham sama aku dan ka Al "


" eh tunggu, tunggu orang tua ka Al ko bisa " kini Neta jadi begitu penasaran.


" begini pas kita turun dari mobil ka Fian, aku nangis karena aku lemas dan kondisiku kurang stabil, aku pingsan dan ka Al sangking panik nya dia malah bawa aku ke apartemen "


" what! gila kamu markonah, ko bisa sih ka Al bawa kamu ke apartemen nya bukan ke RS gitu "


" ya sangking panik nya, saat aku di bawa ke kamar ka Al sibuk tuh nyari kotak P3K, aku baru sadar saat ka Al mau memeriksa aku tiba-tiba ada yang teriak gitu "


Neta masih setia mendengarkan cerita sahabat nya, meskipun dia juga ikut pusing.


" ya terus "


" aku kaget lah, tiba-tiba ka Al juga ikut kaget dan manggil ayah dan bunda "


" astagfirullah, terus gimana lagi "


" ya mereka kira kita tuh lagi ngapa ngapain, jadinya ka Al kena jewer bundanya, dan saat itu ka Al menjelaskan semuanya baru deh tuh bunda melepaskan jeweran nya dari telinga ka Al "


" hahaha lucu lucu, aku gak bisa bayangin gimana muka nya ka Al "


" yeh ini anak malah ngetawain, pokonya aku juga saat itu mau ketawa tapi takut, soal nya bunda sama ayah melihat kearah ku "


" wih berita heboh ini, pasti tuh ka Sam yang jadi sasaran, eh tunggu tunggu kamu manggil ortunya ka Al ayah bunda, Restaaa " tiba-tiba Neta teriak.


" aduh Neng sakit telinga aku, kamu kenapa sih tetiak gitu " ketus Resta karena kesal telinganya berdengung.


" kamu tuh ya, bikin masalah ko bisa manggil ortunya ka Al ayah bunda bisa jelasin "


" iya iya! gini nih punya sahabat yang kepo nya gak ketulungan gak sabaran " sedangkan Neta tergelak.


" ternyata pas aku ngenalin diri mereka kaget, eh gak taunya mereka sahabat nya papih mamih loh "


" wow! ternyata eh ternyata dunia ini kecil juga ya, tanpa disadari kita kenal dengan abak sahabat papih sama mamih, bisa di bayangin kalau mereka kumpul, belum lagi mamah Rasty " Resta dan Neta udah ngebayangin gimana ramenya tuh.


" terus, terus kalau mereka tau kamu siapa gimana tuh reaksi mereka "


" ya pasti senang banget, tapi bunda begitu bahagia nya, ntah aku juga gak ngerti sampe maksa ka Al buat nganter aku pulang " Neta seperti nya tau apa yang Resta maksud.


" masalah ini Neng , ini bakalan ribet deh "


" ko masalah ribet, maksudnya apaan! " tanya Resta polos.


" yaa Allah ini anak polos nya, kamu tuh bakalan kena masalah, ortunya ka Al mengira kalau kalian punya hubungan gitu "


" what!.. tunggu tunggu jadi mereka... "


" iya ngerti kan sekarang "


" terus aku gimana dong Neng " tanya Resta panik.


" lanjutin aja " ucap Neta santai.

__ADS_1


" eh lanjutin apa nya " tanya Resta masih tidak mengerti dan akhirnya Neta menjelaskan semuanya, Resta mengerti idenya Neta, dan akhir nya Resta menerima ide tersebut, walaupun akan ada banyak hati yang tersakiti.


Neta juga sedih tapi karena udah terlajur Resta membuat ide konyol, dan akhirnya Neta sebagai sahabat hanya mendukung.


__ADS_2