
*******
ayah Neta menatap tajam kearah Akmal, dan memperhatikan Akmal dengan seksama, sedangkan Akmal sudah sangat gugup.
" yaa Allah gini rasanya ngadepin calon mertua, dari pada ngadepin calon mertua mendingin ngadepin klien, gue kaya udah bertatap muka dengan singa " batin Akmal yang getar getir.
" udah jam berapa ini kenapa kamu baru bawa pulang anak saya " ayah Neta yang dari omongan nya begitu tegas.
" ma'af om tadi jalanan macet, biasa ini kan malam minggu " ucap Akmal membenarkan.
" ck gak ada alasan, itu alasan basi " ucap ayah Neta yang terasa dingin.
" kamu tau anak saya itu masih pelajar seharus nya kamu itu.. " omongan ayah Neta terpotong saat sang bunda memegang bahu nya.
" udah ih ayah bikin takut anak orang aja " ucap sang bunda.
" ih bunda ayah kan ingin terlihat tegas, bunda jadi bikin acting ayah berantakan " ucap ayah Neta.
Akmal bengong " eh apa maksudnya " batin Akmal masih bertanya-tanya.
seketika Neta, bundanya dan ayah nya tertawa karena melihat Akmal yang ketakutan dan juga sudah berkeringat, bahkan Akmal di buat bengong.
" ck.. acting ayah keren " ucap Neta sambil mengacungkan jempolnya.
" udah ah anak orang tu suruh duduk dulu lihat dia udah ke lagi ngadepin singa " goda bunda Neta.
" ma'af boy udah bikin kamu takut yuk silahkan duduk " ucap ayah Neta.
" alhamdulillah lega " Akmal mengelus dadanya.
" ma'af apa tadi om keterlaluan " tanya ayah Neta.
" gak om emang udah sepantas nya om lakukan itu sama siapapun, karena seorang gadis seharusnya pulang dari jam. 9 malam, tapi karena Akmal baru bawa Neta pulang jam 9:30 malam " Akmal membenarkan ucapan ayah Neta.
" bagus pemikiran kamu om suka " ucap ayah Neta .
" perkenalkan om Harun dan ini bundanua Neta Laras " ucap ayah Neta Harun.
" ma'af om Akmal baru bisa ketemu om malam ini, kenalkan saya Akmal wijaya " Akmal memperkenalkan dirinya.
" hmm om udah tau banyak tentang kamu saat Neta menceritakan tentang kamu, maaf tanpa izin om menyelidiki nya "
" gpp om Akmal ngerti " ucap Akmal mulai rilex, awalnya Akmal fikir orang tua Neta bakalan memarahi Neta habis hibisan ternyata fikiran nya salah, eh malahan sebalik nya.
Akmal terseyum ternyata keluarga mereka juga begitu hangat sama hal nya dengan keluarga Fian dan Neta.
Neta datang membawakan minuman dan juga cemilan.
" ma'af ya ka tadi ayah bikin kk takut " ucap Neta.
" iya gpp itu kewajiban seorang ayah menegor orang yang salah, apa lagi membawa pulang anak gadis nya tidak tepat waktu " ucap Akmal yang kembali membenarkan .
mereka tersenyum dengan jawaban Akmal. dan mereka mengobrol terdengar canda dan tawa dari mereka, Nets bahagia karena Akmal diterima baik oleh ayah dan bunda Neta.
" om tante Akmal ingin berbicara serius Akmal dan Neta... " ucapan Akmal kembali terpotong .
" hufftt... haaahh " Akmal menghela nafasnya sebelum berbicara, sedangkan Laras dan Harun menatap serius.
" begini om tante, Akmal dan Neta udah menjalin ke hal yang serius jika om dan tante mengizinkan... " ucapan Akmal lagi lagi terpotong saat Harun berbicara.
" ck... ayah udah ngizinin " potong Harun.
glek
Akmal menelan slivanya karena tak percaya secepat itu.. Akmal menatap Neta, sedangksn Neta hanya mengedikan bahunya sambil tersenyum.
" ayah mengizinkan kalian untuk menjalin hubungan, tapi ingat jangan pernah menyakiti anak ku Neta dan ingat batasan kaluan saat menjalun hubungan " ucapan Harun tegas dan penuh penekanan.
" iya om Akmal akan selalu ingat nasehat om " ucap Akmal.
__ADS_1
" oya om Akmal mau pamit pulang udah malam gak enak sama papih Rangga dan mamih Helen " timpal Akmal
" oh ya udah padahal om masih ingin ngobrol sama kamu " ucap Harun
" lain kali om kita ngobrol lagi, ya udah Akmal pamit om, tante " Akmal mencium tanga Harun dan Laras.
" assalamualaikum " ucap Akmal
" wa'alaikumsalam " ucap semuanya.
Akmal melihat kearah Neta dan menganggukan kepalanya Neta pun sama, Neta mengatakan Akmal sampai kedepan pintu da Akmal melambaikan tangan nya.
ada rasa lega di hati Akmal dan Neta, ternyata Harun dan Laras sangat lah menyutui hubungan nya.
******
saat Resta di balkon Resta mendengar bunyi klakson tin tin. Resta melihat kearah bunyi tersebut, Resta tersenyum.
sebelum Akmal masuk Akmal melihat krarah Resta dan tersenyum, Resta membalas senyuman Akmal.
" duh kayanya ada yang lagi senang itu " gumam Resta " coba tanya Neta ah sekalian godain tuh anak "
ting bunyi hp Neta, Neta sudah berganti bajunya dengan piama setelah tadi mandi sebentar ,saat Neta melihat HP nya Neta tersenyum Neta membuka WA nya.
" ke nya ada yang lagi berbunga bunga ini " Wa Resta
Neng Neta imut
" dih kepo "
Neng Resta cantik
" cerita dong "
Neng Neta imut
Neng Resta Cantik
" dih ini anak nyebelin, pokonya kamu tuh ya punya utang penjelasan "
Neng Neta imut
" ya udah besok kita ketemuan nanti aku jelasin semuanya "
Neng Resta Cantik
" ok aku tunggu, ketemuan dimana "
Neng Neta imut
" di tempat biasa "
Neng Resta cantik
" ok boss " itu wa terakhir Resta kirim dan akhir nya mereka pergi ke alam mimpi
******
keesokan harinya karena ini hari libur jadi mereka bersantai santai, tapi tidak bagin Akmal dan Fian mereka masih berkutat di laptop nya di kamar Fian.
sedangkan Alan dan Genta akan pergi kerumah Mila dan Apni, biasalah anak muda kalau hari libur.
" mam Resta hari ini ada janji sama Neta " ucap Resta. Resta meminta izin pada Rangga dan Helen
" hmm ya udah tapi ingat hati hati " wanti wanti Helen
" iya mam Resta pamit ya " Resta menyalami tangan Helen dan Rangga pastinya Rangga selalu daoat kecupan dari sang putri.
" haih " ucap Helen Rangga dan Resta tertawa.
__ADS_1
" assalamualaikum " ucap Neta
" wa'alaikumsalam " ucap Helen dan Rangga.
Fian keluar karena mendengar Resta pamit.
" mih, pih tadi Resta mau kemana " tanya Fian
" oh mau keluar ada janji katanya sama Neta " ucap Rangga
" emang itu anak gak pamit sama Fian " ucap Helen
" gak mih " ucap Fian
" tadi katanya mau pamit tapi Fian sama Akmal lagi sibuk, jadi Resta gak mau ganggu " ucap Rangga yang membenarkan
" oh iya Fian ngerti ya udah Fian masuk kamar dulu " Fian pun pergi ke kamar nya
" ada apa gan " tanya Akmal
" Resta katanya pergi dan punya janji sama Neta " lirih Fian
" kenapa loe gak percaya " tanya Akmal
" bukan gitu " ucap Fian.
" ya udah coba kita telfon Restaurant tempat dia nongkrong "
" iya bener juga ide loe " Fian mulai kembali semangat, Resta hari ini pergi dengan membawa mobil nya.
sesampainya di Restaurant mereka langsung masuk dan sudah duduk, mereka pun memesan makanan nya.
saat Resta dan Neta ngobrol tiba-tiba Faiz dan Reyhan datang menghampiri mereka. mereka ikut gabung dan ngobrol. Neta pamit ke toilet dan Faiz pamit keluar karena menerima telfon, tinggal Reyhan dan Resta. saat Fian menelfon Yoga menjelaskan hanya ada seorang laki laki dan Resta .
Fian mengepalkan tangan nya dan berniat menyusul Resta.
" mau kemana loe " tanya Akmal khwatir
" antar gue ke Restaurant " Fian terlihat emosi dan marah
" sabar gan mungkin mereka gak sengaja ketemu " jelas Akmal, tapi Fian tetap pergi dengan penuh emosi dan di ruang tamu tidak ada siapapun jadi Fian lebih cepat
Akmal mengikuti Fian dan akhirnya mereka masuk kemobil, Akmal melajukan mobil nya.
" eh aku pamit ya ada urusan " ucap Reyhan pada Neta dan Resta
" eh bentar ini makanan nya aku traktir deh " ucap Resta
" wih banyak duit nih " ucap Faiz
" kemaren kan ada yang bilang kalau aku makan disini bisa gratis " ucap Resta Neta hanya diam.
" wih keren juga bisa makan enak terus nih " ucap Reyhan
" bentar aku panggil dulu waitress nya, ka " panggil Resta pada waitres
waitres dengan sigap jalan ke arah mereka
" iya ada apa? " tanya waitres
" ini aku mau bayar " Resta berniat mau membayar nya
" eh nona gak usah, kata si boss nona gratis " ucap waitres nya, sedangkan Reyhan dan Faiz sampe bengong di buatnya
" saya permisi nona " ucap wairess nya Resta mengangguk
" wih gila si Resta keren juga ini " ucap Faiz takjub, sedangkan Neta hanya melirik sekilas
" dih nih anak belagu banget dah " kesal Neta dalam batin
__ADS_1