
*******
" yuk balik, katanya tadi mau pada balik " ucap Resta.
" eh iya yuk " ajak Faiz, yang keluar lebih dulu Faiz dan Resta sedangkan Reyhan dan Neta masih di dalam karena makanan mereka belum abis, jadi dari pada mubazir mendingan abisin aja.
saat Resta dengan Faiz ngobrol, Fian datang ke Restaurant dan melihat Resta sedang ngobrol dengan Faiz, Fian geram karena Resta berbohong.
" tahan gan jangan emosi, takut nya loe cuma salah paham " nujuk Akmal
" salah paham dimana nya udah lihat dengan jelas " Fian langsung turun dan menghampiri Resta, sedangkan Resta tak menyadari adanya Fian .
Fian menarik tangan Resta melewati Faiz seketika Faiz menahan Fian.
" pak gak usah kasar gitu kasian Resta " Faiz membela Resta.
" ini bukan urusan kamu jadi diam paham " ucapan Fianpenuh penekaban dan tegas.
Fian menarik tangan Resta dan membawa nya kesuatu tempat.
" apaan sih ka lepas sakit ih " ucap Resta lirih menahan sakit. " tiba-tiba datang main tarik aja "
" maksud kamu apaan, tadi pamit nya mau ketemuan sama Neta tapi buktinya sama cowok " Fian masih memahan emosi
" maksud kk, ka Fian tuh salah paham Resta emang janjian sama Neta tapi saat Resta sama Neta lagi ngobrol tiba-tiba Faiz sama Reyhan datang dan akhirnya ikut gabung " jelas Resta
" kamu fikir kk buta, jelas jelas kamu cuma berduaan sama tuh cowok " Fian mulai meninggikan suaranya.
" kk gak usah ngegas gitu " Resta masih menahan emosi nya agar tak ikut marah.
" ingat status kamu Resta, kamu udah tunangan ,jadi jaga batasan mu " ucap Fian yang mengingatkan status nya.
Resta mulai kepancing emosinya karena di tuduh tanpa mendengar penjelasan, Resta mulai mengeluarkan air matanya karena tuduhan Fian.
" Resta juga tau batasan Resta ka, gak usah kk ingatkan lagi " Resta menghapus air matanya .
" selama ini Resta juga selalu menjaga jarak terhadap lelaki, dan kk menuduh Resta " ucap Resta lirih
" kk tau apa tentang Resta " Resta mulai berteriak " percuma ngomong ama kk " Resta meninggalkan Fian, Fian mencekal tangan Resta.
" lepasin biarkan Resta sendiri " ucap Resta pelan.
" gak kamu ikut kk " Fian menekan kata katanya.
" lepasin kk udah nyakitin Resta, Resta benci sama kk " Resta menepis tangan Fian dan Resta berlari menuju mobil nya, Resta langsung melajukan mobilnya.
" loe apain lagi tuh anak orang ,udah gue bilang tahan emosi " ucap Akmal
" gue gak suka dia boong " ucap Fian masih kesal
" ingat gan apa yang loe lihat belum tentu itu benar " Akmal menasehati Fian
saat itu munculah Neta dan Reyhan " lah ka Akmal, ka Fian lagi ngapain" tanya Neta
" eh Resta dimana "
" Resta tadi udah pulang " jawab Faiz
__ADS_1
" hah ko bisa terus aku ditinggal dong " Neta yang masih bingung
" sebenarnya ada apa ini " tanya Neta.
" begini Fian salah paham sama Resta, tadi Resta pamit sama papih mamih katanya mau ketemu Neta, tapi saat kk sama ka Fian datang cuma melihat Resta sama nih anak " Akmal menjelaskan permasalahan nya.
" lalu Restanya kemana " tanya Neta sambil mencari cari keberadaan Resta.
" udah pergi tadi ada perdebatan diantara ka Fian sama Resta " jelas Akmal
" aduh tuh anak kemana lagi si " Neta mulai panik.
" coba Neta telfon Resta dimana posisinya " tanya Akmal Neta mulai menghubungi nomer Resta tapi gak di angkat.
" gak diangkat " Neta masih panik
" ya udah sekarang kita cari dulu dirumah siapa tau Resta udah di rumah " ucap Akmal
" dengar kamu gak usah deketin Resta lagi ngerti " Fian memberi peringatan pada Faiz
" Faiz, Reyhan aku pamit dulu dah assalamualaikum " ucap Neta terburu-buru
" eh iya wa'alaikumsalam " ucap Faiz dan Reyhan mereka masih diam mematung
sedangkan Neta, Fian dan Akmal di dalam mobil merasa cemas, Fian gusar karena khawatir " aaahhhh " Fian berteriak karena kesal ternyata diantara mereka hanya ada kesalah pahaman saja.
" udah gue bilang tadi tahan emosi loe, nyeselkan sekarang " ucsp Akmal protes
" ih ko gak diangkat angkat Resta kamu dimana sih Neng " Neta selalu gusar Neta mulai panik.
" ka Fian juga apaan sih, cemburu tapi gak pada tempatnya " kesal Neta " selama ini itu Resta selalu menjaga batasan nya terhadap laki-laki asal kk tau banyak cowok cowok yang suka ma Resta bahkan terang terangan nembak Resta... " Neta berhenti sejenak mengatur nafas nya.
" tapi selama ini gak ada yang Resta terima, Resta selalu menjaga jarak terhadap teman teman cowok nya, termasuk Faiz juga " Neta sudah mulai emosi.
" Resta bilang ada hati yang harus dia jaga, ntah siapa Neta juga gak tau, tiap Neta tanya siapa ,Resta menjawab ntahlah tapi Resta selalu menegaskan pada keyakinan nya dan hatinya, mungkin Resta udah ngerasa kalau jodoh nya itu ka Fian "
deg
Fian tersentak kaget saat Neta menjelaskan segalanya.
" bodoh, bodoh aku marah marah tanpa sebab karena cemburu, aku udah nyakitin Resta " Fian kesal pada dirinya sendiri tanpa terasa Fian meneteskan air matanya.
" udah gak usah nyalahin diri sendiri semoga Resta ada dirumah " Akmal menasehati Fian.
*******
mereka sampai di kediaman Dinata, dan melihat mobil Resta terparkir untung Di rumah tersebut sepi.
Fian langsung turun dengan tergesa gesa meskipun kakinya masih ngilu tapi Fian tidak mempedulikan nya sekarang ini tujuan Fian ingin minta maaf pada Resta, Neta dan Akmal me gikuti nya dari belakang.
Akmal membiarkan Fian menyelesaikan masalahnya, jadi Akmal menahan tangan Neta. Neta dan Akmal duduk di ruang tamu,
" eh tuan Akmal Neng Neta mau minum apa " tanya Bi Aminah
" air putih aja Bik " ucap Neta
" Bik Resta udah dari tadi datang " ranya Neta
" gak lama juga sih, saat Neng Resta datang Bibi kaget Neng Resta lari ke kamar nya sambil nangis " jelas Bi Aminah
__ADS_1
" emang ada apaan sih tadi tuan Fian juga buru buru naik kelantai 2 " Bi Aminah masih bingung
" cuma kesalah pahaman aja ko Bi " ucap Akmal, Bi Aminah hanya mengangguk
dikamar Resta..
tok
tok
tok
" Resta ini kk bisa bukain pintunya " ucap Fian lembut, masih tak ada suara Fian mulai gusar.
" Resta kalau gak di buka pintunya kk dobrak ini " Fian mulai mengetuk ngetuk pintu Resta kembali masih hening.
saat Fian mau mengetuk pintu nya lagi tiba-tiba terdengar pintu kamat di buka.
ceklek
Resta menyembul dari dalam sedikit membuka pintunya, terlihat mata Resta sembab karena terus menangis, Fian sangat merasa bersalah.
" kk mau apa lagi " ketus Resta.
" kk mau minta ma'af, ma'af " ucap Fian lirih. hening Resta masih belum berbicara saat Resta mau menutup pintunya kembali Fian menahan nya.
" kk pergi aja deh jangan ganggu Resta " Resta mulai kesal, Fia masih menahan pintunya dan mendorong nya.
" kk mau ngapain " Resta mundur dan sedikit cemas. Fian terus maju dan terus melangkah
" ka Fian, berhenti gak " Resta terus saja mundur.
" kalau kk gak mau gimana " ucap Fian menyeringai sambil mengedikan satu alis nya .
" kk jangan macam macam ya " ancam Resta
" kk gak macam macam mungkin cuma satu macam " Fian masih terus melangkah maju sedangkan Resta terus mundur dan akhirnya Resta Mentok di rak buku. Resta gusar bingung mau lari udah gak bisa
Fian semakin dekat mereka bertatapan, Fian terus menatap Resta sedangkan Resta udah dag dig dug, takut dan cemas.
Fian sedikit mencodongkan wajah nya pada wajah Resta.
" mau maafin kk atau mau kk cium " tanya Fian. Resta terbelalak sangking kaget nya dengan ucapan Fian.
saat itu Fian mau menyentuh hidung Resta tapi Resta menahan nya dengan telunjuk nya, Fian tersenyum dan kembali menyondongkan wajah nya lebih dekat pada Resta, Resta kaget dan menahan nafas nya.
Resta sudah tidak bisa berkutik saat itu Fian mulai mendekatkan wajah nya pada wajah Resta, Resta langsung menutup matanya erat, Fian menyeringai dan berbisik.
" ternyata posisi kita ini udah mendukung untuk kk mencium Resta " bisik Fian di telinga Resta, seketika bulu kuduk Resta meremang dan muka Resta terlihat memerah bahkan kuping Resta pun ikut memerah.
" ck... baru kk bisikin aja udah malu gini " Fian menjauhkan wajah nya dari Resta,
Fian terus memandang Resta yang masih menutup matanya, saat Fian mau menyentuh wajah Resta Fian mengurungkan niatnya dan menarik tangan nya.
" ah kalau lihat muka dia yang memerah gini, beneran imut cantik, udah gak tahan buat ngehalalin nya " Batin Fian menjerit.
Fian mundur dan melangkah jauh saat itu Resta membuka matanya.
__ADS_1
" sekarang kk udah tau bagian mana aja yang membuat Resta sensitif tanpa harus kk sentuh " Fian langsung keluar ,sedangkan Resta masih mematung mencerna ucapan Fian dan.
" ka Fian gilaaaa " teriak Resta dan Resta lari kearah pintu dan membanting nya. Fian hanya geleng geleng kepala saja, setelah berhasil menggoda Resta.