Life Is Love

Life Is Love
Godaan Fian


__ADS_3

********


adzan maghrib berkumandang Resta dan Neta sudah bangun dari tidur nya, mereka bersiap untuk melaksanakan sholat berjamaah. dan para maid juga ikut melaksanakan ibadah bersama.


sedangkan Fian dan Akmal masih belum terlihat, karena kesibukan nya di perusahaan nya.


" assalamualaikum pah " ucap Resta dan Neta sambil mencium tangan Erwin.


" wa'alaikumsalam " Erwin menyambutnya dengan senyuman. " gimana betah " tanya Erwin.


" insyaAllah betah pah " jawab Resta.


" alhamdulillah kalau gitu, terus Neta gimana " tanya balik Erwin pada Neta.


" pastinya betah dong pah, dimana ada sahabat ku disitu Neta aksn berada " ucap Neta semangat. semua orang tertawa, Resta celingak celinguk mencari sesuatu.


" sayang kenapa? mencari Fian ya, Fian dan Akmal belum pulang, katanya masih ada pekerjaan yang belum di selesaikan " jawab Rasty.


" eh " muka Resta jadi merah merona karena malu ketahuan. Resta menundukkan kepalanya, sedangkan Erwin dan Rasty tersenyum.


" hmm kami tau, kalian pasti sangat merindukan mereka kan " Rasty tersenyum sambil mengelus rambut Resta dan Neta, Resta dan Neta mengangguk bersamaan.


" mungkin sebentar lagi mereka sampai " ucap Erwin.


" hmm kalau gitu Resta ke kamar dulu ya pah, mah " pamit Resta.


" Neta juga " timpal Neta.


" baiklah sayang nanti kalau Fian dan Akmal udah pulang, mamah kasih tau "


" makasih mah " ucap Resta dan Neta.


Resta dan Neta beranjak pergi menuju kamar mereka yang ada di lantai 2.


" ah mereka imut juga cantik, mamah udah gak sabar jadiin mereka mantu pah " ucap Rasty penuh semangat.


" hmm sama papah juga " timpal Erwin sambil meluk Rasty.


sedangkan asisten Jo dan Bibi Mei tersenyum melihat sang majikan....


*********


malampun tiba terdengar suara mobil Fian dan Akmal memasuki halaman, para security sudah membukakan gerbang dengan lebar.


" selamat malam Tuan muda Fian dan Akmal " sapa sang security.


" selamat malam juga pak " jawab Fian dan Akmal merekapyn turun dari mobil.


" assalamualaikum " salam Fian dan Akmal


" wa'alaikumsalam " jawab Rasty dan Erwin yang duduk santai di sofa ruang tamu. seperti biasa Fian tak lupa mencium pipi mamah nya, sedangkan Erwin cuma menghembuskan nafas.


" hmm mah, pah udah makan malam " tanya Fian


" ma'af mah pah tadi di kantor banyak urusan, awal nya kita mau pulang lebih awal iya kan gan " ucap Akmal


" iya, padahal Fian udah bikin rencana mau pulang lebih awal "


" yah mau gimana lagi, Akmal juga gitu " mereka berceloteh ini itu sedangkan Rasty dan Erwin tau sebenarnya anak mereka itu sedang merindukan seseorang.


" udah ih gak usah ngoceh panjang lebar, udah sana mandi dulu kita juga belum pada makan nungguin kalian " Rasty menyuruh mereka bergegas.


" siap kapten " ucap Fian dan Akmal, mereka berlari menuju kamar masing-masing.

__ADS_1


" ah ini kejutan pah, Fian pasti gak tau kalau Resta ada di kamar nya " ucap Rasty antusias.


" mamah ini, gimana coba kalau Fian ngapa ngapain Resta, anak orang tuh mah "


" astagah, mamah lupa gak kefikiran kesana " Rasty menepuk jidat nya.


ceklek


pintu kamar Fian di buka perlahan Fian masuk dan mendudukan dirinya di sofa, saat Fian membuka sepatu dan setelsh itu menuju closet tempat pakaian Fian tersimpan, Fian berniat ganti baju dulu karena belum niat untuk mandi, setelah Fian ganti baju dia duduk kembali sejenak dan membuka laptop nya.


terdengar ada suara gemirick di kamar mandi, Fian menghentikan pekerjaan nya sejenak, Fian melangkah menuju pintu kamar mandi dan mendekatkan kuping nya , Fian penasaran siapa yang ada dikamar mandi, Fian menekan gagang pintu.


ceklek


ternyata pintu kamar mandinya tak di kunci, Fian melongokan kepalanya ke dalam memastikan siapa orang tersebut, saat Fian melihat kearah orang tersebut Fian tersenyum, perlahan Fian masuk ke dalam kamar mandi.


orang tersebut sedang mempersiapkan air panas di bathtub mengisi nya dengan air dingin, dia belum menyadari di belakang nya sudah ada seseorang berdiri sambil fokus memperhatikan nya, saat dia berbalik.


" aahh, astagfirullah " teriak nya, eh orang tersebut tersenyum sambil mengedipkan matanya.


" eh ka, k-kenapa ada di-sini " ucap nya terbata karena kaget juga takut.


sedangkan orang tersebut melangkahkan kakinya mendekati nya.


" kenapa bertanya seperti itu, ini kamar mandi ku lalu " tanya nya.


" eh bu-bukan begitu iya ini kamar mandi kaka, Resta pinjam kamar mandinya sebentar, ka-karena kamar mandi di kamar Resta gak berpungsi " ucap Resta masih tergagap sang gadis tersebut adalah Rests, padahal itu kerjaan nya Rasty ada ada aja hadeh calon mertua gak ada akhlak emang.


" lalu kenapa belum mandi " Fian semakin mendekati Resta. Resta memundurkan langkah nya.


" bagaimana kalau kita mandi bersama " Fian semakin gencar menggoda Resta.


glek Resta menelan slivanya saat Fian membuka bajunya, terpampang sudah tubuh Fian yang tak menggunakan baju, Resta semakin memerah mukanya saat Fian memperlihatkan tubuhnya, karena ini untuk pertama kali bagi Resta.


" astagah apa yang akan ka Fian lakukan, mamah " jerit Resta dalam hati


Fian menyudutkan Resta ke dinding dan mengungkung nya, Fian hanya ingin mengerjai Resta.



Resta semakin ketakutan dikala Fian tidak memberikan jalan nya, Resta menatap Fian, Fian pun menatap Resta, Fian tersenyum devil, membuat Resta merinding seketika.


" ka bi-bisa tolong menyingkir " ucap Resta gugup.


" hmm kenapa? " tanya Fian yng menatap lekat Resta.


" coba saja berani kabur kelinci kecil " batin Fian.


" nanti mamah dan papah melihat kita " timpal Resta.


" itu tidak ada masalah, bukan kah Resta calon istri kk, dan bukankah Resta juga mau mandi, ayo kita mandi bersama " Fian mulai mengulurkan tangan nya dan akan membuka kancing baju Resta.



Resta membelalakan matanya terkejut dan hanya diam mematung, sedangkan Fian tersenyum licik, perlahan Fian akan membuka kancing baju Resta.


" yaa Allah tolong Resta, hiks.. hiks Neta, mamih, papih ka Alan Neta takut " jerit Resta dalam hati.


Fian melihat Resta yang gemetaran dan ketakutan, Fian menghentikan aksinya Fian menatap sendu pada Resta dan memegang pipi Resta yang masih teelihat bekas tamparan tadi siang.


deg


deg

__ADS_1


jantung Resta berpacu saat Fian memegang pipinya, perlahan Resta membuka matanya dan menatap Fian, Fian tersenyum.


" ma'af " ucap Fian, Resta terpaku saat Fian berkata maaf.


" hmm untuk " tanya Resta kembali.


" sudah membuat Resta takut, apa ini masih sakit " tanya Fian memastikan.


" sudah tidak ka " jawab Resta.


" apa papah sama mamah tau " tanya Fian kembali, Resta menggeleng.


" haaah " Fian menghembuskan nafas nya, Fian kembali memakai bajunya sambil tersenyum sedangkan jangan di tanya lagi wajah Resta seperti apa.


" ayo " Fian menjulurkan tangan nya ke arah Resta, Resta menatap tangan Fian.


" ke-kemana " ucap Resta masih gugup.


" mereka sudah menunggu kita di meja makan, mandinya nanti kita lanjutkan " goda Fian kembali.


" kaka ih " kesal Resta sambil mengerucutkan bibirnya.


" jangan mancing mancing deh " ucap Fian. Resta tersenyum dan akhirnya menyambut tangan Fian.


Fian dan Resta bergandengan tangan menuruni tangga dan menuju meja makan, sedangkan yang di bawah menatap mereka intens.


" tolong itu tangan di kondisikan ke pengantin baru aja " cebik Akmal.


" Neng lama amat ngapain coba " pertanyaan Neta membuat Resta gugup.


" apaan sih Neng Neta, aku gak ngapa ngapain, ih otak nya pasti mikir yang aneh aneh " Resta menoyor jidat Neta.


Resta dan Fian mendudukan bokong mereka secara bersamaan di kursi.


" mau ngapa ngpain juga gak ada masalah pan ya " timpal Rasty tanpa dosa.


seketika semua mata mengarah pada Rasty " ek kenapa " tanya Rasty.


" mamaaah " teriak mereka bersamaan.


" upss maaf mulut mamah belum di filter ini " ucap Rasty dan semua orang tertawa.


kebahagiaan di meja makan dan keramaian di rumah tersebut begitu terlihat bahkan canda tawa gelak tawa terdengar menghangatkan suasana.


Resta menyendokan nasi dan lain lainnya lalu menyerahkan nya pada Fian, sama hal nya dengan Neta.


" terimakasih " ucap Fian dan Akmal.


" sama-sama " jawab Neta dan Resta.


" ah calon mantu idaman " ucap Rasty bahagia.


" papah udah gak sabar ini pengen nimang cucu " timpal Erwin.


" pah ih itu mulut " ucap Rasty.


" emang kenapa? oh iya ingat maksud papah nimang cucunya setelah kalian menikah, ih pasti otak nya pada mikir yang aneh aneh deh " ucap Erwin panjang lebar.


" ooooh " ucap mereka bersamaan dengan kompak gelak tawa terdengar lagi.


Resta dan Neta tersenyum betapa beruntungnya mereka memiliki keluarga yang menyayangi mereka bahkan begitu banyak kehangatan, jika Resta dan Neta mimpi maka jangan di bangunkan, jika nyata maka jangan sampai kebahagiaan ini menghilang.


********

__ADS_1


alhamdulillah bisa up lagi 😊😊😊


__ADS_2