
*********
di perjalanan pulang Resta terdiam dan itu membuat Neta curiga saat Neta menoleh menatap Resta, terlihat muka Resta pucat Neta sangat khawatir dengan keadaan Resta bahkan asisten Jo juga ikut panik.
" Neng muka kamu pucat, astagah kamu sakit " khawatir Neta.
" yaampun Neng bneran aku gpp, mungkin ini hanya kelelahan saja " timpal Resta yang menurut nya Neta berlibahan.
" gumans aku gak khawatir muja kamu pucat banget ini "
" apa kita kerumah sakit aja " ucap paman Jo. Resta dan Neta langsung menatap paman Jo, paman Jo yang di tatap jadi salah tingkah.
" eh kenapa? " tanya paman Jo.
" ih paman Jo Resta itu takut yang namanya Rumah sakit, eh paman malahan membahasnya " timpal Neta.
" hah " ucap paman Jo yang mulut nya menganga.
" astagah ko masih ada ya orang yang takut Rumah sakit " paman Jo membatin dan hanya geleng geleng.
tiba-tiba keluar darah dari hidung Resta.
tes
tes
darah itupun menetes seketika Neta berlonjak kaget dan kepanikan pun terjadi.
" astagfirullah Neng kamu tuh mimisan " Neta kelabakan.
" tenang Neta tenang ih kamu ini bikin panik paman Jo, lihat tuh muka paman Jo jadi tegang, aku gpp ko jadi jangan berlebihan ok, tarik nafas "
" haaah,, hufftt " Neta menarik nafas dan membuang nya kembali.
" gimana udah tenang " Resta menbelus pundak Neta sambil tersenyum.
" tissue nya mana paman " Neta meminta Tissue pada paman Jo, dan paman Jo memberikan nya.
perlahan lahan Neta membersihkan darah yang ada di hidung Resta. Resta begitu terharu saat melihat perhatian dan kekhawatiran Neta sahabat terbaiknya, mata Resta mulai mengembun dan berkaca-kaca.
" yaa Allah Neng Resta kamu nangis, kenapa? apa ada yang sakit? dimana " tanya Neta panik kembali.
tiba-tiba Resta menghambur memeluk Neta sambil terisak.
" terimakasih Neng Neta imut, kamu tuh sahabat terbaik ku, aku gak tau kalau kamu gak ada bersamaku " Resta yang masih terisak sambil memeluk Neta dengan erat.
seketika hanya keaedihan yang ada di dalam mobil paman Jo yang bahkan jarang menetes kan air mata seketika meneteskan air matanya.
" yaa Allah sudah lama aku tidak menangis, ntah kenapa saat melihat mereka hatiku begitu tersentuh " batin Jo yang sesekali menatap ke arah belakang lewat kaca mobil.
" ish tuh kan jadi mellow gini, udah ah jangan begini aku tuh gak kuat " kesal Neta yang memang Neta orang yang gampang tersentuh.
" Neng jika suatu saat aku mati lebih dulu bagai..... " Resta belum menyelesaikan omongan nya tapi Neta menatap nya dengan tajam.
" sekali lagi kamu ngomong yang aneh, aku gak mau dengar, kamu gak akan kemana mana, karena aku selalu berdoa semoga kita selulu bersahabat selamanya " tegas Neta.
__ADS_1
" kita gak tau hidup kita, aku juga ingin persahabatan kita dunia juga akhirat " omongan Resta mulai ngelantur.
" dih,, jangan ngomong gitu ah aku jadi merinding, ingat aku gak akan ngebiarin kamu jauh dari aku, bahkan hilang dari pandangan ku " kesal Neta yang mencubit pipi Resta.
" ih Neng Neta sakit tau " Resta mengelus pipinya yang memerah karena cubitan dari Neta.
tanpa terasa mereka sampai di mansion Kamal.
" Nona Resta Nona Neta kita sudah sampai " ucap panan Jo mengalihkan suasana.
" ah iya ma'af paman Jo jadi ngerepotin " ucap Resta tak enak.
" tidak masalah Nona " paman Jo membukakan pintu mobil nya, Resta dan Neta keluar bersamaan.
" ah paman Jo cuma Resta aja nih yang di bukain aku gak " Neta melipat tangan nya didada sambil mendengus sebal .
paman Jo hanya menggaruk tengkuk nya yang tak gatal " astagah Nona Neta aku hanya 1 orang, tidak mungkin bersamaan aku membukakan pintu mobil nya " gumam paman Jo samar tapi Resta mendengarnya, Resta tersenyum simpul.
saat mereka di depan pintu para maid sudah menyambut nya, baru saja Resta dan Neta akan mengetuk pintu, pintu sudah terbuka munculah bibi Mei yang membuka pintu dengan lebar menyambut Nona muda nya.
" eh " kaget mereka bersama Bibi Mei tersenyum. " selamat sore Nona " sapa Bibi Mei .
" eh iya selamat sore, assalamualaikum " ucap Neta dan Resta. Bibi Mei dan para maid tertegun saat mereka mengucapkan salam dan secara bersamaan mereka juga menjawab nya.
" wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh " semua maid tersenyum karena sang calon Nona muda mereka begitu ramah juga sopan.
Resta dan Neta mencium tangan Bibi Mei para maid sekali lagi di buat terkejut .
" yaampun Nona muda selain cantik ternyata begitu ramah bahkan menghargai orang yang lebih tua "
" beruntung nya Tuan Fian dan Tuan Akmal " mereka pun begitu kagum.
" ah sayang udah pulang " seketika mereka semua menoleh pada suara yang begitu nyaring dengan teriakan nya, yah siapa lahi kalau bukan Nyonya mereka Nonya Rasty.
Rasty menghampiri Neta dan Resta, begitu senang nya Rasty saat Resta dan Neta sudah pulang.
Resta memncium tangan Rasty, memeluk dan mencium pipinya, sama halnya juga Neta.
" assalamualaikum mamah " ucap Resta dan Neta.
" wa'alaikumsalam, upss mamah sampe lupa ini " Rasty menepuk jidat nya. semua orang tersenyum pada tingkah Nyonya mereka.
" loh Resta sayang Resta sakit, ko mukanya pucat " ternyata Rasty menyadarinya.
" ah mah, ini Resta cuma kecapean aja ko " timpal Neta.
" beneran " ucap Rasty penuh selidik.
" iya mah, Neta benar ko " ucap Resta membenarkan.
" mamah khawatir, takutnya Resta kenapa napa " terlihat wajah Rasty yang khawatir.
" gpp mah, ih mamah gak usah natap Resta gitu ih "
" hmm ya udah istirahat dulu gih, udah asharan belum ini " tanya Rasty.
__ADS_1
" belum " ucap Resta dan Neta bersama kembali .
" ya udah gih shalat dulu, nanti bis itu istirahat ya sayang " Rasty begitu lembut memperlakukan mereka.
Resta dan Neta kembali memeluk Rasty dengan manja, kehangatan terjadi diantara mereka.
" ya udah mah Resta dan Neta keatas dulu ya " pamit Resta, Rasty mengangguk.
" ingat ya Neng jangan bilang kalau tadi aku mimisan " ultimatum Resta pada Neta.
" iya iya, tenang rahasia aman " mereka berjalan sambil bisik bisik. Resta merasakan kepala pusing tapi dia tak ingin sahabat nya khawatir kembali.
********
setibanya di kamar Resta langsung merebahkan dirinya.
" alhamdulillah nyaman nya " ucap Resta.
" Neng mau kamu duluan yang mandi apa aku " tanya Neta.
" yah udah deh Neng kamu duluan, aku mau tiduran dulu bentar " ucap Resta akhirnya Neta mandi lebih dulu dan mereka menjalankan kewajiban mereka setelah itu mereka tertidur dengan nyenyak.
saat didapur tiba-tiba ada bunyi hp bergetar.
drtttt. drrrrttt.
Rasty menghentikan acara memasaknya sejenak dab terenyum saat nama di hp nya terpampang.
" assalamualaikum mah " ucap seseorang di sebrang sana.
" wa'alaikumsalam sayang " jawab Rasty. " gimana suka kejutan nya " tanya Rasty menggoda nya.
" mamah sama papah ngerajain Fian ih, kenapa gak ngomong kalau Resta sama Neta berkunjung kesini " cerocos sang anak yang tak lain dan tak bukan dia itu Fian Mustafa Kamal.
" tapi suka kan kejutan nya, gimans kangen nya udah terobati " lagi lagi Rasty menggoda anak nya.
" suka Fian suka makasih mah, mamah sama papah pokonya terbaik Love you mah "
" iya sayang, apapun ajan mamah dan papah lakukan yang terbaik untuk mu, Love You too " timpal Rasty.
" sekarang Resta lagi apa mah " tanya Fian.
" hmm ke nya mereka lagi istirahat sehabis shalat, kenapa masih kangen " ah Rasty emang mamah the best lah.
" ya pasti mah, ya udah mah Fian mau menyelesaikan pekerjaan Fian dulu Fian juga gak sabar pengen cepat pulang, bye mah assalamualaikum " ucap Fian penuh semangat.
" hmm baiklah sayang mamah tunggu, wa'alaikumsalam " Rasty hanya geleng geleng dengan tingkah anak nya.
" ck.. anak muda zaman sekarang, upss lupa aku juga waktu muda duly gitu gak bisa jauh dari Erwin, ih mamah jadi kangen sama papah " sedangkan Bibi Mei dan Jo tersenyum para maid pun juga sama.
emang ada ada aja kelakuan absurd majikan mereka, ada aja tingkah nyeleneh mereka ,tapi mereka begitu bahagia karena mansion ini penuh kasih sayang dan kehangatan.
*******
baru bisa up lagi 🙏🙏🙏
__ADS_1