
*****
setelah Fian datang ke kota S. Fian disambut oleh orang tuanya dan juga para asisten rumah tangga juga.
" assalamualaikum mah, pah " ucap Fian mengucapkan salam dan Fian langsung mencium tangan Rasty dan Erwin.
" wa'alaikumsalam sayang " ucap Rasty yang bahagia.
" hmm mamah kira kamu tuh bawa calon mantu mamah " celetuk Rasty.
" ih mah, baru juga datang udah disuguhkan pertanyaan yang aneh aneh " ucap Fian pura pura ngambek.
" mah, pah " Akmal pun mencium kedua tangan Rasty dan Erwin.
" gimana sayang lanjutan hubungan nya sama Neta " cecar Rasty.
" mamah itu kebiasaan bukan nya suruh masuk dulu kangsung di introgasi gitu " ucap Erwin.
" hehehe mamah udah gak sabar pah ih " kesal Rasty mencubit tangan nya Erwin.
" aw, aw sakit mah ih " Erwin ngambek.
" dih pake acara ngambek udah tua juga awas jangan bangunin macan " ucap Fian menggoda Erwin.
semua tertawa saat Fian mengatakan hal itu tidak bagi Rasty, Rasty sudah tampak kesal.
saat Fian dan Akmal masuk asisten Jo dan Bibi Mei sudah berdiri menyambut mereka.
" selamat datang Tuan Fian dan Tuan Akmal " ucap Jo dan Mei.
Fian langsung memeluk Jo " Fian kangen asisten Jo " asisten Jo tersenyum.
Fian beralih mencium tangan Bi Mei
" apa kabar Bibi Mei " tanya Fian. Fian memang begitu hangat saat bersama orang-orang yang disayangi nya.
" alhamdulillah Bibi baik Tuan , mana Nona muda Tuan " tanya Bibu Mei.
" dia gak bisa ikut Bi, karena besok itu ujian " ucap Fian
" Bibi udah gak sabar sama calon nona muda kita " Bibi Mei memang sangat penasaran, karena Rasty selalu menceritakan tentang Resta padanya.
" nanti insyaAllah dia berkunjung kesini Bi setelah libur " ucap Fian sambil minum jus yang di sediakan Bibi Mei.
" pah hari ini Fian dan Akmal langsung ke kantor aja, Fian ingin segera menangkap orang-orang yang berkhianat itu " geram Fian saat tau ada pengkhianat di perusahaan nya.
" papah terserah Fian aja sih " ucap Erwin, karena Erwin menyerahkan urusannya pada Fian dan Akmal.
" kamu gak capek sayang " tanya Rasty memastikan.
" gak mah insyaAllah Fian kuat ko " ucap Fian.
" ya udah mah pah, Fian ganti baju dulu setelah ini mau langsung rapat " Fian langsung pergi menaiki anak tangga.
" Akmal juga pamit mah, pah " ucap Akmal, Rasty dan Erwin mengangguk
" hmm semoga semuanya terkuak ya pah " ucap Rasty.
" iya mah, papah percaya sama Fian, pasti dia bakalan menyelesaikan masalah di perusahaan " ucap Erwin yang mempercayakan nya pada anak nya Fian.
Di kamar Fian menghubungi galih dan Ririn, untuk segera mengadakan rapat.
" Ririn, Galih adakan rapat sekarang juga aku akan segera kesana " ucap Fian yang tegas dan dingin.
__ADS_1
" baik pak akan kami lakukan " ucap Ririn.
" tunggu memang pak Fian sudah pulang ke kota S " tanya Galih memastiksn.
" sudah, saya sudah ada dirumah, dan sekarang saya dan Akmal akan kesana, jadi kalian persiapkan semuanya dengan baik " perintah Fian pada Galih dan Ririn.
" baik " ucap Galih dan Ririn percakapan di akhiri.
******
saat ini Fian dan Akmal sampai di kantornya dengan wajah datar dan dingin nya, semua karyawan terkejut CEO yang sudah lama tidak muncul sekarang muncul kembali di hadapan mereka.
Ririn sudah menunggu Akmal segara masuk dengan Galih terlebih dulu. Ririn mengikuti Fian dari belakang dan para bodyguard nya juga.
Fian masuk beriringan dengan yang lain, para kariyawan memberi Hormat pada Fian dan membukukan badan nya.
" selamat datang kembali pak CEO " sambut mereka.
Fian sedikit mengaggukan kepalanya, dan tetap Fokus Ririn yang posisi dibelakang Fian terus mengikuti nya. Fian dan Ririn masuk ke Lift khusus.
" haaah " semua kariyawan menghela nafas, untuk sementara mereka menahan nafas nya saat melihat raut wajah Fian yang Dingin juga datar.
" muka pak Fian terlihat dingin tapi tambah ganteng " kata karyawan cewek.
" iya akhirnya kita bisa melihat CEO tampan kita lagi " timpal yang lain.
" udah gak usah gosip kerja lagi " tegur yang lain.
saat di lift " kamu udah kumpulin semuanya " tanya Fian pada Ririn.
" bagus, mari kita lihat siapa pengkhianat nya " ucap Fian dingin, Ririn sangat merinding.
sesampai di ruang rapat Galih dan Akmal menyambut Fian, semua yang lain memberikan hormat dengan sedikit membungkukan badan mereka.
aura dari Fian sudah terlihat jelas. ada emosi dan amarah yang Fian tahan.
Fian duduk di kursi kebesaran nya, dan yang lainpun duduk kembali di posisinya, Fian memperhatikan mereka satu persatu dari kursinya.
yang ditatap justru ketar ketir, mereka semua seperti kancil yang ditatap serigala. sedangkan Akmal, Galih juga Ririn tersenyum.
" baiklah rapat dimulai, tapi sebelum rapat di mulai apa da yang mau mengakui sesuatu " ucap Akmal tegas dan dingin.
semua orang hanya diam dan tak menjawab, lalu Fian menggebrak meja dan berdiri.
" kalian fikir saya tidak tau, jika di perusahaan saya ada pengkhianat yang menggelapkan dana pbangunan hotel " Fian tersulut emosi, yang lain sudah mulai berkeringat.
" memang kalian fikir selama saya tidak berada disini kalian bisa seenak nya hah " bentak Fian pada semuanya.
" tunggu pak Fian, sebenarnya ada masalah apa " tanya bapak bapak paruh baya yang salah satu pemegang saham
" iya pak kami sendiri belum mengetahui maksud bapak ,mengadakan rapat ini " tanya yabg lain
" Akmal silahkan lanjutkan " Fian terduduk kembali, Fian tetap memandang kearah mereka dengan tatapan tajam nya.
" baikah, saya akan menjelaskan segalanya yang ada disini, karena orang yang berkhianat itu tidak mau mengakuinya " ucap Akmal yang sama tegas nya dengan Fian
glek
__ADS_1
salah seseorang menelan slivanya, terlihat keringat dingin sudah mengucur di dahinya. saat Akmal menjelaskan semuanya pada yang lain, Fian tetap mebatap pada orang itu, Fian menyeringai seperti iblis, dan orang tersebut tak sengaja menatap Fian, sudah dipastikan orang tersebut tak berkutik.
" apa semua jelas " ucap Akmal.
" tapi siapa yang berkhianat dianatara kita " ucap yang lain, ruangan milai bising dan bisik bisik.
" baiklah, jika tidak mau mengaku biar aku saya yang membongkar nya " Fian berdiri dan mengitari semua otang disana, tiba-tiba Fian terhenti di salah satu lelaki paruh baya yang sedari tadi gelisah.
" apa ada yang ingin anda sampaikan pak Firman yang terhormat " seketika pak Firmsn terbelalak dan semua mata tertuju padanya.
" a-apa maksud pak Fian " ucap nya gugup.
" ck.. padahal dari tadi saya sudah memberikan anda kesempatan untuk mengakui kejahatan anda " ucap Fian dingin di belakang Firman.
" memang apa yang saya lakukan sehingga anda menuduh saya " ucap Firman yang mulai tersulut emosi karena terpojokan.
" cih masih berdalih juga anda " Fian mulai kesal.
" Akmal lakukan " perintah Fian tegas, dan seketika ada photo photo Firman yang menyuap sesorang dan bukti bukti lain nya.
" ini fitnah ini bohong " bentak Firman
" anda masih saja mengelak " ucap Ririn yang ikut kesal. dan semua orang masih memandang Firman.
" bukti itu tidak akurat " timpal Firman. saat diruangan ricuh tak terkendali polisi datang.
" maaf kami datang untuk menangkap pak Firman " ucap polisi tersebut dan mereka mulai menyeret Firman dari ruangan ,Firman memberontak tak tetima.
" tunggu pak masih ada yang lain lagi " seketika semua jadi hening.
" apa ada agi pak Fian " tanya kepala polisi
Fian langsung mencekal tangan pak Irwan dan semua orang sontak kaget.
" dia juda dalang dari segalanya " ucap Fian.
" apa " ucap mereka semua.
Akmal, Ririn dan juga Galih kaget saat Fian menemukan satu orang lagi, mereka kecolongan akan hal itu.
" bawa dia juga " tegas Fian pada polisi.
" tunggu anda menuduh saya pak Fian yang terhormat " Irwan masih mengelak.
" baiklah anda masih ingin mengelak juga, Akmal ambil disk nya dan perlihatkan. pada semua orang " perintah Fian yang sangat datar, Akmal segera memutar nya dan mereka juga terkejut terutama Irwan.
akhirnya Irwan pasrah karena semua bukti mengarah pada nya. polisi membawa mereka tapi tidak dengan Firman yang terus berontak sumpah serapah dia berikan pada Fian.
" aku akan membalas semua ini ingat itu " ancam Firman pada Fian, Fian hanya menyeringai.
" aku tunggu ancaman anda " ucapan Fian menjadi menakutkan bagi mereka.
akhirnya rapat di bubarkan mereka semua menghela nafas.
" Ririn, Galih terimakasih " ucap Fian, sedangkan Ririn dan Galih diam mematung, apa mereka tidak salah mendengar.
" kalian tidak salah dengar " tepuk Akmal pada pundak Galih, Galuh berlionjak kaget saat dapat tepukan dari bahunya.
" ayok pak boss mau mentraktir kalian makan, atas kerja keras kalian mungkin boss juga akan menaikan gajih kalian " Akmal segera menyusul Fian, Galih dan Ririn begitu bahagia sast mendengar kabar itu.
Galih dan Ririn segera bergegas menuju Akmal dan Fian dan masih menampilkan senyum bahagia nya, ya Galih dan Ririn sudah bertunangan mungkin sebentar lagi mereka akan segera menikah. Fian sekilas tersenyum saat melihat Galih dan Ririn bergandengan tangan, dia merindukan Resta nya. sama hal nya dengan Akmal yang merindukan Neta nya.
*****
__ADS_1
maafin othor ya lw masih bnyk typo nya..