Life Is Love

Life Is Love
Fathan dan Fian Berteman


__ADS_3

*********


Yoga hanya garuk garuk tengkuk nya karena di tatap mereka.


" ka Yoga dan.... " Resta begitu kaget.


" ma'af apa saya boleh gabung " ucap seirang gadis di sampung Yoga, mereka yang masih syok menatap Yoga.


" ntr gue ceritain bro " ucap Yoga pada Gian dan Akmal.


" pak Fian dan pak Akmal apa kabar? " tanya si gadis tersebut.


" eh iya kami sehat " jawab Akmal yang masih bingung.


" Nona Resta anda sudah sehat " tanya nya pada Resta.


" ah.. iya ka alhamdulillah udah sehat " jawab Resta.


" kakak dan ka Yoga " tanya Neta yang begitu penasaran.


" teman " ucap si gadis dan Yoga bersamaan. sedangkan yang lain pasti tak percaya.


" bukankah Nona Ega dan pak Rama " ucap Akmal.


" oh iya itu hanya salah faham, kami sahabat ko pak Akmal, pak Rama sudah bersama Riska " ya gadis tersebut Ega yang membuat mereka terkejut, mereka bertanya tanya sejak kapan Yoga dan Ega.


" ah iya dari tadi kami tak melihat Nona Riska " Akmal kembali bertanya untuk mengalihkan kecanggungan diantara mereka, sedangkan Fian masih menatap Ega dan Yoga.


" mereka sedang mengurus acara pertunangan mereka " jawab Ega.


" ah iya Resta lupa ayok silahkan duduk " Resta mempersilahkan mereka duduk.


" ma'af jika kehadiran saya mengganggu kalian " ucap Ega tak enak hati.


" eh gak ko, kebetulan kita juga lagi kumpul " jawab Neta Ega mengangguk.


" sejak kapan Nona Ega dan Yoga " tanya Akmal.


" ehem " Yoga berdehem " hmm boleh saya menyela, saya dan Ega eh maksud nya Nona Ega baru bertemu ko " jawab Yoga Ega hanya tersenyum.


" hmm bisakah panggilan kalian tak seformal itu saya jadi tidak enak " ucap Ega, Ega ingin sekali memiliki teman.


" hmm iya Resta ngerti, kalau kakak berteman dengan ka Yoga berarti kakak teman kita juga dong iya kan ka Fian " Fian hanya menanggapi dengan senyuman nya, bahkan tatapan nya terhadap Resta begitu lembut, berbeda saat bersama Ega.


" Fian begitu sangat mencintai Resta, terlihat dari cara dia memandang nya beda saat bersamaku, seharusnya aku tidak berada diantara mereka " batin Ega yang selalu merasa bersalah, Fian yang menyadari itu akhir nya ikut berbicara.


" anda tidak usah merasa bersalah Nona Ega, saya juga salah dalam hal ini bahkan saya melibatkan anda dalam hubungan saya dan Resta jadi saya meminta maaf " semua orang kaget saat mendengar Fian meminta maaf, Yoga apalagi.


" hmm tidak apa-apa pak Fian, disini lita bersalah bukan hanya anda saja, bisakah mulai sekarang kita berteman " ucap Ega lirih, Resta menggenggam tangan Fian, Fian menatap Resta.


" baiklah saya terima pertemanan kita " semua orang merasa lega dan tersenyum.


" tapi jika teman masa ngomong nya masih seformal itu sih " tumpal Neta semua orang tertawa.


" Nona Resta " ucapan Ega terhenti karena Resta menatap Ega sambil menautkan kedua alisnya " ehem aku lupa maksud ku Resta " Neta dan Resta tersenyum Ega ikut tersenyum.


" nah kalau kaya gitu kan terdengar bagus " celetuk Neta. Akmal mengelus rambut Neta dan Ega melihat itu.

__ADS_1


" ka Ega biasa aja ngomong ke Resta nya, rilex katanya kita teman " ucap Resta saat melihat Ega yang masih kaku saat berbicara.


Ega menghela nafas " maaf soal nya aku jarang berbicara sesantai ini, apa lagi memiliki teman " Resta dan Neta merasa sedih, mereka tau seperti apa Ega wajar jika selama ini Ega memiliki sifat Arrogant dan cuek. tiba-tiba Resta dan Neta memeluk Ega, Ega tersentak kaget saat mendapatkan perlakuan itu.


Ega akhirnya menangis " loh ko ma Ega nangis " tanya Resta.


" maafin kita ya kak jika Neta sama Resta salah " ucap Neta yang merasa bersalah, apa Ega keberatan jika mereka memeluknya sampai Ega menangis.


" tidak! justru kakak terharu jadi begini memiliki teman, selama ini kakak merasa sendirian hanya Riska yang mau menerima kakak " sekali lagi Resta dan Neta memeluk Ega, Akmal, Fian, Yoga, Reyhan dan Faiz tersenyum.


mereka tau jika Neta dan Resta orang yang tak pernah mendendam mereka selalu memaafkan orang yang berbuat salah terhadap mereka, itulah kenapa mereka sangat nyaman diantara Resta dan Neta.


bahkan Ega pun sampai tak percaya, begitu lembut nya hati Resta yang sudah Ega sakiti.


" kakak kini tak sendiri lagi ko kita ada disini untuk kakak " Ega merasa terharu mendengar ucapan Resta.


pantas saja semua orang tak mengetahui anak bungsu dari Dinata ternyata beginilah sifat nya, baik, ramah bahkan memiliki hati yang begitu tulus.


" jadi kakak jangan sungkan lagi ya, justru Neta senang bisa memiliki teman yang sepopuler ka Ega " Ega jadi tergelak mendengar celotehan Neta.


Resta dan Neta bengong melihat Ega tertawa lepas " Cantik " ucap mereka bersamaan.


" eh maaf aku jadi kelepasan gini " ucap Ega malu Yoga tersenyum.


" semoga dengan begini sedikit demi sedikit kamu bisa berubah menjadi lebih baik Ega Mawarni Yudishtira " ucap Yoga dalam batin nya.


" astagah aku lupa, kalian mau pesan apa, kali ini aku deh yang traktir " ucap Yoga.


" wah Faiz untung kita kesini jadi bisa makan sepuasnya ini " ucap Reyhan.


" huum kamu benar jadi hari ini uang jajan kita utuh " timpal Faiz.


" kan lumayana Neta " jawab Reyhan.


" kita kan anak kuliahan jadi kalau ada gratisan ya gercep lah " timpal Faiz.


" kebiasaan lama itu " ucap Resta mereka tertawa. kini Ega merasa nyaman, santai saat bersama mereka.


" beginikah rasanya memiliki teman, sangay menyenangkan " batin Ega. Akmal dan Fian tersenyum melihat Ega yang kini banyak perubahan dari cara berpakaian terlihat santai dan casual, bahkan banyak tersenyum berbeda saat mereka pertama kali mengenal seorang Ega Mawarni Yudishtira dari Yudishtira Group.


angkuh, arrogant, tak peduli bahkan berambisi. benar kata orang-orang yang sudah mengenal seorang Ega Mawarni Yudishtira bahkan Akmal dan Fian juga tak menyangkal nya.


kini di hadapan Fian dan Akmal inikah seorang Ega, ramah, lembut bahkan selalu menampakan senyuman nya sedari tadi, bahkan Fian dan Akmal saat melihat tatapan Yoga pada Ega bukanlah tatapan teman tapi tatapan seorang lelaki pada seorang gadis.


Akmal bahkan kini ingin mendekatkan Yoga dan Ega, bahkan Fian setuju Fian tau selama ini Yoga memang memiliki perasaan terhadap Resta karena saat pertama kali Fian bertemu Resta di caffenya tatapan Yoga berbeda saat menatap Resta dan Neta.


saat mereka sibuk dalam pemikiran nya ada 2 orang datang ke caffe tersebut.


" ka Al, ka Sam " pekik Resta dan Neta bersamaan saat melihat Al dan Sam. Fian dan Akmal menatap kepada mereka.


" eh Resta, Neta, pak Fian dan pak Akmal juga disini " ucap Fathan.


" eh dokter Fathan " ucap Fian.


" tidak usah seformal itu pak Fian " jawab Fathan, kini tatapan Fathan beralih pada Ega " Ega Mawarni Yudishtira " gumam Fathan.


" ah iya maaf dokter Fathan " ucap Ega Fathan hanya mengangguk.

__ADS_1


" oya pak Fian, pak Akmal bisa kita bicara diluar sebentar " ucap Fathan.


" boleh " jawab Fian santai.


" begini saja bagaimanapun kalau di halaman belakang caffe ini " usul Akmal dan mereka setuju.


" sayang kakak tinggal dulu ya " izin Fian pada Resta. sedangkan Fathan tersenyum


" iya ka " jawab Resta.


*********


kini Fathan, Sam, Fian dan Akmal mengobrol membicarakan kerjasama mereka yang dulu sempat di batalkan oleh Fian.


" maaf pak Fathan karena kemaren itu saya emosi " ucap Fian merasa bersalah.


" saya juga meminta maaf karena kesalah pahaman yang saya dan Resta buat " ucap Fathan.


" oya saya dengar anda dan Resta akan segera menikah " tanya Fathan, Fian tersenyum.


" iya alhamdulillah tinggal 1minggu lagi, tolong datanglah saya tak ingin Resta. bersedih karena tak melihat kehadiran anda " ucap Fian pada Fathan.


" insyaAlllah saya akan datang " jawab Fathan Fian tersenyum.


" saya berterima kasih banyak pada pak Fathan, yang selama ini selalu menjaga dan merawat Resta "


" saya dan Resta berteman pak Fian jadi anda tak perlu berkata seperti itu "


" ma'af " ucap Fian sekali lagi " jika anda dan Resta berteman apakah kita juga bisa melakukan nya juga " tanya Fian, Fathan malah melebar kan senyuman nya, Akmal dan Sam sangat terharu melihat 2 orang yang dulu bersitegang sekarang.


" dengan senang hati pak Fian " jawab Fathan.


" bisakah untuk saat ini kita tak seformal ini lagi " tanya Fian.


" baiklah aku bisa memanggil nya Fian apa boleh " hanya Fathan kini yang tak formal lagi.


" ok aku setuju dengan mu Fathan atau seperti Resta dan Neta memanggil nya Al " ucap Fian mulai menggoda Fathan.


" terserah kamu mau manggil aku apa, senyaman kamu memanggil lah " mereka kini tergelak sedari tadi perhatian Resta tertuju pada Fian dan Fathan.


" mereka kini terlihat santai sekarang " ucap Ega, Resta menatap Ega dan mengangguk.


" Resta tak perlu khawatir lagi kini mereka juga seperti kita sekarang teman "


" iya Neng gak usah khawatir lagi " Ega menatap Neta yang selalu memanggil Resta Neng.


" iya Neng aku juga udah merasa lega ini " sekali lagi Ega tertegun dengan panggilan Resta pada Neta tapi setelah itu Ega tersenyum.


" persahabatan yang unik " batin Ega.


" baiklah Fian senang bisa bekerjasama lagi dengan mu " ucap Fathan.


" dengan senang hati Fathan " kini mereka bersalaman sambil tersenyum. terlihat begitu indah dimata mereka Yoga juga ikut bahagia diantara Fian dan Fathan tak lagi bermusuhan, damai itu indah.



inilah Fian dan Fathan yang sekarang berteman, awal nya mereka seperti bersitegang saat bersalaman setelah itu Fian dan Fathan tersenyum, lega itu yang mereka rasakan.

__ADS_1


" semoga ka Al dan ka Fian, tak lagi saling membenci terimakasih yaa Allah " Resta begitu bahagia sangat bahagia.


__ADS_2