
*******
Ceklek
" astagfirullah " ucap seseorang kaget saat melihat Resta dan Fian...
" Restaaaaaa?? " terisk orang tersebut siapa lagi kalau bukan Neta, Resta dan Fian kaget reflek Resta langsung mendorong Fian...
" wow, wow gan loe main sosor aja ya " ucap Akmal yang sambil ngedipin matanya pada Fian, sedangkan Resta begitu malu saat adegan tadi ketahuan..
Neta menatap tajam Resta dan melangkah kearah Resta dan..
" aw, aw sakit Neng " Neta menjewer telinga Resta.
" kamu ini yah, apa yang kalian lakukan hah " kesal Neta menatap Fian dan Resta bergantian, sedangkan Fian hanya garuk garuk tengkuk nya.
" ck.. gercep juga loe ya, udah nyampe mana tadi " ledek Akmal pada Fian.
" ka Akmal " bentak Neta seketika mereka tersentak kaget.
" eh iya iya maaf " ucap Akmal.
" tadi kalau Gue sama Neta gak dateng mungkin loe dan Resta.... "
" eh monyet itu otak jangan traveling ya " Fian melempar Akmal pake buku, untung Akmal cepat memghindar.
" wih santai gan " ucap Akmal cengengesan.
" ka Fian awas aja yah, kalau ngapa ngapain Resta Neta aduin sama Papih, mamih juga papah dan mamah " ucap Neta masih kesal.
" eh Neng jangan yah, tadi ka Fian cuma ngecek pipi aku aja ko nih " tunjuk Resta pada pipinya yang masih merah karena bekas tamparan Anita.
Neta memicingkan mata nya menatap curiga pada Fian dan Neta, sudah jelas ketahuan hampir saja tetep ja berkilah.
" emang aku anak kecil apa, tadi tuh kalau aku sama ka Akmal gak dateng mungkin juga ka Fian bakalan ciu... mmmhh " Resta langsung menutup mulut Neta.
" udah ih Neng di bahas terus " ucap Resta memohon sambil menutup mulut Neta.
" ya udah kali ini aku maafin awas aja kalau yang aneh aneh lagi, aku bawa pulang kamu " Neta masih kesal.
" Neta udah yah, ngambek nya, iya maafin kk tadi kk hampir hilaf " ucap Fian membujuk Neta. sedangkan Akmal hanya senyum senyum menatap Fian yang memohon pada Neta.
seorang Fian yang dingin, cuek kaku tapi jadi kaya anak kecil yang ketahuan nyuri uang.
" iya untuk kali ini Neta maafin " masih saja Neta ketus.
" ih Neng kamu emang my besti dah " Resta memeluk Neta. dan Neta membalas pelukan Resta.
" ehmm.. ok masalah selesai, tapi ada satu masalah lagi, Akmal kumpul kan semua karyawan dia aula " perintah Fian pada Akmal.
" siap gan, gue pergi dulu " Akmal menatap Neta dan juga berpamitan, Neta mengangguk.
__ADS_1
setelah kepergian Akmal, Fian merasa ada hawa hawa dingin yang menatap nya kesal, Fian dapat tatapan dari Resta dan Neta. Fian meminum air yang ada di meja kerjanya Fian udah jadi salah tingkah.
drttttt.. drttt
Hp Fian berbunyi.
" iya " hanya itu ucapan Fian.
" ....."
" hmm baiklah, gue akan segera kesana " Fian langsung mematikan panggilan tersebut.
" ehmm, kalian mau ikut atau mau disini, ada urusan yang harus kk selesai kan " ucap Fian kikuk.
" ya udah kk duluan gih, nanti Resta sama Neta nyusul " ucap Resta memecah kecanggungan.
" ya udah kk duluan nanti kalian kesana ya " Fian pamit dan langsung keluar. sedangkan di dalam ruangan Fian Resta dan Neta tak tahan melihat kecanggungan Fian.
" hahahaha " mereka tertawa bersamaan
" astagah Neng aku udah gak kuat lihat ka Fian jadi kikuk gitu " Neta masih tertawa.
" lucu kan " ucap Resta membenarkan.
" ya udah yuk kita ke aula, ka Akmal sama ka Fian pasti lagi nunggu kita. merekapun memutuskan untuk ke aula, saat mereka keluar dari ruangan, mereka melewati ruangan yang bertuliskan Sekretaris.
*******
saat itu terbukalah pintu tersebut.
Ceklek
Resta dan Neta membalas senyuman irang tersebut yang tak lain adalah Ririn.
" Cantik " batin Resta ada sedikit rasa cemburu dalam hati Resta.
" cantik juga ramah " batin Neta pun berkata.
" eh Nona Resta dan Nona Neta " tanya Ririn.
" eh iya " ucap mereka bersama-sama.
" perkenalkan nama saya Ririn sekretaris pak Fian " Ririn menjulurkan tangan nya. dan Resta menyambutnya setelah itu Neta.
" Resta Risella Dinata, panggil aja Resta ka " ucap Resta memperkenalkan diri.
" kalau saya Ameneta Gasella ka " sambung Neta.
" akhirnya saya sekarang bisa mengenal dan melihat langsung calon istri pak Fian, selain cantik, imut juga ramah, danjuga sama hal nya dengan calon nya pak Akmal " ucap Ririn.
" kalian mau kemana " tanya Ririn
__ADS_1
" Resta mau ke Aula ka, kata ka Fian tadi disuruh kesana "
" iya entah apa yang mereka lakukan menyuruh kita kesana " sambung Neta lagi.
" mungkin pak Fian dan pak Akmal mau mengumukan sesuatu, ayo sekalian saya juga mau kesana, silahkan Nona Resta dan Nona Neta duluan " ajak Ririn kecanggungan diantara mereka masih terasa, bahkan ucapan formal masih terdengar dari Ririn.
" ka Ririn gak usah seformal itu manggil kita "
" anggap aja kita ini temen nya kk, ya meskipun umur kita gak sama " ucapan Resta dan Neta yang membuat Ririn tersenyum.
" pak Fian dan pak Akmal memang tak salah memilih " batin Ririn berkata bangga, Ririn tersenyum.
saat di lift mereka tertawa tawa bahkan ada aja celotehan yang membuat mereka tertawa lepas, kecanggungan diantara mereka pun sudah hilang, saat pintu lift terbuka menuju aula.
ting
lift terbuka, seketika semua orang menatap kearah lift yang terbuka, mereka terkejut saat melihat Ririn bersama 2 gadis yang tadi mereka lihat di lobi kantor.
ada rasa was was dalam diri mereka termasuk Anita yang masih menunduk karena takut.
saat itu Resta dan Neta terdiam terpaku.
" Resta, Neta ayoo " ajakan Ririn membuat mereka tersadar.
" eh ka kita pergi aja ya " ucap Resta gugup.
" iya Neta juga pergi aja ya " timpal Neta.
saat mereka berbalik akan menuju lift terdengar suara memanggil mereka.
" Resta Risella Dinata dan Ameneta Gasella " seketika langkah Resta dan Neta terhenti Ririn terkesiap kaget.
mereka mengenali suara bariton tersebut dan perlahan mereka berbalik. ternyata itu suara Fian yang memanggil nama mereka lengkap.
glek
Resta dan Neta menelan slivanya nya saat melihat tatapan Fian dan Akmal.
" jika kalian berniat pergi, maka saya akan memberikan hukuman buat kalian " ucap Fian terdengar penuh penekanan.
Ririn segera mengajak mereka masuk ke aula, tatapan banyak orang masih tertuju pada mereka.
perlahan Resta dan Neta melangkah dan terhenti saat sudah sampai, sedangkan Fian dan Akmal tersenyum melihat tingkah Resta dan Neta.
" berhasil " ucap mereka dalam hati, Fian dan Akmal memang suka sekali menggoda mereka.
dan saat itu Fian mulai berbicara.
" dengar buat kalian semua yang hadir disini, saya akan mengumumkan sesuatu pada kalian semua " ucapan tegas Fian menggema membuat mereka begitu takut.
Resta tersenyum saat melihat Fian begitu serius dalam berbicara " begitu memukau dan mengagumkan, wajar mereka begitu segan dan menghargai nya, ketegasan dalam memimpin nya terlihat jelas " Batin Resta terus berkata dan mengagumi sosok Fian Mustafa Kamal.
__ADS_1
yang saat ini berdiri di hadapan nya dan di hadapan semua orang, Fian sedikit tersenyun samar saat dia melihat kearah Resta yang menatap nya lekat.
" astagah dai imut banget saat menatap ku seperti itu, aish ingin rasanya aku bawa pulang ck.. sadar Fian sadar " batin Fian terus saja bergejolak.