
*******
di kediaman Dinata kehebohan terjadi ubtuk menyambut Nona muda segala sesuatunya sudah di persiapkan untuk menyambut sang Nona muda tercinta.
" mang Diki " panggil seseorang
" iya Nya " mang Diki bergegas lari kesuara yang memanggil nya.
" mang ayo cepat apa semua sudah siap " tanya orang tersebut.
" alhamdulillah nya sudah " jaeqb mang Diki
" syukurlah, oya Bi Aminah mana " tanya sang Nyonya siapa lagi kalau bukan Nyonya dari keluarga Dinata Helen Dinata yang sedari pagi sibuk mondar mandir.
" mih ih ribut banget pagi pagi " ucap Rangga yang Baru turun dari lantai atas.
" ih papih ngomong mulu bantuan kaga " kesal Helen.
" iya iya maaf, eh anak anak kemana ko pada ngilang "
" itu Alan jemput Mila, Genta jemput Apni "
" oh " Rangga hanya berohria. dan Rangga duduk di ruang tamu sambil membaca koran.
" Tuan mau Bibi buatin kopi " tawar Bi Aminah
" ah iya ide bagus tuh bi " ucap nya
" kalau begitu saya permisi dulu Tuan " Bi Aminah pun menuju dapur. Rangga masih memperhatikan sang istri yang sibuk kesana kemari.
" mih ih kaya setrikaan aja, pusing papih ini " akhirnya Rangga bersuara.
" ih papih anak gadis kita kan mau pulang, jadi harus perpect ini mempersiapkan segalanya "
" iya anak nya aja yang diperhatiin papih nya enggak " Rangga mulai merajuk, hening mereka semua terdiam, Helen menghampiri Rangga.
" uluh uluh bayi gede nya ngambek, hehe ma'af pih mamih lupa " Helen merayu Rangga sambil tersenyum manis.
" aish kalah deh papih, kalau mamih udah ngeluarin jurus nya "
" hihihi mamih di lawan " datanglah Bi Aminah membawakan secangkir kopi dan cemilan.
" ma'af nya, Tuan ini kopi nya " ucap bi Aminah.
" eh iya bi makasih bi " ucap Helen dan Rangga.
" ih kompak banget jawabnya " goda Bi Aminah, mereka pun tertawa.
********
Alan menunggu sang kekasih di apartemen nya, sama hal nya dengan Genta kali ini Alan mau naik motor katanya lebih seru.
" wish bro kece juga " ucap Genta menyenggol Alan.
" iya dong sekali kali " jawab Alan enteng.
" ingat bawa anak orang hati hati loh "
" eh makasih udah khawatir "
" dih gue tuh gak ngekhawatirin loe tpi tu anak orang "
" bang** loe ih " kesal Alan pada sahabat nya Genta, sedangkan Genta cekikan.
saat mereka sibuk bercanda munculah orang yang di tunggu, Alan bengong melihat penampipan Mila yang berbeda biasanya peminim kali ini tomboy.
Alan menunjuk Mila sambil tersenyum, Mila tersipu malu.
Alan Fokus memperhatikan Mila yang datang menghampirinya sambil menggenggam kopi.
__ADS_1
Mila menghampiri Alan sambil tersenyum.
" wih gila beda banget, ini Mila kan si Dokter kece " ucap Genta.
" i-iya, maaf lama ya " ucap Mila gugup.
" gak kita juga baru sampai iya kan " Alan menyenggol Genta.
" eh i-iya heem heem " Genta mengangguk ngangguk.
Mila meberikan kopinya pada Alan, Aksn menerima nya dengan senang hati.
" hmm terimakasih " Alan tersenyum, mereka mengobrol Mila menyenderkan badan nya di tiang dsn menatap Alan dengan intens. Alan sudah pasti gugup tatapan Mila kadang dingin datar bahkan ini bikin orang klepek-klepek.
Mila tersenyum berhasil memgerjai Alan.
" kena " kata Mila.
" haah " Alan malahan di buat melongo karena Mila berkata seperti itu, dan Alan menggaruk tengkuk nya tang tak gatal.
" Apni kemana sih ko lama banget " ucap Genta.
" hmm tadi sih mau turun bareng tapi ada yang ketinggalan katanya " jawab Mila.
saat Mila beralih menatap kearah pintu " nah tuh anak panjang umur "
Alan dan Genta menoleh Genta tersenyum dan menghampiri Apni.
" sudah yuk jalan " tanya Genta.
" iya maaf nunggu lama " Apni merasa tak enak karena yang lain menunggu nya.
" santai aja kali " jawab Alan.
mereka menoleh " ah iya " jawab mereka. Alan dan Mila sudah tak terlihat lagi.
" kaget aku pas lihat Mila yang berbeda " ucap Genta.
" hehehe iya tuh anak kadang peminim nya ada tomboy nya juga ada " jawab Apni.
" ya udah yuk berangkat, takut nya anak manja nungguin "
Apni menoleh " anak manja " tanya Apni bingung.
" iya itu si Nona muda Resta sama Nona muda Neta " jawab Genta.
" oh " Apni menjawab dengan membulat kan bibirnya, itu membuat Genta gemas.
********
di bandara Resta dan Neta sudah turun dari pesawat saat menuju pintu disitu orang tersayang sudah menyambut mereka banyak buket bunga.
" astagah mamih sama papih apa apan sih, bikin malu aja kaya nyambut siapa aja coba " celetuk Resta.
" hooh berasa presiden ini aku " jawab Neta kagum.
Helen merentangkan tangan nya, Resta dan Neta langsung berlari dan memeluk Helen.
" anak anak mamih baru nyampe " ucap Helen bahagia sekaligus terharu.
" mamih aja nih yang di peluk papih gak" Rangga pura pura ngambek.
" eh iya lupa" Resta pun berhambur memeluk Rangga.
" assalamualaikum mam, pih, maaf Resta lupa ngucapin salam "
" eh iya mamih papih juga lupa " mereka pun tertawa.
" wa'alaikumsalam " jawab Rangga dan Helen.
__ADS_1
" Bi Aminah mang Diki Resta kangen "
" iya Neta juga " mereka memeluk Bi Aminah dan mang Diki, Bi Aminah malahan nangis.
" eh eh ko Bibi nangis " tanya Resta bingung.
" hiks.. hiks rumah sepi gak ada Non Bi kangen "
" iya Neng mamang juga sama biasanya rumah tuh selalu rame " timpal mang Diki.
" eh iya ka Alan sama ka Genta mana " Resta celingukan nyari sosk yang ditanya.
" tadi katanya menuju kesini juga, biasa mereka jemput pujaan hati mereka dulu " Resta dan Neta mengangguk. saat mereka masih kangen kangenan ada yang mengucapkan salam.
" assalamualaikum mih, pih " ucap mereka berempat yaitu Alan, Mila, Genta dan Apni.
" eh wa'alaikumsalam " ucap mereka serempak .
" wow ka Mila keren banget cantik lagi " ucap Resta.
" hooh ka Mila beda aku sampe kaget " jawab Neta kagum.
" ah iya makasih, ma'af kk jemput pake kaya ginian, itu tuh suruh kk nya Resta " jawab Mila. Mila masih tersipu malu.
" adek gak kangen " Resta langsung memeluk Alan dan Genta.
" curang katanya mau nunggu kk, eh ditinggalin " Alan pura pura ngambek.
" eh, eh bukan gitu ka, adek tuh nubggu kk tapi kata mamih sama papih kk kemungkinan masih lama " ucap Resta.
" tapi Fian gak macam macam kan " tanya Genta yang ikut nimbrung.
blush muka Resta memerah jika ingat di kantor dan di kamar mandi.
" nah loh tuh muka merah jangan jangan " ucap Alan mengintimidasi.
" ih ka Alan ini, kan ada Neta ya gak terjadi apa apalah, ya paling kalau sekedar pegangan tangan gpp lah ya " jawab Neta santai dan Resta di buat melongo.
" dih ini anak santai banget " Genta menoyor kening Neta " hehehe maaf ka keceplosan " ceketuk Neta mereka semua tertawa.
Apni dan Mila justru fokus memperhatikan wajah Resta karena mereka seorang dokter pastinya mereka tau, Resta tidak baik baik saja.
" sayang kamu lelahkan ya udah yuk kita pulang aja kasian mereka baru sampe " ajak Mila.
" iya kalau kita disini kapan Resta nya istirahat " timpal Apni.
" astagah mamih lupa sangking senang nya adek pulang " Helen menepuk jidat nya merekapun pulang memuju kediaman Dinata.
saat sudah sampai mereka masuk Resta dan Neta kaget karena penyambutan yang mereka buat, disana sudah ada Harun dan Laras.
" assalamualaikum mah, pah " Neta langsung mencarium kedua tangan mereka dan memeluk mereka.
" dasar anak nakal, main sampe lupa " Neta hanya tersenyum saat Laras memarahi nya.
" iya tuh gak kangen gitu sama rumah " jawab Harun.
" rumah apa papah ini yang kangen " Neta dapat jitakan dari Harun mereka tertawa.
Resta tersenyum begitu banyak Cinta di kekuarga mereka Resta sangat beruntung di kekuarga Akmal Resta begitu di cintai bahkan di rumah nya begitu banyak Cinta dan kasih sayang.
Resta sedikit meringis karena badan nya terasa sakit dan kepalanya sedikit pusing.
" ish kenapa sih akhir akhir ini kepalaku sering pusing bahkan badan juga sakit sakit " gumam Resta.
Mila dan Apni sedari tadi memperhatikan Resta.
" kenapa Resta sangat pucat bahkan terlihat lemah " tanya Mila.
" apa Resta sakit tapi Resta menyembunyikan nya dari yang lain,mungkin mereka bisa di bohongi tapi kita seorang dokter tau itu " jawab Apni.
" berharap Resta baik baik saja " lirih Mila.
" aamiin " jawab Apni yang begitu sendu menatap Resta.
__ADS_1