Life Is Love

Life Is Love
Kesedihan Neta dan Resta


__ADS_3

*******


semua di keluarga Dinata sudah berkumpul untuk makan malam, saat itu Fian juga ingin membicarakan sesuatu pada mereka.


Resta masih terlihat sedih dan sendu ntah apa yang Resta fikirkan. dan itu terlihat oleh Helen.


" dek kenapa? " tanya Helen.


" tidak apa-apa mam " ucap Resta lirih.


" adek ko dari tadi diem aja, apa ada sesuatu. katakan pada mamih " Helen terus bertanya.


" iya mam " jawab Resta, Fian memperhatikan Resta sedari tadi dan akhirnya Fian membuka suaranya.


" hmm begini mih, pih ka Alan ka Genta " sejenak Fian terdiam dan menghela nafas, semua orang menatap Fian


" di kota S sedang ada masalah, insyaAllah Fian akan pulang menyelesaikan masalah yang ada di kota S " jelas Fian pada semuanya.


" kapan Fian akan berangkat " tanya Rangga.


" insyaAllah lusa pih " jawab Fian terlihat sedih.


" jadi karena ini adek sedih " tanya Helen pada Resta.


" dek biarkan ka Fian menyelesaikan masalah nya dulu di kota S ya " ucap Rangga memberikan pengertian pada anak gadis nya.


" iya pih adek ngerti ko " jawab Resta.


" nanti deh ka Alan ajak adek berkunjung ke kota S mau " ucap Alan menimpali.


seketika Resta menoleh kearah Alan dan tersenyum .


" beneran ka, ka Alan gak bohong kan sama adek " ucap Resta sedikit semangat.


" iya kk juga ada kerjasama dengan perusahaan yang ada di kota S, jadi kk mau ada pertemuan disana. dan adek kapan liburnya " tanya Alan


" hmm minggu depan ka adek ujian " ucap Resta rerlihat tak sedih kembali.


" mam, pih adek di izinin kan berkunjung ke mamah Rasty dan papah Erwin " tanya Resta masih takut takut gak dapat izin.


Rangga dan Helen tersenyum.


" adek beneran ingin berkunjung ke kota S " tanya Helen


" iya mam adek kangen sama mamah Rasty dan papah Erwin " jelas Resta.


" hmm pasti itu modus nya Resta aja tuh " Genta mengejek Resta, Resta menatap Genta dengan sengit .


" eh kabel telepon nyaut aja, siapa ysng nyuruh nyaut " kesal Resta.


" dek " tegur Rangga.


" abisnya ka Genta ngeselin ih " Resta ngambek dan mendekap tangannya di dada nya.


" dih anak kecil ngambek, mau ka Genta beliin permen gak atau ice cream " Gebta semakin gencar menggoda Resta.


" ka Genta... " sentak Resta sangking kesal nya.


" udah udah gak usah ribut, tuh adek makanan nya abisin " ucap Helen.


" adek udah gak ***** " ketus Resta.


" husst adek jangan kaya gitu, papih gak ngajarin adek untuk gak ngabisin makanan kan " ucap Rangga.


akhirnya Resta memakan kembali makanannya dengan sangat kesal, sedangkan Genta malahan tertawa.


justru tingkah Resta menurut Fian sangat lucu dan juga imut, persis ke anak kecil yang lagi ngambek.


" adek udah selesai, adek mau kekamar dulu " ucap Resta dan beranjak pergi.


" kamu sih bikin dia ngambek gitu " ucap Alan.

__ADS_1


" lah bisanya tuh abak selalu gitu " jawab Genta.


******


Fian sedang mendengar kan musik menggunakan earphone nya sambil membaca buku.



saat itu Fian menatap Resta yang sedang duduk sendirian, Fian selalu manatap nya dan akhirnya Fian menghampiri Resta.


" hai " ucap Fian, Resta sedikit kaget.


" eh ka Fian " jawab Resta.


" sedang apa? " tanya Fian.


" gak ko ka, Resta sedang belajar buat ujian nanti " ucap Resta.


" jangan sedih, nanti Resta bisa berkunjung kesana " ucap Resta.


" iya ka, Resta pasti akan berkunjung kesana " jawab Resta


" kk sedang mendengarkan lagu apa " tanya Resta yang melihat earphone Fian.


" oh ini tadi kk lagi baca buku sambil dengerin lagu mau dengar " Fian duduk didepan Resta, dan akan memberikan earphone nya pada Resta. seketika Resta menghentikan nya


" gak usah ka, kk pake kembali ya " ucap Resta cepat. Resta memasangkan earphone nya kepada Fian, Fian dan Resta mereka bertatapan denhan sangat intens nya. bahkan jantung mereka sudah tak karuan lagi.




mereka bertatapan cukup lama, seketika Resta tersadar dan mengalihkan matanya pada buku nya.


" ehem, maaf tadi kk sedkit hilaf " ucap Fian ,bahkan jantung Fian sudah berdegup sangat kencang.


" ah i-iya ka gpp " ucap Resta gugup bahkan jantung Resta juga berdegup kencang.


Resta langsung menoleh pada Fian dan menatap Fian. Resta tersenyum dan mengagguk.


" ya udah kk mau ke kamar, selamat malam " ucap Fian gugup.


" selamat malam juga " jawab Resta, saat Resta fokus kembali pada bukunya sedangkan Fian masih berdiri, tiba-tiba Fian tersenyum jail


" selamat malam sayang " bisik Fian pada telinga Resta, seketika telinga dan muka Resta memerah karena malu. Fian tersenyum bahagia.


" kk ih apaan sih " Resta menutup mukanya dengan kedua tangannya.


" udah ke dua kalinya kk melihat Resta maku gini, dan kk udah pastikan titik kelemahan Resta " Resta kembali menatap Fian, Fian mengedipkan matanya dan akhirnya berlalu pergi.


" aish ka Fiaaann " teriak Resta karena kesal di godain Fian. Fian tertawa terbahak-bahak Resta bengong karena Fian jika tertawa ketampanan nya semakin jelas.


******


keesokan harinya mereka kembali sibuk dengan aktivitas nya.


" Resta berangkat bareng kk aja ya " ajak Akmal.


" eh kk masih pergi kesekolah lagi " ucap Resta melihat Akmal pakai seragam sekolah.


" iya ada yang ingin kk bicarakan pada Neta " ucap Akmal.


" iya baiklah " Resta masuk ke mobil.


saat mereka sampai di rumah Neta, Neta udah siap dengan sepedah nya.


tin. tin klaksin di bunyikan oleh Akmal.


" Neng imut kita naik mobil aja " ucap Resta.


" lah aku udah siap siap ini keluarin sepeda nya " ucap Neta.

__ADS_1


" hehehe ma'af " Resta meminta ma'af pads Neta.


" ya udah sepeda nya taro aja disitu minta tolong ke security nya aja " ucap Akmal.


" iya udah deh, pak nanti tolong masukin sepeda Neta kembali ya " ucap Neta pada sang security


" siap non " dang security memberi hormat pada Neta dan mereka tertawa ,Neta akhirnya ikut masuk.


Resta turun lebih dulu, dan melambaikan tangan nya pada Akmal dan Neta, Neta juga membalasnya. tak berapa lama mereka sampai di sekolahnya. Neta dan Akmal turun bersama, banyak mata menatap kearah mereka, Akmal menggandeng tangan Neta.


Neta menatap tangan nya saat di pegang Akmal, Neta tersenyum dan mengikuti Akmal.


saat masuk kelas tentu saja mereka jadi pusat perhatian, Neta duduk dan cuek Akmal juga sama, tak lama akhirnya bell masuk dan guru datang.


pelajaran pertama selesai sampai waktunya istirahat, Akmal ingin berbicara dengan Neta, hal yang penting yang ingin Akmal sampaikan.


" Neta kk ingin bicara penting " ucap Akmal


" ada apa ka? " tanya Neta yang menatap Akmal.


Akmal tersenyum saat Neta menatap nya



" ih kk jangan senyum senyum gitu " ucap Neta malu.


" kk gemes tau di tatap gitu " ucap Akmal


" tadi katanya ada yang mau di bicarain apa " tanya Neta kembali.


" hmm begini besok kk pulang ke kota S " ucap Akmal yang terlihat sendu dan sedih.


" ka, kk gak ngerjain Neta kan " tanya Neta. Akmal menggeleng.


" ada masalah di perusahaan yang ada di kota S, jadi kk akan pulang "


" kenapa mendadak gini sih " Neta terlihat sedih.


" ma'af kk baru kasih tau Neta hari ini " Akmal sedikit menyesal.


" kk jahat tau gak " Neta keluar sambil lari dan menangis. Akmal sebenarnya tidak rela harus terpisah dengan Neta, terlihat Akmal juga sedih.



" maafin kk Neta " Akmal tak sengaja melihat HP Neta mungkin karena tak sengaja Hp Neta terbawa di tas nya, karena sekolahan melarang membawa Hp itu udah ultimatum dari pihak sekolah.


Akmal mengambil Hp Neta dan membukanya dan kebetulan gak di kunci seketika Akmal tersenyum yang dilihat ada walpaper Neta terpampang sambil tersenyum sambil memeluk kucing.



Akmal mengklik galery yang ada di Hp nya Neta, Akmal berinisiatif untuk mengambil photo photo Neta lewat Wa dan setelah itu Akmal penghapusnya dari Hp Neta. Akmal tersenyum puas karena mendapatkan photo Neta.


dan Akmal menjadikan photo Neta di walpaper nya di Hp nya, Neta yang terlihat cantik.



" cantik, aish gak rela ninggalin " gumam Akmal. tak lama Neta kembali dan tersenyum pada Akmal.


" dari mana " Akmal menyembunyikan Hp Neta ke saku celana nya.


" tadi Neta nenangin diri dulu sejenak " terlihat Mata Neta sembab.


Akmal memegang pipi Neta dan mengusap air matanya.


" nanti kakau Neta libur Neta bokeh datang ke kota S " ucap Akmal memastikan, Neta tersenyum dan mengagguk.


" nanti malam kita jalan ya " tanya Akmal.


" iya " jawab Neta singkat. dan Neta sudah terlihat tenang kembali, dan itu tak luput dari perhatian Akmal, Akmal juga merasa sedih, tapi karena Neta sudah terlihat tenang itu cukup bagi Akmal.


karena Akmal tau meskipun Neta terlihat seperti anak-anak tapi ada sikap Neta yang dewasa. dalam menyikapi masalah dan sekarang itu sudah terlihat, cara Neta menghadapi masalah.

__ADS_1


__ADS_2