
*******-
saat ini Neta dan Resta sudah berada di RS milik Fathan, kadang Fathan tetap bekerja di RS milik keluarga Dinata.
saat mereka ragu untuk masuk saat itu Sam tak sengaja melihat mereka.
" eh bukan nya itu Nona Neta dan Nona Resta jangan bilang mereka " seketika Sam juga panik karena sudah lama Resta dan Neta tak mampir lagi ke RS.
" Nona Neta Nona Resta " tegur Sam, Neta dan Resta kaget dan menoleh.
" eh ka Sam " ucap mereka bersamaan Sam menatap Resta yang terlihat pucat.
" astagah Nona Resta anda " Sam mulai khawatir.
" ka Sam ka Al ada " tanya Resta mengalihkan kecurigaan Sam.
" ah iya ada yuk sekalian kk juga mau kesana " padahal Sam baru juga dari sana, Sam tau pasti ada sesuatu yang terjadi.
Neta dan Resta mengikuti Sam dari belakang banyak yang menatap heran pada Neta dan Resta, mereka tak perlu janji dulu jika ingin bertemu dengan pemilik RS ini.
mereka bertiga memasuki Lift ke lantai 3 dimana ruangan Fathan berada.
saat ini Fathan sedang duduk santai sambil menyandarkan kepalanya di kursi nya.
tok
tok
tok
" ya masuk " ucap Fathan masuklah Sam.
" Tuan " Fathan menatap Sam.
" kamu ngapain balik lagi, tadi katanya mau ke perusahaan " ucap Fathan yang masih tak sadar kalau disana juga ada Neta dan Resta.
" hehehe saya kesini ada keperluan " ucap Sam.
" hmm perlu " tanya Fathan.
" Nona Nona ayo masuk " Fathan langsung duduk dan memposisikan duduknya kembali saat Sam menyuruh orang masuk. masuklah 2 orang tersebut Fathan terkesiap saat tau siapa yang datang.
" Resta Neta " ucap Fathan.
" eh assalamualaikum ka " ucap Neta dan Resta.
" eh iya wa'alaikumsalam " Sam hanya geleng geleng melihat tingkah Fathan tadi so sangar eh didepan Resta kaya macan ompong.
Fathan kaget saat menatap wajah Resta sedangkan Neta menatap sendu Fathan tau kejadian ini akan terjadi.
Fathan sedih saat melihat Resta yang dia takutkan khawatir kan terjadi juga kini Fathan harus extra menjaga Resta bahkan harus sering sering mengontrol keadaan Resta. satu cara adalah semua keluarga Resta harus di periksa untuk mencocokkan darah yang cocok.
tapi Resta pasti tidak akan setuju dengan usulan Fathan, Fathan dan Sam menatap sendu Resta, kini Resta berbaring di periksa Fathan, Fathan akan menyuntikan sesuatu ketulang punggung Resta.
Resta awal nya menolak tapi setelah Neta dan Fathan meyakinkan Resta kali ini Resta mau, Fathan mengancam akan memberitahu kan ini semua pada kekuarga Resta.
kini Fathan siap menyuntikan cairan ke tulang punggung Resta, Fathan gugup bahkan gemeteran.
" ka " Neta menenangkan Fathan, Fathan mengangguk.
" maaf kk akan buka baju Resta di bagian punggung " ucap Fathan yang canggung.
__ADS_1
" hmm gpp ka " ucap Resta perlahan Neta mengangkat baju Resta dan Fathan sedikit menelan slivanya karena untuk pertama kali melihat bagian tubuh Resta.
saat ini Resta memegang erat Neta dan Neta memeluk erat Neta.
" ka lakukan " ucap Resta terdengar gemetar.
Fathan bersiap dan mulai menyuntikan cairan tersebut ke tulang punggung Resta, Resta teriak kesakitan terdengar lirih bahkan Neta juga menangis keringat keluar dari tubuh Resta karena menahan sakit.
kini Resta tertidur karena obat yang di berikan Fathan, Neta menatap Resta sambil mengelus ngelus rambut Resta.
" kamu pasti kuat Neng " Neta kembali menangis.
" sampai kapan seperti ini ka " tanya Neta.
" sampai Resta sembuh, jalan satu satunya adalah dengan tulang sumsum dari salah satu keluarga Resta, maka operasi akan dimulai, insyaAllah kk akan berusaha untuk menyelamatkan Resta " ucap Fathan.
" Resta tidak akan setuju ka, Neta tau Resta dia sangat keras kepala "
" kita akan berusaha cari jalan keluar nya, jika mendesak terpaksa kk akan memberitahu keluarga Resta, kk akan mengetes tulang sumsum siapa yang cocok "
" Neta akan berusaha meyakinkan Resta " kini Fathan dan Neta akan melakukan apapun untuk kesembuhan Resta, Neta tidak sanggup jika harus menyaksikan Resta kesakitan.
**********
di perusahaan Kamal Corp
" apa ada kabar dari Neta " tanya Fathan. Akmal menggeleng.
" haish mereka kemana sih seharian ini gak ada kabar " Fian frusrasi sama hal nya dengan Akmal.
" mungkin mereka sibuk jadi mereka menonaktifkan Hp nya "
" kata mamih tadi Resta belum pulang tadi aku juga nelfon mamah Laras katanya Neta juga belum pulang, tapi udah minta izin kalau mereka pulang terlambat " jelas Akmal panjang lebar.
" ck ya udah deh kalau gitu, tapi gue ngerasa sikap Resta berubah " lirih Fian.
" eh maksudnya " tanya Akmal penasaran.
" Resta mulai cuek kadang dingin pada gue, ntahlah gue juga bingung kaya bukan Resta yang gue kenal "
" mungkin perasaan loe aja kali gan, Resta sekarang ksn bukan anak sekolahan lagi smakin dia bertambah umur semakin kedewasaan nya terlihat, bahkan gie juga tau akhir akhir Neta juga jarang ada wajtu buat gue "
" semoga Resta gak berubah gue takut aja dia kecantol sama yang lain " Fian merasa takut kalau Resta mulai tak cinta lagi pada Fian.
" heh gan gak usah berfikir terlalu jauh gue tau Cinta Resta begitu besar buat loe, gak ada yang bisa ngegantiin posisi loe, apa lagi Resta juga udah dekat banget sama papah sama mamah " Fian mengangguk saat mereka sedang berbicara Ririn dan Galih datang.
" udah siap pak boss pak wakil boss " ucap Galih.
pletak
Akmal melempar pulpen pada kepala Galih.
" sakit tau " racau Galih.
" ih pak wakil main lempar lempar kepala beps Galih " Ririn mengelus ngelus kepala Galih.
" yang bucin yang bucin " ucap Akmal meledek.
" dih ngatain orang sendirinya juga gak nyadar " ucap Ririn kesal mereka semua tertawa.
" udah yuk berangkat kita bantai mereka semua " Ririn terdiam saat mendengar Fian mengucapkan kata bantai.
__ADS_1
" kamu kenapa Rin " tanya Akmal.
" itu pak boss " ucap Ririn bingung.
" ck kamu juga akan tau, udah ayo nanti si boss ngamuk lagi, Galih loe tuh jangan manha gitu ih jijik gue " Akmal merinding melihat Galih.
" hih pak wakil bosd ribet banget sih " ketus Galih.
" kalian mau tetap disini atau pergi. kalau mau tetap disini gue potong gajih loe loe " ancam Fian seketika mereka bertiga kocar kacir.
Desi hanya tertawa melihat mereka kadang ada hiburan tersendiri buat desi dan karyawan lain kalau mereka ngumpul.
Fian yang terlihat berwibawa tegas bahkan dingin, sedang kan Akmal kadang ada kocak nya meskipun kadang-kadang dia juga bisa saja bikin orang jantung degap degup kalau lagi badmood. semenjak Ririn dan Galih datang kadang mereka yang kena sasaran kejailan Akmal.
**********
di apartemen Genta, Genta terus mengurung dirinya jika dia sudah pulang dari syuting nya, sama hal nya dengan Mila mereka banyak menyendiri sdangkan Apni sibuk dengan banyak pasien nya.
Alan menyibukan dirinya kini mereka tak pernah lagi kumpul bersama kadang Alan datang ke RS hanya untuk mengjibur dirinya dan Apni. kadang ada yang menyangka bahwa Alan dan Apni memiliki hubungan khusus padahal tidak.
1 minggu sudah berlalu kejadian Alan dan Mila kemarahan Apni pada Genta. kini Apni Alan dapat undangan lauching majalah barunya Genta dan Apni dari perusahaan RR Group.
Alan datang sendiri di sambut oleh Reenata Alan tetap cuek pada Reena, sedang kan Reno sedang bersama Mila, Genta duduk sendirian dia menatap Apni ada rasa rindu ingin sekali memeluk Apni.
tatapan Apni sama hal nya dengan Genta tapi karena kekecewaan yang Genta ciptakan membuat Apni menahan Rindu itu bahkan hanya ada tatapan kebencian.
Alan menatap kearah Mila dan Reno dan beralih menatap Genta, ada rasa rindu juga pada Genta tapi karena penghianatan membuat Alan menjadi dingin tehadap Genta.
kini acara dimulai ada acara penyambutan dan sebagainya kini masuklah di acara dansa Mila dengan Reno sedangkan Alan dengan Reena.
dan kini bergantian posisi Reena dan Reno Mila dan Alan. Reno dan Reena hanya tersenyum jahat pada mereka berdua misi untuk memisahkan mereka berhasil.
Alan menatap Mila sendu.
" apa kau sudah bahagia membuatku seperti ini " Mila menatap Alan banyak. perubahan dari Alan sedikit berantakan bahkan tak seperti Alan yang hampir perpect di setiap penampilan nya.
Mila mengalihkan tatapan nya kearah lain.
" hidupku kacau berantakan Mila apa kau tau itu " tanya Alan Mila tetap diam.
sedangkan Alan terus menatap Mila dengan sedih sesangkan Mila hanya menundukan pandangan nya, Mila ingin menangis tapi dia menahan nya.
" baiklah jika ini yang kamu harapkan aku ikhlas melepaskan mu, semoga kamu selalu bahagia dengan pilihan mu, jika bukan dengan Genta setidak denga si berengse* Reno "
" maaf jika selama ini aku banyak salah padamu " Alan meneteskan air matanya dan Mila menyadari hal itu.
" aku akan pergi dan tidak akan mengganggumu lagi " Alan melepaskan pegangannya dan mulai mundur menjauhi Mila dan Alan pergi meninggalkan Mila yang bediri diam mematung.
Mila lari kebelekang dan menangis disana sedari tadi dia menahan nya tapi kini tidak.
" kenapa sesakit ini, Alan aku mencintaimu, aku gak bisa jauh hiks.. hiks.. darimu, kamu segalanya hiks... hiks "
sedangkan Reno dan Reena tos ria karena rencana nya berhasil.
*******
alhamdulillah 2 episode up lagi
__ADS_1