Life Is Love

Life Is Love
Malunya Resta


__ADS_3

***********


" mau lihatin kakak aja apa mau yang lain, kakak siap ko " Fian mengedipkan matanya.


" astagfirullah kakak mesum ih, eh iya Resta mau mandi dulu kak tungguin Resta sholat ya " Resta langsung bergegas tiba-tiba.


" aaakhhh yaa Allah " ucap Resta, Fian langsung khawatir dan panik.


" dek kenapa " tanya Fian, Resta malah menundukkan wajahnya malu.


" dek! " panggil Fian.


" ya " jawab Resta pelan.


" tadi adek kenapa " tanya Fian. Resta tetap menunduk Fian berjongkok agar bisa menatap Resta ingin memegang Resta tapi Fian sudah wudhu.


" ada apa! " tanya Fian mendongakan wajahnya menatap Resta.


" i-itu, hmm Itu nya Resta sakit kak! " malu itu pasti bahkan wajah Resta merona sangking malu nya. Fian tersenyum dan mengerti apa yang Resta maksud.


" maaf in kakak ya! ya udah kalau mandi kakak gendong mau " Resta menggeleng.


" gak usah ka, nanti kakak ambil wudhu lagi insyaAllah Resta bisa ko " akhir nya Fian pasrah dan mulai menyingkir memberi jalan Resta, Resta mulai jalan pelan pelan, Fian menatap Resta sendu ada rasa bersalah, karena semalam dia tak bisa mengontrol dirinya.


saat Fian merapihkan kamar tidur Gian kaget menatap Sepei ada noda darah.


" astagfirullah, apa aku nyakiti Resta " ada rasa bersalah di hati Fian. " yaa Allah pasti tadi mamih sama mamah udah lihat deh, ceroboh kamu Fian " Fian terus mengerutuki dirinya sendiri.


ceklek


pintu kamar mandi terbuka munculah Resta memakai kaos kebesaran dan celana selutut, dengan rambut yang masih basah, Fian terus menatap Resta saat Resta memgambil mukena.


" ka ayok! " ajak Resta menyadarkan Fian yang terus memandanginya.


" eh iya, maaf " Resta tersenyum sholat subuh akhirnya selesai Resta mencium tangan Fian, dan Fian mencium kening Resta.


" Resta mau kebawah bantuin yang lain nyiapin sarapan " sebari merspihkan mukena nya dan melipat sajadah nya.


" apa adek udah baikan " tanya Fian masih khawatir.


" insyaAllah gak kak! " jawab Resta sambil tersenyum. saat Resta akan merapikan seprei Resta kaget ada noda darah.


" eh itu " Fian tersenyum dan memeluk Resta dari belakang sambil mencium pucuk kepala Resta.


" terimakasih " Resta menautkan alisnya.


" untuk " tanya Resta akhirnya.


" karena sudah menjaganya untuk kakak " blush wajah Resta kembali memerah.


" ya udah adek katanya mau nyiaoin sarapan " tanya Fian.


" tapi itu " Resta ragu.


" biar kakak yang beresin, oya hari ini adek gak ada jadwal kuliah kan " Resta mmengangguk, Fian tersenyum.


" eh kak! " Fian yang tadinya membereskannya kamar tidur terhenti menatsp Resta yang sudah berada di dekat pintu.


" ada apa! " tanya Fian.


" hmm apa tadi mamih sama mamah lihat ya " Fian mengangguk.


" lihat dek, dan juga lihat saat adek kan cuma pake selimut sedangkan di tubuh adek udah banyak tanda yang kakak buat " Fian tersenyum menggoda, Resta memanyunkan bibir nya.


" ih Resta jadi malu ini "


" gpp namanya juga manten baru dek " akhirnya Resta keluar saat di dapur Resta melihat mamih dan mamah nya sedang memasak.


" pagi mam, pagi mah " ucap Resta, Helen dan Rasty menoleh ke asal suara.


" eh sayang pagi juga " jawab mereka bersamaan. Resta mencium pipi Helen dan Rasty.


" duh menantu idaman ini " ucap Rasty sambil memeluk Resta.


" Resta boleh bantu gak " tanya Resta, Rasty dan Helen saling tatap dan akhirnya tersenyum.

__ADS_1


" adek duduk aja serahin tigas memasak sama mamah sama mamih ok " jawab Rasty. ya mulai hari ini Rasty juga memanggil Resta adek.


" nanti kalau adek banyak gerak sakit lagi " Resta memicingkan matanya menatap mamih dan mamah nya yang senyum senyum. akhirnya Resta mengerti apa yang mereka bicarakan, Resta begitu malu dan mukanya kembali merona, Rasty dan Helen tergelak.


" udah ah adek mau sama papih sama papah aja " Resta merajuk dan pergi meninggalkan emak emak rese.


" pagi pih, pagi pah " sapa Resta dan tak lupa mencium pipi Rangga sang papih.


" loh! loh ko cuma papih aja papah gak nih " ucap Erwin. saat Resta akan mencium pipi Erwin ada tangan menghalangi bibir Resta.


" eh " ucap Resta kaget, Resta menatap orang tersebut, dan sudah pasti orang tersebut menatap sang papah dengan tatapan bermusuhan.


" enak aja, Resta punya Fian pah, papah minta aja tuh ke mamah " Resta hanya cengengesan. sedangkan Rangga hanya geleng geleng.


" minta dikit aja ko " tawar Erwin.


" gak boleh " sanggah Fian kekeh.


" Allahuakbar pagi agi udah di buat drama " ucap Alan yang baru muncul dan ikut duduk.


" dek sini " panggil Alan, saat Resta akan menuju Alan Fian menarik tangan nya.


" eh kak! " Resta bingung kenapa Fian mencegahnya.


" yaa Allah posesif nya kumat " gerutu Alan.


" gini aja Resta mau bikinin minumam, mau kopi atau teh " tanya Resta mengalihkan ketegangan.


" kakak kopi susu dek" ucap Alan.


" papih sama papah kopi aja " jawab Rangga.


" kalau kakak! " tanya Resta pada Fian. Fian malah tersenyum aneh membuat Resta merinding.


" kakak mau susu aja " jawab Fian.


" ok " saat Resta akan beranjak kembali Fian menahan nya.


" ada apa lagi kak! " tanya Resta.


" Fian Mustafa Kamal dasar adik ipar luknut " sungut Alan begitu kesal sedangkan yang lain tertawa.


Resta menginjak kaki Fian karena kesal sudah membuatnya malu di pagi hari.


************


Alan sudah sampai kantor. saat di lobi semua karyawan dan karyawati tak lupa menyapanya, Alan hanya membalasnya dengan senyuman.


" presdir ganteng banget kalau tersenyum "


" yaa Allah gue lemes kaya gak ada tulang ini kaki "


" pagi pagi udah dapat vitamin " ucap Karyawati sedangkan yang pria hanya geleng geleng.


" udah gosipnya kembali kerja " tegur Genta yang baru datang.


" eh siap pak Genta " ucap mereka memberi hormat Genta hanya geleng geleng kepala.


sekretaris Alan menyapa Genta saat melihat Genta akan keruangan Alan.


" pagi pak Alan " ucap sang sekretaris yang bernama Lisa pengganti sekretaris yang kemarin.


" hmm pagi, pak Alan ada " tanya Genta.


" oh iya ada pak, tak lama juga pak Alsn baru saja datang " ucap Lisa sambil tersenyum ramah.


" terima Kasih " jawab Genta Lisa mengangguk. Genta mengetuk pintu dan di persilahkan masuk.


" ada apa! " tanya Alan karena tumben pagi pagi Genta sudah menemuinya.


" ada sedikit masalah bro " ucap Genta, Alan menautkan alisnya.


" masalah " beo Alan.


" huum pembangunan hotel yang ada di daerah x agak sedikit tersendat "

__ADS_1


" ko bisa " tanya Alan.


" kita masih sedikit sulit mendapatkan dana yang au gabung ke hotel kita " Alan mengangguk akhirnya mengerti.


" masalah nya dimana " tanya Alan.


" itu dia bro, mereka bilang tempatnya itu kurang strategis " jawab Genta


" jadi karena itu masalahnya " Genta mengangguk.


" kita harus adakan promo besar besaran. lagi agar banyak yang ikut infes ke hotel yang sedang kita bangun "


" terus rencana loe apa! " tanya Alan.


" hmm gimana kalau kita gunakan Mila untuk promo, dan juga jadi brand ambassador nya hm " ide Genta tentu saja Alan tak setuju.


" ayolah bro kali ini ya demi hotel kita " bujuk Genta. Alan masih berfikir.


" ya udah gue telfon Mila dulu moga tuh anak mau " akhirnya Alan menelfon Mila dan Mila setuju membantu Alan.


jika bukan karena Alan Mila sih ogah tapi karena demi sang calon suami, Mila mau melakukannya lagi.


" Bagus kalau gitu kita tinggal atur tempat pengambilan gambarnya " Alan setuju, Alan juga tidak ingin Mila kelelahan karena 2 minggu lagi pernikahan mereka di gelar.


" loe mau jemput Mila " tanya Genta.


" iya gue gak mau Mila kelelahan " Genta setuju mereka pun akhirnya janjian ketemu di lokasi Lisa dengan Genta, Mila dan Alan.


kini mereka sudah berada di lokasi pembangunan dan saat ini sedang siubah untuk acara promo dan pemotretan.


" calon istri pak Alan cantik ya " tanya Lisa pada Genta.


" kamu belum tau Mila " tanya Genta Lisa menggeleng.


" saya baru sampai ke Indonesia jadi belum tau banyak " Genta mengangguk.


kini. Mila sudah berganti pakaian semua orang terhopnitis dengan kecantikan Mila bahkan Lisa juga di buat kagum.


" saya aja yang wanita terpesona apa lagi para pria " celetuk Lisa Genta hanya geleng geleng.


" sayang cantik banget sih " goda Alan, Mila tertawa bahkan saat Mila tertawa kembali orang-orang disana terlihat melongo karena kecantikan Mila.


" udah ih gak usah modus " Alan manyun, Mila mengacak ngacak rambut Alan karena gemas.


kini pemotretan akan segera dimulai Mila sudah berpose dan hasilnya sangat luar biasa, Alan langsung memeriksa hasilnya dan Alan puas, tapi setelah itu Alan manyun.


" kenapa tuh muka di tekuk " tanya Genta.


" gue gak rela banyak yang mengagumi wajah cantik Mila " ucap Alan.


" yaa Allah yang posesif nya kumat " ucap Mila yang ikut nimbrung.


" gimana aku gak rela lihat kamu tuh cantuk banget yang " Alan menunjukan hasil photo promo tadi.


Genta dan Mila melihat nya juga.





" wih gila pantes aja Alan gak rela secara kamu tuh cantik membahana " ucap Genta bangga dengan hasil nya.


Alan langsung mendengus kesal " kalau aja kamu udah halal udah aku seret kamu yang aku kuringin di dalam kamar " Mila dan Genta tertawa terbahak-bahak mendengar gerutuan Alan.


" wow nona Mila terlihat begitu cantik " ucap Lisa yang begitu kagum saat melihat Mila dari dekat.


" Lisa coba kamu buka google kamu searching tuh Mila pasti kamu tambah syok " ucap Genta, tanpa fikir panjang Lisa langsung buka google dan seketika mata Lisa terbelalak bahkan di buat syok.


karena presentasi Mila yang sangat wow " wow banget ini, selain Dokter bahkan pernah menjadi modeling juga " ucap Lisa Mila cuma tersenyum.


" aaaahh " tetiak Lisa Genta sampe kaget.


" sekarang saya jadi fans berat anda nona Mila Muspida " ucap Lisa bangga dan Mila memberikan bunga yang ada di atas kepalanya pada Lisa, tentu saja Lisa virang bukan main.

__ADS_1


semuanya hanya tersenyum menatap Lisa.


__ADS_2