
*********
perlahan tapi pasti kini Resta mulai mendekat pada Fian dan Ega, senyuman tetap Resta tampilkan di depan semua orang, Alan akan menghampiri Resta tapi dicegah oleh Mila.
" biarkan Resta bertemu dengan Fian " sambil menggeleng kearah Alan, Alan terdiam dan menatap iba pada Resta sang adik tercinta.
Rasty, Erwin, Helen dan Rangga mulai khawatir saat melihat Resta sudah berdiri di hadapan Fian.
Resta tersenyum pada Fian dan Ega.
" ka Fian, ka Ega selamat ya maaf Resta terlambat " dengan senyuman yang masih mengembang di bibir pucat Resta.
" oh iya selamat atas pertunangan nya " kini Resta mengulurkan tangannya di hadapan Fian, Fian terdiam menatap Resta ada rasa rindu, kecewa dan benci, tapi Cinta lebih banyak dibandingkan segalanya.
Fian perlahan menyambut uluran tangan Resta perlahan tapi pasti kini Fian menyalami Resta " dingin " Fian menatap Resta. tangan Resta begitu dingin saat Fian menyentuhnya.
" ka Ega boleh Resta memeluk ka Fian. untuk terakhir kali " deg Fian tertegun saat mendengar ucapan Resta. Ega sebenarnya tak rela tapi akhirnya manhangguk setuju.
" ka boleh " tanya Resta Fian mengangguk dan Resta memeluk erat Fian, ingin sekali Resta menangis meraung tapi dia tidak mau melakukan nya. perlahan Resta akan melepaskan pekukannya tanpa di duga Fian mengeratkan pelukannya.
Neta, Fathan, Genta dan juga Apni menangis melihat adegan itu. dan tang lain juga ikut menangis.
akhirnya Resta dan Fian mengurai pelukan mereka, Resta tersenyum begitu manis meskipun terlihat pucat, kini Resta beralih pada Ega.
" ka selamat ya, kini tugasku selesai menjaga ka Fian, kini giliran ka Ega " Ega menatap lekat Resta, Fian hanya diam madih mematung bahkan Fian tidak mengerti apa yang Resta ucapkan selesai, menjaga.
Ega menyambut uluran tangan Resta dan memeluk nya " kk janji akan menjaga Fian " Resta kini tersenyum dan menghela nafas lega. kini Resta menatap sendu Rangga, Helen, Rasty dan Erwin.
Resta menghampiri mereka " maafkan Resta mah, pah " ucap Resta pada Rasty dan Erwin, kini Rasty memeluk Resta dan Erwin juga. Resta merasa lega senyuman tak hilang dari bibirnya.
tapi Neta, Fathan masih khawatir melihat keadaan Resta yang memaksakan diri nya meskipun lemah. kini Resta berdiri di hadapan Helen dan Rangga.
" mam " Helen menatap sendu dan tiba-tiba memeluk Resta " maafin Resta mam " Helen menggeleng banyak yang menangis melihat kejadian itu.
" adek gak salah mamih yang salah, seharusnya mamih gak semarah ini " Reata akhirnya menangis haru dan bahagia panggilan sayang nya kini kembali dia sengar dari sang mamih.
" dek " panggil Rangga kini Resta beralih menatap Rangga, dan Rangga kembali memeluk Helen dan Resta.
" maafin papih juga dek " Resta menangis sambil tersenyum, kini Resta tenang saat dia akan meninggalkan segalanya.
" apakah kaka juga tak boleh ikut untuk memeluk kalian " tiba-tiba Alan sudah berada diantara mereka Helen menarik Alan dan mereka berempat berpelukan.
Mila meneteskan air matanya dan tersenyum, Fian masih menatap Resta ntah apa yang Fian rasakan rasa sakit pada diri Resta meskipun Resta terlihat terseyum.
" pih, mam ka jangan lama lama peluknya Resta pengap gak bisa nafas " kini mereka melepaskan pelukan nya.
" eh maaf " ucap Helen, Rangga dan Alan berbarengan. Resta tersenyum kembali Helen memegang pipi Resta yang tampak pucat.
__ADS_1
" dek kenapa pipi adek dingin, adek sakit dan adek terlihat pucat " Resta mencium tangan Helen dan menggenggam nya, Resta menggeleng.
" tidak mam, adek mungkin hanya lelah saat datang kesini adej tidak istirahat lagi " Helen tersenyum.
" eh pih, mam, ka Resta pamit ya pulang duluan bareng mereka ada hak yang harus Resta lakukan " tunjuk Resta pada Neta dan Fathan.
" kenapa gak nginep dulu " ucap Rasty.
" maafin Resta mah, ada hal penting jadi ini darurat " jawab Resta. kini Neta menghampiri mereka Neta memeluk mereka dan juga meminta maaf.
" iya benar apa yang dikatakan Resta ada keadaan darurat ini yang harua kami kerjakan " Neta membenarkan ucapan Resta.
" padahal mamah masih kangen " Rasty pura pura ngambek, mereka tersenyum kini Resta pamit pada mereka Fathan yang sejak tadi khawatir kini menatap Resta yang mulai mendekati nya.
" ka Al ma'af " Resta meminta maaf pada Fathan, Fathan tersenyum dan mengusap rambut Resta Fian merasa cemburu.
" ayo kita segera ke Rumah sakit kk sudah menyiapkan semuanya disana " Resta patuh mengikuti Fathan dan saat mereka jalan tiba-tiba Resta terhenti Neta menatap Resta.
" Neng ada apa? " tanya Resta kini Fathan, Genta dan Apni juga menatap Resta.
" uh " terdengan lenguhan dari Resta seperti menahan sakit, Neta tampak panik dan Sam menghampiri mereka juga.
" tuan ada apa " Fathan terdian dan menatap lekat Resta.
" ka Al boleh Resta meminta sesuatu " tanya Resta, Fathan mengangguk.
" ka Al, Resta sudah tak kuat berjalan apa Resta boleh meminta di gendong ka Al " Neta kaget dan Fathan begitu khawatir dengan keadaan Resta itu artinya keadaan Resta sudah tak baik baik saja.
semua orang masih menatap mereka. " dek biar kk aja yang menggendong ya " bujuk Genta yang menawarkan untuk menggendong Resta. Resta tersenyum dan menggeleng.
kini Fathan berjalan mendekati Resta dan kini Fathan mulai berjongkok membelakangi Resta. " ayo naiklah kk akan menggendong Resta " Fian masih merasa tak terima saat melihat interaksi mereka tapi Fian tak bisa melakukan apapun.
Resta mulai melingkarkan tangan nya di lehet Fathan, Fathan perlahan bangun dan kini sudah berdiri tegak sambil menggendongnya Resta di punggung nya. perlahan Fathan berjalan sambil menetes kan air matanya.
" apa Resta berat ka " nafas panas Resta menerpa du ceruk leher Fathan, Fathan menggeleng.
" Resta tidak berat ko " ucap Fathan memang sekarang ini Resta terlihat kurus beda saat pertama kali Fathan bertemu dengan Resta. Neta dan Sam mengikuti mereka dari belakang.
Genta dan Apni tak bisa ikut mereka karena tidak enak untuk meninggalkan pesta.
" maaf Resta selalu merepotkan kk " Fathan terhenti berjalan saat mendengarkan maaf dari Resta, Fathan tak bisa menjawab hanya menggeleng saja.
" ka Al, sudah banyak membantu Resta dan Resta selalu membuat ka Al repot, terimakasih karena ka Al mau nerawat dan menjaga Resta " Neta menangis Samjuga ikut meneteskan air matanya, Fathan tak sanggup berucap.
" kini Resta bahagia jika Resta harus pergi " semua masih diam.
" berhentilah berbicara aneh nya " ucap Fathan Resta tersenyum.
__ADS_1
" Resta akan terus berbicara sebelum Resta tak bisa berbicara lagi " bicara Resta mulai melemah dan pelan. Fathan mulai melangkah.
" Resta bahagia " tiba-tiba tangan Resta terlepas dari genggaman nya Fathan kembali berhenti dan Fathan kini menangis.
" ka Al " panggil Neta Fathan tetap bergeming dari tempat nya. Neta menggampiru mereka dan saat menatap Resta yang pucat dan memejam kan matanya Neta langsung memanggil Resta dan menangis histeris.
" Restaaa! bangun Neng jangan seperti ini, buka matamu " teriak Neta semua orang kaget saat mendengar teriakan Neta dan kini mereka datang menghampiri Resta dan Fathan.
" ka " panggil Neta lirih, Fathan masih mematung.
" Neta ada apa? " tanya Helen Neta masih menangis.
" ka turunkan Resta " ucap Neta perlahan Sam membantu Fathan menurunkan Resta dari punggung nya.
Resta di peluk Neta " ku mohon bangun, jangan tinggalkan aku hiks.. hiks " semua menatap Neta dan Resta, Genta dan Apni sudah menangis, Fian yang tadi sibuk dengan temanbisnis nya kini berada di depan Resta dan Neta.
Fian langsung menghampiri Neta dan memegang bahu Neta " hiks.. hiks gak boleh Resta kamu pasti kuat Neng, kamu udah janji sama aku ku mohon hiks.. hiks " Neta masih memeluk Resta.
" Neta kita harus cepat membawa Resta ambulance sudah diluar " ucap Fathan Neta masih bergeming terisak.
" katakan ada apa ini " tanya Helen yang mengurai pelukan Resta dan Neta saat melihat keadaan Resta yang pucat bahkan tak sadarkan diri semua kaget.
Helen menangis histeris " adek " teriak Helen dan memeluk Resta.
" apa yang terjadi pada Resta " tanya Rangga.
" Resta sekarat " jeduar mereka kaget dengan ucapan Neta.
" kita tidak ada waktu untuk menjelaskan disini, keadaan Resta sangat kritis sebelum terhadi sesuatu yang lebih kita harus membawa nya ke Rumah sakit " jelas Fathan.
" katakan apa yang terjadi pada adik ku berengse* " Alan mulai emosi Genta segera menggentikan amukan Alan.
" Alan tenang kita harus cepat membawa Resta, ikuti perintah dokter Fathan " kini mereka terdiam.
" Neta " panggil Fian Neta masih menangis mata Neta sembab dan Akmal memeluk Neta.
" Resta sakit dia sekarat " deg kembali mereka di buat terkejut, kini Fian mendudukan dirinya di hadapan Resta dan Helen.
" Resta sayang hei, buka matamu ini kk " panggil Fian Ega menatap sedih Fian.
" adek, jangan becanda katakan sesuatu pada kk " ucap Fian yang ikut menangis.
" APA KALIAN INGIN MELIHAT RESTA MATI, KU MOHON BAWA RESTA KE AMBULANCE TIDAK ADA WAKTU LAGI! " tiba-tiba Fathan meninggikan suaranya.
Fian langsung membopong tubuh Resta dan berlari ke ambulance, Fian tak mempedulikan siapapun kini tujuan nya Resta, Fian Helen, Neta Fathan berada di ambulance yang lain mengikuti dari belakang.
Fathan langsung sigap memasangkan alat alat ketubuh Resta Helen ingin sekali protes tapi mulut nya kelu tak bisa berkata apapun, Helen masih menangis menatap tubuh lemah Resta.
__ADS_1
" apapun yang terjadi ku mohon bertahanlah Resta, kk tidak tau apa yang terjadi pada Resta " batin Fian.