Life Is Love

Life Is Love
Dokter Ganteng


__ADS_3

********


Fathan masih menjelaskan kedatangan nya kemari dan mahasiswa juga mahasiswi sangat antusias menyambutnya, apa lagi para mahasiswi yang jadi heboh karena kedatangan Dokter ganteng.


sedangkan Resta masih diam menyimak, saat Fathan akan pergi dia menatap kearah Resta dan tersenyum, itu tak luput dari pandangan Neta yang kini bertanya-tanya.


h



Fathan sedang ngobrol dengan teman nya juga yang seprofesi dengan nya.


" Neng kenapa sedari tadi tuh dokter terus senyum sama kamu, ada apa? apa ada sesuatu yang belum aku ketahui " tanya Neta yang penasaran.


" apanya yang ada apa? " ucap Resta santai.


" aish tadi tuh kalian sempat tatapan jangan-jangan.... "


pletak


" aw, sakit atuh ih " ucap Neta sambil menggosok gosok kening nya yang di sentil Resta.


" makanya tuh jidat jangan lebar lebar jadinya mikir nya aneh mulu "


" loh emang ngaruh gak juga kali " pas Resta akan berkata lagi dan para mahasiswa dan mahasiswi harus segera masuk ke ruangan yang di sediakan untuk pemeriksaan.


" kali ini aku lepasin, pokonya kamu tuh ya punya hutang penjelasan " ucap Neta yang masih kekeh menagih penjelasan.


" iya bawel nanti aku jelasin, nanti juga deh sekalian aku kenalin ma orang nya biar nih jiwa kepo nya gak meronta ronta " sedangkan Neta hanya cengengesan.


" dih gak jelas deh tuh anak " Resta hanya geleng geleng sambil jalan.


kini mereka sedang duduk dan menunggu giliran untuk pemeriksaan. kini giliran Neta yang lebih dulu di panggil dan Neta masuk, setelah beberapa menit Neta keluar.


" Neng gimana " tanya Resta penasaran, Neta malahan menjahili Resta.


" astagah Neng, suntikan nya aja gede banget loh ya " seketika Resta langsung gusar terlihat ketakutan, seketika Neta tertawa puas.


" hahahaha upsss " semua orang menatap Neta, Neta cuma nyengir aja.


buk


" aw, ih apaain sih dari tadi mukul mulu lama lama remuk ini tulang " Neta yang pura pura kesal.


" abis nya tuh ya bikin orang takut aja " ketus Resta.


" hehehe ma'af, ma'af deh duh jangan ngambek dong, nanti jelek nya ilang " seketika Resta menatap Neta.


" eh maksudnya cantik nya ilang " tak lama terdengar nama Resta di panggil.


deg


deg


deg


" Neng gimana ini " Resta terlihat sedikit pucat.


" ingat tarik nafas perlahan terus buang " dan Resta mengikuti arahan Neta.


" astagah ini tangan apa es dingin banget santai ok jangan takut, mau aku temenin " tawar Neta, Resta mengangguk kini mereka mulai memasuki ruangan khusus pemeriksaan.

__ADS_1


saat mereka masuk Fathan sudah menyambutnya dan tersenyum seketika kaget saat ada yang ikut masuk.


" loh ini kan yang tadi udah di periksa ya " tanya Dokter yang lain. disana juga ada dokter wanita.


" iya begini dok, sahabat saya ini takut di periksa " para Dokter terlihat aneh dengan penjelasan yang Neta berikan.


" aish,, gini dok, sahabat saya ini takut yang namanya jarum suntik bahkan phobia banget kalau menyangkut soal dokter " jelas Neta panjang lebar.


seketika Resta mencubit lengan Neta.


" aw, aw sakit, ih nyubit nya ke tawon haduh lama lama ini badan bukan remuk lagi tapi juga biru biru ini " seketika yang lain tertawa.


" hai Resta selamat siang " sapa Fathan.


" eh i-iya ka Al eh Dokter " Resta menjawab dengan gugup, sedangkan teman teman Fathan dan Neta menatap mereka karena Resta memanggil Fathan dengan sebutan kakak.


" cie ada apa ini, apa aku ketinggalan berita " ucap dokter wanita yang berdiri dekat Fathan sambil menyenggol lengan Fathan.


" fokus " ucap Fathan " ok " ucap yang lain.


" ayo silahkan " ucap Dokter wanita, Resta mulai duduk di brankar.


" Neng jangan jauh jauh ya " ucap Resta yang memegang tangan Neta erat.


" tenang Neng cantik, sahabat mu yang imut ini akan selalu setia ko disamping mu " goda Neta Dokter yang lain di buat menganga terdengar aneh yang Neta ucapkan.


" eh kenapa natap nya horor gitu, tenang saya masih normal ok " Neta tersenyum kearah mereka Dokter laki laki sedikit terkagum karena senyuman manis Neta.


" cantik, eh udah ada yang punya belum ya " bisik dokter laki laki ke Fathan.


" berani ya tanya " ucap santai Fathan, Dokter itu hanya manggut manggut.


" astagah imut banget mau tak bawa pulang boleh " celetuk salah satu Dokter, seketika dokter tersebut dapat tatapan tajam dari yang lain nya.


" upss sorry " Dokter tersebut langsung pura pura sibuk.


" jangan takut disini ada kk dan ada sahabat Resta juga " ucap Fathan lembut, seketika yang lain masih terdiam dengan sikap Fathan. apa lagi Neta yang masih penasaran.


Fathan mengangguk pada Dokter wanita dan Doktet tersebut mendekati Neta, awal nya pemeriksaan biasa dan tak lama dokter tersebut mengeluarkan jarum suntik nya, seketika muka Resta memucat.


" Neng hei lihat aku, gak akan terjadi apa-apa ok " bujuk Neta lembut.


" tapi " ucapan Resta di potong oleh dokter Fathan.


" jangan di lihat jarum nya, tapi fokus dan pejamkan mata nya hmm " Fathan menjelaskan nya dengan lembut dan perhatian.


" Resta takut ka " lirih Resta yang masih memegang erat Neta.


" kalau Resta takut Resta boleh pegang tangan kk atau gigit tangan kk juga tidak apa-apa " mereka masih menatap interaksi antara Fathan dan Resta.


" tumben Dokter Fathan besikap gak biasa " bisik dokter


" iya, apa ada hubungan antara Dokter Fathan dan mahasiswi itu "


" mungkin juga, ah aku jadi iri yang satu tampan yang satunya lagi cantik " seketika mereka kaget karena dapat teguran dari teman nya.


" jangan gosip " mereka hanya garuk garuk tengkuk nya yang tak gatal.


saat ini Dokter wanita tersebut mendekati Resta, pegangan Resta semakin erat pada Neta dan Fathan.


saat jarum suntik tersebut mengenai kulit Resta, Reflek Resta menggigit tangan Fathan dengan kuat sambil terisak.

__ADS_1


" sudah selesai " ucap Dokter tersebut. keringat bercucuran di dahi Resta sementara yang lain melihat iba pada Resta.


" sebegitu takut nya kah, maaf kan kk karena kk ingin memeriksa ulang kembali, semoga apa yang kk takut kan tak terjadi " Fathan menatap sendu Resta. ternyata dokter tersebut mengambil darah Resta untuk Fathan teliti kembali.


" Dokter Fathan apa tangan anda sakit " tanya teman seprofesi, Fathan menatap kearah tangan nya dan menggeleng.


" Neng udah yuk, perlahan turun nya " ucap Neta yang kini memapah Resta.


" apa masih sakit " karena Neta masih khawatir melihat Resta yang masih terisak.


" sedikit, lain kali aku gak mau " lirih Resta.


" iya ma'af ya " ucap Neta sedikit menyesal.


" jangan minta maaf aku yang harus nya minta maaf, apa tangan mu sakit " tanya Resta, karena tadi Resta menggenggam tangan Neta erat.


" gak, tangan aku gak sakit tapi yang sakit pasti tangan nya Dokter yang tadi kamu gigit " Resta tersentak kaget dia ingat bahwa dia menggigit tangan Dokter Fathan. Resta menundukan kepalanya masih gusar.


" tenang nanti kita cari dokter nya ya untuk minta maaf " Resta mengangguk.


" hmm apa kamu kenal sama Dokter nya, ko tadi aku lihat dia begitu lembut bahkan tatapan nya pada... " Neta tak melanjutkan kata-katanya, karena tak ingin berasumsi lebih jauh.


tapi Neta mengerti tatapan seseorang lelaki pada lawan jenis nya, Neta menggelengkan kepalanya .


" ish apa sih yang aku fikirin, tapi tatapan dokter itu pada Resta, au ah pusing " Beta masih membatin.


" Neng kenapa, apa kepala mu sakit periksa lagi yuk " ajak Resta tapi Neta menggeleng.


" gpp hehehe tadi lagi sedikit lelah aja ko " Resta tersenyum.


saat mereka mengobrol dokter Fathan keluar dari ruangan nya, Resta melihat nya dan langsung menghampiri nya.


" ada apa " tanya Fathan pada Resta dan Neta.


" ka ma'af soal yang tadi " ucap Resta pelan tapi masih terdengar oleh Fathan.


" hmm soal apa? " tanya Fathan kembali.


" tadi Resta gigit tangan kk, apa sakit " tanya Resta khawatir.


" oh ini " Fathan memperlihatkan bekas gigitan Resta, Resta dan Neta kini terbelalak kaget.


" yaa Allah ka apa ini sakit ma'af " Resta langsung memegang tangan Fathan dan sangat menyesal.


deg


deg


deg


seketika jantung Fathan berdegup dengan kencang nya saat Resta memegang tangan nya dan menatap nya dengan sendu. Neta juga masih kaget karena luka di tangan Dokter Fathan yang Resta gigit ternyata sedikit parah, bekas darah dan juga biru.


" ah ini tidak apa-apa jadi jangan khawatir " Fathan menarik tangan nya dari genggaman Resta dan mengalihkan tatapan nya ke sembarang arah, karena Fathan tak bisa mengendalikan jantung nya.


sementara Neta masih merasa aneh dengan tingkah Dokter Fathan karena Neta melihat muka Dokter Fathan memerah saat Resta memegang nya karena refleks.


" ada yang aneh apakah dokter tersebut menyukai Resta, tidak mungkin mereka cuma bertemu disini saja " batin Neta yang masih curiga. batin nya masih bertanya-tanya dan penasaran.


*******


gak bisa up tiap hari 😔😔🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2