
********
pagi pagi Resta sudah rapih dan akan berangkat ke kampus.
" mam, pih adek berangkat dulu ya " pamit Resta pada mamih dan papih nya.
" pagi gini emang ada jadwal kuliah dek! "tanya Helen.
" iya mam nanti mau ujian juga, bentar lgi kan lebaran jadi ngejar waktu "
" adek puasa hari ini " tanya Rangga.
" iya, kenapa pih! " tanya Resta bingung.
" muka adek pucat, beneran adek gak kenapa napa kan! " tanya Rangga khawatir.
" ah mungkin karena adek sering begadang pih, ngerjain tugas " kilah Resta padahal dalam hati dag dig dug karena bohong " maafin adek mam, pih " sesal Resta dalam hati.
" ya udah deh nanti adek telat di tunggu Neta ini assalamualaikum " Resta langsung ngacir.
" heleh itu anak, main ngacir aja " ucap Helen. " pih ada yang aneh gak sih sama adek! " tanya Helen
" aneh! aneh kenapa? " Rangga balik nanya.
" ih papih, balik nanya ntahlah mamih ngerasa adek menyembunyikan sesuatu "
" gak usah curigaan gitu mih "
" adek menurut mamih udah agak berubah, gak manja sering menghindar bahkan emosi nya yang kadang tak terkontrol "
" mungkin itu perasaan mamih aja kali, bagi papih gak ada yang berubah, tetap anak gadis kecil papih " padahal Rangga juga ngerasa hal yang sama, tapi karena tidak ingin Helen sedih jadi Rangga juga bohong.
" oya pih, nanti sore gak sibuk kan! "
" kenapa emang! "
" itu nanti kita buka bersama, mamih udah undang Genta, Mila, Fian dan juga Akmal "
" wah ngumpul nih kita " senang Rangga.
" iya pih udah lama pan kita gak bukber bentar lagi juga idul fitri "
" insyaAllah papih akan lihat dulu scedul hari ini ya mih, lw gak sibuk papih usahain pulang "
" ok pih " jawab mamih girang.
" papih berangkat dulu, assalamualaikum " tak lupa Rangga mencium kening Helen.
" wa'alaikumsalam " senyum Helen sambil melambaikan.
*******
di kampus
" Neng kamu puasa " tanya Neta.
" hmm..kenapa! " jawab Resta.
" kamu pucet Neng "
" Neng Neta sayang, udah biasa ke gini jadi gpp gak usah khawatir "
" kamu udah ngomong sama ka Al, Neng "
" belum, kalau aku ngomong pasti ka Al ngelarang aku puasa, aku takut puasa selanjut nya aku gak bisa ikut lagi " Resta menundukan wajah nya menahan ingin menangis.
" Neng, kamu pasti akan tetap bersama, jangan ngomong gitu " Neta juga sama hal nya bahkan Neta sudah nangis.
" umur kita gak ada yang tau "
" iya.. seegaknya kamu jangan takabur " Neta memeluk Resta.
" eh kenapa malah pada melow, nanti batal loh puasanya " ucap Faiz.
" emang ada apa sih, ko pada nangis " tanya Reyhan.
" eh Faiz, Reyhan datang datang bukan nya ngucapin salam " tegur Neta.
" nah loh di marah pujaan hati " ucap Faiz pada Reyhan.
" hehehe maaf lupa Neta sayang! " Faiz natap Reyhan, bahkan Neta apa lagi.
" upss sorry kelepasan " ucap Reyhan.
" ngomong ke gitu lagi aku lempar kamu dari atas gedung mau " ancam Neta Reyhan menggeleng.
__ADS_1
" loe ini mancing mancing mulu " ucap Faiz. " Resta, kenapa ko pucet gitu sakit! " tanya Faiz khawatir.
" eh gak ko, mungkin kurang istirahat pan tau kita puasa lagian juga gak ikut sahur ya jadinya gini " Faiz manggut manggut.
" ya udah yuk kami masuk dulu ya " pamit Neta,Faiz dan Reyhan mengacungkan 2 jempol nya tanda ok.
" nanti aku coba telfon ka Al ya "
" buat " tanya Resta polos.
" ya buat nanyain kamu puasa ini boleh gak ,ih Neng ko kamu jadi lemot gini sih " kesal Neta.
" hehehe maaf Neng gitu aja pake ngambek "
" abisnya kamu ngeselin, dah tau aku lagi puasa gini, jangan buat aku batal nih " Resta tertawa.
setelah mereka melewati jam kuliah dengan lancar kini waktunya istirahat.
" Neng ka Al telfon " tanya Neta.
" hah " kaget Resta.
" gimana ini angkat gak " tanya Neta.
" gimana ya " Resta juga bingung.
" mana ka Al pake vc lagi " panik Neta.
" ya udah deh angkat aja " usul Resta, akhirnya Neta menggeser tombol hijau terpampang lah wajah tampan Fathan.
" eh Neta assalamualaikum "
" eh iya ka wa'alaikumsalam " jawab Neta gugup.
" ini hp nya Resta kan, apa kk yang salah pencet nomer "
" gak ka bener, tadi Neta lagi pinjem hp nya Resta " ucap Neta jujur.
" oh kk kira kk salah nomer, Resta mana ko gak ada "
" eh ini lagi disamping Neta lagi belajar, kenapa ka! ada perlu "
" iya kk mau lihat Resta nya boleh "
" eh iya boleh, Neng ini ka Al mau ngomong katanya " Resta sebenarnya tidak mau tapi apa boleh buat. akhirnya Resta menampakan wajah nya. Fathan menautkan alisnya.
" haish keras kepala banget, kk kan udah bilang puasa tahun ini jangan dulu " kini Resta terlihat sedih.
" tuh, tuhkan udah mau nangis "
" iya nih ka Neta juga udah bilangin gak usah puasa dulu ngeyel ini "
" tapi Resta gak kenapa napa kan " Resta menggeleng saja.
" pusing atau muntah muntah "
" gak ka, dul iya sering " ucap lirih Resta.
" haah " terdengar Fathan menghela nafas berat.
" susah bilangin kalau pasien nya karena kepala gini "
" ma'af " Resta menundukan wajah nya.
" nanti abis kuliah mampir ke RS ya kk tunggu, kalau gitu kk pamit dulu ini lagi banyak pasien assalamualaikum "
" iya ka nanti Neta sama Resta mampir kesana lagi " semangat Neta. sedang kan Fathan hanya tersenyum.
" eh iya lupa jawab salam Wa'alaikumsalam " ucap Neta dan Resta.
" ih ko ka Fathan gercep ya baru juga di omongin tadi, ke cenayang aja khawatir banget deh, senang nya banyak yang ngekhawatirin "
pletak
" aw sakit Neng main sentil aja nih kening " Neta mengaduh sakit karena kena sentilan Resta.
" kapok! makanya jangan alay gitu ah "
" ih ko ngeselin sih " Resta tergelak mendengar gerutuan Neta.
********
Di Rumah Sakit milik keluarga Harris.
" Sam hari ini Resta dan Neta akan kesini " ucap Fathan.
__ADS_1
" terus kenapa tuan bingung "
" Resta keras kepala, aku udah bilang jangan puasa dulu "
" pasti Nona Resta nolak saran nya kan " Fathan mendesah.
" semoga tidak berpengaruh dengan penyakit nya tuan "
" iya semoga, karena efect dari penyakit itu akan pusing dan sering muntah muntah, aku tau Resta mengalami nya, tadi saja muka nya pucat "
" kita do'a kan saja yang terbaik untuk Nina Resta " saat mereka ngobrol terdengar ketukan pintu dan ucapan salam.
tok, tok, tok " assalamualaikum "
" nah itu mereka udah datang tuan " Fathan gelagapan.
" eh iya udah rapih belum " tanya Fathan.
" astagah tuan ribet banget kaya mau ketemu pacar aja " Fathan langsung menatap Sam tajam.
gleek! Sam menelan slivanya kasar karena asal ngomong " mampus dah " maki Sam dalam hati.
" kamu mau bengong aja apa mau di pecat " Sam gelagapan sambil nyengir.
" wa'alaikumsalam, masuk " akhirnya Sam. membukakan pintu untuk mereka nongol lah Resta dam Neta dengan muka cemberut.
" eh itu muka kenapa " tanya Fathan.
" dih so polos, dari tadi kita nungguin baru di bukain noh pintunya " kesal Neta Fathan tergelak.
" hehehe ma'af " ucap Fathan. kini Fathan menatap Resta.
" kenapa kk natap Resta gitu "
pletak
" aw " ucap Resta untung Fathan nyentil kening Resta pelan.
" keras kepala orang nya makanya kk sentil " mereka tertawa tidak dengan Resta, Resta malah manyun.
" oya ka gak apa-apa kan Resta puasa " tanya Resta.
" kk larang juga percuma, buktinya masih ngeyel " Resta malah cengengesan.
" susah ngatur anak kecil " celetuk Fathan.
" siapa yang anak kecil! " tanya Resta, Fathan nunjuk ke arah Resta.
" ih orang udah gede ini, udah kuliah juga " ucap Resta bangga.
" kuliah juga baru kan " timpal Fathan.
" heleh si boss ngajak gelut lagi, tapi boss begitu rilex jika ketemu dengan Nona Resta seandainya Nona Resta belum tunangan, aku akan berjuang bantuin bosd dapetin Nona Resta " batin Sam saat melihat Fathan yang jauh berbeda.
" udah deh kalau ketemu pasti ke kucing sama tikus " Neta mengentikan omongan mereka.
" oya ka, nanti sore Resta ngundang km untuk bukber mau " tanya Resta.
" beneran kk diundang, tapi gak papa kan " Resta dan Neta bingung.
" kk takutnya ada yang marah atau cemburu "
" eh gak ka tenang aja, sekalian kk juga ajak ka Sam biar rame " Sam mengangguk setuju.
" ya udah kalau gitu Resta pamit mau bantuin mamih "
" iya Neta juga mau bantuin mamih ini kan lumayan makan gratis "
" heh kalau makan gratia aja gercep " ucap Resta.
akhirnya mereka pamit dan kini sedang dijalan naik taxi.
" Neng gak apa-apa kamu ngundang ka Al "
" emang kenapa! " tanya Resta.
" ka Fian gak marah " tanya Neta Resta diam.
" mungkin kali ini aku akan sedikit jahat dan sedikit egois, memanfaatkan ka Fathan untuk membuat ka Fian menjauh "
" Neng ini bukan ide yang baik, nanti kalau mereka ribut gimana " khawatir Neta.
" kali ini tolong bantuin aku ya please " Resta memohon pada Neta, Neta menghela nafas nya kasar.
Neta bingung tapi jika tidak membantu Neta ngerasa serba salah, pasti bakal ada yang tersakiti. ide Resta emang konyol tapi karena demi sahabat nya Neta akan. melakukan apapun.
__ADS_1
" baiklah aku bantu " Resta memeluk Neta.
" terimakasih my besti " Neta senyum kecut.