
*****
Resta melangkah keluar dan Neta menyusul nya sambil berlari
" yah gan loe apain tuh anak " tanya Akmal
" sedikit menggoda nya " ucap Fian enteng
" ayo kita kejar mereka nanti keburu pulang lagi naik taxi " ucap Akmal
" eh boss gue pulang dulu " ucap Fian menggoda Yoga
" dih loe kebiasaan " kesal Yoga, Fian langsung lari ngejar Resta dan Neta
" sabar gan, gue pulang dulu nanti kapan kapan kita ngobrol " Akmal pun mulai berlari keluar
" iya gue tunggu " ucap Yoga, Yoga menampilkan senyum nya yang sedikit menahan kesedihan
" Resta kk fikir kamu bakalan jadi jodoh kk ternyata ,ck mimpimu ketinggian Yoga sadar diri " batin Yoga yang begitu menyedihkan
" sabar pak suatu saat bapak akan menemukan seseorang yang mencintai bapak " ucap sang kasir, karena diantara kariawan dan boss tidak ada perbedaan jadi mereka semua dianggap teman
" hmm kamu benar, aku harus ngelupain Resta dan memendam perasaan ku sendiri, aku bahagia jika melihat orang yang kita sayang dan kita cinta bahagia, karena Fian orang yang tepat " lirih Yoga
" hmm pak Fian terlihat begitu mencintai Resta, pak Fian belum pernah membawa wanita ke restaurant ini, tadi bapak lihat pak Fian banyak tersenyum dan bahkan tertawa juga " Yoga kaget
" benarkah Fian tertawa " batin Yoga tak percaya, dan Yoga tersenyum
" kali ini ada yang berhasil meluluhkan si es beku " ucap Yoga sambil tersenyum
******
di luar Fian mengejar Resta. karena Resta sudah di tepi jalan yang akan memberhentikan taxi
" Resta tunggu " Fian mencekal tangan Resta
" lepasin ih " Resta yang masih kesal mencoba menepis tangan Fian, tapi Fian tak bergeming sedikitpun
" kalau kesal terus kk langsung culik terus kk langsung nikahin mau " ucap Fian tegas
" kk nyebelin tau, tadi kan di dalam banyak orang kk seenak nya aja ngomong gitu Resta jadi malu " Resta terliha marah
" ya udah maafin kk, ayo kk antar pulang " ajak Fian yang masih memegang tangan Resta
" gak mau Resta mau pulang naik taxi aja " ucap Resta menyentakan tangan Fian. dan pegangan Fian terlepas
" bisa gak kali ini nurut sama kk " ucap Fian sedikit membentak dan tegas
Neta mau menghampiri Fian karena sudah membentak Resta, tapi Akmal mencegah nya Neta melihat kearah Akmal, Akmal hanya menggelengkan kepalanya.
" kk jahat hiks, hiks " Resta sudah mulai menangis, Resta langsung lari mau menyebrang jalan saat itu ada motor sedang melintas
" Resta awas " Fian dan Neta teriak memangil Resta dan
bruukk
motor menghantam mereka berdua, Akmal dan Neta berlari panik, yang lain sudah berkerumun, Resta madih menutup matanya dia berada di atas tubuh Fian.
Fian menyibakkan rambut Resta agar bisa melihat Resta, Fian tersenyum Resta baik baik saja, Resta syok kaget dan juga takut saat perlahan membuka mata Resta kaget kepala Fian berdarah dan di pipi Fian juga ada goresan.
" Resta baik baik saja kan " ucap Fian
" kaka, " Resta menangis dan langsung bangun, Resta memangku kepala Fian
__ADS_1
" kk senang Resta tidak apa-apa " ucap Fian
" maafin Resta ka, kk bertahan " ucap Resta lirih, Fian tersenyum saat Fian mau memegang pipi Resta tangan nya terjatuh Fian kehilangan kesadaran nya
" kaka... " teriak Resta histeris
" Neta ka Akmal bantu Resta " Resta masih menangis
" tenang Resta, ambulans sedang menuju kemari tadi ka Akmal menghubungi ambulans " Neta menenagkan Resta yang masih menangis sambil memangku kepala Fian
Akmal memberhentikan ambulans dan Akmal mengangkat tubuh Fian untuk di bawa ke ambulans
" kk ambil mobil dulu " ucap Akmal panik, Akmal berlari kearah mobil nya
Resta dan Neta dia dalam mobil ambulans, Resta terus menangis sambil menggenggam tangan Fian, sedang kan dokter sedang memeriksa keadaan Fian, mulai memasangkan selang oksigen ke hidung Fian dan memasang infus di tangan Fian.
Resta meringis saat dokter menancapkan jarum infus ditangan Fian, Resta bergetar ketakutan.
" Resta hei lihat aku " ucap Neta menenagkan Resta, Neta tau Resta takut dengan jarum.
muka Resta pucat karena melihat jarum infus menancap ditangan Fian.
" hei semua baik baik saja ok rilex " ucap Neta kembali
" tarik nafas perlahan " Neta menenangkan Resta, Resta memejamkan matanya
" huufftt,, haaah " Resta menarik nafas dan membuang nya perlahan
" ingat jangan perhatikan jarum nya tapi fokus ke ka Fian ok " timpal Neta, Resta menangguk, sesekali Resta masih menyeka air matanya yang masih menetes di pipinya.
******
saat sampai di RS RRD ( RESTA RISELLA DINATA)
saat Resta turun dari ambulans kebetulan disitu ada Mila dan Apni, mereka kaget karena Resta turun dari ambulan
Mila dan Apni berlari menghampiri Resta dan Neta.
" Resta " ucap Mila kaget melihat keadaan Resta
" ka Mila ka Apni bantuin Neta " ucap Neta, dengan sigap Mila dan Neta langsung membantu Neta memapah Resta
" astagah dek, tangan mu berdarah ayo kk obati " ucap Mila khawatir
Resta menggeleng tidak mau, Mila dan Apni tau Resta takut dengan yang namanya Rumah Sakit, terlihat dari muka Resta begitu pucat.
" Adek mau lihat ka Fian kan " bujuk Apni, Resta mengagguk
" nah kita masuk terus sebelum itu obati dulu luka adek ok " ucap Mila dengan lembut, Resta ragu
" Resta kamu tidak boleh takut lawan ketakutan mu, kamu mau nemenin ka Fian kan " Neta mencoba membuat Resta melawan rasa takut nya.
Resta memejamkan matanya akhirnya Resta mengangguk
" alhamdulillah " ucap semuanya
Resta dia bawa keruangan Mila dan Apni, Resta didudukan di kursi.Mila perlahan mengobati luka Resta di lengan nya dan kaki, Neta masih menggenggam tangan Resta, Apni menelfon seseorang.
tak berapa lama brakk
pintu ruangan Mila dan Apni terbuka lebar
" dek, adek gpp " tanya Alan khawatir
__ADS_1
" adek gpp ka, tapi.. tapi ka Fian " Resta menangis memeluk Alan
" sudah gpp, yakin ka Fian baik baik saja " Alan masih memeluk erat Resta
" adek takut ka " lirih Resta yang masih memeluk erat Alan
" tapi adek hebat " ucap Alan, Resta mendongakan kepalanya melihat Alan dan menyerengitkan alis nya.
" maksud kk adek itu kuat, lihat sekarang adek mau masuk RS dan gak takut lagi " goda Alan
Resta memukul dada Alan karena kesal, sudah tau Resta sedih bahkan masih menahan ketakutan nya malah di ledekin.
" aw, aw sakit dek " ucap Alan
semua tertawa melihat Resta begitu manjanya
" tunggu ka Alan tau dari mana adek ada di RS" tanya Resta
" ck tadi ka Apni telfon ka Genta ngasih kabar kalau adek sedang si RS kecelakaan, ya udah tanpa fikir panjang kk langsung kesini " jawab Alan
" tau gak tadi Alan ke kesetanan aja bawa mobil nya, hampir aja nyawaku hilang juga " ucap Genta, yang lain tetawa
" ka mamih dan papih udah tau " tanya Resta pelan sedikit takut
" udah ka Akmal udah ngasih tau, mungkin papah Erwin dan mamah Rasty juga langsung terbang kesini " ucap Alan
Resta memgeratkan pelukan nya karena takut.
" udah adek gak usah takut, lihat kk " ucap Alan sambil mengusap kepala Resta
Resta mengangkat wajah nya menatap Alan, dilihat nya mata Resta sembab karena menangis sedari tadi
" gpp semuanya baik-baik saja hmm " ucap Alan lembut, Genta Apni, Mila juga Neta merasa haru saat Alan menenangkan Resta begitu Alan sangat menyayangi Resta, dari cara bicara Alan yang lembut, kadang ada sedikit usil dan jail nya juga kalau Alan lagi menjahili atau mengusili Resta.
saat mereka ngobrol ada yang mengetuk pintu, Genta membuka pintu
mamih Helen langsung berlari kearah Resta, Alan melepaskan pelukan nya
" adek " ucap Helen yang khawatir
" adek gpp kan " tanya Rangga yang khawatir juga, Resta menundukan wajah nya, bahkan masih terdengar isak tangus nya, Heleb dan Rangga memeluk Resta
" aw sakit mam " Helen tak sengaja memegang luka Resta
" astagah sayang mamih gak tau lw adek terluka " terlihat wajah Helen khawatir
Helen meniup luka Resta, mata Resta berkaca kaca karena terharu melihat keluarganya begitu menyayangi dan mengkhawatirkan keadaan nya.
" lihat mata adek sembab, udah gak usah nangis " ucap Helen yang masih menggengam tangan Resta
" bagaimana kejadian nya ko bisa sampe seperti ini " tanya Rangga yang meminta penjelasan.
Neta akhirnya menjelaskan semuanya secara detail.
" Resta takut mam ,gegara Resta ka Fian " ucapan nya terhenti
" hei sayang, justru mamih bangga demi ka Fian adek mau masuk RS bahkan mengalahkan ketakutan adek " ucap Helen lembut, karena semua tau bagaimana Resta sangat anti yang namanya RS
" nanti papih yang urus semuanya adek tenang ya " ucap Rangga sambil mengelus kepala Resta, Resta mengangguk
" ya udah kita lihat ke adaan ka Fian adek mau " tanya Helen, Resta hanya menggangguk.
dan akhirnya mereka pun pergi bersama, kearah perawatan Fian berada disana Akmal masih menunggu, karena pemaeriksaan Fian belum selesai.
__ADS_1