
*******
Fathan membalikan badan nya menghadap Neta.
" kenapa kamu bertanya begitu pada kk " tanya Fathan balik.
" terlihat dari cara kk natap Resta dari cara kk memperlakukan Resta " ucap Neta.
" hmm.. kamu benar kk menyukai Resta bahkan kk mencintai nya pada pandangan pertama "
deg
kini Neta begitu kaget dengan pengakuan Fathan dan kejujuran Fathan.
" tapi ka Resta... "
" kk tau dia sudah bertunangan " potong Fathan saat Neta akan berbicara.
" lalu " tanya Neta Fathan masih terdiam setelah itu tersenyum.
" masuklah tidak enak jika yang lain mendengar pembicaraan kita " ajak Fathan Neta mengangguk dan ikut masuk.
" pasti kamu masih kaget setelah mengetahui nya " tanya Fathan saat ini dudik berhadapan dengan Neta.
" sejak kapan kk menyukai Resta " tanya Neta memastikan.
" sudah lama saat itu kk tak sengaja bertemu dengan nya di sini di RS ini " Fathan ingat kembali saat pertemuan nya dengan Resta dulu.
" kk begitu kagum saat melihat nya pertama kali " Fathan kembali ingat saat tak sengaja menabrak tubuh Resta dan saat itu topi yang Resta kenakan terbuka dan Fathan begitu terpesona.
" lalu hanya sampai disitu kk bertemu Resta " tanya Neta kembali.
" yang ke dua saat ada kegaduhan di RS ada gosip tentang nya, bahkan saat pertama kali kk tau siapa Resta kk semakin ingin tau lebih tentang nya " lirih Fathan yang masih menceritakan pertemuan nya dengan Resta.
" kk tau Cinta ini salah dan kk tau dimana seharus nya meketakan Cinta ini "
" sejak kapan kk tau pada akhirnya kalau Resta sudah bertunangan " Neta masih penasaran bahkan sedikit lupa menanyakan penyakit Resta.
" saat kalian di kota S ingat " Neta masih berfikir.
" ah iya Neta ingat " Neta menatap kembali Fathan " lalu bagaimana dengan hati kk " Neta mengkhawatirkan Fathan, Neta takut Fathan akan berbuat yang tak diinginkan.
" kenapa? apa kamu takut kk akan melakukan hal lain, ck dasar anak kecil "
pletak
" aw.. sakit ka " Neta mengusap kening nya.
" makanya jangan berfikir aneh tentang kk " ucap Fathan mulai rilex.
" maaf ka Neta takut kk malahsn nekat Neta melihat kk begitu besar mencintai Resta, Neta sadar setiap kali kk menatap Resta dengan tatapan berbeda "
Fathan tersenyum " sudah lah jangan bahas kk lagi, ada yang lebih serius yang ingin kk bahas,, haish kenapa jadi malahan menceritakan tentang kk "
" hihihi maaf ka Neta kepo " Neta cengengesan setelah itu Neta memasang wajah serius bahkan menatap Fathan dengan intens nya.
" apa kk tau tentang Resta atau lain nya " tanya Neta serius dan masih khawatir.
" kk tau semuanya bahkan penyakit nya " lirih Fathan yang kini menatap Neta sendu.
deg
" tunggu apa maksud kk " tanya Neta mulai panik.
" Neta tenang minum dulu ok " Fathan mulai menenangkan Neta, Neta meminum air nya sampai tandas Fathan tersenyum, sebegitu khawatirnya Neta pada Resta persahabatan diantara mereka begitu kuat.
__ADS_1
" kk sudah menyelidikinya awal nya kk juga tidak percaya ,kamu ingat saat Resta pingsan di kediaman Kamal. Neta berfikir kembali dan ingat.
" saat itu paman kk yang merawat Resta dan memeriksa Resta dan paman kk juga yang mengambil sempel darah Resta " Fathan mulai menceritakan segalanya.
" hiks... hiks gak mungkin ka Resta gak mungkin " Neta terus menangis dia masih tidak percaya apa yang Fathan jelaskan.
" awal nya kk juga sama seperti Neta tidak mempercayainya, tapi kk mulai meneliti ulang dan hasil nya sama "
Neta semakin menangis histeris mendengar kenyataan nya.
" apa keluarga Resta tau hal ini " Fathan menggeleng.
" Neta harus memberitahu masalah ini ka " saat Neta akan mengambil Hp nya Fathsn melarang nya.
" tunggu Resta sampai sadar " ucap Fathan.
" gak ka, Neta gak mau melihat kondisi Resta apapun akan Neta lakukan ka " teriak Neta marah pada Fathan .
" kk tau tapi kita juga harus menunggu Resta sadar " bujuk Fathan. Neta mulai tenang dan dia masih tetap menangis.
" ka aku ingin ketemu Resta " ucap Neta .
" baiklah ayo " akhirnya mereka keluar menuju ruangan dimana Resta di rawat.
Neta menatep Resta sendu bahkan air matanya masih mengalir, Neta masih berdiri di depan pintu sesak itu yang Neta rasakan, sahabat terbaiknya sedang sakit parah, apa yang harus Neta lakukan.
Fathan menepuk bahu Neta dan tersenyum " kamu pasti bisa Neta " Neta mengangguk.
ceklek
pintu terbuka Faiz, Reyhan dan Resta menatap kearah mereka kini Resta sudah sadar. Neta tersenyum pada Resta senyum palsu.
" Neng ih aku fikir kamu pulang " goda Resta, Neta tersenyum.
" tadi aku nyari kamu tapu gak tau kamu dimana " ucap Reyhan.
" hmm tadi aku ada perlu bentar " jawab Neta kini Neta beralih menatap Resta sendu dan ada kesedihan, Resta tersenyum.
" Dokter Fathan " tegur Resta saat Fathan berdiri di samping Neta.
" bagaimana keadaanmu mu " tanya Fathan.
" ck... Resta gak baik ka, kk juga tau gimana Resta, tapi kenapa kalian bawa Resta kesini " Resta mengerucutkan bibirnya.
" hehehe maaf Neng abis nya kita tuh khawatir " jelas Neta.
" tadi tuh kamu pucet banget, pas kamu pinsan anak-anak dan Bi Sari nangis " jelas Faiz sambil menatap Resta. Fathan sadat akan hal itu.
" hadeh pesona Resta emang gak salah " batin Fathan.
" Resta udah bisa pulang kan ya Dok " tanya Resta, Fathan tau kenapa Resta memanggil Fathan dengan formal.
" hmm tapi tunggu ini abis dulu " ucap Fathan menunjuk cair infusan. Resta begitu pucat saat menatap tangan nya
" astagah " ucap Resta kaget dan takut.
" tenang Neng cuma bentar " bujuk Neta sambil tersenyum.
" astagah aku lupa ada janji sama mamah " ucap Reyhan mengagetkan yang lain.
" yaa Allah aku juga lupa ini punya janji juga " Faiz juga membuat kaget. akhirnya mereka pamit dan kini tinggal Resta, Fathan dan Neta.
Resta menatap Fathan dan Neta bergantian. " apa ada yang kalian sembunyikan dari aku " tanya Resta dengan serius.
deg
__ADS_1
Neta dan Fathan terdiam " hufft akhirnya ada yang tau juga " Fathan dan Neta menatap Resta.
" aku udah tau dengan penyakit ku ini ka Fathan Neng " Fathan dan Neta kaget.Resta tersenyum, Resta tau Neta menangis karena terlihat sembab.
" kapan kamu tau " tanya Fathan.
" saat kk berbicara dengan ka Sam di ruangan kk " ucap Resta Fathan kaget Fathan mulai ingat dan kini Fathan ingat semua saat Sam dan dia mengobrol tentang penyakit Resta tanpa mereka sadari ada seseorang gadis mendengar kan mereka gadis tersebut yaitu Resta.
flashback on ****
saat itu Resta sedang mengantarkan makan siang untuk Apni dan Mila, Resta melihat Fathan dan Samuel menuju Ruangan Fathan.
" eh ka Fathan dan ka Sam " Resta mengikuti mereka saat Resta sampai di depan pintu saat Resta akan membuka pintu saat itu Resta mendengar semuanya.
" ini gak mungkin " Resta menutup mulut nya sambil terisak sesak sakit itu yang Resta rasakan, Resta berlari keluar sambil menangis.
" pantas saja aku merasaka hal yang berbeda pada tubuhku, ternyata aku mempunyai penyakit, mam, pih,ka maafkan Resta " Resta memanggil mereka dengan terus menangis.
" mereka gak boleh tau, aku akan menyimpannya sendiri rahasia ini penyakit ini " Resta tidak ingin orang-orang yang dia cintai sedih.
Flashback off ****
" tapi kita harus bicara sama mamih, papih dan ka Alan " ucap Neta.
" gak Neng ku mohon jangan kasih tau mereka, ka Fathan juga Resta mohon " Neta dan Fathan saling tatap mereka dilema dan bingung.
" kalian berjanji lah pada Resta, Resta mohon " Resta menangis dan Neta langsung memeluknya mereka menangis bersama.
" aku gak janji Neng, kalau suatu saat terjadi sesuatu sama kamu aku tidak akan tinggal diam lagi, kamu harus kuat kamh harus tetap hidup " Neta menangis sambil memeluk Resta.
" kk janji kk akan berusaha untuk membuatmu sembuh " ucap Fathan yang kini menangis juga.
Sam melihat mereka dari luar Sam juga ikut menangis " Tuan aku yakin kau pasti bisa menyembuhkan Nona Resta " lirih Sam. " aku tau seberapa besar Cinta anda pada Nona Resta "
" apa masih bisa sembuh ka " tanya Resta.
" hmm masih tapi kamu harus meminum obat nya tepat waktu jangan sampai telat, jika kamu tidak mau kembali lagi kesini " ucap Fathan sedikit bergurau.
" aku yakin kamu sembuh kamu bisa melewatinya belum terlambat " lirih Neta yang masih memeluk Resta.
" insyaAllah do'a kan aku Neng semoga aku kuat " ucap Resta menggenggam tangan Neta. " sudah berapa stadium ka " tanya Resta memastiksn.
Fathan kembali diam dan menatap Neta dan Resta kembali.
" stadium 2 " ucap Fathan Resta tersenyum " masih punya sedikit harapan "
" tidak bukan sedikit masih banyak " ucap Fathan pada Resta.
" aamiin " ucap Neta dan Resta. " apa penyakit ini mulai akan menggerogoti tubuh ku " tanya Resta yang kini menatap Fathan.
" jika kamu meminum obat secara rutin " ucap Fathan.
" obat itu hanya mengurangi sakit ku saja ka " lirih Resta " setidak nya kamu tidak merasakan sakit " timpal Neta.
" Leukimia apakah masih bisa berharap kesembuhan " ucap Resta pelan.
" optimis kamu bisa Neng, kamu jangan menyerah jangan buat aku kecewa hiks.. hiks, kamu ingat Neng kamu pernah bertanya kalau seandainya kamu pergi lebih dulu " Resta ingat saat mengatakan hal itu di kota S. " aku gak akan membuat kamu jauh dari aku dan hilang dari pandangan ku, apa kamu ingat " Resta tersenyum Neta bersyukur di hadirkan sahabat terbaik di hidupnya.
" makasih maaf " Resta memeluk Neta erat
" aku gak ingin kamu pergi tetaplah disisku sampai kita menua nanti Resta Risela Dinata sahabat terbaiku " Neta selalu berdoa dalam hatinya.
*******
alhamdulillah bisa up 2 episode
__ADS_1