Life Is Love

Life Is Love
Keadaan Resta Yang Lemah


__ADS_3

*********


Neta yang melihat keadaan Resta terenyuh, kini Neta yang akan selalu menemani Resta apapun yang terjadi.


" Neng istirahat dulu, muka kamu pucet banget " Resta menuju kursi dan duduk.


" apa yang sakit katakan pada kk " tanya Fathan khawatir.


" Resta baik baik saja ka Al " ucap Resta sambil tersenyum, itu senyum kesedihan.


" apa ini sakit Neng " tanya Neta mengusap pipi Resta yang menerah karena bekas tamparan Helen.


" hmm sedikit " jawab Resta, saat Resta tersenyum darah kembali kekuar dari hidung Resta setelah lama tidak keluar kini keluar lagi.


" astagfirullah Resta kamu mimisan lagi " panik Fathan.


" hah " Resta kaget saat ini dia memegang bagian yang ada darah nya, Resta tesenyum miris.


" Neng pasti kamu kecapean, istirahat ya " Neta juga sama paniknya. Resta menggeleng. Resta berdiri ingin masuk kerumah nya, tapi terasa pusing dan kunang kunang penglihatan nya dan.


bruk


Resta pingsan " Yaa Allah Neng " Neta langsung lari memeluk tubuh Resta yang rapuh.


" Resta " Fathan teriak, Fathan juga panik Sam juga ikut panik.


" ka Al Neta mohon bawa Resta, Neta tidak ingin terjadi apa-apa pada Resta " kini Fathan langsung membopong tubuh lemah Resta, saat Neta akan melangkah mengikuti Fathan, Neta melihat kalung dan cincin tunangan Resta.


Neta mengambil nya dan membawa nya pergi menyusul Fathan dan Resta.


kini sampailah mereka di Rumah sakit keluarga Harris.


" siapkan ruangan khusus " perintah Fathan pada perawat. perawat langsung menyiapkan ruangan khusus.


" ka Al apa Resta akan baik-baik saja " Beta masih menangis.


" insyaAllah " bahkan jawaban Fathan kurang meyakinkan, Fathan pamit pada Neta untuk memeriksa kesehatan Resta.


Fathan meneteskan air matanya, saat melihat tubuh lemah Resta sedang di pasangi infus dan oksigen.


" bertahanlah kk mohon " Fathan menggenggam tangan Resta. kini Fathan memeriksa keadaan Resta.


Neta sesekali menatap pintu ruangan, Sam juga sama khawatirnya, Neta masih terus menangis.


" seharusnya hari raya ini hari raya kebahagiaan tapi.. hiks.. hiks " Neta masih terisak.


ceklek


Fathan keluar dan tetlihat lesu bahkan tak semangat ada tatapan kesedihan di mata Fathan, Neta langsung menghampiri Fathan.


" ka Al " panggil Neta menyadarkan Fathan yang menatap kosong.


" iya " ucap Fathan, Neta menatap Fathan, Fathan menggeleng.


" lalu apa yang harus kita lakukan ka! " Neta kembali menangis.


" jalan satu satunya operasi tulang sum sum " ucap Fathan, Neta hanya diam.

__ADS_1


" badan nya mulai lemah jika Resta memaksakan diri, maka penyakit nya akan bertambah parah " Neta menatap Fathan.


" mungkin Resta tidak akan bertahan lama jika kita tidak melakukan operasi " Neta menangis histeris saat mendengar penjelasan Fathan.


" katakan ini bohong kan ka, apa yang harus Neta lakukan hiks.. hiks, Resta harus kita selamat kan, aku akan katakan pada semuanya " Neta bangkit dan akan pergi Fathan mencekal nya dan menggeleng.


" apa Neta ingat ancaman Resta, jika yang lain tau maka dia akan menghentikan pengobatan nya " Neta kembali lesu dan terduduk di kursi.


Fathan memeluk Neta, Neta kembali menangis " Resta harus sembuh, Neta gak bisa hidup tanpa Resta ka Al, tolong selamatkan Resta hiks... hiks " Fathan pun menangis karena ingat Resta dan keadaan nya.


" jangan menyerah Resta, aku tak sanggup jika kamu sampai menyerah, ku mohon bertahan lah " bati Fathan selalu mendoakan yang terbaik untuk Resta, Sam yang melihat tuan nya menangis dia pun meneteskan air matanya.


" berjanjilah tuan anda harus menyelamatkan nona Resta " batin Sam.


********


di kediaman Dinata


Helen menangis menyesali dirinya yang menampar Resta " apa yang mamih lakukan pih, mamih menyakiti Resta " Rangga memeluk Helen, Rasty juga masih syok mendengar kenyataan ini, bahkan madih kecewa dengan Resta.


Alan mencoba menelfon Resta tapi tak ada jawaban. " sayang bagaimana " tanya Mila.


" tidak ada jawaban, aku khawatir yang keadaan Resta, seharus nya aku sebagai kk nya melindunginya berada di samping nya " Alan menangia Mila memeluk Alan.


" insyaAllah semuanya akan baik-baik saja " ucap Mila, begjtu besar Cinta dan kasih sayang Alan teehadap sang adik.


Genta dan Apni muncul setelah keluar mencari keberadaan Resta


" apa loe udah menemukan nya " Genta menggeleng.


" ntahlah gue gak lihat keberadaan Resta dan Neta diluar apa mereka pergi ke suatu tempat " tanya Genta.


" ka ketemu Resta nya " tanya Helen, Alan dan Genta menggeleng.


" kemana perginya mereka " Helen mulai khawatir, Helen takut Resta pergi dari rumah dsn tak kembali.


" Alan dan Genta akan mencari keberadaan adek mih, jadi mamih gak usah khawatir " Helen menangguk.


" kerahkan anak buah yang lain untuk mencari adek " perintah Rangga Alan dan Genta pergi.


" Rasty maafkan Resta " ucap Helen Rasty tetap diam, Rasty enggan untuk bicara Rangga menenangkan Helen.


" mungkun Rasty masih syok jadi maaf " ucap Erwin Rangga menangguk, kini mereka kembali ke kamar masing-masing.


********


di apartemen Fian, Fian ngamuk barang barang berantakan bahkan Akmal hanya melihat Fian melampiaskan kesedihan nya dan kekecewaan nya. disana juga ada Riska dan Ega.


" pak Akmal apa tidak apa-apa " Akmal menatep Ega ada rasa tak suka Ega ikut campur.


" tidak apa-apa jadi nona Ega tidak usah khawatir " ucap Akmal Ega tetap berada di apartemen Fian dan Akmal. Riska sudah memperingati Ega untuk pulang tapi Ega tetep kekeh.


jawaban Ega malah membuat Riska khawatir " ini adalah kesempatan ku untuk mendekati Fian Riska, jadi kau jangan ikut campur " itulah yang Ega katakan.


Ega berusaha mendekati Fian dan tanpa sengaja Fian melempar barang mengenai leher Ega, Fian kaget.


" Ega maaf aku " Ega tersenyum dan menghampiri Fian.

__ADS_1


" tidak apa-apa Fian aku mengerti " kini Ega mulai berani memegang tangan Fian, karena Fian sedang kacau dan merasa bersalah jadi Fian membiarkan hal itu.


Akmal dan Riska kaget karena Fian mulai pasrah bahkan Fian memeluk Ega. Ega menenangkan Fian dan Fian akhirnya tertidur.


" aku pulang dulu pak Akmal dan besok aku akan kembali ke mari untuk melihat keadaan Fian " ucap Ega.


" Nona Ega leher anda terluka, biar saya obati " ucap Akmal, Ega menggeleng dan pamit pergi.


" nona anda harus segera di obati " ucap Riska khawatir.


" kamu cerewet sekali Riska, hari ini aku bahagia Fian mulai menerimaku " Ega begitu bahagia saat sampai di luar Ega kaget melihat seseorang berdiri di samping mobil nya sambil tersenyum.


" Ra-Rama kau sudah kembali " ucap Ega terbata. Rama tersenyum dan tanpa sengaja melihat ada darah di bagian leher Ega, Rama langsung menghampiri Ega dan membawa nya masuk ke mobil nya.


" apa yang terjadi " tanya Rama, Ega hanya diam, Ega kesal Rama bisa mengganggu rencananya.


" sudahlah bukan urusan mu " saat Ega akan keluar Rama memegang bahu Ega.


" duduklah biar aku obati " Rama membuka kotak P3K nya yang ada di dalam mobil milik nya dan mulai mengobati luka Ega, Ega meringis Rama menutup nya dengan kain kasa, Rama menatap Ega.



Ega membiarkan Rama mengobatinya " kenapa sampai ada luka di sini " tanya Rama.


" aih kamu ini cerewet, sudah selesai kan aku pulang " kini Ega mulai akan membuka pintu mobil.


" kenapa sikap mu selalu dingin padaku Ega, bukankah papah sudah menjodohkan kita! " ucap Rama, Ega menatap sini pada Rama.


" bukankah itu urusan mu dengan papah, aku tidak ikut campur bahkan aku juga tidak mau melanjurka perjodohan ini " Ega keluar dari mobil Rama, Rama juga keluar.


" tapi aku akan tetap mempertahankan perjodohan ini, karena aku sudah berjanji pada papah " ucap lantang Rama, Ega berhenti melangkah dan membalikan tubuhnya ke arah Rama sambil tersenyum sinis.


" kalau begitu kau menikah saja dengan Riska simple kan " Riska kaget saat Ega mengatakan hal itu, Rama terdiam mematung yang masih memperhatikan Ega dan kini mobil Ega sudah pergi.


" sebegitu tidak sukanya kamu padaku Ega, bahkan kau mengatakan agar aku dengan Riska, apa kau tau sakit yang aku rasakan, tapi aku akan tetap berjuang, tapi jika perjuangan ini tak ada harapan aku akan menerima tawaran mu " gumam Rama bahkan dia akan menerima tawaran ysng Ega berikan jika Rama sudah lelah untuk memperjuangkan seorang Ega Mawarni.


Di Rumah Sakit


Resta sudah sadar Neta terus menemani Resta. Resta memegang lehernyabdan tidak ada kalung yang ada cincin nya, Resta panik dan Neta melihatnya.


" Neng kamu mencari ini " Neta menunjukan kalung dan cincin nya, Resta menatap sendu dan mengambil cincin itu Resta menggenggam nya dan kini Resta kembali menangis.


" apa ini mimpi Neng, semuanya telah berakhir hiks... hiks " terdengar isakan dari Resta, Neta memeluk Resta.


sedangkan diluar Fathan juga meneteskan air matanya saat mendengar tangisan Resta yang begitu menyayat.


" jam berapa sekarang " tanya Resta, Neta melihat jam tangan nya.


" jam 20:00 " Resta kaget dan panik.


" hei Neng kenapa! " tanya Neta.


" berapa lama aku tidak sadar " tanya Resta yang kini turun dari ranjang rumah sakit.


" sekitar 7 jaman " Resta semakin panik, Neta ikutan panik.


ceklek

__ADS_1


pintu terbuka Resta dan Neta menatap kearah pintu..


__ADS_2