Life Is Love

Life Is Love
Akhir Hidup Resta


__ADS_3

*********


" kita lihat kondisi Resta jika dia melewati masa kritis nya, maka kita akan lakukan operasi " ucap Fathan yang akhir nya berbicara.


" ka " panggil Helen yang kini menghampiri Alan.


" kk akan lakukan apapun untuk adek mih, bahkan jika adek meminta nyawa maka kk akan memberikan nya " mereka yang ada disana menatap haru.


" oya kalian boleh istirahat dulu, karena kalian juga butuh istirahat " ucap Dirga.


" tidak saya akan tetap disini " bantah Helen.


" mih, mamih kondisinya kurang fit jadi papih mohon " mohon Rangga Helen terdiam.


" biar kami yang menjaga Resta " Genta menyarankan.


" sayang kamu juga pulang istirahat ya, biar aku, Alan dan yang lain disini " Apni mengangguk.


" iya baliklah besok kita kesini dan aku akan membawakan baju ganti untuk mu " ucap Apni Genta tersenyum, dan mencium kening Apni.


" papih sama mamih pulang dulu, kk jaga adek " ucap Rangga, Alan mengangguk.


" Fian juga tetap disini mah, pah "


" Akmal juga disini, karena Neta pasti gak akan mau ikut pulang, jadi Akmal tetap disini " timpal Akmal, Neta masih tetap menangis di pelukan Akmal.


" nak Akmal tolong jaga putri kami " ucap Harun.


" iya pah, Akmal janji " Laras tersenyum dan memeluk Neta dan Akmal setelah itu mereka semua pergi.


" aku akan memantau Resta 24 jam " ucap Fathan.


" dokter Fathan terimakasih " Alan akhirnya memeluk Fathan. " sayang kamu tidak pulang " tanya Alan karena ternyata Mila tidak ikut yang lain.


" aku juga akan ikut andil disini, karena di dalam sana adik ku membutuhkan aku juga hmm " Alan begitu terharu dan kini menangis memeluk Mila.


" terimakasih aku beruntung memiliki bidadari sepertimu " Mila mengelus punggung Alan yang bergetar karena menangis.


kini Mila dan Fathan masuk ke ruangan di mana Resta di rawat, Fian terenyuh menatap Resta yang dimana semua tubuh nya di pasangi alat alat untuk memantau kondisinya.


" kk mohon jangan tinggalkan kk, maafkan kesalahan kk " Fian berdo'a dalam hatinya.


mereka semua duduk sambil menatap ruangan dimana Resta berbaring, karena mereka belum diizinkan untuk masuk.


mereka yang diluar ikut terjaga, sedangkan Mila dan Fathan kadang Dokter Dirga bergantian memeriksa kondisi Resta yang masih belum merespon sedikitpun.


***********


Di kediama Yudishtira


" mah bolehkan besok Ega pergi ke Rumah sakit " izin Ega pada Farah.


" untuk apa sayang " tanya Farah.


" Ega ingin meminta ma'af pada mereka terutama pada Resta mah " Ega menunduk dan merasa sangat bersalah.


" sayang hey! iya baiklah mamah izinkan, maafkan mamah yang selama ini begitu egois dan berambisi, sehingga manah tak pernah memikirkan kedepan nya " Yusuf memeluk Farah.


" papah bangga mah karena mamah udah sadar akan kesalahan mamah " Ega ikut memeluk mereka.


" apa Riska juga boleh ikut memeluk " ucap Riska lirih, mereka menatap Riska dan Farah menjulurkan tangan dan Riska memberikan tangan nya, Farah langsung menarik Riska dalam pelukan nya.


" maafkan mamah sayang, mamah begitu banyak bersalah padamu, terimakasih telah menjaga Ega " ucap Farah kini Riska memeluk mereka erat.


" Riska sangat menyayangi kalian " ucap Riska.

__ADS_1


" kami juga " kini mereka tersenyum.


" ekhem " seseorang berdehem dan kini mereka menoleh pada orang tersebut.


" maaf apa Rama mengganggu " mereka tersenyum tanpa Rama sadari Ega dan Farah menarik Rama masuk dalam pelukan juga.


Rama kaget dan saat ini dia juga terharu kini Rama juga ikut menangis " sayang kamu kenapa " tanya Farah.


" Rama bahagia, karena selama ini Rama tidak pernah merasakan pelukan hangat yang sebuah keluarga berikan, kini Rama merasakan nya seperti inilah pelukan keluarga, hangat, damai dan menyenangkan "


" kini nak Rama tak sendiri kami disini " ucap Yusuf.


bugh


" aw sakit Ega " Rama tiba-tiba mengaduh karena dapat pukulan di bahu oleh Ega.


" loe tuh ya ngeselin tau gak " kesal Ega.


" eh kenapa! " tanya Rama.


" loe nginjek kaki gue monyong sakit tau " Rama tersenyum


" ya maaf kan gue gak tau, kalau kaki loe disitu, makanya kalau punya kaki itu di jaga biar gak keunjek "


" eh loe ya, kaki kaki gue seterah gue mau dimana loe nya aja yang punya mata gak ngeliat "


" terserah Ega bukan seterah " tegur Rama.


" mulut, mulut siapa " tanya Ega


" ya mulut loe " timpal Rama.


" nah berarti seterah gue dong, gue mau ngomong apa " Ega semakin nyolot.


" idih, diomongin loe malah nyolot " kesal Rama karena Ega memancing kemarahan nya.


" heh Ega Mawarni Yudishtira yang merasa sok cantik, so sexy so pintar jangan ngadi ngadi deh loe ya "


" eh loe ngakuin gue makasih " ucap Ega tersenyum.


" najis dah gue juga lupa lagi ngucapin itu " pletak Rama menyentil dahi Ega.


" eh ****** kurang ngajar banget sih loe, kening gue sakit " Rama kabur dan Ega mengejarnya sambil membawa kemoceng. Riska hanya geleng geleng melihat kelakuan Rama dan Ega.


" kini mereka kembali seperti dulu alhamdulillah " ucap Yusuf.


" mamah udah lama gak melihat Ega seperti itu lagi pah, semua kesalahan mamah " ucap Farah menyesal.


" udah mah itu udah berlalu mamah jangan nyalahin diri sendiri " ucap Riska Farah mengangguk.


" akhirnya Ega yang dulu kembali, Rama terimakasih " batin Riska begity bahagia sast ini menatap Rama dan Ega.


**********


Kesokan harinya Di Rumah Sakit.


" yaa Allah aku ketiduran " ucap Alan kaget saat itu Alan menatap Fian yang kini berdiri di depan pintu ruangan.


" Fian " panggil Alan, Fian menoleh dengan berderai air mata.


" ada apa! " tanya Alan ikut khawatir.


" tadi, tadi kondisi Resta menurun ka " ucap Fian.


" APA! " ucap Alan mengagetkan yang lain yang sedang istirahat dan tertidur.

__ADS_1


" Alan ada apa! " tanya Genta yang batu sadar dari bangun nya.


" Resta Genta kata Fian kondisi Resta menurun " ucap Alan yang kini panik.


" kita sholat subuh dulu dan doakan Resta " Alan akhirnya mengikuti Genta nenuju mesjid, yang ada di area Rumah sakit , Sam juga ikut.


kini ada Fian, Akmal dan juga Neta, Neta masih tertidur karena kelelahan menangis. Akmal pelan membaringkan Neta.


" gan " Akmal menepuk bahu Fian yang bergeming di tempatnya sambil menatap kosong ke arah di mana Resta berbaring. yang kini sedang di tangani Mila, Dokter Dirga dan Fathan.


" gue gak bisa maafin gue sendiri, kalau terjadi sesuatu pada Resta " lirih Fian.


" doakan yang terbaik buat Resta, Resta gadis yang kuat " Akmal mencoba menghibur Fian.


" ka " suara serak seseorang memanggil mereka saat mereka menoleh Neta baru terbangun. Akmal menghampiri Neta.


" udah bangun " Neta mengangguk.


" yang lain kemana " tanya Neta karena tak melihat kehadiran yang lain.


" mereka sedang di mesjid " ucap Akmal.


" ka Fian kenapa menangis " tanya Neta " ada apa! " Neta menuntut jawaban.


" hey sayang tenang ya " bujuk Akmal, sedangka Neta tetap panik dan khawatir.


" katakan ada apa ka, apa terjadi sesuatu pada Resta " tanya Neta pada Akmal.


" kondisi Resta menurun " ucap Akmal.


" tidak! kk pasti bohong kan " teriak Neta begitu histeris " Neng kamu dengar aku kamu harus kuat Neng " Neta terus saja berteriak memberikan semangat untuk Resta.


Akmal memeluk Neta dan berusaha menenangkan Neta yang terus berontak dipelukan Akmal " Neta gak sanggup jika harus kehilangan Resta ka "


" iya kk tau kita berdo'a semoga semuanya baik baik saja, kita sholat dulu yuk " ajak Akmal, Neta tadinya tak ingin beranjak tapi Akmal selalu membujuk dengan berat hayi Neta pergi untuk melaksana kewajiban nya.


di mesjid kini Neta menangis memohon doa agar Resta kuat dan bertahan.


" yaa Allah Neta mohon, kuatkan lah Resta, selamatkan Resta, Neta mohon pada-MU yaa Allah, Neta gak sanggup jika Resta.. hiks.. hiks " Akmal mendengar ucapan Neta dan langsung memeluk Neta.


" ayok kita kembali Resta pasti menunggu kita " ajak Akmal dan kini Neta langsung bergegas perasaan Neta tak tenang sedari tadi saat sampai disana semua sudah datang dan kini sedang menangis.


" ada apa! " tanya Neta bingung.


" Neta Resta " deg Neta menggeleng saat makannya mengucapkan itu.


kini Neta menghampiri Fathan yang tertunduk " ka Al " Fathan menangis Neta menggeleng " bohong ini bohong kan, kalian becanda kan " teriak Neta yang kini kembali histeris.


" Neta tenang sayang " Harun memeluk Neta Laras juga.


" katakan di mana Resta " mereka diam di dalam Helen Rangga, Fian, Alan menangis bahkan Helen berteriak memanggil nama Resta setelah itu pinsan.


Neta langsung lari masuk dan melihat Resta sudah pucat bahkan sebagian alat udah di lepas dari tubuh Resta.


" Neng bangun Neng, kamu jangan tidur terus, Neta disini Neng hiks.. hiks, Neta gak akan maafin kamu Neng, Neta mohon jangan becanda hiks.. hiks "


" bangun Neng hiks.. hiks, Neta gak akan biarin Neng Resta pergi Neta udah janji gak akan ngebiarin " Neta terus menggoncang goncang tubuh Resta.


" Neta " panggil Mila dan Apni mereka memeluk Neta.


" gak ka, ini bukan Resta, Resta nya Neta gadis yang kuat bahkan Resta selalu melewati rasa sakit nya hiks.. hiks "


" Resta pernah berkata jika Resta lebih dulu pergi meninggalkan Neta maka Neta tidak akan membiarkan itu terjadi, tolong ka bangunkan Resta hiks..hiks " Mila dan Apni memeluk etat Neta yang terus berontak bahkan histris.


" Resta sayang maafin kk, bangunlah sayang sudah cukup tidur nya, lihatlah keadaan Mamih, papih terutama Neta, apa Resta gak kasihan melihat mereka " bisik Fian di telinga Resta.

__ADS_1


" adek kk sayang sama adek maukah adek menikah dengan kk " bisik Fian yang kini sambil menangis.


" Neng kamu gak boleh giniin aku, bangun Neng kamu gak kasihan sama Fira, Radit dan juga Ifan, Resta... " bentak Neta, mereka membiarkan luapan hati Neta. hanya itu yang bisa Neta lakukan saat sang sahabat terbujur kaku.


__ADS_2