
*******
Fathan masih betah menatap Resta yang begitu cantik, selama ini Fathan merindukan gadis tersebut, entah kenapa sejak pertemuan nya di RS dengan Resta dia begitu terpukau bahkan kagum saat orang-orang tidak tau siapa Resta sebenarnya.
" maaf tuan saya permisi " ucap Resta membuyarkan lamunan Fathan.
" ah iya nona... " Fathan terhenti.
" Resta nama saya Resta Tuan " ucap Resta sambil tersenyum manis.
deg
deg
deg
jantung Fathan berdetak cepat saat Resta tersenyum manis.
" ehm Tuan kita harus segera ke pertemuan karena sebentar lagi, meeting nya akan dimulai " ucap Sam yang mengingat kan Fathan.
" oh astagah aku lupa, ayo Sam " saat Fathan akan bergerak tiba-tiba Fathan berbalik dan tersenyum pada Resta.
" sebang bertemu lagi dengan anda Nona Resta " ucap Fathan dan Fathan langsung pergi dengan tergesa gesa.
Resta hanya bengong mandangi kepergian Fathan dan Resta pun beranjak pergi, saat Fathan di dalam lift saat pintu masih belum terturup Fathan masih memandangi Resta yang menuju pintu keluar.
" berbaliklah, jika kamu berbalik maka aku akan mengejar mu dan tak akan mekepaskan mu Nona Resta Risella Dinata " Fathan terus meyakinkan hatinya agar Resta menoleh.
sedetik
dua detik
tiga detik saat pintu lift benar benar hampir tertutup sempurna Resta menoleh menatap Fathan.
deg
deg
deg
jantung Fathan seperti lari marathon , hatinya berbunga bunga bahagia dan begitu senang nya saat Resta menoleh sebelum akhirnya pintu lift tertutup sempurna.
" Yess " ucap Fathan kegirangan, sehingga Samuel terperanjat kaget saat Fathan berjingkrak kegirangan.
saat Fathan menyadari sang asisten memandang nya aneh. Fathan mulai kembali seperti sedia kala.
" Tu-tuan apakah anda baik-baik saja " ucap Sam terbata takut tuan nya tersinggung.
" ehm saya tidak apa-apa maaf " ucap Fathan menetralkan kegirangan nya.
" astagah aku sampai lupa " batin Fathan mengerutuki kebodohan nya.
sementara di luar ada gadis yang masih terlihat kesal, karena dia menunggu nya lama.
" astagah Neng tu bibir kenapa, ke mau di kuncir aja "
"; dih, gak ngerasa kamu tuh ya Neng, aku tuh dari tadi nungguin kamu sama paman Jo, sampe jamuran tau " kesal nya.
" hehehe maaf tadi tuh, aku gak sengaja nabrak orang pas mau keluar "
__ADS_1
" hah,, tapi kamu gpp kan ya " ucap nya khawatir.
" ish Neng udah ih, orang gpp jg "
" beneran gak ada yang sakit atau lencet gitu "
pletak
" aw sakit Resta Risella Dinata " ucap nya sambil memegang dahi yang di sentil.
" abisnya kamu tuh ya ke ibu ibu rempong deh, berlebihan banget kaya aku barang berharga aja " kesal Resta pada shahabatnya siapa lagi kalau bukan Ameneta Gasella.
" dih emang iya kamu tuh berharga banget, harus benar-benar dijagain 24 jam secara calon Nona muda dari keluarga Kamal Corp "
" astagah lebay nya kumat, udah ah kita dari tadi ngoceh gak jelas noh kasian paman Jo sedari tadi dengerin kita ngoceh sampe berbusa ini "
" kan lumayan Neng kalau busa nya banyak buat nyuci atau buat mandi " sementara paman Jo hanya tersenyum karena celotehan dan celetukan mereka.
bukk
" ish Neng kasar banget sih dari tadi aku kena pukul mulu, emang aku samsak " Neta pura pura kesal.
" abis nya nih mulut ngerocos mulu, udah ah pulang nanti mamah Rasty khawatir kita udah perginya lumayan lama lo " ajak Resta.
" astagfirullah, iya aku lupa, yuk buruan kuy lah "
" astagah nih anak, tadi dia yang ngajak ribut eh sekarang, hadeh udah gak beres nih anak " gumam Resta pelan tapi terdengar oleh Neta.
" ana dengar ente ngomong apa? " ucap Resta yang duduk manis.
" hah " kaget Resta, sedangkan paman Jo cuma geleng geleng kepala, pan Jo begitu rilex saat bersama Resta dan Neta bahkan sering terlihat tersenyum.
******
saat semua masih ramai berbicara tiba-tiba terdengar suara langkah dan pintu terbuka munculah orang yang di tunggu sang Ceo muda tampan dan berwibawa.
" selamat siang semua nya terimakasih sudah hadir " ucap nya. " baiklah silahkan duduk kembali " ucap nya dengan ramah dan juga sopan.
ada seseorang yang memperhatikan kagum dan semakin terpesona siapa lagi kalau bukan Ega Mawarni sesangkan sang sekertaris hanya geleng geleng saja melihat kelakuan atasan nya.
sedangkan Galih dan Ririn menyadari bahwa Ega mawarni dari perusahaan Yudishtira group memandangi atas mereka penuh minat dan kagum.
" cih menyebalkan " kesal Ririn sambil berdecih.
" kenapa beps " tanya Galih.
" tuh kamu lihat kedepan, ada seseorang yang gak tau malu nya memandangi si boss sampe ke gitu, gak tau apa calon Nona muda kita lebih dari segalanga " Ririn benar benar sangat kesal saat melihat Ega yang tak berpaling dari pandangan nya.
" hust jangan ngerutu gitu ah ga baik " ucap Galih " sekarang kita Fokus aja ke meeting ini ok beps "
" ish nyebelin deh gak lihat kondisi apa " ketus Ririn sedangkan Galih ingin rasanya tertawa tapi dia juga melihat kondisi.
" kalian ini ya ribut mulu pengang ini kuping " ucap Akmal menimpali.
" haah " Galih dan Ririn kaget ternyata Akmal sedari tau mendengar mereka.
akhirnya hening saat meeting akan segera dimulai satu persatu mereka mengenalkan perusahaan mereka masing-masing.
saat itu juga Fian,Akmal Ririn dan juga Galih sangat senang karena mereka akan menjalin kerjasama dengan Kamal corp.
__ADS_1
saat nya perushaan Al Harris Group memperkenalkan diri sang Ceo Al Fathan Harris sang Ceo muda yang sama hal nya dengan Fian yag dimana Al Harris group sudah tak di ragukan lagi dalam segala hal nya.
Sang asisten Sam bediri dan menjelaskan semuanya dan juga dia mempekenalkan sang CEO muda Al Fathan Harris. semua bertepuk tangan Fathan hanya tersenyum.
merekapun Fokus dengan meeting nya kembali. meeting berjalan lancar dan tepuk tangan terdengar riuh, senyuman mengembang dari Fian, Akmal, Ririn juga Galih.
saat semua sudah keluar Fian menghampiri Fathan.
" terima kasih anda sudah jauh jauh datang kemari Tuan Fathan " Ucap Fian menyodorkan tangan nya, dan Fathan menyambutnya dengan senang hati.
" sama sama Tuan Fian, kami juga senang bisa bekerjasama dengan perusahaan anda " timpal Fathan.
tiba-tiba Ega juga datang menghampiri mereka.
" Tuan Fian selamat " Ega dengan tak tau malunya menyodorkan tangan nya ingin menjabat tangan Fian, sebenarnya Fian enggan untuk menjabatnya tapi mau bagiamana lagi, sudh sewajarnya kan.
" terimakasih Nona Ega " ucap Fia datar.
" baiklah Tuan Fian saya pergi dulu ada urusan yang harus saya selesaikan " Fathan permisi pada Fian.
" ah iya Tuan Fathan, semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar " Fian tersenyym manis sekali lagi mereka berjabat tangan dan Fathan langsung kekuar bersama Sam.
sedangkan Ega masih belum beranjak dari tempat nya.
" Nona Ega apa ada hal lain lagi " tegur Ririn merasa jengah.
" ah iya maaf aku juga harus pamit mari Tuan Fian saya pergi dulu " akhirnya Egapun beranjak dari tempatnya.
" hah " nafas lega terlihat dari Fian.
" kenapa gan " taya Akmal merasa aneh saat Fian menghela nafas.
" sudahlah tidak apa-apa, ayo kita kembali berkutat lagi " ucap Fian.
" aish pak Akmal gak sadar apa, pak Fian itu lagi jengah " ucap Ririn.
" hah, jengah pada siapa " tanya Akmal polos.
" hadeh pak Akmal ini, tadi tuh ada satu orang bikin saya dan Galih dongkol " mereka berbicara berbisik-bisik padahal Fian juga dengar.
" emang apaan sih " tanya Akmal masih belum mengerti.
" yang Ririn maksud itu Nona Ega mawarni dari Yudishtira Group " timpal Galih.
" nah itu dia " ucap Ririn lagi.
" oh iya aku tau, hmm emang tatapan nya beda sih pada Fian " akhirnya Akmla juga menyadarinya.
" awas aja kalau tuh orang macam macam sama pak Fian gak rela, mendingan Nona Resta selain Cantik imut bahkan ramah " ucap Ririn yang sudah tau Resta.
" ah aku aja yang cewek kelepek kelepek saat Nona Resta senyum apa lagi para pria hadeh " sedangkan Galih Akmal tergelak mendengar celotehan Ririn.
tanpa mereka sadari Fian menyunggingkan senyuman nya. ternyata dalam waktu sebentar saja Resta sudah banyak fans nya bahkan sang sekretaris Ririn yang Fian juga tau tak pernah menunjukan sukanya tiap ada klien atau yang lain nya.
tapi dalam sekejap saja Ririn sudah sangat begitu mengagumi Resta bahkan jaga badan kalau ada yang mau macam macam pada Fian.
__ADS_1
" aku beruntung bisa mengenalmu Resta calon istriku " monolog Fian yang berbangga hati.