
**********
sebenarnya Alan punya rencana setelah menikah akan pindah kerumah yang dia siapkan, tapi mamih dan papih nya tidak setuju karena rumah barunya belum di adakan syukuran. jadi sementara Alan dan Mila bisa kesana kemari, bisa di apartemen bisa di mansion Dinata.
Mila setuju saja apa yang menurut nya baik, dan alhamdulillah semuanya lancar, kini mereka kembali ke aktivitas masing-masing.
Fian juga sudah masuk kerja, dan Resta juga sudah masuk kuliah lagi, aktivitas makin padat karena sebentar lagi akan masuk ujian semester.
" sayang abis kuliah jangan lupa mampir ke kantor ya " ucap Fian yang masih memandangi Resta.
" insyaAllah ka Resta nanti mampir, eh iya ka nanti Resta akan ada acara " ucap Resta. Fian menautkan alis nya.
" acara apa! " tanya Fian.
" Resta mau bantu bantu orang yang sedang dalam musibah, kakak udah tau kan yang di berita viral ada gempa di kota A, Resta dan Neta juga yang lain nya terpilih menjadi relawan " Fian menautkan alisnya, merasa khawatir dan Resta tau rasa khawatir Fian.
" jadi apa kakak izinin Resta " Resta tersenyum sangat manis dan imut.
" hmm gimana ya, izinin gak ya " ucap Fian santai, Resta manyun pada akhirnya.
" ih terus gimana " ucap Resta kesal. akhirnya Resta punya ide.
" eh disana juga ada ka Fathan " Fian langsung menatap tajam sedangkan yang di tatap cuma nyengir nyengir saja.
" Dokter Fathan " tanya Fian kembali Resta mengangguk. Resta yang belum dapat jawaban akhirnya pergi dengan terburu-buru.
" dek pelan pelan " peringat Fian, Resta yamg sudah berada di depan meja makan hanya mengambil roti yang sudah mamih nya beri selai coklat.
" dek gak sarapan dulu " tanya Helen. sebelum Resta menjawab Resta meneguk susunya juga.
" adek buru buru mam " ucap Resta yang terlihat tergesa-gesa.
" yaa Allah dek pelan pelan napa " tegur Helen, Resta nyengir.
" adek ada jadwal pagi mam, jadi adek harus cepet sampe kampus " Helen ganya geleng-geleng.
" kak! kakak gak usah anterin adek ya, adek naik mobil hadiah dari kakak boleh " izin Resta Fian tersenyum dan memberikan izin nya.
" makasih sayang "
cup
Resta mencium bibir Fian sedangkan Fian terkesiap karena Resta mencium nya tiba-tiba, Fian hanya bengong di buat menganga.
" kak adek pamit assalamualaikum " Fian yang masih bengong tak sadar Resta mencium tangan nya dan juga pamit pada Helen setelah itu langsung lari keluar.
" yaa Allah anak itu " ucap Helen saat melihat Resta buru buru.
" eh ada apa! " tanya Rasty yabg baru sampai.
" menantu kamu tuh haduh udah nikah ja masih ke bocah " Rasty menautkan alisnya. dan menatap Fian yang madih diam terpaku.
" itu anak kenapa! " tanya Erwin yang kini Baru duduk juga, dan di susul Rangga.
" tadi dapat serangan pagi " celetuk Helen yang madih fokus menyiapkan sarapan buat suami tercinta.
" hah! serangan " ucap mereka bertiga kaget, yang kembali menatap Fian.
" kenapa sih ngagetin ih " Helen juga kaget saat mereka bersamaan.
" maksud aku tuh serangan Cinta dan sayang dari mantu kalian " timpal Helen, Erwin dan Rasty akhirnya tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Fian yang akhirnya sadar karena di tertawa kan ikut pamit karena malu. sebelum itu pamit dulu pada mereka.
" dasar anak-anak " ucap para orang tua.
***********
di perusahaan Fian masih bengong dan bingung antara memberikan izin atau tidak.
" loe kenapa gan bengong mulu kesambet tau rasa loe " tiba-tiba Akmal masuk begitu saja membuat Fian kaget.
" iya setan nya tu loe, ngagetin gue aja " Akmal tertawa.
" loe tuh dari tadi gue panggil malah bengong, ada apa! " tanya Akmal akhirnya Fian menjelaskan saat Resta izin padanya.
" loe harusnya bangga istri loe itu punya sosial nya tinggi, tau sendiri pan istri loe mana mau diem kalau ada yang membutuhkan " Fian manggut-manggut.
" terus gue harus gimana " tanya Fian bingung.
" ya gampang Loe izinin deh dia berangkat " ucap Akmal santai.
" tapi kan gue gak bisa jauh dari dia tokek " kesal Fian. Akmal tepuk jidat.
" kali ini gue cuma bilang ternyata Cinta buat orang telmi ya " Fian menatap tajam Akmal yang asal jeplak aja kalau ngomong.
" emang siapa aja yang ikut " tanya Akmal.
" katanya Neta dan dokter Fathan juga " jawab Fian.
" nah itu udah ada yang jagain malahan, eits tunggu Neta ke nya gak bisa deh soal nya dia udah ada janji ama gue " Fian semakin tajam menatap Akmal.
" loe hubungi deh dokter Fathan dan izin kalau loe ikut gantiin Neta, gimana ide gue masuk kan " Akmal menaik turunkan alisnya Fian akhirnya tersenyum.
" akhirnya ngerti juga " Fian melempar Akmal pake majalah saat itu Resta masuk hampir saja itu majalah kena muka Resta. Resta kaget yang lebih kaget lagi Fian.
" Resta gpp kak, gak usah panik gitu gak kena Resta ko " Fian lega dan menghela nafasnya.
" makanya jangan main lempar lempar aja loe, kualat kan loe " ledek Akmal, Fian ingin sekali mengejar Akmal tapi Resta mencegah nya.
" Resta tadi ngucapin salam gak kakak jawab, ya udah deh Resta ucapin lagi assalamualaikum " Resta mengucapkan salam dan mencium tangan Fian.
" eh ma'af wa'alaikumsalam " jawab Fian gugup.
" kakak kenapa! " tanya Resta Fian menggeleng. " Resta bawain kakak makan siang pasti kakak belum makan kan! " tanya Resta Fian sendiri lupa karena sedari tadi melamun.
akhirnya mereka makan berdua dan Fian begitu bahagia kerana Resta mengunjungi nya. kini Resta ingin sholat dulu dan meminta izin Fian menyuruh nya masuk ke ruangan khusus istirahat Fian.
saat Fian sedang menyandarkan punggungnya di kursi tiba-tiba pintu di ketuk. " masuk " masuklah Ulfa.
" ada apa Ulfa " tanya Fian.
" itu pak ada pak Fathan ingin bertemu anda " jawab Ulfa Fian mengangguk dan mengikuti Ulfa keluar.
" hey Fathan " ucap Fian yang kini memanggil Fathan tak pake embel embel karena mereka sudah berteman.
" ya Fian " jawab Fathan sambil tersenyum.
" ada apa tumben datang kemari, apa ada masalah pekerjaan " tanya Fian.
" bisakah kita bicara diluar ada hal yang ingin aku sampaikan " Fian akhirnya setuju mengikuti Fathan sebelum itu Fian mengatakan pada Ulfa jika Resta bertanya Fian sedang bersama Fathan.
kini mereka sampai di tempat tujuan hanya ada mereka berdua.
__ADS_1
" ada apa! " tanya Fian lagi.
" begini aku mau minta izin padamu untuk mengajak Resta ikut jadi relawan.... " belum Fathan selesai Fian lebih dulu memotongnya.
" iya Resta juga sudah mengatakan nya " ucap Fian.
" lalu apa kamu mengizinkan nya " terlihat ada rasa khawatir pada Fian Fathan sadar akan hal itu.
" tenang saja kami juga tetap memberikan pengamanan pada mereka " jelas Fathan.
" aku tau itu, tapi apakah aku boleh ikut " Fathan kaget tidak mungkin seorang Fian ikut melakukan tigas ini, tapi demi Cinta apapun tidak ada yanh tidak mungkin.
" begini Neta tak bisa ikut karena ada halangan, jadi aku yang akan. menggantikan nya bagaimana " tawar Fian dan Fathan akhirnya setuju dari lada ribet, dan Fathan juga lega karena ada yang menjaga Resta nantinya.
Resta sebenarnya sudah sampai dari tadi dan mendengar pembicaraan mereka ada rasa khawatir takut jika Fian tak mengizinkan tapi tak disangka ternyata Fian menawarkan diri untuk ikut andil, tentu saja Resta senang dan bahagia.
" kak Fian, kak Al " panggi Resta, Fian dan Fathan mengalihkan pandangannya pada Resta. Resta langsung lari kearah mereka dengan senyuman yang mengembang, mereka sedangkan Fian dan Fathan melihatnya aneh.
Resta langsung lari kearah mereka dan tanpa aba aba Resta langsung memeluk mereka berdua karena terharu dan bahagia.
Fathan yang mau menghindar di tarik oleh Fian, dan Fian melingkarkan tangannya di leher Resta memeluk erat mereka sambil tersenyum.
" Resta tadi tak sengaja mendengar obrolan kakak " Resta mendingakan wajah nya ke wajah Fian, Fian di buat gemas dengan wajah imut nya Fian.
Fian melepaskan pelukan nya dari Fathan dan mengunyel ngunyel pipi lucu Resta, Fathan hanya bengong.
" kakak ih sakit " pipi Resta terlihat memerah.
" Fian nanti pipi Resta iritasi " tegur Fathan yang khawatir, Fian tersenyum.
" kakak beneran ikut " Fian mengangguk dan Resta beralih menatap Fathan.
" iya kakak izinin tapi gantiin Neta " Resta mengerutkan kening nya. tanpa terlihat kecewa.
" Neta sedang ada janji sama Akmal sayang " Resta yang tadinya kecewa akhinya tersenyum. Fian mencubit hidung Resta dan Resta kembali mengaduh
" haish aku jadi kambing conge lama lama disini " beo Fathan Resta dan Fian tertawa.
" ya udah kakak pamit besok kita ketemu di lokasi bagaimana " Resta dan Fian mengangguk setuju, Fathan akhirnya pergi kini tinggal mereka berdua. sedari tadi Resta terus tersenyum saat mereka berjalan bergandengan.
Fian menghentikan langkahnya Resta ikut diam dan berbalik " kenapa! " tanya Resta.
" adek bahagia " Resta mengangguk Fian semakin bangga sama istri kecilnya ini yang selalu ingin membantu.
" istri kakak hebat " Resta semakin melebarkan senyuman nya saat ini Fian berada di depan Resta dan mengaitkan tangan nya di leher Resta dan
cup
Fian mencium Resta pas di bibir Resta yang masih tersenyum lebar, Resta makin tersenyum karena Fian memcium nya.
Fian memejamkan matanya Resta pun sama. Fian melepaskan bibirnya dari bibir Resta yang sedari tadi menggoda Fian.
mereka mengambil nafas bersana sama Fian menyatukan kening nya dengan kening Resta.
" kakak ih nanti kalau ada yang lihat gimana " Resta begitu malu.
" memang kenapa! " tanya Fian menggoda, Resta hanya menggeleng.
__ADS_1
" terimakasih kak! " ucap Resta Fian tersenyum dan mengendong Resta di punggung nya semua karyawan saat berpapasan dengan mereka cuma senyum senyum karena CEO mereka banyak berubah semenjak mengenal Resta dan menikah dengan Resta.
mereka banyak mendoakan mereka agar selalu menjadi keluarga SAMAWA.